
Samuel sedikit terkejut. "Kalian kenal dengan kakakku?"
Dia tau kalau kakaknya seorang aktor. Tapi dia tidak tau kalau di negaranya sendiri, kakaknya ini sangat terkenal.
"Tentu saja kenal. Kairav Robinson adalah seorang aktor senior yang terkenal. Kemampuan aktingnya sangat Bagus dan juga banyak sekali penggemarnya!" Seru Evelyn kemudian mengeluarkan ponselnya. "Kakak senior, boleh tidak foto denganmu?"
"Tentu saja boleh." Jawab Kairav lalu tersenyum lembut. "Tapi masalah hari ini, kalian harus bantu aku untuk jaga rahasia."
"Baik!" Setelah membuka kamera, Evelyn langsung menarik Naura. "Kita foto sama-sama."
"Tidak perlu, kalian saja yang foto." Naura tidak mengidolakan artis. Dia hanya suka dengan film yang diperankan oleh Kairav Robinson saja.
Foto bersama seperti ini, dia juga tidak terlalu berminat.
"Nona Naura anggap berkorban untuk menemani aku." Ucap Kairav dengan lembut dan tersenyum kepada Naura.
Sikap Kairav yang begitu lembut membuat Naura merasa tidak enak hati untuk menolaknya lagi. Akhirnya dia ikut foto bersama.
Mereka bertiga berdiri bersama, dan Samuel membantu mereka mengambil foto.
Kairav berdiri ditengah, sedangkan Evelyn dan Naura berdiri di samping kanan kirinya.
Selesai berfoto, Evelyn menerima kembali ponselnya, kemudian ada telepon masuk dari asistennya. Dia tidak langsung menerima teleponnyq, tapi membalikkan kepala melihat Naura. "Asistenku sudah menelepon, aku harus pergi dulu."
Naura menganggukkan kepala. "Kalau begitu cepat pergi."
"Kalau begitu aku pergi dulu ya, kakak senior sampai jumpa." Evelyn melambaikan tangan ke Kairav lalu membalikkan badan dan bergegas meninggalkan restoran.
Naura menoleh kearah Samuel dan Kairav. Dia baru menyadari wajah mereka berdua sangat mirip.
Naura menajdi teringat saat waktu itu makan di restoran Star Light, Kairav datang menyapa Christian. Dia melihat Aaron ada disana juga tidak bicara dengannya. Sepertinya memang tau masalah antara dirinya dengan Aaron.
Tapi dia adalah kakak sepupu Aaron, membantu Aaron menyembunyikan rahasianya, itu hal yang wajar.
Demi membohongi Naura, Aaron benar-benar menguras pikiran dan tenaga.
Tanpa sadar, Naura menyeringai. Senyumnya terlihat sinis.
Kairav seperti mengerti apa yang sedang dipikirkan Naura membuat ekspresi di wajahnya memudar. "Membantu Aaron membohongi kamu, aku minta maaf." Ucapnya dengan tulus.
__ADS_1
Naura mengaitkan bibirnya dan berkata: "Tuan Robinson jangan berkata seperti ini, karena kita semua berada di posisi yang tidak sama."
Tuan Robinson?
Kairav tersenyum tidak berdaya. "Apa kalian berencana untuk pulang? Aku akan mengantar kalian."
Dengan ragu-ragu Naura melihat Samuel. Aaron mendisiplinkan dia dengan sangat ketat. Seharusnya, ketika dia melihat kakak kandungnya, dia akan langsung ikut dengan kakak kandungnya pergi.
Tapi, bahkan saat mendengar Kairav mengatakan ingin mengantarnya, dia tetap ingin kembali pulang ke rumah Aaron?
Melihat ekspresi wajah Naura yang ragu-ragu, Kairav kembali menjelaskan. "Pekerjaanku sangat sibuk, tidak ada waktu mengurus Samuel kecil. Jadi, lebih baik baginya kalau tinggal di rumah Aaron."
…
Mobil Kairav sampai dihalaman rumah Aaron. Mereka segera turun dari mobil.
