Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#184


__ADS_3

Naura kemudian menoleh melihat Aaron.


Meskipun Naura tidak tahu kapan kakek membujuk Aaron, meminta dia agar kembali ke Perusahaan Ardinata, tapi ucapan Christian, Naura mengerti.


Dia melihat Aaron sejenak, lalu berkata dengan pelan. "Kamu sebenarnya, dari awal sudah berencana kembali ke Perusahaan Ardinata? Hanya saja terus tidak menyanggupi kakek? Kamu sengaja agar kakek datang mencari aku dan memintaku membujuk kamu, benar tidak?"


Tidak menunggu Aaron berbicara, Naura melanjutkan bicara. "Seperti ini, kakek akan...respect kepadaku." Beberapa kata terakhir, Naura berhenti sejenak dan baru mengucapkan.


Aaron tertarik mendengar ucapan Naura, kemudian menatap Naura. "Lanjutkan bicara, masih ada lagi?"


"Bagaimana kamu tahu kakek pasti akan mencari aku dan memintaku untuk membujuk kamu?" Saat Naura dan Aaron pulang ke kediaman keluarga Ardinata, kakek Ardinata meskipun bukan tidak menyukai Naura, tapi tidak bisa dikatakan sangat suka juga.


Apalagi sepanjang hidup kakek seorang yang hebat, orang seperti apapun kakek pernah bertemu. Naura hanya seorang gadis kecil, kalau bukan karena menyandang status istri Aaron, kakek juga tidak akan memandangnya sedikit pun.


Satu kalimat Aaron, langsung membenarkan pemikiran Naura.


"Dia tidak mencari kamu, masa mau mencari anaknya untuk membujuk aku?" Aaron menyipitkan mata, nada bicaranya datar tidak seperti sedang membicarakan ayahnya. Dia seperti sedang membicarakan seseorang yang tidak ada hubungannya.


Dikatakan seperti ini, kelihatannya memang benar seperti itu.


Hubungan Aaron dan Faisal Ardinata begitu tegang. Kakek Ardinata tentu sedikit banyak juga tahu sedikit, kalau dibandingkan, hubungan Naura dan Aaron lebih dekat. Karena benar-benar tidak ada orang lain lagi, Kakek Ardinata baru mencari Naura.


Berpikir demikian, di dalam hati Naura merasa sedikit rumit.


Naura menghela nafas dan berkata, "Ternyata seperti ini..."


Aaron tidak bisa menahan tawa, dia mengulurkan tangan dan membelai kepala Naura. "Sebenarnya aku juga tidak seberapa senang kembali ke Perusahaan Ardinata. Tapi melihat ketulusan kakek sampai seperti ini, datang ke rumahku, aku hanya bisa menyetujuinya."


Sebenarnya di saat seperti ini kembali ke Perusahaan Ardinata, antara cocok dan tidak cocok.


Hal yang dia selidiki kebetulan membawa hasil yang baik. Kalau sekarang kembali ke Perusahaan Ardinata, ingin kembali menyelidiki hal tersebut, harus mengeluarkan usaha yang lebih, harus lebih berhati-hati.


Di sisi lain, Perusahaan Ardinata merupakan perusahaan keluarga besar. Anggota keluarga Ardinata, sebagian besar bekerja di sana.

__ADS_1


Saat itu dengan adanya kasus ibunya kalau benar-benar putus hubungan dengan keluarga Ardinata, maka dia kembali ke Perusahaan Ardinata juga merupakan suatu kesempatan, bisa membuatnya makin mudah dalam menyelidiki anggota keluarga Ardinata.


Jalan berliku yang ada di dalam ini, saat ini Naura belum terpikirkan.


Meskipun dia mengatakan ingin membantu Aaron, tapi terhadap masalah ini sebenarnya dia sama sekali tidak tahu banyak.


Saat Aaron berbicara, pergelangan tangannya diletakkan di belakang punggung Naura yang bersandar di sofa. Mereka berdua duduk sangat dekat, tidak ada gerakan yang lebih mesra. Tapi atmosfer yang mereka keluarkan membuat seakan tidak ada seorangpun yang bisa masuk ke dalamnya.


Sebagai seorang yang lajang, Christian yang melihat merasa sangat menarik perhatian. "Sudahlah, sudahlah! Kalian jangan mengumbar kemesraan seperti ini, melihatnya membuatku pusing! Kita lanjutkan membahas masalah topik pencarian kali ini."


Sejak dari saat Evelyn mengatakan ucapan itu, Christian tidak sering bertemu lagi dengannya.


Sesekali bertemu saat di kantor, Evelyn juga bersikap seolah tidak kenal dan dengan tergesa-gesa pergi meninggalkannya.


Christian membayangkan sama seperti Aaron langsung membawanya pulang rumah.


Tapi keadaan dia dan Aaron tidak sama.


Makin takut, makin berhati-hati. Makin tidak berani sembarang bertindak.


