
Naura pulang ke rumah. Begitu dia masuk, dia langsung melihat 'Samuel' sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Kamu sudah pulang?" Tanya Naura sedikit terkejut.
"Iya." Aaron menatapnya sekilas. Dia menyadari tidak ada ekspresi cemas dari wanita itu, seketika suasana hatinya berubah menjadi sangat buruk.
Naura sendiri juga tidak merasakan apapun tentang itu. "Kalau begitu, aku pergi masak dulu."
Begitu Naura pergi ke dapur, Ivan datang di belakangnya untuk mengantar dokumen ke rumah dan melihat Aaron duduk di sofa.
"Taun Muda, berkas-berkas ini aku letakkan dia ruang kerjamu?"
Aaron hanya diam, Ivan pun langsung berinisiatif untuk membalikkan badan dan membawa dokumen itu ke ruang kerja Aaron.
Tiba-tiba Ivan mendengar sayup-sayup suara Aaron bertanya padanya. "Ivan, kalau suatu malam kamu tidak pulang ke rumah, apakah istrimu tidak menyerangmu dan marah padamu?"
Seketika, langkah Ivan terhenti sejenak. "Tuan Muda, aku sudah bercerai."
Barulah Aaron mengangangkat pandangannya dan menatap Ivan. "Kapan itu?"
Sebenarnya, hubungan asmara Ivan dengan istrinya cukup baik. Dulu, setiap kali Ivan pergi keluar negeri untuk mengurus pekerjaan, istrinya selalu mempersiapkan keperluannya.
"Setengah tahun yang lalu." Ivan jelas-jelas tidak ingin banyak bicara mengenai masalah ini.
Dia teringat dengan perkataan Christian bahwa semalam Tuan Muda tidak pulang. Jika dihubungkan dengan masalah Tuan Mudanya ini, tentu saja Ivan sekarang mengerti.
Ivan merasa ragu sejenak, namun tetap memutuskan untuk mengingatkan Tuan Mudanya sendiri. "Tuan Muda, identitasmu sekarang ini adalah 'sepupu Tuan Muda'. Pulang tidaknya 'sepupu Tuan Muda' pada malam hari, sepertinya sama sekali tidak ada hubungannya dengan Nyonya Muda."
Setelah selesai bicara, Ivan baru melihat perubahan wajah Aaron yang tiba-tiba menjadi murung.
Ivan menundukkan kepala. Dia merasa kalau apa yang dia katakan adalah fakta.
Aaron menegangkan wajahnya dan menatap Ivan dengan dingin. "Kamu boleh pergi."
Tuan Muda ini, tidak memperbolehkan orang bicara faktakah?
Sekarang ini, Aaron sedang tidak bisa mendengar perkataan semacam ini.
Saat makan, Naura menyadari bahwa 'Samuel' tidak menggerakkan sumpitnya dan hanya menatap padanya saja.
Naura menyentuh wajahnya sendiri, mungkin ada yang salah dengan wajahnya. "Kamu kenapa melihatku seperti itu?"
'Samuel' hanya sekilas meliriknya dengan dingin. Dia meletakkan sumpitnya, bangkit berdiri dan langsung naik ke lantai atas. Dia bahkan tidak makan.
Naura termangu.
Selesai makan, tiba-tiba Naura mendapat telepon dari pemilik rumah yang di sewa.
__ADS_1
Pemilik rumah sewa itu seorang wanita paruh baya dan dia bicara dengan kasar. "Sudah waktunya untuk membayar tagihan air dan listrik! Kapan kamu akan datang?"
"Aku bahkan tidak tinggal disana, harusnya tidak ada tagihan air dan listrik, kan?" Karena Naura sudah tinggal di rumah Aaron, dan rumah yang disewanya masih belum sampai batas tenggat waktu, Naura tidak bisa mengembalikannya. Jadi, dia biarkan dulu saja rumah itu kosong.
Begitu mendengar ucapan Naura, pemilik rumah itu menjadi tersinggung. "Sembarangan! Semalam lampu di rumahmu masih terus menyala!"
Seketika, hati Naura merasa terkejut. Tidak mungkin ada pencuri masuk kan?
"Baiklah, aku akan datang besok." Ucap Naura karena tidak ingin lagi berdebat dengan sang pemilik rumah sewa.
...
Keesokan harinya, Naura langsung mengambil cuti dan pergi sendiri ke tempat rumah yang disewanya.
Sesampainya dipintu rumah, dia menempelkan telinganya dipintu mencoba untuk mendengar suara yang ada didalam dan menyadari bahwa tidak ada pergerakan dari dalam, dia pun langsung membuka pintunya.
Begitu masuk ke dalam, Naura terpaku. Didalam sangat berantakan sekali.
Kotak mie instan dan bungkus makanan ringan yang berserakan di atas lantai. Ada juga konsol game diatas meja kecilnya.
Mana mungkin rumah yang disewanya dimasuki pencuri. Banyak benda aneh berserakan, bahkan sampai tempat untuk kakinya berpijak saja tidak ada!
Bersamaan dengan ini, sayup-sayup terdengar suara yang lembut. "Kamu siapa?"
Naura menoleh dan melihat seorang remaja bertubuh kurus berdiri dipintu dengan rambut ikal dikepalanya yang kecil terlihat acak-acakan, namun remaja itu terlihat bersih juga sangat elegan.
"Aku adalah orang yang menyewa rumah ini. Kamu siapa?" Naura melihat remaja itu terlihat seperti berumur sekitar 14 sampai 15 tahun.
Naura pun melenyapkan kekhawatirannya.
