Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#80


__ADS_3

Laki-laki itu tersenyum membuat orang yang melihatnya merasakan kehangatan, kemudian memanggil Naura. "Naura."


Naura sedikit tersanjung. "Kai? Kamu juga makan disini?"


Kota B ini begitu besar, tidak pernah terpikir olehnya diwaktu sesingkat ini bisa bertemu dengan Kairav dua kali.


"Iya, aku ada janji dengan teman disini." Jawab Kairav kemudian balik bertanya. "Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?"


Sebelumnya, Kairav pernah melihat berita tentang Naura dan 'adik sepupu Aaron Daffa'.


Kairav tidak tau Aaron mempunyai berapa banyak saudara sepupu jauh. Tapi, saudara sepupu yang dekat dengannya hanya satu, yaitu adik kandungnya, namanya Samuel.


Ibu kandung Kairav merupakan bibi kandung Aaron. Nama belakang Kairav Robinson ikut nama keluarga dari ayahnya. Sedangkan adiknya, Samuel Bryan Ardinata, ikut nama keluarga ibunya.


Tapi, adiknya baru berumur empat belas tahun dan tinggal bersama ibunya di luar negeri.


"Eum, kabarku...sangat bagus." Jawab Naura sedikit gugup. Dia tidak mengerti kenapa Kairav bertanya seperti ini.


Naura selalu merasa kalau sepertinya, Kairav dari dulu sudah mengenalnya.


"Bagus kalau begitu." Ucap Kairav dengan tersenyum juga tidak banyak bicara lagi.


Mereka berpisah, Naura kembali ke tempat duduknya. Baru duduk, Evelyn meberikan ponsel miliknya ke Naura. "Naura, aku baru saja membuka akun sosial media dan melihat ada yang memposting foto Kairav. Apa tempat ini di Star Light?"


Naura menundukkan kepala dan melihat. Peta lokasi Kairav memang benar di Star Light. Tapi, ini juga tidak mengherankan karena Naura baru saja bertemu dengannya.


Melihat wajah Naura yang tenang, Evelyn menepuk pundaknya. "Apa kamu tidak senang? Sebaiknya, sekarang kamu pergi berkeliling, siapa tau kamu masih bisa bertemu dengan Kairav."


"Sebenarnya....." Naura tergagap. Dia hanya takut kalau Evelyn tidak percaya dengannya. Dia pun berusaha untuk serius. "Aku sudah dua kali bertemu dengan Kairav. Yang terakhir baru saja saat aku ke toilet tidak sengaja bertemu dengannya."


Mendengar ucapan Naura, mulut Evelyn menganga dan menatap dengan bola mata membesar.


Tidak jauh dari situ, Kairav sedang berjalan ke lobby untuk melihat-lihat. Kebetulan dia melihat Naura dan ada wanita yang duduk didepannya sepertinya adalah artis kecil yang sebelumnya pernah syuting film bersama dengannya.


...


Aaron bersama rombongannya baru saja tiba di restoran Star Light. Baru masuk lift, ponselnya bergetar sepertinya ada pesan yang masuk. Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat ada pesan singkat yang berisi informasi pembayaran.


Naura memakai kartunya?

__ADS_1


Christian dengan mata yang tajam juga sudah melihat pesan singkat di ponsel Aaron. Dia melihat wajah Aaron tampak tersenyum dengan samar-samar membuat bulu kuduknya berdiri. "Gila! Dia menghabiskan uangmu, tapi kamu malah senang seperti ini."


Aaron mengangkat matanya dan melihat Christian. "Terserah dia mau menghabiskan uangku. Apa Evelyn mau menghabiskan uang kamu?" Balas Aaron dengan datar.


Seketika, Christian merasakan seperti ada panah yang menusuk dadanya. Hatinya tertusuk sangat sakit.


Aaron melihat sekilas beberapa digit angka dari total tagihannya, berpikir sejenak kemudian di wajahnya tampak sebuah senyuman.


Christian merasa, senyuman Aaron penuh makna.


Ting!


Pintu lift terbuka.


Aaron mengangkat kepala dan melihat Naura berdiri didepan pintu lift.


Naura juga melihat dia. Dengan heran bertanya kepadanya. "Kenapa kamu juga disini?"


