
Sesampainya dirumah Aaron, Naura segera turun dari mobil setelah mengucapkan "Terimakasih."
Dia berlari masuk kedalam rumah. Saat melihat ada pengawal yang berjaga dipintu, Naura berhenti untuk bertanya. "Apa Tuan Muda Aaron ada dirumah?"
Naura berniat ingin mengucapkan terimakasih kepada Aaron karena sudah meminta 'Samuel' menjemputnya.
Pengawal melirik kearah Aaron yang berjalan mendekat, wajah pengawal pun menjadi serius menatap Naura. "Tuan Muda sedang pergi ada urusan dan belum kembali."
"Oh, baiklah." Ucap Naura sambil sedikit mengangguk. "Kalau dia sudah kembali, tolong kalian beritau aku ya?" Imbuhnya dengan suara pelan. Naura ingin berterimakasih secara langsung kepada Aaron.
"Baik Nyonya Muda." Jawab pengawal dengan sopan.
"Apa yang dia katakan?" Tanya Aaron kepada pengawal ketika sudah mendekat.
"Nyonya Muda menanyakan apa Tuan Muda di rumah atau tidak? Dia menunggumu pulang lalu meminta kami memberitau dia." Jawab pengawal kepada Aaron.
...
Sesampainya dikamar, Naura langsung membuka emailnya. Dia mengecek apakah ada panggilan untuk interview kerja atau tidak.
Ternyata ada beberapa panggilan interview dari perusahaan kecil.
Naura tidak pernah meminta uang dari keluarganya setelah lulus kuliah. Dia selalu berusaha keras untuk mencari pekerjaan meski gajinya sangat kecil dan hanya cukup untuk menghidupi dirinya sendiri.
Dia dipaksa menikah oleh keluarganya dengan Aaron Daffa. Keluarga Ardinata pasti memberikan banyak uang sebagai mahar kepada keluarga Affandi. Tapi, Naura tidak menerima sepeserpun uang itu. Dia juga kehilangan pekerjaannya setelah menikah. Sekarang, dia sangat butuh uang dan butuh pekerjaan.
Naura melihat profil perusahaan yang mengiriminya undangan interview kerja. Bukan perusahaan yang besar. Tapi, baginya yang baru lulus dan belum punya pengalaman, tawaran ini sudah termasuk bagus. Jadi, Naura berencana akan pergi untuk interview kerja.
Naura menutup laptopnya dan keluar dari kamar menuju tangga. Dia melihat kebawah ke arah ruang tamu, tapi tidak ada siapa-siapa disana. Dia juga belum mendengar suara mesin mobil milik Aaron. Itu tandanya, Aaron belum pulang.
Dia pun berbalik dan kembali masuk kedalam kamarnya untuk menunggu. Hingga malam harinya, Naura masih belum melihat Aaron pulang.
Naura menghela nafasnya, kemudian keluar lagi dari kamarnya dan turun ke dapur.
Dia berpikir kalau Aaron akan pulang untuk makan malam. Jadi, dia berniat ingin memasak untuknya sebagai rasa terimakasihnya.
__ADS_1
Sejak Naura tinggal dirumah Aaron, dia hanya sering melihat beberapa pengawal saja. Dia juga tidak pernah makan dirumah. Saat Aaron ingin makan, apa pengawal yang memasak untuknya?
Naura merasa kalau Aaron benar-benar laki-laki yang aneh. Kenapa tidak cari pelayan saja?
Saat Naura masuk kedapur, seperti tebakannya ada pengawal didapur dan langsung menghampirinya. "Apa Nyonya Muda lapar? Ingin makan apa? Biar kami yang masak untukmu."
"Tidak usah. Biar aku masak sendiri saja tidak apa. Aku ingin masak untuk Tuan Muda kalian." Ucap Naura sambil membuka kulkas melihat isi dalamnya.
"Baiklah kalau bagitu." Ucap pengawal terlihat senang kemudian pergi meninggalkan dapur.
Didalam kulkas ada banyak bahan makanan. Daging, buah, sayur. Begitu lengkap. Mau masak apa saja ada.
Naura mengetukkan jari telunjuknya didagu dan berfikir sejenak. Dia tidak tau makanan kesukaan Aaron. Dia menutup kembali kulkasnya dan ingin menanyakan kepada pengawal.
Saat berbalik, entah sejak kapan 'Samuel' berdiri dipintu sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Bersandar pada kusen dan bersedekap menatapnya. "Beef steak, sup brokoli dan beri cabe sedikit saja."