"Oh." Remaja itu hanya menanggapi dengan acuh kemudian berjalan masuk dan dengan santainya meletakkan barang yang ada ditangannya ke atas meja, lalu duduk di sofa.
Remaja itu bertingkah seperti tidak ada orang lain dan merasa berada di dalam rumah sendirian.
Seolah dapat merasakan tatapan Naura, dia pun menengadah dan menatapnya. "Kamu lumayan cantik, sudah punya pacarkah?"
"Aku..." Saat Naura membuka mulutnya, dia baru tersadar bahwa sampai sekarang permasalahannya adalah untuk memperjelas siapa anak laki-laki ini!
Naura memperhatikan dia yang berpakaian begitu elegan, Naura langsung menebak mungkin laki-laki remaja ini adalah seorang anak yang sedang kabur dari rumah. Dengan sikapnya yang peduli, Naura bertanya kepadanya. "Kenapa kamu bisa kemari? Dimana ayah dan ibumu?"
Laki-laki remaja itu langsung tidak mengindahkan pertanyaan Naura. "Aku Samuel Ardinata. Siapa namamu?"
"?????"
APA?! Samuel Ardinata?
Melihat raut wajah Naura yang terkejut, ekspresi wajah laki-laki remaja itu pun menjadi sedikit tersinggung. "Hei! Aku ini memang memiliki hubungan dengan keluarga Ardinata di Kota B ini. Tapi, kamu juga tidak perlu seterkejut ini kan?"
__ADS_1
Saat ini Naura lebih dari terkejut. Dia benar-benar tidak menyangka.
Dia pun berjalan mendekat ke arah laki-laki remaja itu dengan raut wajah yang serius. "Apa hubunganmu dengan keluarga Ardinata?"
"Hubungan saudara lah!" Jawab remaja itu dengan wajah tidak peduli. Tapi kemudian kembali menambahkan dengan penuh waspada. "Tapi, bukan hubungan saudara kandung dengan keluarga Ardinata. Aku juga tidak punya uang!"
Setan kecil ini sudah tinggal di rumahnya tanpa ijin, tapi justru sebaliknya malah dia yang sekarang waspada. Mungkin, setan kecil ini takut akan disandera olehnya untuk memintai uang dari keluarga Ardinata?
"Kamu benar-benar Samuel?" Naura masih mempertahankan nada bicaranya untuk menutup ucapan remaja itu. "Lalu, ada berapa banyak nama Samuel di keluarga Ardinata?"
"Eh, kamu mau apa?!" Kewaspadaan di mata laki-laki remaja itu semakin dalam.
Namun karena umurnya yang masih kecil, dia terlihat tidak memiliki kekuatan apapun.
Walaupun Naura tidak tau bagaimana cara remaja ini bisa masuk ke dalam rumahnya dengan gayanya bak seorang raja yang tinggal disini, namun Naura dapat merasakan kalau anak ini, bukanlah anak kecil yang mudah diatasi.
Saat anak itu bicara, terdapat aksen orang asing yang bicara dengan bahasa luar dalam pelafalannya. Bicaranya juga terlalu lancar. Terlihat jelas bahwa anak ini sepertinya tinggal cukup lama di luar negeri.
Berbagai petunjuk telah menunjukkan bahwa mungkin anak ini memang kabur dari rumah!
Naura menyunggingkan senyumnya. "Anak kecil, kamu kabur dari rumah kan? Kamu pasti tidak terbiasa tinggal di tempat seperti ini kan? Aku akan pergi ke rumah keluarga Ardinata dan meminta orang disana untuk menjemputmu, ya? Bagaimana?"
Remaja itu membelalakkan matanya dan menjadi panik seketika. "Tidak boleh! Aku sudah bersusah payah sampai akhirnya bisa keluar rumah!"
Ternyata, tebakan Naura benar!
"Tau kah kamu bahwa ada pasal kejahatan dalam hukum pidana yang disebut kejahatan menginvasi rumah secara ilegal?"
Naura tidak bisa menandingi Samuel besar yang ada dirumahnya itu, namun sudah lebih dari cukup jika dia bisa mengatasi Samuel kecil ini.
Begitu mendengar perkataan Naura, raut wajah Samuel kecil ini langsung berubah. Terdapat kekacauan disorot matanya. Dia pun bicara dengan suara nyaring. "Hanya ada aku seorang yang bernama Samuel Ardinata di keluarga Ardinata!"
Dia sudah terbiasa tinggal diluar negeri dan hanya ingin sesekali saja kembali ke kota ini untuk berlibur. Tapi sebenarnya, dia sama sekali merasa tidak familiar dengan orang-orang maupun lingkungan di kota ini sehingga dia merasa takut dengan ancaman Naura.
Setelah mendengar perkataan anak itu, Naura menahan ekspresi wajahnya. Saat ini dia benar-benar sangat bingung.
Kalau di keluarga Ardinata hanya ada satu orang dengan nama Samuel Ardinata, lalu siapakah Samuel yang ada di dalam rumah Aaron selama ini?
Naura kembali menatap lurus pada Samuel kecil yang ada dihadapannya. Tatapan Naura membuat sekujur bulu kuduk ditubuh Samuel kecil merinding. "Kamu kenapa menatapku seperti itu?"
Saat Naura baru ingin membuka mulutnya untuk bicara, tiba-tiba terdengar suara 'kruyuk' yang memotong pikirannya.
Samuel kecil pun menatapnya sekilas dengan kikuk, tapi kemudian kembali berpura-pura menjadi galak dan bicara dengan suara lantang. "Lihat apa?! Tidak dengar suara perur yang kelaparan, kah?!"
Ternyata orang yang bernama 'Samuel Ardinata' sama-sama bertempramen buruk!
...__________...
__ADS_1