Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#129


__ADS_3

Ivan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sehingga dia sampai di Star Light begitu cepat.


Ketika turun dari mobil, Naura ingat dan bertanya. "Apa yang terjadi pada Aaron?"


"Nyonya Muda akan tau setelah melihatnya." Kata Ivan penuh hormat.


Naura merasa curiga, dan Ivan tidak terlihat terlalu gugup.


Saat memasuki Star Light, Naura melihat Christian.


Begitu Christian melihat Naura, dia langsung menghampirinya. "Naura, kamu sudah datang."


"Bagaimana dengan Aaron?" Tanya Naura dengan keras.


Christian sedikit terbatuk. "Aku akan mengantarmu menemuinya."


Keduanya pergi ke lift, dan Christian masih menjelaskan kepadanya. "Aaron mengalami kecelakaan dan dia tidak dekat dengan orang lain. Dia tidak tau siapa yang harus dicari kecuali hanya kamu."


"Oh." Seolah Naura sangat dekat dengan Aaron.


Ketika mereka sampai di depan pintu kamar, Christian membuka pintunya. "Aaron ada di dalam, kamu masuk saja."


Suasana di dalam gelap karena lampu tidak dinyalakan.


Naura merasa ada yang tidak beres. "Aaron, ada apa dengannya?"


Christian menghela napas. "Kamu akan tau setelah masuk dan melihatnya."


Naura menatap Christian beberapa detik, kemudian tetap berjalan dan berjalan masuk.


Begitu kakinya melangkah masuk ke dalam, tiba-tiba pintu ditutup dengan keras.


Naura mengulurkan tangan, menekan sakelar lampu dan melirik ke pintu di dalam sambil memanggil nama Aaron, dia terus berjalan masuk kedalam.


"Aaron?"


Naura berteriak beberapa kali tanpa mendapat jawaban.


Mungkin Aaron ada di dalam. Naura berjalan menuju kamar.


Naura menyalakan lampu kamar tidur dan menemukan bahwa tidak ada Aaron di dalam kamar tidur juga.


Ketika dia berbalik dan ingin keluar, dia mendengar suara percikan air dari dalam kamar mandi.


Naura berjalan ke pintu kamar mandi dan mengetuknya. "Aaron? Apa kamu ada didalam?"


Tidak ada lampu yang menyala didalam kamar mandi dan Naura tidak mendengar ada yang menjawab, jadi dia tidak yakin apakah ada orang di dalam.


Tepat ketika dia hendak berbalik, tiba-tiba mendengar suara yang menyedihkan dan muram dari dalam kamar mandi. "Pergi!"


Itu suara Aaron!


Tapi, suaranya terdengar ada yang salah.


"Ada apa denganmu, Aaron?" Naura mengetuk kembali pintunya. "Ini aku, Naura."

__ADS_1


Saat berikutnya, pintu kamar mandi dibuka dari dalam.


Aaron terlihat tampak pucat. Dia diselimuti oleh air dan hanya dibungkus dengan handuk mandi.


Naura berdiri selangkah didepannya, merasakan dingin memancar darinya.


Dia mengulurkan tangan, menyentuh lengan Aaron dan merasakan dinginnya yang sangat mengejutkan orang!


Aaron dengan cepat menepis tangan Naura. "Siapa yang menyuruhmu datang? Pulang sana!"


Raut wajah Aaron sangat menyeramkan, sama seperti nada bicaranya. Dia menatap Naura dengan tatapan dingin, tidak ada kehangatan sedikitpun. Terdapat kemuakan dalam tatapannya, seperti ingin segera mengusirnya.


Sejak Naura menerima telepon dari Christian, saat menuju kesini dari rumah, perasaannya terus saja gelisah.


Tidak dapat mendeskripsikan perasaan khawatir dan gelisah yang menyelimutinya hingga dia melihat Aaron yang bernapas berdiri di hadapannya dan berucap padanya, dia baru dapat merasakan sedikit ketenangan.


"Kamu pikir aku ingin datang untuk mencarimu?!" Naura tersenyum sinis, tidak ingin terlihat lemah.


Kemudian, Aaron bersuara lagi mengusirnya. "Kalau begitu, kenapa masih belum pergi?"


Naura menipiskan bibirnya, tanpa berucap lagi, membalikkan tubuhnya untuk pergi.


Christian mengatakan bahwa Aaron mencintainya? Cinta apanya!


Baginya, Aaron adalah iblis yang memiliki emosi tidak menentu, dan hanya hantu yang mengetahui jika dia kembali menyinggungnya.


Naura berjalan ke pintu, lalu meraih gagang pintu. Dia menggerak-gerakkan gagang pintunya dan menyadari bahwa pintu tidak bergerak.


Sudah mencoba beberapa kali, tapi tetap saja pintunya tidak bergerak, tidak bisa dibuka.


