
Frengki yang melihat Vivi menangis langsung mendekatinya,Frengki merasa kasian lalu memeluk Vivi.
"Menangislah sepuasnya,biar hatimu lebih baik,setelah itu jangan lagi menangis,karena Aku yakin Akbar punya cara untuk merubah keadaan menjadi baik kembali,kamu diam dan tunggulah,pasti tidak lama kalian akan dapat restu,"Vivi masih saja menangis dan tangisannya makin kencang.
Sedang di dalam Mobil Akbar,Agung dan Dinda semuanya diam,tidak ada yang bicara,karena ini masih di jalan takutnya akan ada pertentangan.
Untungnya jalanan sudah tidak macet,jadi mobil bisa melaju dengan kencang.
Sampai rumah jam 12 malam,Jihan dan Papahnya juga tadi langsung pulang.
Dinda langsung menyuruh Akbar masuk kamar,begitu juga dengan Agung,Dinda sudah melihat Agung pucat,pasti Agung sedang menahan rasa sakit tapi ngga mau bilang.
Dinda menyiapkan baju untuk Agung pakai Tidur,dan juga Dinda mengambilkan makanan,karena Agung harus minum obat.
"Pah makan dulu,biar bisa minum obat,kamu dari siang belum makan apa apa,,"
"Papah ngga lapar dan Papah sehat,Papah mau tidur saja langsung,"
"Pah,,jangan seperti ini,Mamah tau kalau Papah sedang tidak baik,ini aaa sedikit aja,"Agung lalu membuka mulutnya untuk makan.
Setelah habis 5 suap Agung meminta sudah,Dinda lalu mengambil obat untuk Agung minum,Agung Minum obat setelah itu bersiap untuk tidur.
__ADS_1
"Jangan di pikirkan,Papah tidurlah dengan tenang,,"
"Iya,,Mamah juga tidur lah,,"
"Iya,,Mamah akan tidur,tapi ganti baju dulu,papah tiduran aja dulu,"
Dinda masuk ke kamar mandi,Dinda sebenarnya juga memikirkan semuanya,Dinda duduk di closet cukup lama,Dinda sampai mengeluarkan air mata di pipinya.
Akbar di kamarnya langsung mengambil hpnya,dan menelfon Vivi,tapi hp Vivi ternyata mati.
"Sayang,,kenapa hp kamu malah mati sih,,"Akbar terlihat kesal.
Akbar lalu ingat Frengki,Akbar langsung menelfon nya.
"Vivi sedang di kamarnya,kita baru sampai di klinik,Vivi sedang merapikan barang barangnya,malam ini juga dia akan pergi,,"
"Pergi,,mau pergi kemana dia,,?"
"Katanya mau pulang kampung,,"
"Bilang padanya,,jangan pulang kampung dulu,di kampung dia sudah ngga ada orang tua,dan sodara nya hanya Mba Iis dan mba Iis kerja di rumahku,dia pulang kampung mau tinggal dimana,Freng tolong bilang padanya jangan pulang,tunggu sebentar saja Aku pasti akan menyelesaikan semuanya dengan cepat,tolong Freng tahan dia,,"
__ADS_1
"Biarkan dia menenangkan diri dulu Bar,kamu tenang aja Vivi wanita kuat kok dan Aku akan bantu menjaganya,kamu selesaikan dulu masalahmu di situ,nanti setelah semuanya sudah selesai kamu akan bertemu dan akan kembali bersama Vivi lagi,"
"Apa kamu tau siapa yang memberi tau kepada orang tuamu tentang semuanya,,"
"Belum,,tapi Aku sudah tau siapa dia,,"
"Apa dia Jihan,,,"
"Hemmm,,,"Frengki langsung lemas ternyata kecurigaanya sama dengan Akbar.
"Ya sudah dulu yah,Aku mau bantu Vivi mengangakat barang baranya ke mobil,"
"Iya,,Aku titip Vivi yah,,kalau ada apa apa kabari Aku,,"
"Iya,,"telfon pun mati,sebenarnya dari tadi Vivi ada di sebelah Frengki,dan Vivi mendengarkan semua yang Akbar katakan,Vivi dari tadi menahan tangis ,saat hp Frengki mati Vivi langsung menangis,mereka sebenarnya sudah pergi dari klinik,dan Vivi memang sedang bingung mau pergi ke mana.
"Kita ke Jakarta saja yah,Aku ada apartemen yang bisa kamu tinggali,gimana,,?"Vivi menggeleng.
"Antar saya ke bandara saja,,?"
"Kamu mau pergi ke mana Vi,?"
__ADS_1
"Aku mau ke luar negri,,"
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...