
Setelah memberikan segelas air putih kepada Aaron, Naura kemudian membalikkan badan dan kembali ke dapur.
Samuel yang duduk di samping Aaron, bisa melihat semua ini dengan jelas.
Dia mengambil sendoknya, memiringkan badan dan menggendong sedikit kuah mie dari mangkok Aaron lalu mencicipinya. Raut wajahnya langsung berubah dalam sekejap.
Samuel meletakkan sendoknya, mengambil air putih dan minum sebanyak mungkin untuk menghilangkan rasa asin di mulutnya. Dia mengerucutkan bibir dan berkata dengan suara kecil. "Tidak bermoral!"
Jelas-jelas mienya asin sekali, tapi dia malah memakannya sampai habis.
Naura yang hatinya mudah melembut, pasti tidak lama dengan perlahan akan memaafkan Aaron.
Hng! Dasar laki-laki yang hanya bisa membuat orang lain percaya padanya! Batin Samuel.
Aaron melirik Samuel dengan dingin. "Bicara yang keras."
"……" Tentu saja Samuel tidak berani.
Dia meregangkan lehernya, bangkit berdiri dan pergi ke dapur.
Naura sedang bersandar dimeja dapur sambil meminum yogurt. Sisa mie miliknya sudah tidak bisa dia makan. Kebetulan, dia juga sedang tidak nafsu makan. Hanya minum sebotol yogurt.
Melihat Samuel masuk, Naura mengambil sebotol yogurt lagi dari kulkas dan memberikan kepadanya.
Samuel berdiri disampingnya, lalu meneguk yogurt dan berkata pada Naura. "Naura, kamu jangan sampai dibohongi oleh Aaron. Dia sangat tidak bermoral!"
"Hm." Naura menenaggapinya dalam keadaan melamun. Kemudian memiringkan kepala melihat Samuel. "Aku lebih tua dari kamu 8 tahun. Meskipun kamu tidak memanggilku kakak ipar sepupu, seharusnya kamu juga memanggilku kakak."
Seorang anak remaja berusia 14 tahun berdiri disamping Naura yang tingginya 165 cm, dia lebih tinggi dari Naura sedikit.
Tapi karena sedang dalam masa pertumbuhan, jadi Samuel terlihat sangat kurus. Meskipun lebih tinggi dari Naura sedikit, dia tetap seorang anak kecil.
Samuel mengerucutkan bibir. "Baiklah kalau begitu, aku panggil kamu kakak…."
Karena sama sekali tidak ingin memanggil Naura kakak ipar sepupu begitu teringat kakak sepupunya yang tidak bermoral itu. Dia merasa kasihan.
Naura merasa aneh melihat anak kecil ini minum yogurt bisa minum sampai sedih?
…
Mereka bertiga keluar dari rumah bersama. Ivan yang menyetir.
Naura tidak ingin duduk di dekat Aaron. Kemudian dia menarik Samuel untuk naik ke mobil terlebih dahulu.
__ADS_1
Samuel diam-diam melihat ke arah Aaron, baru setelah itu mengikuti Naura naik ke mobil.
Kemudian didalam mobil muncul pemandangan seperti ini, Samuel duduk di tengah, Naura dan Aaron duduk di samping kanan kirinya.
Samuel terus merasa Aaron yang duduk disampingnya mengeluarkan aura yang membuatnya takut. Dia merasa dirinya mungkin telah melakukan sesuatu hal yang tidak baik.
Ivan mengantar Naura lebih dulu ke Perusahaan Affandi, setelah itu seharusnya mengantar Samuel ke sekolah.
Tapi setelah Naura turun dari mobil, Ivan belum menyetir jauh, Aaron memeberi perintah kepadanya. "Berhenti."
Mobil berhenti mendadak. Aaron menoleh menatap Samuel. "Turun."
"Ini belum sampai sekolah!" Kemarin Aaron membawa dia pergi ke sekolah dan jarak ke sekolah dari sini paling sedikit masih membutuhkan waktu 10 menit kalau naik mobil.
"Tidak searah." Ucap Aaron.
"Hah?"
Saat Samuel masih belum merespon, Aaron sudah membuka pintu mobil dan menarik dia keluar dari mobil.
"……"
Samuel emosi. "Apa kamu mau balas dendam hanya karena aku duduk diantara kamu dan Naura? Kalau kamu berani, kenapa kamu tidak menarik aku keluar di depan dia?!"
Ivan merasa kasihan, tapi dia hanya bisa diam dan melirik Samuel yang berdiri di luar mobil, meski dia tau dengan jelas kalau sekolah Samuel dan Perusahaan AD Entertainment searah. Ivan hanya bisa pura-pura tidak peduli.
Samuel melihat mobil Aaron pergi, dia semakin emosi sampai menendang pohon yang ada di sampingnya.
Karena menendang dengan sangat keras, kakinya kesakitan.😆
Dari tempatnya berdiri ke sekolahnya, masih membutuhkan waktu 10 menit kalau naik mobil. Sekarang kalaupun dia berlari, dia juga harus membutuhkan waktu yang sangat lama.
