
Naura hanya ingin mengulur waktu sebentar baru kemudian keluar dari perusahaan. Berharap kalau Marsha dan Lucky sudah pergi.
Naura tidak ingin kalau sampai Marsha melihat 'Samuel' datang menjemputnya, bisa saja Marsha akan menyebarkan gosip, mengatakan kalau dirinya seorang wanita penggoda, menggoda adik sepupu suaminya dan lain sebagainya.
Walaupun akhir-akhir ini, Aaron Daffa sudah merubah sikapnya menjadi sedikit lebih hangat, tapi bagaimana pun juga Aaron Daffa dan 'Samuel', mereka saudara sepupu. Kalau sampai tersebar gosip Naura dan 'Samuel' ada hubungan, tidak diragukan lagi, Aaron Daffa tidak akan lagi membela Naura.
Dan sayangnya, semua tidak seperti yang diharapkan oleh Naura. Saat dia keluar, Marsha dan Lucky masih berada di depan perusahaan Affandi.
Mobil Lucky berada didepan pintu perusahaan Affandi. Dia dan Marsha sudah duduk didalam menunggunya. Marsha membuka kaca jendela mobil dan memanggil Naura. "Naura, ayo cepat naik ikut dengan kami."
Naura sangat tau apa maksud ajakan Marsha. Marsha sengaja ingin menunjukkan hubungannya dengan Lucky sudah membaik.
Naura memaksakan senyumnya. "Tidak perlu. Kalian pergi saja dulu. Kita tidak searah."
Lucky turun dari mobilnya. "Naura, jangan....." Seketika Lucky terdiam sejenak saat melihat penampilan Naura yang sekarang. "Jangan sukan, aku akan mengantar kamu pulang." Lanjut Lucky dan Marsha merasa sangat tidak senang mendengarnya kemudian ikut turun.
Naura menyeringai. Baru mau bicara tiba-tiba mendengar ada suara pintu mobil yang ditutup dengan keras dibelakang mobil Lucky.
Dia melihat 'Samuel' sedang berjalan kearahnya.
Lucky dan Marsha baru menyadari kalau ada mobil Bugatti berwarna hitam dibelakang mobilnya.
Kebanyakan laki-laki menyukai mobil sport. Lucky pun merasa tidak tahan untuk melihatnya lebih lama. Dia memperhatikan mobil sport mewah milik 'Samuel'. Dia tau kalau ini mobil Bugatti La Voiture Noire yang harganya sekitar 18 juta dolar AS atau sekitar Rp255,9 miliar.
Sebagian besar orang-orang kaya yang ada di kota B ini, Lucky mengenalnya. Tapi ketika melihat laki-laki yang menjemput Naura ini, dia sama sekali tidak mengenalnya.
Aaron berjalan lalu berhenti disamping Naura dan menatapnya. Kemudian menoleh menatap Lucky. "Apa Tuan menganggap kami keluarga Ardinata kekurangan orang? Jadi perlu laki-laki lain untuk mengantar Nyonya Muda Ardinata pulang?" Ucapnya dengan acuh.
Lucky merasa terkejut, ternyata laki-laki ini dari keluarga Ardinata.
Tapi, bukankah menurut rumor yang beredar, Aaron Daffa adalah seorang yang cacat? Lalu siapa laki-laki tampan yang ada dihadapannya ini?
"Dia 'Samuel' adik sepupu Aaron Daffa." Ucap Marsha yang berdiri didekat Lucky.
__ADS_1
"Kamu kenal dia?" Tanya Lucky dengan wajah yang sudah berubah menjadi dingin menatapnya.
Lucky pun teringat ketika pertama kali bercinta dengan Marsha, dia melihat ada darah yang keluar. Dia pun mengira kalau Marsha masih perawan. Tapi, setelah melihat video viral tentang Marsha, Lucky baru tau kalau ternyata Marsha melakukan operasi selaput dara. Jadi, dia merasa semua cinta yang murni itu adalah palsu!
Tetapi, karena ada sesuatu hal, Lucky terpaksa harus kembali menjalin hubungan baik dengan Marsha.
Meskipun didalam hatinya, Lucky menyimpan kebencian terhadap Marsha. Dia kembali menatap 'Samuel' dengan tersenyum. "Tuan sudah salah paham. Aku teman Naura, karena searah, jadi aku berniat sekalian mengantarnya pulang." Ucapnya.
"Benarkah?" Tanya Aaron sambil menoleh menatap Naura.
Tentu saja Naura harus berpihak kepada 'Samuel'. "Tidak searah." Jawabnya dan Aaron merasa sangat puas dengan kerjasamanya.
