
Naura melihat-lihat kamarnya dan menyentuh barang-barangnya, dia terlihat sangat penasaran.
Di sudut meja, dia melihat foto seorang wanita dan seorang anak.
Anak laki-laki di foto itu sangat tampan, dia mengenakan seragam sekolah lengan pendek dan celana pendek. Dia menatap ke arah kamera dengan menyeringai, dan tersenyum dengan sangat gembira.
Wanita di sebelahnya mengenakan gaun putih dan pas ditubuhnya, senyumannya lembut, terlihat tenang.
"Itu ibuku."
Di belakangnya terdengar suara Aaron yang sedikit serak. Kemudian, lengannya melingkari pinggang rampingnya. dan dada hangatnya yang bidang menempel di punggungnya.
Aaron mengulurkan tangannya yang kosong untuk menyentuh wanita di foto itu, dan perlahan menjelaskan kepada Naura tentang foto itu.
"Pada hari Children's Day waktu itu, dia pergi ke sekolahku untuk berpartisipasi dalam kegiatan orang tua-anak dan mengambil foto ini setelah acaranya selesai."
Naura menoleh menatapnya, dan melihat ke anak laki-laki di foto itu lagi.
Anak laki-laki di foto itu tersenyum gembira, tidak ada kabut di matanya. Sulit membayangkan bahwa Aaron akan seperti sekarang setelah sepuluh tahun kemudian.
Dia sangat tampan, tetapi di matanya selalu menyembunyikan kabut yang tidak bisa dipahami oleh orang biasa, dan emosinya tidak stabil. Ketika dia menghadapi hal-hal yang berhubungan dengan ibunya, dia menjadi sangat galak dan kejam.
Jika bisa, semua orang ingin hidup lebih bahagia sedikit.
Namun, Aaron juga dipaksa menjadi seperti sekarang ini.
Seberapa buruk hati manusia sebenarnya?
Naura sulit membayangkan, pada saat itu, Aaron baru berusia sebelas tahun, bagaimana perasaannya ketika melihat ibunya sendiri dihina dan dilecehkan di depan matanya sendiri untuk menyelamatkan dirinya.
Naura sulit lagi membayangkan kemudian berapa lama Aaron baru bisa keluar?
Meski pun tempramen Aaron sulit diprediksi, dia juga bukan orang yang baik, tetapi Naura tahu bahwa dia tidak akan pernah menjadi sama dengan mereka yang menghina dan melecehkan ibunya waktu itu.
Jika kasus ibunya waktu itu benar-benar berhubungan dengan beberapa orang dari Keluarga Ardinata ...
Naura bergidik.
Aaron merasakan reaksi halus dari wanita yang saat ini berada dalam pelukannya, dia pun bertanya. "Apa penghangat ruangan di kamar ini terlalu rendah? Kamu dingin?"
"Tidak." Naura menggelengkan kepalanya. Karena masalah Aaron, suasana hatinya juga menjadi agak sedih. "Berapa banyak orang di Keluarga Ardinatamu ini?"
Ketika Naura memasuki rumah tua ini, dia hanya melihat pelayan dan pengawal di sepanjang jalan, kemudian Kakek Ardinata dan Faisal Ardinata. Rumah ini sangat besar, seharusnya masih ada orang lain yang tinggal.
__ADS_1
Aaron menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu, tidak terhitung jumlahnya. Mereka ada yang tinggal di rumah tua, ada yang tinggal di tempat lain, di dalam negeri, di luar negeri ... itu terlalu banyak."
Aaron menundukkan kepalanya dan melihat wajah Naura tampak serius. Dia dengan tenang mengalihkan topik pembicaraan. "Apakah angpau yang diberikan kakek kepadamu tidak kamu buka?"
Ternyata benar, fokus Naura langsung dialihkan olehnya.
Naura mengeluarkan angpau itu dan berkata sambil tersenyum. "Aku pikir mungkin isinya adalah cek."
Aaron juga tersenyum. "Kakek adalah orang yang murah hati."
Maksudnya adalah memberikan cek tidak termasuk murah hati?
Naura benar-benar tidak bisa memahami dunia orang kaya.
Bukankah semua orang kaya dalam serial TV suka memberikan cek?
"Coba buka dan lihat." Aaron menariknya untuk duduk di sisi tempat tidur, dia menatapnya dengan serius.
Naura membuka angpau itu dan mengeluarkan sebuah kartu tipis dari dalam.
Seketika matanya melebar karena terkejut.
Naura mengenali kartu itu. Itu adalah B**lack Card yang pernah mengejutkan Marsha dan Lucky.
"Dengar-dengar ini adalah Black Card edisi terbatas Keluarga Ardinata kalian?" Waktu itu ketika Naura dibohongi oleh Marsha dan yang lainnya untuk mengambil Black Card, dia pernah mencari tahu di internet, tetapi hanya ada sedikit penjelasan saja, semuanya tidak benar.
