
Setelah surat penyerahan saham selesai dibuat, Naura memesan dua paket menu jamuan sore di restoran ini untuk dibawa pulang.
Soal tagihan? Biar nanti Fajar yang membayarnya.😁
Saat keluar dari restoran, Naura memberikan satu paket menu jamuan sore itu kepada Daniel dengan tersenyum sopan. "Tuan pengacara, terimakasih banyak atas bantuannya hari ini."
"Nyonya tidak perlu sungkan." Ucap Daniel dengan ramah.
Sebenarnya, Daniel Jason tidak pernah menerima kasus kecil seperti tadi. Tapi, bagaimana pun juga dia dipekerjakan oleh Aaron Daffa. Mereka adalah teman baik seperti Christian. Masalah Naura ini juga tidak merepotkan, jadi dia tidak menolak untuk membantunya.
Selain itu, ada alasan lain lagi. Dia ingin melihat seberapa jelek Nyonya Muda Ardinata yang telah digosipkan oleh banyak orang.
Meskipun penampilan Naura terlihat biasa saja, tapi mata laki-laki dewasa bisa melihat dengan jelas. Naura tidak hanya tidak jelek, malah sebaliknya, justru dia sangat cantik sekali.
Kecantikannya tidak hanya pada wajahnya saja, tapi juga hatinya. Kira-kira itulah yang bisa dijelaskan dari sosok Naura.
Ditambah lagi, senyum Naura terlihat begitu mempesona.
"Terimakasih banyak sekali lagi, Tuan bisa membantu saya. Tuan pasti sangat sibuk. Ini sedikit cemilan untuk Tuan bawa pulang." Ucap Naura dengan sopan.
Terlihat dari penampilannya, Naura tau kalau Daniel pasti seorang pengacara yang sangat hebat.
Daniel bisa melihat ketulusan dari Naura. Dia pun menerima pemberian darinya. Nanti bisa dia berikan ke Chirtian, karena bocah itu seperti seekor babi yang baru dilahirkan. Apa saja dimakan olehnya. 😅
Setelah itu, Naura berpamitan dan pergi lebih dulu meninggalkannya.
Ada Fajar yang saat itu keluar bersama pengacaranya melihat Daniel. Dia sebenarnya merasa agak aneh dan juga penasaran. Dari mana Naura bisa mendapatkan pengacara yang begitu hebat? Fajar berjalan menghampiri Daniel. "Tuan tunggu! jangan pergi dulu."
Daniel menoleh menatap Fajar dengan serius. "Ada perlu apa, Tuan Fajar Affandi?"
Fajar berdehem untuk menghilangkan rasa kecanggungannya. "Kalau tidak keberatan, bisa kita minum kopi dulu sebentar?"
Daniel tersenyum. "Maaf, saya tidak ada waktu."
Rubah tua ini masih belum tau kalau putrinya sangat pintar. Gumam Daniel dalam hati.
__ADS_1
Waktunya lebih berharga daripada emas. Kalau ada orang yang mengajaknya minum kopi dan dia mengiyakan, bukankah dia tidak bisa mengerjakan hal yang lainnya?
Pengacara Fajar berdiri dibelakang Fajar menatap Daniel. "Kalau boleh tau, siapa nama anda Tuan?" Tanyanya dengan sangat sopan.
"Daniel Jason." Jawab Daniel dengan cepat kemudian berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu.
Pengacara Fajar langsung terkejut dan syok hingga bicara saja tergagap. "Da..Da..Daniel..Daniel Jason...?" Kemudian dia menepuk tangannya. "Oh Tuhan! Pengacara yang ada di kota ini begitu banyak dan dia kenal semua pengacara terkenal di bidang bisnis. Dia Daniel Jason, pengacara hebat yang memiliki kemampuan sangat pedas!"
Fajar juga pernah mendengar nama Daniel Jason dan beberapa pengacara terkenal lainnya.
Teringat beberapa tahun yang lalu, saat ada sebuah kasus komersial yang menimbulkan sensasi di kota ini. Karena terlalu banyak yang terlibat, tidak ada satu pengacara pun yang berani menangani kasus ini. Dan pada akhirnya, Daniel Jasonlah yang mengambil alih kasus ini. Butuh beberapa tahun untuk bisa memenangkan kasus ini dalam proses hukum. Setelah itu, nama Daniel Jason terkenal sebagai pengacara yang sangat hebat dan pedas.
Pengacara yang begitu hebat, tidak mungkin kalau Naura mengundangnya sendiri? Aku yakin, pasti Aaron Daffa yang membantunya! Batin Fajar merasa benar-benar berkecil hati karena lima belas persen sahamnya telah dipindah tangan.
