
AD Entertainment, di ruang pertemuan.
"Data pada dokumen ini tidak benar!"
"Ini juga! Bagaimana cara kerja kalian?!"
"Apa kalian sudah tidak ingin mendapatkan bonus di akhir tahun?! Atau kalian merasa ambisius karena sudah mau tahun baru?!"
Beberapa karyawan bagian eksekutif tingkat tinggi dibagian bawah menundukkan kepala mereka, tidak berani mengatakan apa-apa.
Akhir-akhir ini, mereka hidup dalam kesulitan.
Sebelumnya, bos besar hanya menggunakan auranya saja dapat membunuh orang. Sedangkan Direktur Christian juga cukup mudah untuk diajak berkompromi.
Namun, akhir-akhir ini tidak tau apa yang telah terjadi, bos besar yang biasanya tidak banyak muncul di perusahaan, kini malah seperti tinggal di perusahaan dan mengawasi mereka setiap hari.
Selain itu, Direktur Christian seolah-olah telah membuat kesepakatan dengan bos besar. Dia juga datang ke perusahaan di pagi hari dan pulang di malam hari. Dia bukan hanya bekerja dengan sangat keras, bahkan dia juga mulai memarahi orang-orang di perusahaan.
Setelah selesai marah, Direktur Christian melemparkan semua dokumen di tangannya ke meja rapat. "Semuanya diulang! Jika malam ini tidak diselesaikan, maka semuanya bekerja lembur bersama!"
Aaron yang tidak begitu banyak bersuara selama rapat dan hanya duduk disamping, saat ini berkata dengan tenang. "Proyek yang aku katakan sebelumnya, berikan aku rencana pengerjaannya yang masuk akal sebelum besok."
Begitu keduanya keluar, semua karyawan bagian eksekutif tingkat tinggi yang berada di bawah, semuanya cemberut.
"Aku pikir, kedua bos kita itu sudah gila."
"Aku yakin, bos besar pasti sedang bertengkar dengan istrinya. Tapi, aku tidak tau ada apa dengan Direktur Christian?"
"Bagaimana kamu bisa tau kalau bos besar sedang bertengkar dengan istrinya?"
"Kita semua adalah pria, coba kamu pikirkan, beberapa kali sebelumnya saat dia mengadakan rapat, dia sengaja keluar untuk menjawab telepon, itu pasti telepon dari wanita...."
……
Setelah rapat selesai, Christian mengikuti Aaron masuk ke ruangannya.
Christian meletakkan dokumen ditangannya ke atas meja kemudian berbalik tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Christian." Aaron tiba-tiba memanggilnya.
Christian mendongak dan menatapnya dengan bingung. "Apakah ada hal yang lain?"
"Pulanglah dan beristirahatlah." Aaron tau bahwa Christian telah begadang di perusahaan selama beberapa hari.
Namun Christian langsung menolaknya. "Tidak. Aku suka bekerja."
Daniel kebetulan mendorong pintu dan masuk, dia mendengar perkataan Christian dengan jelas.
Tiba-tiba sebuah celah muncul di wajahnya yang selalu serius. Sejak kapan Christian suka bekerja? Apakah dia sudah gila?
"Aku kembali ke ruanganku dulu." Christian berbalik dan melihat Daniel. Dia mengulurkan tangannya dan menepuk-nepuk pundak Daniel seolah-olah menyapanya.
__ADS_1
Tatapan Daniel mengikuti Christian yang berjalan ke pintu sampai bayangannya menghilang di luar pintu, kemudian dia bertanya kepada Aaron. "Ada apa dengannya?"
"Sudah gila." Aaronkan pandangannya. Tatapannya jatuh pada dokumen yang tersebar di atas meja dan dengan santai dia menyebutkan dua kata, tidak tau apakah dia sedang mengatai Christian atau dirinya sendiri.
Beberapa hari ini, dia terlihat sangat aneh.
Apakah Naura kali ini benar-benar ingin bertengkar dengannya?
Daniel memerhatikan meskipun tatapan Aaron tertuju pada dokumen, tetapi dia jelas tidak sedang melihat ke dokumen itu, melainkan sedang memikirkan hal yang lain.