Raut wajah Aaron tidak berubah. Dia hanya sedikit tersenyum. "Karena tidak searah, jadi kami pergi dulu." Ucap Aaron kemudian segera mengajak Naura naik kedalam mobilnya.
Lucky masih diam terpaku memandangi kepergian mereka.
Kenapa Naura tiba-tiba bisa berubah menjadi cantik seperti ini? Gumam Lucky dalam hati.
Dia pun mengira kalau Naura memang melakukan operasi plastik. Tapi, jarak antara saat terakhir dia bertemu dengan Naura hanya beberapa hari yang lalu. Wajah Naura juga tidak mungkin bisa pulih secepat ini.
Tapi, kenapa dulu dia.........?
Marsha pun sangat marah dengan Lucky. "Lihat apa?! Dia itu sudah menjadi Nyonya Ardinata!" Ucapnya sengaja menyindir dengan pedas.
Awalnya, Marsha hanya ingin memamerkan hubungannya dengan Lucky yang sudah membaik kepada Naura. Tapi, dia lupa kalau Naura sudah berubah menjadi cantik dan tentu saja hal itu bisa menarik perhatian Lucky.
Lucky yang merasa tersindir oleh ucapan Marsha, dia pun marah merasa tidak terima. "Tutup mulutmu!"
...
Di dalam mobil tidak ada pembicaraan dan terasa sunyi. Naura mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada Evelyn.
Naura memberitau kalau hubungan Marsha dengan Lucky sudah membaik.
__ADS_1
Evelyn membalas pesan Naura, mengirim stiker ekspresi terkejut kemudian dibawahnya ada teks berisi: Tidak disangka, tiba-tiba muncul berita utama mengenai keluarga Lucky Dharma Putra.
Belakangan ini, Evelyn sedang syuting serial drama. Jadi, begitu dia membuka mulutnya, dia langsung beropera.
Naura merasa, mungkin Marsha memegang kelemahan Lucky. Atau bisa jadi Marsha memegang kartu As Lucky yang membuat Lucky dengan terpaksa mau menjalin hubungan lagi dengan Marsha.
Yang pasti, Lucky adalah orang yang selalu menjaga image. Mana mungkin dia mau kembali menjalin hubungan dengan Marsha yang jelas-jelas sudah mengkhianati dia?
Naura memberitau apa yang ada dalam pikirannya kepada Evelyn. Tapi, belum ada balasan jawaban dari Evelyn dan Naura merasakan kalau mobil sudah berhenti.
Naura melepas sabuk pengamannya Dan turun. Begitu mengangkat pandangannya, dia melihat Lucky dan Marsha juga turun dari samping mobil.
Naura terpaku sejenak. Dunia tak selebar daun kelor.
Kebetulan, Lucky juga melihat Naura. Baru membuka mulut ingin bicara, tapi Marsha sudah langsung menariknya pergi.
Naura merasa benar-benar tidak mengerti apa alasannya. Orang yang suka menjaga image seperti Lucky, bisa kembali lagi menjalin hubungan dengan Marsha?
"Orangnya sudah pergi jauh. Kalau masih mau melihatnya, ikut masuk sana!" Tiba-tiba terdengar suara dari 'Samuel'.
Naura berbalik dan melihat kearah 'Samuel'. Tapi, laki-laki menyebalkan itu sudah berjalan masuk kedalam restoran Star Light setelah bicara.
Langkah Aaron cepat dan lebar. Naura harus berlari kecil baru bisa menyusulnya. "Kamu jangan sembarangan bicara! Siapa yang mau melihatnya terus?!"
"Lucky Dharma Putra!" Ucap Aaron kemudian menghentikan langkahnya dan menatap Naura dengan wajah dingin.
Naura merasa gemetar ditatap seperti itu oleh 'Samuel'.
"Apa kamu kenal dia?" Tanya Naura kemudian memegang lengannya. "Kamu memeriksa semua tentang aku?"
Aaron menundukkan wajahnya, menatap jari-jari putih lentik dan Indah Naura yang memegang lengannya. Dia tidak mencoba melepaskannya. Hanya berbicara dengan tenang. "Bukankah itu sangat wajar kalau aku memeriksa datamu? Kamu benar-benar mengira kalau keluarga Ardinata bisa mentoleransi kekacauan dari keluarga Affandi?"
Lagi-lagi Naura merasa sekujur tubuhnya merinding. Dia jarang sekali melihat ekspresi 'Samuel' yang dingin seperti ini.
__ADS_1
...__________...