Lagipula………dia juga tidak membawa uang.
Samuel menggerutu. "Hng! Mengusir aku keluar dari mobil? Aku cari istri kamu untuk minta uang!"
Dari tempatnya berdiri ke Perusahaan Affandi tidak jauh. Dia langsung membalikkan badan dan pergi ke Perusahaan Affandi.
…
Naura begitu sampai kantornya langsung dipanggil Fajar untuk ke ruangannya.
Setelah mengadakan rapat dengan wartawan berita mengenai Perusahaan Affandi di internet belum mereda, warganet tidak membeli produk yang diproduksi oleh pabrik Perusahaan Affandi. Masyarakat luas juga tidak membeli produk tersebut.
__ADS_1
Sekarang Fajar yang sudah tidak punya jalan lain, sepenuhnya menaruh harapan pada Naura.
Begitu Naura masuk ke ruangannya, Fajar langsung bangkit berdiri. "Naura, bagaimana pembicaraan kamu dengan Aaron?"
Mengungkit tentang Aaron, hati Naura masih sangat kesal.
"Tidak berhasil. Dia mengatakan tidak akan membantu Perusahaan Affandi." Meskipun dia tidak benar-benar berencana memohon kepada Aaron, apalagi setelah tau bahwa 'Samuel' adalah Aaron, anggap saja dia tidak mencoba, tapi bisa ditebak kalau Aaron tidak akan turun tangan membantu Perusahaan Affandi.
Begitu Fajar mendengar kalau Aaron tidak akan membantu Perusahaan Affandi, dia menjadi marah. "Lalu bagaimana? Ayah sudah membantumu mengambil kembali blackcard itu, dan kamu juga sudah menyanggupi ayah....."
"Blackcard itu memang punya Aaron, anggap saja ayah membantu aku mengambil kembali, tunggu sampai nanti sudah berlalu lama, dia sendiri juga pasti akan tau kalau aku pernah menghilangkan blackcard miliknya itu. Dia juga pasti akan bisa mendapatkan kembali dan bersamaan dengan itu, dia juga akan meminta kembali uang yang sudah dikeluarkan dari blackcardnya."
Setelah Fajar dan Marsha mendapatkan blackcard itu, mereka tidak sedikit memakai uang dalam kartu itu. Untungnya, blackcard itu tidak berada lama ditangan mereka dan mereka juga belum sampai menggunakan untuk keperluan perusahaan. Meskipun seperti ini, mereka juga sudah menghabiskan hampir 10 milyar dari blackcard itu.
Uang yang sudah masuk ke kantong mereka, ingin mengambilnya kembali, kemungkinannya sangat kecil.
Naura merasa, dia hanya bisa menjual saham Perusahaan Affandi yang dia pegang, baru bisa mengembalikan sejumlah uang itu kepada Aaron.
Toh, saham Perusahaan Affandi yang ada ditangannya, Fajar yang memberikannya. Dia bisa menjual kembali ke Fajar. Kalau Fajar tidak mau, dia bisa langsung menjual saham itu ke orang lain.
Perusahaan Affandi adalah perusahaan yang sudah lama berdiri. Meskipun reputasinya hancur, tapi masih akan ada orang yang mau membeli saham itu.
Ternyata benar, begitu Fajar mendengar ucapan Naura, raut wajahnya langsung berubah.
"Ayah, jangan terlalu buru-buru. Aku akan membantu ayah mencari cara lain." Ucapan Naura ini, sama sekali tidak tulus. Fajar juga tidak mempedulikan lagi.
Setelah Naura keluar dari ruangan Fajar, ada rekan kerjanya yang menghampiri. "Naura, ada yang mencari kamu."
Naura segera pergi melihat. Ternyata Samuel.
"Kenapa kamu disini? Bukannya kamu ke sekolah?" Naura melihat jam dan ternyata sudah jam 9 lebih.
Samuel dengan tas ranselnya berdiri bersandar di tembok, dia menghela nafas dan bicara pada Naura. "Kamu tidak tau, setelah kamu turun kakak sepupu mengusir aku keluar dari mobil. Dari sini ke sekolah jauh sekali. Aku juga tidak punya uang untuk naik taksi dan cuma bisa cari kamu..."
"Kenapa dia mengusirmu keluar dari mobil?" Selesai bicara, Naura mengeluarkan uang 200ribu dari dalam tasnya dan memberikannya pada Samuel. "Lain kali kalau kamu tidak punya uang, kamu minta ke aku dan juga kakak sepupumu. Jangan terus menipu orang diluar."
Bisa menipu orang juga termasuk suatu kemampuan. Tapi, Samuel masih terlalu kecil dan pemikiran seperti ini sangat tidak benar. Kalau tidak dibenarkan, nantinya akan sulit diubah.
"Terimakasih, kakak Naura." Samuel menerima uangnya dengan tersenyum manis berterima kasih pada Naura.
Naura juga ikut tersenyum. Dia merasa karakter anak ini masih baik.
...__________...
__ADS_1