Yang menelponnya tadi adalah Christian, dan yang menutup pintunya tadi juga Christian.


Namun, selain raut wajah Aaron yang terlihat sedikit tidak baik, selebihnya dia tidak terlihat seperti sedang ada masalah. Bahkan pria tampan itu malah mengusirnya.


Lalu, untuk apa Christian menguncinya bersama dengan Aaron?


Christian tidak bisa diandalkan lagi, sama seperti dirinya yang tidak berguna saat dihadapan Aaron.


Naura membalikkan tubuhnya dan menghampiri Aaron lagi, melihat Aaron yang terduduk di sisi ranjang dengan sendu. Sebelumnya, wajah ya masih terlihat pucat, sekarang sudah mulai terlihat rona merah diwajah tampannya.


"Untuk apa kembali?!"


Suara Aaron sangat dingin dan terdengar sangat kesal.


Namun, ketika dia menatap Naura, tatapan matanya berbeda dengan nada suaranya yang dingin.


Di dalam tatapan matanya seperti terdapat pemberontakan, menahan dan kegilaan.


Tanpa sadar, Naura mundur satu langkah. Dia mengepalkan tangannya, lalu berucap dengan tidak terlalu yakin. "Kamu.....apa kamu telah diberi obat perangsang?"


Tadi, saat Aaron keluar dari kamar mandi, tubuhnya mengeluarkan aura yang dingin. Terlihat jelas jika dia habis mandi dengan air dingin.


Sedangkan Christian, begitu meminta Naura masuk, dia langsung mengunci pintunya.


Naura bukanlah anak kecil yang tidak pernah mengetahui dan melihat hal-hal seperti ini. Walau tidak pernah menjalin hubungan, setidaknya dia pernah mendengarnya.

__ADS_1


Tanpa disadari, dia mulai berpikir hal yang tidak-tidak.


"Ku beri kesempatan terakhir untukmu, cepat pergi!"


Aaron tidak langsung menjawab pertanyaannya, juga tidak mengelaknya. Ucapannya barusan ini menjelaskan, jika tebakan Naura benar.


Pikiran Naura menjadi kacau. Seharusnya, sejak awal dia tidak mempercayai omong kosong Christian.


Orang yang tidak bisa diandalkan, hanya bisa melakukan hal yang tidak berguna!


Naura berucap dengan raut wajah yang tidak terbaca. "Pintu terkunci."


Aaron seperti tertegun sejenak, berpikir sejenak dan langsung menyadari jika ini adalah perbuatan Christian.


Dia mengeluarkan ponselnya dan menelpon Christian. Namun, Christian lah yang melakukan hal ini, bagaimana mungkin dia akan mengangkat teleponnya?


Jadi, telepon itu tidak tersambung. Hanya mendengar suara operator. "Maaf, nomor yang anda tuju, sedang tidak aktif."


'Prakkk!'


Aaron langsung membanting ponselnya, terlihat jelas jika dia sangat marah.


Naura mengulurkan tangan meraba ponsel miliknya yang dia simpan disakunya, dan baru menyadari jika sakunya kosong. Dia tidak mengeluarkan ponselnya selama di rumah.


"Aku...aku akan keluar..."


Pria dan wanita dewasa berada dalam satu ruangan, ditambah lagi dengan kondisi Aaron yang seperti ini.


Selesai berucap, Naura langsung keluar dari kamar dengan cepat.


Dia duduk disofa diruang depan. Setiap detik dan setiap menitnya terasa sangat menyiksa.


Di dalam kamar tidak terdengar suara apapun. Naura merasa sangat penasaran, dengan langkah yang perlahan mendorong pintu kamar itu. Dia kembali mendengar suara air dari kamar mandi.


Aaron mandi air dingin lagi?


Sebenarnya, dia bisa mencari wanita manapun untuk menuntaskan.....


Tapi, dia tidak melakukannya.


Sebelumnya, tatapan pria tampan itu saat menatapnya tadi seperti ingin menelannya hidup-hidup. Namun, dia tidak melakukan apapun padanya. Dia lebih memilih mengguyur tubuhnya dengan air dingin, daripada menyentuhnya.


Orang sepintar Aaron, pasti menyadari keengganannya. Jadi, pria tampan itu tidak memaksanya.


Tiba-tiba, Naura teringat dengan sebuah kalimat yang pernah dibacanya. "Terkadang aku berpikir, cinta hanyalah suatu hubungan yang biasa. Aku pikir, aku bisa melalui hidup ini sendirian. Namun, hatiku tetap tersentuh."


Walaupun Aaron pernah membohonginya, dia juga perhitungan, aura yang kelam, dan pengendalian yang kuat.


Namun, semua ini tidak membuat Naura lupa akan semua perlakuan baik pria tampan itu kepadanya.


Wanita selalu mudah tersentuh.


Naura pun tidak terkecuali.


...__________...

__ADS_1


__ADS_2