Daniel merasa sedikit tidak berdaya, dia hanya melakukan satu perjalanan bisnis lalu kembali, bagaimana mungkin kedua orang ini menjadi begitu aneh?
Dia kemudian duduk di kursi meja kerja Aaron. "Akhir pekan seperti ini, untuk apa kerja lembur? Ayo keluar untuk minum bir."
……
Setelah Naura mengantar Kairav dan Samuel sampai ke depan, dia langsung menerima telepon dari Evelyn.
"Apa kamu masih ingat dengan sutradara yang aku katakan kepadamu sebelumnya? Sutradara itu ingin bertemu denganmu. Kebetulan hari ini aku punya waktu luang, ayo kita pergi minum teh bersama sore ini."
Setelah Naura mendengar perkataan Evelyn, dia langsung mengiyakannya. "Oke."
Sutradara itu kebetulan sedang berada di Star Light untuk menghadiri acara perjamuan, jadi tempat yang dipilih untuk minum teh sore ini langsung ditetapkan di Star Light.
Akhir-akhir ini, Aaron menjadi gila kerja. Dia terus bekerja lembur setiap harinya. Seharusnya tidak akan bertemu dengannya di Star Light.
Memikirkan hal itu, membuat Naura merasa lega.
Evelyn tampaknya baru saja menghadiri suatu acara, wajahnya masih terdapat riasan indah dan dia terlihat sedikit lelah.
"Apakah akhir-akhir ini pekerjaanmu sangat melelahkan?" Naura bertanya dengan khawatir.
Evelyn menjawab sambil berjalan masuk. "Masih oke sih. Acara dan aktifitas sedikit banyak, tetapi aku masih bisa mengatasinya."
Acara dan aktifitas akhir-akhir ini tidak bisa dianggap cukup baik, tetapi semuanya cocok untuknya. Tidak tau apakah karena dia pernah menjadi lebih baik di depan Aaron, dan karena sikapnya yang baik terhadap Aaron, jadi dia mengatur itu untuknya?
Mereka berdua berjalan memasuki ruangan sambil mengobrol.
Setelah menunggu lama, mereka tidak melihat sutradara yang dikatakan Evelyn.
"Kenapa belum datang? Aku akan menelponnya untuk menanyakannya." Evelyn menelponnya, tetapi sutradara itu tidak menjawab teleponnya.
Mereka berdua telah menunggu selama dua jam.
Evelyn sudah tidak bisa duduk diam lagi, dia langsung berdiri. "Aku akan pergi mencari tau, di ruangan mana dia berada. Jelas-jelas waktu janjiannya sudah ditetapkan, mengapa dia tidak datang-datang?!"
Sebenarnya, Naura tidak menganggapnya serius. Di industri hiburan, sutradara yang sedikit terkenal memang sedikit angkuh.
Tetapi Naura tidak bisa menang dari Evelyn, Naura juga agak sedikit khawatir. Jadi, Naura mengikuti Evelyn pergi mencari keberadaan sutradara itu.
Restoran Star Light sangat besar, tetapi tempat makan dan tempat untuk hiburan terpisah. Jadi mereka pergi mencari sutradara itu hanya di sekitar lantai untuk makan saja.
__ADS_1
Begitu cakupannya dipersempit, waktu untuk mencarinya juga akan menjadi lebih cepat.
Tak lama kemudian, mereka benar-benar menemukan sutradara itu.
Kebetulan ada seseorang yang keluar dari ruangan itu. Evelyn langsung melihat sutradara itu dari pintu yang setengah terbuka.
Naura melihat kearah tatapan matanya, namun dia melihat seseorang yang terlihat akrab, Clara Patricia.
Kejadian terakhir kali di Bar, Clara Patricia merugi. Dia dibawa dan ditahan oleh polisi selama 24 jam, dia juga dipecat dari AD Entertainment. Dia dapat dibilang telah kehilangan muka.
Clara Patricia saat ini berpakaian sangat minim. Dia sedang menempel dengan sutradara itu dan menuangkan bir untuknya. Secara tidak sengaja, dia mengangkat pandangannya dan melihat Evelyn serta Naura.