Rupanya, hari ini orang-orang ini sudah membuat janji dan mereka satu per satu pergi ke restoran Star Light.


Begitu Christian melihat Evelyn, matanya berbinar dan langsung memaksanya masuk. "Evelyn!"


Evelyn menatap sekilas Christian langsung menendang dia dan menjauh.


Christian mengaduh kesakitan.


Sebelumnya, Naura pernah melihat sikap Evelyn terhadap Christian. Jadi, dia tidak merasa aneh.


Naura berdiri disebelah 'Samuel' lalu melihat kearah Daniel dan menyapanya dengan tersenyum. "Tuan pengacara Daniel."


Daniel sedikit mengangguk dan tersenyum membalas sapaan Naura.


Aaron memperhatikan perkataan Naura tadi yang mengatakan: "Kenapa kamu juga ada disini?" Di kalimatnya ada kata 'juga'. Itu artinya, sebelumnya dia juga bertemu dengan orang yang dia kenal.


Naura tidak memiliki banyak teman, apalagi teman yang datang ke restoran Star Light.


Aaron menyipitkan matanya dan mendekati Naura. "Kamu dan temanmu makan di restoran ini, kenapa tidak memberitahuku lebih dulu?"


"Memangnya ada urusan apa denganmu?" Tanya balik Naura dengan heran.

__ADS_1


Christian tidak marah ditendang oleh Evelyn. Dia masih bisa tertawa kecil dan bertanya kepadanya. "Kalian sudah makan belum? Pasti belum kenyang kan? Mau tidak, makan bersama kita, ramai-ramai....."


"Tidak perlu. Kita sudah kenyang." Tolak Naura dengan sopan.


Aaron dengan sangat marah menyahut. "Ayo ikut! Biar nanti bisa pulang bersama."


Naura sebenarnya orang yang berhati lembut. Mendengar 'Samuel' bicara dengan nada marah, dia pun merasa bimbang.


Saat Naura sedang merasa bimbang, Aaron sudah menariknya berjalan kearah ruangan yang mereka pesan.


Naura juga tidak menolaknya. Lagipula, nanti juga bisa pulang bersama dengannya.


Tapi, Naura merasa tidak enak ditarik olehnya. "Lepaskan! Aku jalan sendiri."


'Samuel' menoleh melihat kearahnya, tanpa berkata apapun dia melepaskan tangan Naura.


Naura menoleh melihat kearah Evelyn. Evelyn juga mengikutinya dibelakang.


Tapi, tatapan mata jahil dari Evelyn membuat perasaan Naura tidak enak.


Beberapa saat kemudian, Naura merasakan ponselnya bergetar. Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat ada pesan dari Evelyn.


["Adik ipar sangat sombong sekali! Aku terpana karena ketampanannya!"]


["Aku rasa, kamu bisa mempertimbangkan adik iparmu ini. Wajahnya sangat tampan dan postur tubuhnya juga sangat bagus."]


"......" Naura tidak tau harus membalas apa. Evelyn benar-benar terpesona dengan tubuh Indah 'Samuel'.


Akhirnya Naura hanya membalas pesan Evelyn dengan mengirim stiker ekspresi [tau malu].


Evelyn membalasnya lagi juga sengan mengirim stiker ekspresi [melakukan sesuatu].


Naura memberikan senyuman misterius dan membalas pesannya lagi. ["Christian juga lumayan. Wajahnya oke, postur tubuhnya juga oke, punya banyak uang juga. Apa kamu tidak mau mempertimbangkan dulu?"]


Evelyn tidak lagi membalas pesan Naura. Dia hanya memberi tatapan kesal pada Naura.


Mereka pun sampai ke ruangan yang sudah dipesan.


Sebenarnya, Aaron dan kedua sahabatnya ingin menghadiri rapat perjamuan. Tapi, karena ada Evelyn dan Naura, mereka tidak jadi menghadiri rapat perjamuan, malah membuka ruangan sendiri dan makan malam biasa kemudian pulang.

__ADS_1


Naura dan Evelyn sudah makan. Jadi, mereka hanya memesan makanan ringan dan buah.


...__________...


__ADS_2