Saat benar-benar tidak bisa ditahan lagi, dia juga bisa diam-diam mengikuti Evelyn pergi bekerja. Dari kejauhan melihat, baru merasa puas.


Tapi kepuasan seperti ini, setelah melihat Aaron dan Naura bermesraan, berubah menjadi kekhawatiran dan ketidak puasan.


Christian menggelengkan kepala, kembali berpikir. "Aku merasa, mungkin saingan perusahaan kita. Aku curiga ada kemungkinan perusahaan tempat Evelyn bekerja dulu. Mereka dulu juga ingin mengambil Kairav Robinson dari perusahaan kita."


Perusahaan tempat Evelyn bekerja dulu dan AD Entertainment selalu bersaing. Mereka bahkan sampai mencoba ingin mengambil Kairav Robinson.


Tapi itu hanya mimpi saja. Tidak bicara dulu hubungan Kairav Robinson dan Aaron, siapapun orang yang mempedulikan masa depan karirnya pasti akan memilih AD Entertainment.


Meskipun perusahaan tempat Evelyn bekerja dulu, di dunia hiburan juga merupakan Perusahaan yang besar. Tapi kalau dibandingkan dengan AD Entertainment masih kalah jauh.


Selesai Christian berbicara, dia melihat Aaron tidak berbicara, lalu memegang dagu dan bertanya kepadanya. "Aaron, menurut kamu?"

__ADS_1


Aaron berpikir sejenak, kemudian berkata. "Bisa coba menyelidiki ke arah sana."


Selesai berbicara, dia kembali seperti teringat sesuatu. "Belum bisa menghubungi kakak sepupu?"


"Belum. Tempat itu buruk sekali, dari awal kami tidak setuju dia pergi kesana, tapi dia masih ngotot ingin pergi. Sinyalnya saja tidak ada, saat ini masih belum bisa kembali." Mengungkit masalah ini Christian sedikit emosi. "Kairav ini, biasanya mudah dinasehati, tapi begitu bertemu dengan hal yang sangat ingin dia lakukan, dia menjadi sangat keras kepala."


Aaron hanya mengerutkan kening tidak berbicara.


Setelah sekian lama baru berbicara. "Tidak bisa dihubungi juga tidak apa-apa. Serahkan kepada Departemen Hubungan Masyarakat sudah cukup, sebisa mungkin dalam waktu 12 jam sudah harus diselesaikan."


"Tapi kalau Kairav bisa keluar untuk memberi klarifikasi, akan lebih baik lagi." Meskipun Christian juga merasa ucapan Aaron benar, tapi kalau bisa meminta Kairav Robinson memberi klarifikasi juga tidak akan berlalu begitu saja. Hanya masalahnya akan menjadi lebih mudah.


"Tidak ada gunanya." Raut wajah Aaron berubah. "Sekarang komentar netizen bukan tertuju pada kakak sepupu, melainkan tertuju pada AD Entertainment. Kalau meminta kakak sepupu keluar saat ini untuk memberikan klarifikasi, akan membuat mereka merasa AD Entertainment yang memaksa kakak sepupu."


Naura mendengarkan sambil mengerutkan alis. Sepertinya tidak peduli mau melakukan apa, tidak bisa menghentikan mulut orang-orang itu m


Christian tidak tahan mengeluarkan kata-kata makian. "Sial! Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?"


"Masalah sudah sampai sekarang, sudah berlalu tiga jam. Di internet terus tersebar berita itu, beberapa jam lagi akan ada warganet yang mengupas sejarah hitam AD Entertainment. Tidak peduli apa itu benar atau tidak, mereka tidak akan peduli, tetap yang akan dirugikan adalah AD Entertainment." Aaron menganalisa dengan raut wajah yang datar, tidak ada kecemasan sedikitpun.


Belakangan ini tekanan yang diterima Christian sangat besar, begitu mendengar ucapan ini, seluruh tubuhnya menjadi kaku. "Masalah ini bukan sekali dua kali, hanya saja kali ini masih menyangkutkan Kairav Robinson dan Naura. Jadi lebih merepotkan..."


"Departemen Hubungan Masyarakat seharusnya melakukan apa biar mereka melakukan. Aku pulang dulu." Selesai Aaron berbicara, dia menarik Naura keluar.


Di belakang terdengar teriakan Christian. "Sialan! Tuan Muda Ardinata, kamu tidak peduli dengan masalah ini kah?! Aku sendirian tidak bisa mengatasi!"


Naura merasa, kali ini suara Christian terdengar sangat putus asa. Naura tidak tahan berdehem dingin, dan berbicara dengan suara pelan bertanya. "Kamu benar-benar tidak peduli?"


Langkah kaki Aaron tidak berhenti. "Pulang nanti baru bicara lagi."


Aaron berbicara seperti ini, Naura mengerti. Aaron tidak mungkin tidak mempedulikan masalah ini.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2