Ekspresi wajahnya agak sedikit terhenti, kemudian segera dia menunjukkan ekspresi bangga. Dia mendekati sutradara itu dengan manja dan mengatakan sesuatu kepadanya. Sutradara itu lalu mendongak dan menatap kearah mereka.
Kemudian, Clara bangkit berdiri dan berjalan keluar.
Begitu Clara mendekat, Naura mencium aroma kuat tubuhnya.
Naura mengerutkan kening dan mundur setengah langkah kebelakang, karena dia tidak terbiasa dengan aroma itu.
Clara tidak memperhatikan gerakan kecil Naura, semua perhatiannya ditujukan pada Evelyn.
Dia mengibaskan rambutnya dan berkata dengan lembut. "Apakah kalian datang untuk mencari sutradara Fernando? Dia meminta kalian masuk untuk duduk. Jika ada urusan, bicarakan saja disini. Saat ini, dia sangat sibuk."
Nama sutradara itu adalah Fernando Girsang, dia diperkenalkan ke Evelyn oleh orang lain. Orang itu mengatakan bahwa dia sedikit terkenal, namun film yang dibuat olehnya cukup bagus, dan dia sedikit terkenal di industri hiburan.
Sebelumnya Evelyn juga pernah bertemu dan menyapa Fernando beberapa kali. Evelyn merasa Fernando adalah orang yang cukup baik, jadi dia memperkenalkannya kepada Naura. Namun tidak disangka, Fernando ternyata memiliki hubungan dengan Clara Patricia!
Evelyn langsung menolaknya dan berkata: "Tidak perlu, kami masih punya urusan."
Clara malah tidak membiarkannya pergi. "Evelyn, kamu tidak berani masuk? Apa yang kamu takutkan?"
Make-up yang terlalu tebal diwajah Clara membuatnya terlihat sangat menjijikkan ketika tersenyum.
"Takut dibuat rusak olehmu, merangkah diatas tempat tidur banyak orang, apa kamu tidak takut terkena penyakit?" Evelyn berbalik menyinggungnya, dan itu membuat Clara terdiam.
Keduanya sudah menjadi musuh, Evelyn juga sudah malas untuk berpura-pura terlihat damai.
Clara menggertakkan gigi. "Jangan terlalu sok! Apakah kamu pikir jika kamu naik ke atas kapal Direktur Christian, kamu sudah akan bisa terus naik ke atas? Pasti ada saatnya kamu tersandung."
Ketika Evelyn mendengar Clara menyebutkan nama Christian, ekspresi wajahnya sedikit berubah. Tetapi dia segera mengembalikannya menjadi seperti biasa lagi. "Perkataan ini seharusnya lebih cocok untukmu, menggoda begitu banyak pria yang sudah beristri, apakah kamu tidak takut jika istri mereka datang untuk merobek wajahmu?!"
"Kamu! Kamu tunggu saja!" Ekspresi wajah Clara berubah-ubah, dan akhirnya dia tidak mengatakan perkataan kejam lainnya.
Evelyn tidak mempedulikan ancamannya sedikit pun, namun Naura menatap Clara sambil berpikir sejenak dan tiba-tiba dia berkata: "Selain menyuruh orang untuk memotret Evelyn secara diam-diam, apa lagi yang ingin kamu lakukan selanjutnya?"
Pada saat ini, Clara baru melihat ke Naura dan menyangkal. "Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan."
"Tidak masalah kamu mengakuinya atau tidak, apakah kamu melakukannya atau tidak, kamu lebih tau jelas tentang itu. Evelyn sekarang adalah artis dari AD Entertainment dan Direktur Christian adalah orang yang melindungi orangnya sendiri. Jadi, kamu pirtimbangkan saja baik-baik." Naura tersenyum, suaranya terdengar tenang seolah-olah sedang mengobrol biasa, tetapi itu membangkitkan rasa takut di hati Clara.
Ketika di bar waktu terakhir kali, dia sudah melihat cara Christian menyelesaikan masalah. Meskipun Clara tidak terlalu terkenal, tetapi dia juga sedikit populer. Dia memiliki nilai komersial bagi perusahaan, tetapi Christian langsung memutuskan kontraknya tanpa mengatakan apa-apa!
__ADS_1
...----------------...