
Mereka berdua keluar dari Bar bersama.
Mobil Christian berhenti di pintu. Pria itu duduk diposisi pengemudi, dan Evelyn duduk disebelahnya.
Melihat Aaron dan Naura keluar, Christian mencondongkan kepalanya keluar dari jendela mobil. "Aaron, aku mau membawa Evelyn ke rumah sakit. Apa kamu juga mau ke sana?"
Aaron menunjuk ke mobilnya disisi lain.
Christian mengerti, dia membuat gerakan "OK"👌 ke arahnya, dan pergi.
"Aku baik-baik saja, tidak perlu pergi ke rumah sakit." Naura menarik lengan Aaron.
Itu hanya benjolan dikepala karena ditabrak dan tidak mengeluarkan darah. Untuk apa harus pergi ke rumah sakit?
Di sana juga harus menunggu antrean yang membuang waktu. Sekarang, Naura hanya merasa lapar dan ingin makan.
Hari sudah malam dan bahkan ada lampu yang menyala. Tatapan mata Aaron yang dalam menjadi lebih gelap dan dia berkata dengan suara rendah. "Tidak apa-apa?"
"Iya." Naura mengangguk.
Tetapi saat berikutnya, dia tidak bisa menahan diri untuk berteriak. "Ah!"
Karena Aaron mengulurkan tangannya dan menekan dahinya yang benjol dengan keras.
Meskipun benjolan itu akan membengkak dan perlahan akan membaik dalam beberapa hari, masih terasa sakit ketika ditekan keras seperti ini.
Aaron menarik tangannya kembali dan menatap dengan wajah tanpa ekspresi. "Tidak apa-apa, lalu kamu kenapa teriak?"
"Aku..." Jika pria ini tidak menekan dahinya, dirinya akan baik-baik saja!
……
Di rumah sakit, Aaron baru saja menarik Naura dan meminta dokter untuk memberinya pemeriksaan seluruh tubuh.
Evelyn tidak lebih baik dari Naura. Dia diseret oleh Christian untuk pemeriksaan seluruh tubuh.
Dua orang yang menyelesaikan pemeriksaan duduk berdampingan di kursi di sisi lorong.
"Aku pikir, Aaron masih khawatir tentang kamu." Kata Evelyn.
"Hehe." Naura mengulurkan tangan tanpa sadar dan menyentuh benjolan di dahinya. Dia masih merasa ada jari yang menekan disana.
Dengan santai, Naura berkata dengan acuh tak acuh. "Aku pikir, Christian-lah yang khawatir tentang kamu. Apa yang dia katakan?"
Naura berhenti dan berdehem. Dia berkata dengan menirukan nada Christian. "Dia adalah leluhurku."
"Naura!"
Evelyn yang selalu ceroboh, jarang terlihat wajahnya tidak normal.
Pada saat ini, Christian dan Aaron keluar dari ruangan dokter.
Naura dan Evelyn langsung menegakkan duduknya bersama tanpa mengucapkan sepatah katapun.
__ADS_1
……
Mereka berempat pergi ke AD Entertainment bersama.
Di perjalanan, Naura teringat Samuel, lalu bertanya pada Aaron dengan lantang. "Bagaimana dengan Samuel?"
Aaron menoleh untuk menatapnya dan tidak ada ekspresi diwajah tampannya. "Kamu lebih baik peduli dengan dirimu sendiri."
Ketika mereka tiba di AD Entertainment, mereka memesan memesan meja besar untuk dua wanita yang habis berantem.
Meskipun Naura sedikit bingung, tetapi sebenarnya dia lapar.
Setelah kenyang, Aaron memandanginya dengan sepasang mata gelap. "Aku bahkan tidak tau bahwa istriku sangat bisa berkelahi. Siapa yang mengajarimu?"
Sepasang mata gelap itu menatap seolah jika jawaban yang tidak memuaskannya, maka Naura akan langsung memperbaiki.
Bagaimana cara memperbaiki? Naura tidak tau.
Dia hanya tau bahwa selama ini dia di depan Aaron, dia tanpa sadar berubah.
Naura kemudian menunjuk Evelyn yang duduk disebelahnya dengan sangat arogan.
Evelyn juga takut pada Aaron.
Dia menyempitkan lehernya, menelan ludah dan menunjuk Christian yang duduk disebelahnya. "Aku berkelahi, dia yang mengajari."
"Uhukk..uhuk.."
Christian yang baru minum anggur merah langsung tersedak.
Sebelum Christian selesai bicara, Evelyn tertegun dengan tatapan dingin. "Oh."
