
Naura kembali ke rumah mewah Aaron Daffa. Begitu membuka pintu, dia langsung melihat 'Samuel'.
'Samuel' masih memakai setelan jasnya yang tadi. Terlihat begitu elegan.
Laki-laki itu melihat jam tangan yang melingkar dipergrlangan tangannya lalu menatap Naura dengan wajah dingin. "Kamu terlambat pulang satu jam dari biasanya dan waktu satu jam ini, cukup untuk kamu makan romantis dengan laki-laki lain diluar sana."
Naura memelototi dia dan melepar tas miliknya ke arah 'Samuel' kemudian memalingkan wajahnya dan pergi ke dapur.
Aaron menangkap tasnya dengan tepat. Dia mengerutkan alisnya menatap bayangan Naura.
Apa dia sedang marah? Batin Aaron.
Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel.
Aaron mendapati suara dering ponsel itu dari dalam tas Naura. Dia membuka tasnya dan mengeluarkan ponsel Naura dari dalam tas. Melihat yang menelpon "Evelyn".
Evelyn? Kalau tidak salah, artis kecil Christian itu namanya juga Evelyn? Dia seorang wanita. Batin Aaron lagi.
Sorot mata Aaron kemudian jatuh pada pelindung ponsel yang terlihat indah melapisi seluruh ponsel Naura, menunjukkan kalau pemiliknya sangat menyayangi ponsel itu.
Aaron tersenyum tipis dan berbaik hati mengantarkan ponsel itu ke pemiliknya di dapur.
Tapi, ketika dalam perjalanan menuju dapur, Aaron tidak sengaja menyentuh tombol menerima panggilan.
Suara Evelyn yang sedang terisak terdengar sangat jelas dari dalam telepon. "Naura, apa kamu tau? Kai Robinson sudah kembali dari luar negeri! Kalau ada waktu luang, kamu keluarlah untuk jalan-jalan, siapa tau kamu bisa bertemu dengan dia! Aku juga akan segera kembali. Nanti aku akan cari tau dimana acara dia selanjutnya, siapa tau ada kesempatan mengajak kamu bertemu dia....."
Langkah Aaron seketika terhenti saat mendengar ucapan Evelyn.
Diseberang telepon, Evelyn kembali bicara karena merasa heran. "Hallo? Naura, kenapa kamu diam saja? Apa kamu sedang merasa sangat senang sampai menjadi bodoh? Atau aku disini yang tidak ada sinyal ya.....?"
Kebetulan, Naura berjalan keluar dari dapur dan melihat 'Samuel'. "Aku mendengar suara dering ponselku."
Aaron melemparkan ponsel itu kepadanya dengan wajah tanpa ekspresi lalu berbalik dan pergi begitu saja.
Naura merasa terkejut dan hampir saja tidak bisa menangkap ponselnya. Dia mendesah kesal. "Dasar Tuan Muda yang bertempramen sangat buruk!" Gumamnya.
Naura berbalik dan kembali masuk ke dapur.
__ADS_1
Sedangkan Aaron, dia menoleh kebelakang dengan raut wajah yang tidak senang.
Aaron pun teringat saat itu Naura pulang kerja lebih awal dan kebetulan hari itu Kairav juga baru kembali dari luar negeri. Saat Aaron dan Kairav bertemu, Kairav beberapa kali bertanya mengenai hubungannya dengan Naura.
Aaron mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya dan menghubungi Ivan. "Van, periksa saat hari jumat kemarin Naura pergi kemana dan bertemu dengan siapa!"
...
Selesai memasak, Naura dan 'Samuel' makan malam bersama.
Saat makan malam, Naura merasa kalau raut wajah 'Samuel' terlihat sedang tidak baik.
Meskipun sebenarnya, raut wajah 'Samuel' memang selalu dingin seperti ini. Tapi, Naura bisa melihat kalau saat ini, suasana hati 'Samuel' sedang tidak baik.
Naura mengambil sepotong daging lalu meletakkan dimangkuk 'Samuel'. "Kamu coba ini. Aku tadi menambahkan papripa. Aku tidak tau, apa kamu suka ini atau tidak."
'Samuel' hanya diam tidak bergerak sama sekali beberapa saat. Kemudian dia langsung mengambilnya dan membuangnya ke atas meja makan.
Naura terdiam. "......"
Rupanya, dia sudah membuat 'Samuel' marah.
