Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
ASI


__ADS_3

Akbar dan Vivi makan malam bersama,mereka juga sambil mengobrol.


"Mas,,Mamah sama Papah kapan akan datang yah ,?"


"Katanya nanti kalau kandungan kamu sudah mendekati HPL,,"


"Masih lama dong ya Mas,,"


"Ya ngga lah,,paling dua mingguan lagi,emang kenapa,,?"


"Vivi pengin masakan mamah Mas,,pengin di buatkan tumis bunga pepaya,"


"Kalau kamu mau itu,suruh mba aja yang masakin,"


"Beda Mas,Vivi maunya masakan Mamah,"


"Ya udah kamu telfon aja mamah,suruh mamah datang ke sini nya jangan ke lamaran,"


"Ngga enak Mas Vivi mau bicaranya,"


"Ngapain ngga enak,kamu kan mantu yang paling di sayang,,"


"Ngga ah,,Mas aja yang telfon yah,"


"Ya udah nanti Mas telfonin Mamah biar cepat datang,,"


"Iya Mas,,makasih,,"Akbar tersenyum .


"Ya udah habiskan makanya,"Vivi jawab iya.


Selesai makan keduanya ke kamar,dan langsung naik ke kasur,keduanya duduk sambil menyandar di sandaran kasur,Vivi menyandarkan kepalanya di dada Akbar.

__ADS_1


Akbar menelfon Mamahnya,"Halo Mah,,maaf Abang ganggu,"


"Iya sayang,ngga ganggu kok,ada apa tumben telfonya malem gini,?"


"Ini Vivi mau tanya Mamah sama Papah kapan datang ke sini,,?"


"Oh,,Mamah sama papah mungkin dua Minggu lagi,kenapa emangnya,,?"


"Vivi pengin Mamah cepat Dateng ke sini,katanya pengin di masakin sayur bunga pepaya sama mamah,mamah jangan kelamaan yah datang kesini ya,kalau bisa besok,Abang takut anak Abang ileran Mah kalau Vivi ngga buru buru makan apa yang dia pengin,"


"Oh gitu,,engga itu mitos soal ileran,ya nanti Mamah bilang ke papah sama Adek coba bisa ke Surabaya lebih cepat ngga,soalnya Adek juga manja pake banget semenjak hamil dan makanya juga susah,jadi Mamah harus yang selalu cerewet,tapi Mamah akan usahakan ke Surabaya secepatnya,"


"Ya udah kalau gitu mamah kabarin aja yah,mamah bisa nya kapan,di usahakan jangan kelamaan ,kasihan Vivi Mah,"


"Iya sayang,,"


Telfon pun mati,"Sudah dengar kan kata mamah,besok di usahakan kesini secepatnya,"


"Kamu udah senang kan sekarang,jadi sekarang gantian,Mas Pengin yang di senangkan,,"


"Mas pengin apa,,?"


"Mas pengin jenguk Dedek,,"sambil menarik turunkan alisnya,Vivi tersenyum melihatnya.


"Boleh kan Yang,Mas udah lama juga ngga jenguk,"Vivi menganggukan kepala.


"Yessss,,,,,"Akbar langsung kegirangan.


Akbar lalu mencium kening Vivi,dan ciuman lalu turun ke bibir,keduanya sama sama menikmatinya,tangan Akbar sudah bermain di dada Vivi.


Akbar yang merasa sudah posisinya,lalu menyuruh Vivi tiduran,Akbar juga melepaskan baju Vivi dulu.

__ADS_1


Akbar melihat perut Vivi yang sudah besar lalu mengusapnya,"Sayang di dalem yang anteng yah,papah mau nengok bentar kok,"Akbar bicara di perut Vivi setelah itu di ciuminnya.


Akbar melepaskan baju yang dia pakai,sekarang keduanya sudah polos.


Akbar mulai mencium bibir,lalu turun ke leher dan ke dada,tangan Akbar sudah di inti tubuh Vivi,jari Akbar sudah bermain di sana,


Vivi sudah merasakan enak,apa lagi jari Akbar pintar bermain,saat bibir Akbar di dada Vivi,Akbar menye*dot Dada Vivi dan kaget ada airnya.


"Yang,,kok ada airnya sih,,"Akbar sambil mengelap mulutnya.


"Air,,"Lalu Vivi menekan bobanya,dan ternyata memang keluar air.


"Mas,,ASI nya sudah keluar,,"


"Trus gimana dong,?"


"Ya Mas udah ngga boleh menye*dotnya sama memainkannya,,ini kan sudah ada ASI nya,Dosa Mas kalau Mas meminum ASI,"


"Yah,,Mas libur lama dong ini buat mainin dada kamu,"


"Ya iya,,,"Akbar terlihat Bete,Vivi hanya tersenyum.


"Trus ini mau lanjut ngga Mas,kalau ngga Vivi mau pakai baju nih,,"Vivi sambil mengambil baju daster nya.


"Eehhh,,jangan,,kita lanjutin dong,kamu ngga lihat apa nih milik Mas udah tegang gini,"


"Ya udah ayo di lanjutin,"


Akbar dan Vivi pun lanjut,milik Akbar sudah menancap di inti tubuh Vivi,Akbar menggerakannya sangat pelan agar Vivi nyaman dan tidak sakit.


Keduanya sama sama menikmati dan sampai akhirnya Abang menembakan lahar nya.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2