Naura dan Samuel berjalan didepan, Kairav berjalan di belakang mereka berjarak setengah langkah.
Begitu Naura masuk, kebetulan melihat Aaron dari lantai atas sedang berjalan turun ke bawah.
Dia mengangkat kepala melihat Naura, ekspresi wajahnya biasa saja. Tapi, saat melihat dibelakang Naura ada Kairav, dia menyipitkan mata dan tatapannya langsung berubah.
"Hm." Aaron menjawab, kemudian duduk di sofa dan memberi perintah kepada bodyguard. "Buatkan minum."
Naura melihat mereka berdua duduk disofa tampak seperti ingin membicarakan sesuatu. Dia segera menarik Samuel naik ke lantai atas.
Begitu Samuel masuk ke kamar, dia langsung mulai mengerjakan PR, tapi bukan PR-nya sendiri. Yang dia kerjakan adalah PR murid SD.
Demi uang, anak kecil ini bekerja keras.
Naura kembali ke kamarnya. Selesai mandi dan berganti pakaian, dia menerima pesan dari Evelyn.
["Kamu dan Aaron sudah melakukan belum? Dia bisa tidak?"]
["Aku rasa, meskipun dia tidak seperti yang digosipkan, tentang itu seharusnya tidak masalah, kan?"]
Naura tersenyum tidak berdaya dan membalas pesan dari Evelyn. ["Sebaiknya cepat istirahat dan jangan bicara hal sembarangan seperti ini."]
Evelyn tidak hanya mengabaikan pesan Naura. Dia malah mengirim pesan berupa voicenote, dan Naura mendengarkan pesan itu.
__ADS_1
"Yang aku bicarakan bukan hal yang sembarangan. Yang aku bicarakan adalah hal yang penting! Meskipun cara yang dilakukan Aaron memang sedikit keterlaluan, tapi kamu juga harus terlebih dahulu mendapatkan dia! Kalau tidak, kalau sampai Marsha si wanita rendahan itu tau bahwa 'Samuel' adalah Aaron Daffa, kamu lihat, apa dia tidak akan berusaha merebut?"
Perkataan Evelyn benar-benar mengingatkan Naura!
Sebelumnya, Marsha sedang berencana menggaet 'Samuel'. Kalau sampai dia tau 'Samuel' adalah Aaron Daffa, dia pasti tidak akan tinggal diam.
"Lalu kenapa dia mau merebut? Aaron pasti tidak akan mau, bahkan mungkin dia tidak akan bersedia melihatnya lebih lama."
'Samuel' yang dulu, Naura tidak berani mengucapkan perkataan seperti ini. Tapi, dia sekarang ini adalah Aaron Daffa, lebih tidak mungkin lagi dia bisa menyukai Marsha.
Baru saja Naura mengirim pesan suara ini ke Evelyn, tiba-tiba dia mendengar suara Aaron dari balik pintu kamar. "Benarkah? Ternyata kamu begitu mengenal aku."
Naura mengangkat kepala dan melihat kearah Aaron. Seketika, pikirannya menjadi kacau.
Kapan dia datang?
Apa dia mendengar percakapannya dengan Evelyn?
'Ding--
Evelyn membalas pesannya dengan sangat cepat.
Naura pun langsung mengunci layar ponselnya, tidak terburu-buru mendengar pesan suara dari Evelyn.
"Kapan kamu datang?"
"Yang seharusnya didengar, aku sudah dengar semua."
Aaron tidak secara langsung menjawab pertanyaannya, tapi jawabannya sudah cukup menjelaskan kalau dia sudah mendengar semuanya.
Naura tidak bisa menutupi rasa canggung di wajahnya.
Aaron menyeringai kemudian berkata dengan nada suara yang terdengar senang. "Aku mandi dulu, kamu pikirkan saja sendiri."
"Memikirkan apa?"
Pikirkan dulu, bagaimana mendapatkan aku."
"……" Hehe!😏
__ADS_1
...__________...