Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#38


__ADS_3

Christian berlari mengejar Aaron yang lebih dulu sampai di ballroom. Saat masuk dia melihat Aaron sedang berdiri diam tidak bergerak dan menatap ke arah sudut ruangan. Entah apa yang dilihat Aaron sampai membuatnya diam terpaku.


Christian pun melangkah dan berdiri disamping Aaron. Dia mengikuti arah pandang mata Aaron dan tiba-tiba dia dibuat terkejut. "Astaga! Itu itu..itu..itu Nau..."


Menyadari kalau tatapan Aaron semakin dingin dan tajam, Christian pun langsung diam dan mengoreksi lagi ucapannya. "Itu bukan Naura! Jelas sangat tidak mirip sekali dengan istrimu! Biar aku bantu kamu melihatnya! Oke?!"


Tanpa menunggu Aaron setuju, dia sudah tau dengan sorot mata Aaron kalau dia menyetujuinya.


Sebenarnya, Christian sangat gugup dan masih terkejut. Dia belum beberapa kali bertemu dan melihat Naura. Tapi, dia juga cukup tau. Wanita disana dilihat dari belakang memang sangat mirip dengan Naura. Apalagi Aaron yang tinggal satu rumah dan setiap hari melihat Naura. Tentu dia jauh lebih mengenalinya.


Christian masih merasa gugup. Dia dan Aaron sudah bersahabat selama bertahun-tahun Christian bisa melihat kalau Aaron benar-benar sangat menyayangi Naura.


Meskipun Naura tidak terlihat cantik, mungkin juga karena Aaron tidak pernah bergaul dengan wanita, jadi dia menyayangi Naura karena kebaikan hatinya saja?


Christian pun melangkah mendekati wanita itu lalu mengulurkan tangan dan menarik pelan pundak wanita itu dengan tidak tega melihatnya. Dia langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.


Aku yakin, ini pasti bukan Naura! Batinnya.


Masih penasaran dan ingin memastikannya lagi, dia menoleh dan menatap wanita itu sekali lagi kemudian tersenyum gembira dan berbalik menatap kearah Aaron. "Bukan dia!" Teriak Christian dengan wajah gembiranya.


Mendengar teriakan Christian, Aaron langsung menghampirinya dengan langkah lebar. Setelah melihat dengan jelas wajah wanita itu, Aaron tersenyum pahit, dia langsung mencekik lehernya dengan sebelah tangannya. "Dimana Naura?"


Marsha benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan 'adik sepupu' Aaron Daffa disini. Dia ingin melepaskan tangannya, tapi tenaga laki-laki ini terlalu kuat dan membuat Marsha tidak bisa melepaskannya.


Laki-laki yang masih memeluk pinggang Marsha, dia merasa terganggu sampai melotot dan ingin marah. Tapi, Aaron hanya meliriknya sekali, laki-laki itu langsung terdiam tidak berani mengeluarkan suaranya yang ingin memaki Aaron. Dia melihat kearah Christian yang berdiri dibelakang Aaron lalu beralih melihat Aaron kemudian langsung melepaskan Marsha mendorongnya kebawah.

__ADS_1


"Tuan Christian, kalian bicarakan saja dulu urusan kalian. Aku pergi dulu." Ucap laki-laki itu kemudian segera pergi.


Christian selama ini dikenal sebagai bos besar dari AD Entertainment. Keluarganya juga terkenal, relasinya banyak. Tidak banyak orang yang berani mengusiknya.


Baru saja Marsha sedang merasa asik bermain dengan sangat menyenangkan dan bergairah. Tapi, tiba-tiba dia tidak dipedulikan lagi oleh laki-laki yang pergi begitu saja meninggalkannya. Tubuhnya pun menjadi lemas. Dia mengedipkan matanya menatap 'Samuel'. Lehernya masih dalam cengkraman 'adik sepupu' Aaron Daffa. "Aku..jauh lebih can..tik..dari..Naura. Daripada..kamu..cari dia..lebih baik..cari aku saja.." Ucap Marsha dengan suara terputus-putus.


Aaron menganggap Marsha sebagai wanita yang kotor dan menjijikan. Dia melepaskan cengkramannya lalu mengambil gelas yang ada diatas meja disampingnya dan memecahkannya. Dia menempelkan serpihan gelas yang tajam diwajah Marsha. "Kalau tidak mau beri tau, aku akan membuat wajahmu cacat!"


