
Jihan Akhirnya mau ikut ke rumah Frengki,karena Mamah yang menginginkannya.
Mamah rupanya setuju dengan hubungan Frengki dan Jihan,begitu juga papah Frengki,sekarang yang mengantar Jihan terapi ngga hanya Bibi dan Frengki,tapi mamah juga selalu ikut.
Mamah sekarang di rumah ada teman,mamah jadi merasa punya anak perempuan,hari hari berlalu Jihan sudah bisa berjalan lancar tapi belum bisa dengan cepat.
Tidak hanya Frengki dan kedua orang tuanya yang senang, tapi Bibi juga sangat senang dan bahagia melihat Jihan sudah bisa jalan,apa lagi Jihan sekarang di kelilingi orang orang yang menyayanginya.
Orang tua Frengki sudah tau tentang keluarga Jihan,dan orang tua Jihan tidak mempermasalahkannya.
"Kalian jangan lama lama pacaran,itu tidak baik juga,apalagi sekarang kalian tinggal satu rumah,ya walaupun ngga hanya berdua di rumah,tapi lebih baiknya kalian itu menikah,"kata Papah Frengki,saat ini semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Iya Pah,,Frengki juga pengin cepat cepat nikah,,tapi nikah kan harus banyak persiapannya,,"
"Kalau kalian sudah siap untuk menikah,biar Mamah sama Papah yang urus gimana,,kamu kan sibuk kerja Feng,,kalian terima beres saja yah,,gimana,,?"Frengki sama Jihan tidak menjawab tapi keduanya saling tatap.
"Eh,,bukanya jawab kalian malah tatap Tatapan sih,,Jihan gimana kamu sudah siap belum untuk menikah dengan Frengki,,?"
"Kalau Jihan sih terserah Mas Frengki nya saja Tan,,kapan siapanya,,"
"Nah sekarang tinggal kamu jawab,kamu siap belum,kata Jihan itu benar dia perempuan hanya bisa menunggu kesiapan laki lakinya saja,,?"kata Mamah ke Frengky lagi.
"Kalau Jihan sudah siap Frengki juga sangat siap ,memang Frengki yang sedang menunggu kesiapan Jihan Mah,,"
"Jadi kalian sudah sama sama siap nih,biar Papah sama Mamah besok langsung yang urus,,"Papah melihat ke Frengki lalu ke Jihan,dan keduanya mengangguk malu,Mamah dan Papah langsung senang.
Kebahagiaan bukan hanya di keluarga Frengki saja,tapi keluarga Akbar juga sedang membicarakan pernikahan antara Abang dan Vivi .
__ADS_1
"Pah ,,Mah,,besok Vivi kan pulang,dan pernikahan masih 10 hari lagi,menurut Mamah sama Papah Vivi tinggal di sini apa di apartemen saja dulu,,?"
"Di sini aja ,10 hari itu cepat,kalian itu harus mengurus surat surat ke KUA kan,,"
"Iya Sih Pah,,"
"Tapi tidurnya di samping dulu,belum boleh di kamar kamu ya Bang,"Mamah langsung berkata,Abang tersenyum.
"Iya Mah,,Abang ngerti kok,,Abang akan sabar nunggu 10 hari,,"jawabnya.
"Abang mau bulan madu kemana,,?"
"Belum tau Pah,nanti saja itu mah soalnya Abang banyak kerjaan,,"
"Oh gitu,,Abang kan mau nikah jadi jangan terlalu capek kerja loh ,setidaknya satu Minggu mau menikah Abang sudah harus cuti,,"
"Sibuk banget sih kamu Bang,"
"Yah gimana lagi,orang ini kasus sudah masuk ke kantor dari sebulan lalu,"
"Ya sudah ini sudah malam,Kita istirahat yuk Mah,,"
"Iya Pah,,Abang juga istirahat,,besok jemput Vivi pagi kan,,?"
"Iya Mah,,"
Papah dan Mamah masuk ke kamar,Abang juga ikut masuk ke kamar,karena jam sudah pukul 10 malam.
__ADS_1
"Ya Tuhan Akhirnya setelah menunggu satu tahun lamanya besok kamu akan pulang juga sayang,,"Sambil melihat foto Vivi di hpnya.
Lama lama mata Abang terpejam dan tidur,Abang sudah menyalakan alaram di hpnya,jadi besok pagi tidak bangun telat.
Pagi hari Akbar bangun saat mendengar hpnya berbunyi,Akbar menuju kamar mandi untuk mandi,setelah itu langsung bersiap ke Bandara.
Vivi juga mengirim pesan ke Akbar,Vivi bilang sedang menuju Bandara.
Karena masih pagi,Mamah sama Papah belum bangun,kembar juga belum bangun,Abang ke dapur untuk minum dan minta buatkan roti isi sama Mba.
"Mba,,Kamar Vivi nanti tolong beresin yah,,"kata Akbar ke Mba Iis.
"Iya Den,,emang Vivi boleh tinggal di sini Den,,?"
"Boleh dong,,ngga akan ada yang melarang Vivi untuk tinggal di sini,nanti juga Vivi akan jadi menantu di sini jadi ya akan tinggal di sini,"
"Iya Den,,nanti Mba akan rapikan,,"
Selesai sarapan roti Akbar pamit ke Mba untuk pergi ke bandara,Akbar membawa mobilnya cukup cepat karena jalanan masih sepi.
Sampai di Bandara sudah pukul 6 pagi,,jadi Abang langsung buru buru ke tempat penjemputan karena Vivi naik pesawat pagi.
Akbar tidak menunggu lama,orang yang di tunggu akhirnya muncul juga,keduanya saling tersenyum bahagia,Akbar sampai merentangkan tanganya,Vivi langsung mendekat dan jalanya juga di percepat karena tidak sabar untuk menerima pelukan Akbar.
"Selamat datang di Jakarta sayang,dan tidak akan Mas biarkan kamu pergi dari sisiku lagi,,"sambil mereka berpelukan.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1