Apa karena tadi dia melempar tas ke arahnya, lalu 'Samuel' marah?
Tapi, itu tidak mungkin. Meskipun laki-laki ini sangat dingin, tapi hal seperti ini hanyalah masalah kecil. Biasanya dia juga tidak pernah mempermasalahkannya.
Aaron merasa kalau Naura sedang menatapnya. Dia mengangkat pandangannya dan membalas tatapan Naura. "Hari jumat lalu, kamu pergi kemana?"
"Hah?" Naura segera tersadar dan langsung mengalihkan tatapannya kearah lain dan tidak mendengar jelas pertanyaannya.
Aaron meletakkan garpunya. Sorot matanya yang tajam menatap lekat Naura. "Hari jumat kemarin, kamu pergi kemana dan bertemu dengan siapa?" Setiap kata dia ucapkan dengan pelan. Suaranya juga terdengar sangat jelas.
Naura terpaku dan mengangkat wajahnya. "Apa maksudmu?"
Naura merasa tidak nyaman dengan pertanyaan 'Samuel' yang terdengar sedang menginterogasi.
Aaron tersenyum, tapi tatapan matanya sangat dingin. "Apa sekarang kamu mulai merasa bersalah? Dibelakang kakak sepupuku, kamu mencari laki-laki lain di luar sana?"
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan?!"
Meskipun ini bukan pertama kalinya 'Samuel' berkata seperti ini, tapi kali ini ucapannya sangat berlebihan.
Naura meletakkan garpunya dengan kuat di atas meja dan berdiri dengan cepat. "Meskipun aku sudah dijual ke keluarga kalian seharga tiga triliun, tidak berarti siapa pun dari keluarga kalian bisa mencampuri urusanku, menjelek-jelekan ataupun memfitnah aku!" Ucap Naura dengan marah kemudian beranjak pergi.
Saat dia berjalan sampai di samping pintu, tanpa sengaja menabrak kusen pintu. Menunjukkan kalau dia memang benar-benar sangat marah.
Aaron juga merasa sudah tidak napsu makan lagi. Tiba-tiba ponselnya berdering. Ada panggilan telepon dari Ivan.
"Tuan Muda, aku sudah mengirim rekaman CCTV dan data-data mengenai hari jumat lalu ke emailmu."
"Oke, terimakasih." Aaron langsung menutup teleponnya dan segera beranjak menuju ruang kerjanya.
Ivan mengirim rekaman CCTV yang ada diapotek jumat lalu.
Di dalam video itu terlihat Naura melakukan kontak dengan beberapa orang. Selain dokter yang memberinya obat juga ada dua orang laki-laki lainnya.
Salah satu dari laki-laki itu memakai masker dan topi. Begitu Aaron melihat, dia sudah langsung mengenali. Itu Kairav Robinson.
Letak apotek tersebut berada di pinggiran kota. Naura tidak ada urusan untuk pergi ke sana.
Tapi, baru-baru ini Perusahaan Affandi mengeluarkan produk kebutuhan sehari-hari, pekerjaan Naura juga tidak mengharuskannya untuk pergi ke pinggiran kota.
Di dalam rekaman video, terlihat Naura memegang lengan Kairav dan terlihat dengan sangat jelas kalau dia sedang meminta tolong.
Kemudian Naura dibawa pergi oleh Kairav.
Lalu terlihat di potongan rekaman video lainnya, saat Naura sampai di tengah kota, dia langsung turun dari mobil. Dua orang itu Naura dan Kairav terlihat sedang berbicara sepatah dua patah kata. Tidak terlihat ada prilaku yang berlebihan.
Rekaman video itu juga menunjukkan saat Naura sudah berjalan beberapa langkah, Naura kembali menoleh ke arah Kairav.
Aaron ingin tau apa yang dikatakan oleh Naura. Tapi, saat videonya diperbesar, gambarnya terlihat buram dan hanya bisa mengira-ngira kalimat yang dikatakannya.
Sayangnya, kata-kata yang dikatakan oleh Naura tetap tidak bisa diketahui oleh Aaron.
Aaron menutup laptopnya dan mengerutkan alisnya. Dia menyadari kalau akhir-akhir ini, dia merasa dirinya agak aneh.
__ADS_1
Kairav hanya menanyakan beberapa pertanyaan kepada Naura dan Aaron langsung menyelidiki hal ini.
...__________...