Aaron Daffa ternyata begitu baik terhadap Naura. Bukankah sangat mungkin bagi Fajar untuk menyuruh Naura memberinya kemudahan, meminta Aaron Daffa menginvestasikan uangnya untuk perusahaan keluarga Affandi?
...
Di tempat lain.
Daniel Jason pergi ke perusahaan AD Entertainment dengan membawa bingkisan yang diberikan oleh Naura tadi.
Akhir-akhir ini, Christian selalu berada di dalam ruangannya setiap hari. Terus bekerja dan lembur juga selalu terlihat sangat kelelahan. Saat melihat orang lain yang bisa keluar menghirup udara segar, benar-benar membuat Christian merasa tidak bahagia.
Christian tau kalau Daniel tadi ingin pergi keluar sebentar. Begitu melihat Daniel masuk ke ruangannya, Christian pun langsung mencibir. "Kamu barusan keluyuran kemana? Jujur padaku! Kalau tidak, aku akan memotong gajimu!"
Daniel hanya menatap Christian dengan acuh. "Kamu bisa mengancamku?"
Christian pun berjalan dengan lesu menuju sofa dan pura-pura pingsan disana.
Daniel Jason bagaikan titisan Dewa. Orang biasa tidak bisa mengundangnya.
Christian, mana berani mengancam ingin memotong gajinya. Yang ada malah Aaron Daffa yang akan memotong gaji dia.😅
Daniel meletakkan bingkisan makanan yang tadi Naura berikan di atas meja kerja Christian. "Ini, makanlah!"
__ADS_1
Christian pun langsung bangun dan bersemangat berjalan ke meja kerjanya. Dia meminum minumannya sambil mengerutkan alisnya. "Beli di Star Light?"
Dulunya, Star light merupakan sebuah Hotel, kemudian Aaron mengambil alih dan mengeluarkan banyak uangnya untuk merubah Star Light menjadi restoran yang begitu mewah.
Dan beberapa waktu ini, Aaron selalu dirumah tidak pergi keperusahaan mengurus pekerjaan. Jadi, selain mengurus perusahaan AD Entertainment, Christian setiap hari datang ke Star Light dan hanya makan terus disana sampai merasa bosan. Sekarang, dia sedang tidak nafsu makan makanan itu lagi.
Daniel menatap Christian dengan aneh. "Ini Nyonya Daffa Ardinata yang memberikannya kepadaku tadi."
"Hah? Maksudmu, Naura?!" Christian agak terkejut. "Dia tidak ada urusan denganmu, tapi memberimu makanan? Apa dia sudah menggodamu? Ini sangat keterlaluan! Kamu dan Aaron sudah bersahabat begitu lama, tapi dia dengan tiba-tiba ingin membuat kalian menjadi musuh? Benar-benar sangat licik!"
Daniel mengerutkan alisnya menatap Christian. "Lebih baik, kamu menjadi artis dan masuk dunia hiburan sana! Minta Aaron untuk membuatmu terkenal!"
Christian menyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sebenarnya, dia hanya becanda saja. Dia sudah pernah bertemu Naura. Dia tau kalau Naura bukanlah wanita yang seperti itu.
"Ternyata kamu sudah bertemu dengan Naura ya? Yaaah begitulah. Tapi, Aaron seperti sudah dihipnotis olehnya."
Christian tidak pernah memiliki niat buruk terhadap Naura. Dia juga tidak pernah membenci Naura. Menurutnya, pilihan Aaron tidak salah.
Daniel terdiam dan merenung sejenak. Kemudian memberi penilaian dengan pasti. "Dia itu sangat cantik sekali."
Christian terbengong merasa bingung.
Dua teman baiknya ini, sebenarnya sedang mengalami apa? Kenapa selera mereka berdua menjadi seperti ini?
...
Naura baru saja kembali. Begitu masuk, dia langsung bertanya pada bodyguard . "Apa 'Samuel' ada dirumah?"
"Dia, ada di lantai atas." Jawab bodyguard tersebut.
Naura pun segera naik ke atas membawa bingkisannya dengan hati yang gembira mencari 'Samuel'.
"Kamarnya yang mana ya?" Gumamnya pelan sambil mengetuk-ngetuk dagunya. Baru kemarin pagi dia keluar dari kamar itu.🤔
Saat Naura berdiri di depan pintu kamar yang dia maksud, dia melihat sekelilingnya. Melihat letak kamar ini, terlihat seperti kamar utama.
__ADS_1
Sedekat itukah hubungan antara Aaron Daffa dengan adik sepupunya-'Samuel', sampai-sampai membiarkan adik sepupunya tinggal dikamarnya?
...__________...