Marsha dapat merasakan serpihan gelas yang menempel diwajahnya. Melihat sorot mata 'Samuel', sepertinya laki-laki ini bisa kapan saja merusak wajahnya yang mulus. Marsha merasa ketakutan.Tapi, hatinya juga merasa sangat puas.


Marsha tersenyum sinis. "Kalau aku beri tau kamu, lalu kamu bisa apa? Sekarang ini, Naura sedang bersama para lelaki hidung belang untuk bersenang-senang! Kamu mau pergi mengajar mereka, atau mau ikut ambil bagian dengan mereka? O ya, kalian berdua sudah melakukannya belum?"


Jangankan Aaron, Christian pun sudah tidak tahan dan tidak bisa lagi mendengarkan ucapan wanita ini.


Aaron langsung menendangnya dengan sebelah kakinya. Tubuh Marsha terbentur dinding dengan keras dan kesakitan hingga tidak bisa berteriak. Tapi, terpancar senyuman diwajahnya.


Besok pagi, berita utama pasti akan berubah menjadi Naura. Terpikir sampai disini, senyum Marsha semakin mengembang.


Aaron berdiri membeku menatap Marsha dengan wajah dingin. Sekarang, dia tidak mau membuang waktu lagi. Dia mau mencari Naura dulu.


Setelah memastikan didalam ruang perjamuan tidak ada Naura dan Evelyn, Aaron bersama Christian pergi keluar dari ruangan itu.


Ivan pun datang dengan membawa banyak anak buahnya. "Tuan Muda, apa sudah menemukan Nyonya Naura?" Tanya Ivan.


Saat diperjalanan tadi, Aaron sudah menghubungi Ivan.

__ADS_1


Dengan wajah dingin dan tatapannya yang tajam, Aaron memberi perintah. "Periksa setiap kamar dan gerakannya harus cepat!"


Raut wajah Ivan pun menjadi sangat serius. Dia juga tau betul Bar 99 ini seperti apa. Sudah berlalu begini lama, sudah pasti terjadi bencana.


Tanpa bicara lagi, Ivan dengan cepat membawa para anak buahnya melakukan perintah Aaron.


Aaron juga tidak hanya diam saja. Dia berpencar bersama Christian mencari Naura.


Bar 99 ini bukan termasuk Bar yang kecil. Setelah Aaron selesai mencari di setiap kamar dilantai satu, masih tidak menemukan jejak Naura.


Saat Christian juga ikut mencari, dia melihat Aaron berdiri di ujung koridor melawan cahaya lampu. Setengah wajahnya tertutup oleh bayangan.


Melihat Aaron yang seperti ini, dulu Christian juga pernah melihatnya. Dia menghampirinya dan menepuk pundak Aaron. "Orang-orang itu sudah ditemukan."


Aaron mengangkat wajahnya dan sorot matanya menunjukkan kesedihan.


Christian membawa Aaron ke kamar dimana para lelaki hidung belang berada. Ivan dan para anak buahnya mengepung kamar itu.


Didalam kamar itu ada beberapa lelaki hidung belang dengan telanjang berlutut dilantai. Ranjangnya tampak sangat berantakan dan didalam kamar ini masih tercium aroma percintaan.


Wajah Aaron semakin dingin. Dia melangkah masuk dengan perlahan. Selangkah demi selangkah tanpa bersuara. Orang yang begitu arrogant, sekarang tidak berani bersuara lagi.


Melihat kondisi yang seperti ini, Ivan melangkah maju dan berdiri didekat Aaron dengan sikap penuh hormatnya. "Tuan Muda, saat aku dan semua anak buahku masuk, kami tidak melihat Nyonya Naura. Mereka bilang kalau Nyonya tadi melompat dari balkon. Aku sudah menyuruh orang untuk mencarinya."


Aaron mengalihkan pandangannya kearah beberapa lelaki hidung belang yang berlutut dilantai. Dia menatap satu persatu mereka dengan tatapan tajam yang siap membunuh. Salah satu dari mereka berjalan dengan lututnya mendekati Aaron. "Kami tidak menyentuh wanita itu, dia sendiri yang berlari dan melompat dari sini. Sungguh, tidak ada hubungannya dengan kami. Tolong lepaskan kami."

__ADS_1


Aaron melihat ada noda darah diatas ranjang, seketika hatinya merasa sakit.


...__________...


__ADS_2