"Iya, hanya Keluarga Ardinata yang memilikinya, tetapi bukan semua orang dari Keluarga Ardinata memilikinya." Aaron mengambil Black Card itu dan melihatnya sejenak. Dia menyadari bahwa itu adalah kartu baru, dan dia tersenyum.
'Sepertinya Kakek sudah menyiapkan hadiah pertemuan sejak awal, dan sepertinya dia sudah mengetahui tentang Naura.'
Naura bertanya lagi. "Ada berapa uang di dalamnya?"
Aaron menjawab dengan ringan. "Tidak tahu."
"Apa maksudnya tidak tahu?"
"Aku sudah menggunakan kartu ini sejak aku masih kecil. Aku membeli mobil, membeli rumah di puncak, membuka perusahaan, tetapi selalu tidak habis."
Naura: "..."
……
Naura dan Aaron tinggal di rumah tua Keluarga Ardinata selama satu malam.
__ADS_1
Keesokan paginya ketika Naura bangun, dia tidak melihat Aaron di sampingnya. Dia menduga bahwa Aaron mungkin pergi menemui Kakek Ardinata.
Kamar Aaron jaraknya sangat dekat dengan kamar Kakek Ardinata. Setelah Naura selesai mandi, dia turun untuk mencarinya.
Di tengah perjalanan, dia bertabrakan dengan seorang wanita yang sedang berjalan mendekati.
Naura sudah melihat wanita itu berjalan ke arahnya dari kejauhan. Dia menyampingkan tubuhnya untuk membiarkan wanita itu lewat. Tetapi wanita itu seolah-olah tidak memiliki mata, dan seolah-olah tidak melihat Naura. Dia tidak berniat untuk menghindar dan langsung menabrak bahu Naura.
Wanita itu mengangkat wajahnya. Terlihat cantik, tapi dingin. Dia menatap Naura dengan jijik. "Apakah kamu pelayan baru? Apa kamu tidak tahu aturan Keluarga Ardinata?"
Wanita di depannya terlihat sangat cantik dan berpakaian bagus. Begitu melihatnya, Naura sudah tahu bahwa dia adalah nona di Keluarga Ardinata.
Naura membantah dengan wajah dingin. "Aku tidak tahu aturan Keluarga Ardinata, aku hanya tahu kamu lah yang menabrakku terlebih dahulu."
Keluarga Ardinata tidak memiliki pelayan yang berani membantah tuan rumahnya seperti ini.
Setelah wanita itu mendengar perkataan Naura, dia baru benar-benar melihat Naura.
Ketika dia melihat Naura, ada kilatan kejutan di matanya. Dia tadi hanya berjalan dan tidak menyadari bahwa Naura terlihat sangat cantik.
Naura menatap wanita di depannya dari atas ke bawah, dia menyadari bahwa dia terlihat sedikit familiar.
Dia berusaha mengingatnya, kemudian dia teringat. Wanita di depannya adalah Selena Ardinata, pembawa acara variety show yang sangat panas dan populer.
Tetapi Selena tiba-tiba keluar, sebelumnya tidak ada kabar angin sedikit pun. Beberapa orang di internet selalu menebak latar belakangnya, ada beberapa orang menduga bahwa dia berasal dari Keluarga Ardinata, tetapi itu belum pernah dikonfirmasi.
"Kamu bukan pelayan di rumah ini, tapi kamu juga jangan sembarangan berjalan, tamu juga harus memiliki kesadaran sebagai seorang tamu, jangan pikir karena kamu dibawa kembali ke rumah Keluarga Ardinata, kamu dapat memanjat untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi!" Ucap Selena Ardinata dengan acuh, kemudian berbalik dan pergi.
Ada banyak pria di Keluarga Ardinata. Kadang-kadang, mereka akan membawa dua wanita pulang untuk bermalam. Selena sudah biasa melihatnya, dan dia menganggap Naura sebagai wanita semacam itu.
Naura otomatis mendengar nada suara asing dari perkataannya.
Dia memutar matanya, dia menyadari bahwa tidak semua orang di Keluarga Ardinata sepintar Aaron. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang sok suci yang tidak memahami fakta.
Aaron keluar dari halaman belakang dan hendak memanggil Naura untuk makan, tidak disangka wanitanya sudah datang mencarinya.
Ketika melihat ekspresi wajah Naura yang sedikit berbeda, dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya. "Ada apa?"
"Tidak apa-apa." Naura mengangkat bahunya.
Aaron menatap ke sisi lain, tadi Selena Ardinata datang untuk mencari kakek, ketika dia keluar kemungkinan besar bertemu dengan Naura.
...----------------...
__ADS_1