
Berita tentang perselingkuhan Akbar sudah tersebar Samapi Papah dan Mamah juga melihat beritanya.
"Ya Tuhan,Anak ku,,ada apa ini,,"mamah menelfon Akbar tapi telfon Akbar sedang sibuk,ternyata Akbar sedang telfon ke bawahannya.
"Ada yang mau cari masalah sama saya,cari orang yang telah mengirim foto saya ke media sosial dan Internet,,dan cari CCTV di Restoran itu,,saya minta secepatnya,,"
"Baik Pak,,,"
Saat telfon mati,telfon berbunyi lagi dan ternyata dari Papah Agung.
"Ada apa,,kenapa beritanya begini,,?"papah langsung bicara.
"Semuanya ngga benar Pah,,"Akbar langsung menceritakan semuanya kepada Papahnya.
"Kamu harus hati hati Bang,,ini sepertinya ada orang yang sedang cari kambing hitam,,"
"Iya Pah,,Abang akan lebih hati hati,rupanya suami klien Abang bukan orang sembarangan,"
"Iya,, Mamah tadi telfon Abang dan telfon sedang sibuk,,Mamah sedang ketakutan kalau Abang kenapa kenapa,,"
"Iya nanti Abang telfon Mamah,,"
"Istri kamu sudah tau masalah ini,,?"
"Sudah Pah,,Vivi tidak ada masalah setelah Abang jelaskan,,"
"Syukur lah,,kalian jangan sampai bertengkar gara gara masalah ini,,"Akbar menjawab iya.
Telfon lalu mati dan Akbar menelfon mamah langsung,dan mejelaskan semuanya.
Akbar memutuskan cepat pulang,karena pasti Vivi sudah melihat beritanya.
__ADS_1
Benar saja di rumah Vivi terus menangis,Vivi sangat takut dengan melihat berita tentang suaminya.
"Sayang,,Mas pulang,,,"Sambil buka pintu kamar, Vivi langsung mengusap air matanya yang jatuh di pipi.
Mata Vivi sudah bengkak,karena dari tadi terus menangis.
"Kenapa menangis,kamu ngga percaya sama mas,kamu lebih percaya sama berita murahan itu,,"sambil kedua tangan Akbar memegang pipi Vivi dan mata mereka pun saling tatap.
"Tapi itu benar foto Mas kan,,Mas berpelukan dengan wanita itu,apa Mas ngga bisa lihat bagai mana wajah si wanita itu yang terlihat sangat menikmati di dalam peluk an Mas,"Akbar diam karena memang Akbar melihat wajah si wanita yang terlihat menikmati pelukannya.
"Vivi mau ke Jakarta,Vivi mau ke Mamah,"
"Apa kamu tega ninggalin Mas yang sedang ada masalah,sepertinya ada yang ingin menghancurkan Mas,dan ada yang ingin menjadikan Mas kambing hitam,kamu sudah kenal dan hidup dengan Mas cukup lama kan,kamu pasti tau Mas,dan sifat Mas Sayang,"tangan Akbar memegang kedua pundak Vivi.
Vivi menangis lagi,dan benar apa yang di katakan Akbar, suaminya sedang ada masalah tapi kenapa justru ingin meninggalkannya,bukanya mendukung dan mempercayainya.
Vivi memeluk Akbar ,dan Akbar pun membalas pelukan Vivi.
"Fatir mana sayang,Mas pengin main sama dia, Mas kangen nih,"
"Fatir di kamarnya,nanti Vivi bawa kesini,Mas bersih bersih aja dulu Sanah,"
"Iya,,"
Akbar masuk kamar mandi ,sedang Vivi keluar menuju kamar Fatir.
Saat Akbar keluar dari kamar mandi, Fatir sudah ada di kamar,Akbar lalu menggendongnya dan mengajaknya bermain.
"Sayang,,Mas haus ambilkan minum dulu yah,"
"Iya Mas,,"
__ADS_1
Vivi ke dapur ambil minum untuk Akbar,saat Vivi mau masuk ke kamar,mba berlari mendekati Vivi.
"Bu,,itu di luar Bu,,"
"Ada apa di luar mbak,,?"
"Itu Bu,,di luar banyak orang dan mencari bapak,,"
"Banyak,,banyak seberapa,,?"
"Ada sekitar 10 dan mereka pada bawa kamera,,mereka seperti wartawan,,"
"Serius Mba,,mau apa mereka,,"
Vivi lalu masuk ke kamar,dan langsung bilang ke Akbar.
"Wartawan,,ngapain,,dan gimana mereka tau rumah kita,,"
"Vivi ngga tau Mas,sekarang kita harus gimana,?"
"Biar Mas yang hadapi mereka,Mas ingin tau mau apa mereka datang ke rumah kita,"
"Jangan mas,,Vivi ngga mau Mas kenapa kenapa,,"
"Tenanglah, Mas akan baik baik saja, Mas akan di dalam gerbang,ini Fatir gendong dulu,"Vivi lalu mengambil Fatir dari gendongan Akbar.
Akbar keluar dari rumah,dan Vivi mengintip dari jendela rumahnya.
"Ya Tuhan,,lindungi suami hamba,semoga tidak terjadi sesuatu,amin,,"kata Vivi dalam hatinya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih....
__ADS_1