Aaron tidak bicara. Dia mencibir dan berdiri lalu berjalan keluar.
Naura sangat menyadari dari perkataannya, "Pulang, baru bereskan kamu." Dari perkataan besar ini.
Naura tidak ingin pulang.
Namun, dia tidak berani tidak pulang.
……
Aaron mengendarai mobilnya dan mengemudi sepanjang jalan.
Ketika dia sampai di halaman rumahnya, Naura keluar dari mobil dan berjongkok di sisi mobil.
Samuel mendengar suara mobil langsung berlari keluar. Ketika dia melihat Naura, dia menunjukkan ekspresi santai. "Kakak Naura, kamu akhirnya pulang. Kamu bahkan tidak tau, sebelum kakak sepupu kembali dan melihat kamu tidak ada dirumah, dia muram menakutkan..."
Naura berdiri dengan perlahan dan berkata dengan lemah. "Tidak muram, dia juga bisa menakuti orang sampai mati."
Setelah kata-kata itu keluar dari bibirnya, dia mengangkat kepala dan melihat Aaron berdiri di belakang Samuel.
Benar saja, memang tidak boleh mengatakan hal-hal buruk dibelakang orang.
__ADS_1
Naura merasa, melakukan atau tidak, hasilnya akan sama saja. Lebih baik membiarkan dilakukan diawal.
Jadi, dia mengikuti Aaron dan kembali ke kamar.
Bahkan, dia agak bingung. Dia berkelahi di luar, mengapa Aaron begitu marah?
Apakah itu karena Aaron merasa bahwa dirinya telah mempermalukannya?
Aaron memasuki kamar, melepas jaketnya, berbalik dan melihat Naura yang masih ragu-ragu di dekat pintu. Dia memanggilnya dengan suara tenang. "Kemari."
Naura berjalan mendekat dengan gugup.
Aaron mengulurkan tangan dan menekan pundaknya untuk duduk ditempat tidur.
Naura secara tidak sadar mencoba bersembunyi. Hasilnya, dirinya dibisikkan oleh Aaron. "Aku hanya ingin mengoleskan obat. Kenapa bersembunyi?"
Naura memperhatikan bahwa Aaron ditangannya yang kosong mengambil botol salep.
Ternyata mau mengoleskan obat untuk dirinya.
Naura duduk tegak, masih sedikit bersandar dan berkata, "Aku akan melakukannya sendiri."
"Duduklah dengan baik!"
Aaron sepertinya tidak mendengarkannya dan menatap Naura dengan dingin membuat wanita cantik itu berhenti berbicara.
Di jarinya mengambil salep lalu menekannya dengan lembut ke bejolan di dahinya, menggosoknya dengan sangat lembut, sedikit rasa sakit, tapi itu tidak tertanahnkan.
Meskipun demikian, Naura masih merasa sedikit gelisah. Matanya terus berkedip, bulu matanya yang panjang mengibas dan tampak sedikit menyedihkan.
"Dilarang pergi ke Bar bersama Evelyn di masa depan."
Aaron tidak tau orang-orang yang membuat masalah hari ini. Tetapi dia tau tempat macam apa hiburan itu sebenarnya.
Banyak orang ingin menaikkan derajat tanpa memikirkan resikonya. Siapapun yang sedang terdesak akan melakukan apa saja. Dan siapapun tidak ada yang yakin.
Untungnya, wanita bodoh didepannya ini tau untuk menelponnya.
Aaron juga tau bahwa sebelum telepon Naura ditutup, dia mendengar suara Clara.
Ketika dia memikirkan hal itu, dia menduga bahwa Naura mungkin bersama Evelyn, dan Christian paling mengenal Evelyn. Jadi, dia langsung memanggil Christian.
Kemudian Christian pergi ke Bar terlebih dahulu.
Naura mengerutkan kening. Dia sangat tidak menyukai cara bicara Aaron yang seperti ini. "Apa yang terjadi hari ini adalah kecelakaan."
Aaron sudah menggosok salep dibenjolan dahinya. Perlahan-lahan dia menarik kembali tangannya dan mengelap tangannya dengan tisu. Lalu dengan santai berbicara. "Kecelakaan mobil, perampokan, kecelakaan seperti itu, yang mana yang bukan kecelakaan?"
"……" Hal semacam ini dapat dibandingkan dengan perampokan dan kecelakaan mobil?
Naura bingung untuk sementara waktu.
Aaron tidak bermaksud menunggunya berbicara. Dia mencium aroma wine di tubuh Naura, lalu berkata dengan dingin. "Pergi mandi, sana!"
__ADS_1
...__________...