Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#176


__ADS_3

Aaron mengatakan kepada Naura ingin pergi mendatanginya. Naura terpaksa mencari restoran di dekat restoran teh untuk duduk dan menunggu Aaron.


Memilih posisi duduk di dekat jendela dan tatapan matanya selalu tertuju ke luar jendela, dengan begitu ketika Aaron datang, dia bisa melihatnya.


Aaron datang dengan cepat, Naura meneleponnya. Setelah memarkirkan mobil, Aaron berjalan masuk ke restoran.


Naura tersenyum. "Kamu mau minum apa? Aku memesan secangkir lemon tea untukmu."


Lemon tea?


Minuman yang diminum wanita.


Aaron hanya mengangkat alisnya, tidak mengatakan apa-apa.


Begitu dia duduk, dia langsung berkata, "Bukankah saat ini kamu seharusnya berada di perusahaan."


Dengan kata lain, Naura bisa muncul di sini, itu pasti karena ada sesuatu atau seseorang mengajaknya bertemu.


Naura tahu bahwa dia sudah ketahuan. Otak Aaron terlalu pintar, tidak ada yang bisa dia sembunyikan darinya.


Dia tidak ada pilihan lain selain menceritakan semuanya kepada Aaron.


Aaron tidak segera berbicara setelah mendengarnya, dia hanya menatapnya sejenak dengan mata muram.


Sampai Naura merasakan punggungnya merinding karena ditatap olehnya, dan Aaron baru berkata dengan perlahan. "Jadi, setelah kamu mengetahui bahwa kamu dan Kairav masuk di hot gossip, orang pertama yang kamu cari adalah Kairav."


Naura bisa mendengar aroma kemarahan Aaron dari kalimat yang diucapkannya.


Seolah-olah jika kalimat berikutnya dia mengatakan itu salah, dia bisa menyalakan api kemarahan Aaron.


Naura berpikir sejenak, memikirkan perkataan yang bisa menyenangkan dan menenangkan kemarahan Aaron. Dia melirik ke samping dan melihat Faisal Ardinata dan Bayu Ardinata.


Bayu Ardinata adalah nama Kakek Ardinata.


Mereka berdua kebetulan baru keluar dari restoran teh. Keduanya berjalan satu di depan dan satu di belakang.


Jaraknya agak jauh, jadi Naura tidak bisa melihat ekspresi wajah mereka berdua. Tetapi Naura bisa merasakan suasana di antara mereka berdua tampaknya tidak terlalu baik.


Naura menunjuk ke tempat di mana mereka berdua berada, dan berkata kepada Aaron. "Mengapa ayahmu dan kakek ada di sana?"


Aaron menoleh ke belakang dan melihat Faisal Ardinata dan Bayu Ardinata.


Dia sedikit mengernyit, tidak tahu apa yang dia pikirkan. Kemudian dia berkata dengan tenang, "Restoran teh itu adalah milik Perusahaan Ardinata. Orang-orang dari Keluarga Ardinata sering minum teh di sana untuk membicarakan berbagai hal."

__ADS_1


Naura mengangguk. "Oh..."


Dia menghela napas dalam hatinya, industri milik Perusahaan Ardinata benar-benar tak terhitung jumlahnya.


"Dengan black card yang diberikan kakek kepadamu, kamu bisa pergi ke semua restoran, hotel, dan tempat hiburan yang dioperasikan oleh Perusahaan Ardinata sesukamu." Aaron berkata kepada Naura, tetapi matanya masih melihat ke luar jendela.


Pada saat ini, Bayu telah berjalan ke depan mobil, pengawal yang berdiri di samping membuka pintu untuknya, dan dia membungkuk lalu masuk ke dalam mobil.


Sebelum mobil melaju, dia melambaikan tangan kepada Faisal Ardinata dari jendela, dan tidak tahu apa yang dia katakan, kemudian mobil melaju.


Faisal Ardinata menatap mobil Beyu Ardinata pergi sebelum masuk ke dalam mobilnya sendiri.


'Itu hanya ayah dan anak janjian untuk minum teh bersama, tidak ada yang istimewa tentang hal itu. Hanya saja ...'


Aaron berkata dalam hati, lalu menarik tatapan matanya dan menatap Naura. "Tadi kamu bilang, ketika kak Kairav keluar dari sana, dia terlihat seperti linglung?"


Naura masih terkejut dengan apa yang dikatakan Aaron sebelumnya. Dia sekarang merasa, Selena mengatakan bahwa dia memanjat untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi, itu memang benar-benar bukan salahnya.