Melihat Naura yang terbengong, 'Samuel' sedikit menyunggingkan senyumnya. "Aaah iya..tambahkan telur disupnya."
Naura masih terdiam tidak tau harus menanggapinya bagaimana.
Ucapnya dalam hati dengan menatap sinis pada 'Samuel'.
Aaron pun tidak bicara lagi. Dia berbalik dan pergi. Tapi, saat ingin melangkah, Naura menarik lengannya. "Makanan apa yang disukai kakak sepupumu?"
Langkah Aaron terhenti dan menoleh menatap Naura kembali. "Yang aku sebutkan barusan, kakak sepupu suka semuanya."
"Benarkah?" Naura merasa tidak percaya karena semua yang disebutkan 'Samuel' barusan adalah makanan kesukaan dia.
Aaron menyipitkan matanya menatap Naura lalu mengulurkan tangannya dan memegang kepala Naura. Mereka bertatapan dengan jarak yang dekat. "Apa aku perlu berbohong soal makanan?" Ucap Aaron dengan wajah tanpa ekspresi.
Nafas yang hangat dengan aroma mint sangat jelas tercium oleh Naura. Membuat wajah Naura merasa kepanasan.
Dia dapat melihat sorot mata 'Samuel' yang sedang menatapnya begitu dalam.
Sebelumnya, Naura tidak pernah merasakan apa-apa dengan wajahnya ini. Tapi kenapa sekarang, dia merasa benar-benar terlihat sangat jelek dan bodoh.
__ADS_1
Naura juga merasa kalau 'Samuel' bisa menerima wajahnya yang jelek. Bukankah Tuan Muda yang kaya raya seperti dia ini, tidak sedikit melihat wanita cantik diluar sana kan? Tapi, kenapa masih mau mencium dirinya yang wajahnya sangat jelek seperti ini?
Aaron melihat Naura yang sedang terbengong menatapnya, dia menyeringai. Tangannya berpindah memegang leher belakang Naura. "Kenapa kakak ipar menatapku seperti ini? Sudah yakin untuk bersamaku dan meninggalkan laki-laki tidak berguna itu?"
Jari tangan yang dingin milik Aaron terasa ada aliran listrik saat menyentuh leher belakang Naura. Membuat tubuh Naura gemetar.
Tapi, Naura segera tersadar dari lamunannya. "Jangan sembarangan bicara kamu!" Ucapnya sedikit keras sambil mendorong kuat dada bidang 'Samuel' hingga tubuh tingginya melangkah mundur.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak. Semua makanan yang aku sebutkan tadi, Aaron suka. Lagi pula, malam ini aku ada undangan pesta makan." Ucap Aaron dengan datar kemudian berbalik dan pergi keluar dari dapur.
Begitu 'Samuel' pergi, Naura menyentuh lehernya sendiri dan seperti ada aliran listrik. Dia bergidik lalu menurunkan tangannya dengan cepat.
Dia merasa kalau 'Samuel' memang sengaja ingin menggodanya. Kemudian segera berlari kekamar mandi dan menatap wajahnya yang jelek.
Dia hanya heran tidak mengerti, kenapa 'Samuel' masih saja terus menggodanya.
Naura juga pernah mendengar, memang ada beberapa orang yang memiliki kebiasaan aneh.
Kalau tidak? Apa mungkin karena dirinya adalah kakak ipar sepupunya, lalu dia merasa lebih menantang?
Saat memikirkan 'Samuel', tiba-tiba dia merasakan merinding dibagian belakang tubuhnya.
Awalnya, ketika pertama bertemu dengan 'Samuel', Naura mengira kalau 'Samuel' seorang play boy.
Tapi, Naura kembali teringat saat 'Samuel' terluka karena luka tembak, pemikiran tentang 'Samuel' menjadi berubah.
Wajah 'Samuel' yang begitu tampan. Latar belakang keluarganya juga baik. Selain itu, 'Samuel' berpendirian teguh. Melihat semua itu pada diri 'Samuel', Naura dapat memastikan kalau 'Samuel' bukanlah orang sembarangan.
Hanya saja, kenapa dia selalu menggodanya?
Naura segera kembali kedapur untuk memasak. Kali ini, dia percaya dengan 'Samuel'. Dia memasak semua yang tadi disebutkan olehnya.
Karena pikirannya masih saja tertuju pada 'Samuel', Naura menjadi tidak tenang saat memasak.
...__________...
__ADS_1