
Akbar makin mendekat ke Vivi,Akbar tau kalau Vivi takut justru makin mendekatinya.
"Mas,,,pake baju dulu Sanah,,"Akbar tetap diam dan naik ke kasur,Vivi memundurkan badanya lalu bangun karena mau mengambilkan baju untuk Akbar.
"Vivi ambilin baju dulu ya Mas,,"Akbar lalu menarik tangan Vivi agar tidak bangun.
"Ngga usah,,Aku ngga dingin kok,"
Lalu Akbar dengan pelan mendorong badan Vivi agar tiduran di kasur,setelah tiduran Akbar menindihnya,Vivi yang takut hanya bisa memejamkan matanya.
"Buka matanya,,kenapa di pejamkan,"Vivi diam,Akbar lalu mencium kedua mata Vivi.
"Aku tidak akan berbuat lebih,bukalah matanya,"sambil tangan Akbar mengusap pipi Vivi.
Vivi dengan pelan membuka matanya,dan langsung terlihat wajah Akbar yang sedang tersenyum.
"Ngga usah takut,"Vivi mengangguk.
Tangan Akbar melepaskan kancing baju Vivi satu persatu,Vivi sudah terlihat tegang dan tarik nafas,Vivi masih tetap takut tapi mencoba biasa saja.
Kancing baju pun terlepas semuanya,Akbar melihat daging dada yang menyembul karena tidak terbungkus oleh bungkusannya,langsung menciuminya secara bergantian,Vivi merasakan sensasi geli di dalam dadanya,ada rasa aneh yang mengalir saat bibir Akbar menciuminya.
__ADS_1
Vivi membuang nafasnya setelah tadi menarik nafas banyak banyak,Vivi rupanya mengatur getaran aneh yang ada di dalam badanya.
"Masssss,,"akhirnya satu kata lolos dari mulut Vivi karena Akbar makin membuatnya geli dan nikmat saat mulut Akbar sudah menemukan Boba.
Akbar terus saja memainkan Boba yang ada di dada Vivi secara bergantian.
Akbar juga membuat tanda di sekeliling dada Vivi,Vivi benar benar di buat melayang oleh permainan Akbar.
Tangan Vivi akhirnya ngga bisa diam,tangan Vivi meremas rambut Akbar.
Vivi menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara lagi.
Akbar sudah puas bermain di dada Vivi,lalu Akbar mencium kening lalu ke pipi dan terahir di bibir.
"Mass,,,"kata Vivi sambil melepaskan ciumannya.
"Ngga papa,,peganglah biar kamu kenal denganya,,"
"Ngga mau ah Mas,,"
"Kenapa ngga mau,,?"
__ADS_1
"Malu Mas,,,"
"Malu sama siapa,,di sini kan cuman kita berdua,coba peganglah,,,"Tangan Vivi terus saja menggenggam,Akbar menggesek gesekan tangan Vivi ke senjatanya,dan lama lama tangan Vivi membuka.
Akbar pun merasakan tangan Vivi yang terbuka,lalu Akbar membantu mengarahkan tangan Vivi ke senjatanya.
"Genggam lah dengan pelan,jangan di tekan,"Kata Akbar Vivi lalu menurutinya,Vivi menggenggam milik Akbar tadinya merasa geli gimana ,tapi lama lama Vivi tidak lagi,tapi Tangan Vivi hanya diam saja.
Akbar juga merasakan hangat di miliknya karena tangan Vivi yang menggenggamnya.
Lalu Akbar memegang tangan Vivi dan mengajarinya untuk bergerak naik turun,Vivi lalu mengikuti gerakan tangan Akbar.
"Iya sayang seperti itu,,enaknyaa,,,terus sayang,,"
Akbar lalu menurunkan celananya,dan sekarang Akbar dalam keadaan polos.
Vivi terus mengerakan tanganya tanpa melihat milik Akbar seperti apa bentuknya,karena posisi Vivi tiduran sedang Akbar duduk di kasur,Akbar sambil menciumi dada Vivi.
"Sayang agak cepat gerakinya yah,,"sambil tangan Akbar membantunya,rupanya Akbar sudah merasakan keenakan karena Vivi benar benar pintar mengerakan tanganya.
Akbar sudah merasakan miliknya berkedut dan tangan Vivi lalu di suruh melepaskanmiliknya,Akbar lari ke kamar mandi dengan badan polosnya,Vivi yang melihat Akbar lari ke kamar mandi dengan keadaan polos hanya bisa diam dan aneh,lalu Vivi melihat ke tanganya yang tadi bekas memegang milik Akbar.
__ADS_1
"Ya Tuhan,,tadi tuh Aku ngapain,"kata Vivi pelan sambil memegang dadanya yang masih merasa berdebar.
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...