Hadiah yang diberikan Kakek Ardinata sangat berharga.


"Iya, kemudian aku mengiriminya WeChat dan menelponnya, tetapi dia mengabaikanku." Berbicara tentang hal Kairav Robinson, wajah Naura langsung menjadi serius. "Aku rasa, orang yang lembut seperti kak Kairav, hanya karena masalah hot gossip saja, itu pasti tidak akan membuatnya seperti itu. Mungkin ada sesuatu hal lain yang terjadi, dan masalah itu mungkin baginya ..."


Naura terdiam sesaat, lalu melanjutkan ucapannya. "Pukulan yang sangat besar."


"Selain itu, ketika dia menyuruhku datang, dia masih sangat normal. Pasti ada hal lain yang terjadi padanya pada saat aku ke sini, tetapi hal apa yang bisa terjadi padanya dalam waktu yang begitu singkat?" Naura menganalisisnya sambil mengangguk, tetapi dia tidak bisa memahaminya.


Dia langsung mendongak dan melihat tatapan mata Aaron sedang menatapnya dengan erat.


"Kenapa? Apakah yang aku katakan salah?" Naura bertanya dengan ragu sambil memegang gelas di depannya.


"Kamu punya nomor telepon dan WeChat-nya, hubungan kalian cukup baik." Aaron menatapnya dengan senyuman sinis, suaranya lembut dan lambat, itu terdengar agak mengerikan.


Naura: "..."


Dia sudah berkata begitu banyak, dan perhatian Aaron ternyata tertuju pada hal ini!


Dia baru ingin menjelaskannya, lalu Aaron berkata dengan pelan. "Kamu tidak menambahkan WeChat-ku?"


Ini terdengar seperti ada perasaan sedih yang aneh.


Naura bergegas mengeluarkan ponselnya, "Aku akan menambahkanmu. Aku akan menambahkan WeChat-mu sekarang."


Alasan utamanya adalah karena Aaron biasanya tidak suka mengirim pesan atau semacamnya. Bahkan dia berpikir bahwa Aaron si Tuan Muda ini, mungkin tidak menggunakan WeChat.

__ADS_1


"Tidak perlu." Ujar Aaron dengan acuh tak acuh dan memalingkan kapalanya ke samping.


Tetapi ponselnya masih diletakkan di atas meja.


'Dasar! Seorang pria yang berkata tidak sesuai dengan hatinya!' Batin Naura, kemudian bergegas mengambil ponsel milik Aaron dan menambahkan pertemanan WeChat-nya.


Setelah menambahkan pertemanan WeChat-nya, Naura mengembalikan ponsel Aaron sambil berkata dengan nada halus, "Sudah aku tambahkan."


Aaron hanya meliriknya, dan mengambil ponselnya setelah dua detik dengan sikap angkuh.


Ketika dia melihat catatan di atasnya, dia mengerutkan kening. "Apa yang kamu tulis ini?"


Naura menjawab, "Nama."


Aaron meliriknya sambil jari panjangnya bergerak di layar ponsel, dan melemparkan ponselnya kepada Naura, kemudian menatapnya dengan seksama.


Naura meliriknya dan menyadari bahwa catatan yang diberikan padanya diubah menjadi "istriku".


Sangat jelas, maksudnya adalah agar Naura mengubah daftar nama pertemanannya menjadi catatan yang sesuai.


Naura berpura-pura tidak mengerti, tetapi Aaron terus menatapnya, dan Naura terpaksa mengubahnya dengan enggan.


Dia merasa bahwa Aaron jika serius, keras kepala seperti anak kecil.


"Huh, sekarang sudah diubah!" Setelah mengubahnya, dia menyerahkan ponselnya kepada Aaron.


Aaron menunjukkan ekspresi puas di matanya, lalu dia berdiri. "Apa kamu ingin kembali ke perusahaan? Aku akan mengantarmu."


"Iya."


Naura berdiri dan ketika dia hendak meraih tasnya, Aaron mengambil satu langkah lebih dulu dan mengambil tasnya.


Naura tertegun sejenak, mengangkat pandangannya menatap ke arah Aaron.


Aaron menunjukkan raut wajah yang datar. "Pelan-pelan."


Selesai berucap, satu tangannya menenteng tas, dan satu tangan lainnya menggandeng tangan Naura berjalan keluar.


Naura menolehkan kepalanya melihat sejenak tangan Aaron yang membantunya membawakan tasnya, dia menundukkan kepala, menipiskan bibirnya tersenyum kecil.


'Tuan Muda Ardinata terkadang juga sangat perhatian.'


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2