
Naura dan Samuel kecil pergi setelah makan. Namun sebelum pergi, Naura membuat kesepakatan dengan Samuel kecil.
Tidak boleh membuat rumah berantakan, tidak boleh berhutang dan tidak boleh sembarangan pergi!
Awalnya, Samuel kecil tidak setuju dengan kesepakatan itu. Naura tersenyum dingin kepadanya. "Kamu percaya tidak, kalau aku bisa memberitau Aaron kalau kamu ada disini?"
"Kebanyakan orang, tidak bisa bertemu dengan dia!"
Naura tersenyum semakin dalam. "Aku saja bisa memotretnya."
Samuel kecil merasa terhina, lalu mengangguk dan kemudian bertanya dengan rasa ingin tau. "Sebenarnya, kamu ini siapa?"
"Aku tidak akan beritau kamu!"
"......" Samuel kecil hanya bisa diam tidak menanggapi lagi.
...
Malam harinya, Naura mendapat telepon dari 'Samuel'.
"Tidak berani datang?" Tanyanya.
Naura baru ingat dengan apa yang laki-laki itu katakan pagi tadi kepadanya.
Naura menggertakkan gigi. "Segera datang!"
Naura kembali ke kamarnya, berganti pakaian dan pergi ke Bar Star Light.
Baru saja sampai di pintu Bar Star Light, dia bertemu dengan Christian.
Christian melihat Naura dengan ekspresi gembira dan sorot matanya menatap ke arah belakangnya. "Naura, kenapa aku ada di sini? Apa kamu datang sendirian?"
"Jangan lihat lagi. Aku datang sendiri." Tentu saja Naura tau bahwa Christian sedang melihat apakah Evelyn ikut dengannya atau tidak.
Kemudian senyum di wajah Christian menjadi sedikit memudar.
Dia tentu tau bahwa Evelyn sedang pergi untuk mempromosikan film barunya. Selain itu, Naura dan Evelyn memiliki hubungan pertemanan yang sangat baik. Jadi, saat dia melihat Naura, tanpa sadar langsung memikirkan Evelyn.
Naura dan Christian berjalan masuk berdampingan.
"Kamu datang ke sini untuk makan atau menemui seseorang?" Tanya Christian.
Naura berpikir sejenak baru kemudian bicara apa adanya. "Aku mencari Aaron Daffa, dia memintaku untuk datang."
"Aaron? Oh, aku tau dimana ruangan dia berada. Aku akan mengantarmu....."
__ADS_1
Selesai bicara, Christian menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Dia pun terlebih kaku, lalu kembali bicara ingin menjelaskan pada Naura. "Maksudku....."
"Aku sudah tau semua." Sahut Naura menyambar ucapan Christian. "'Samuel' adalah Aaron Daffa. Aku tau segalanya. Dia sudah memberitahuku segalanya, dan kamu tidak harus menutupinya lagi."
Naura terlihat tenang dan serius. Ini membuat Christian mempercayai kata-katanya tanpa banyak keraguan.
Lagipula, dia juga merasa bahwa Aaron sangat peduli kepada Naura. Dan rahasia mengenai identitas dia, cepat atau lambat akan diberitahu.
Berpikir sampai di sini, Christian juga merasa sedikit iri. "Ini, cukup bagus....."
Keraguan dalam hati Naura juga sepenuhnya hilang. 'Samuel' adalah Aaron Daffa!
Aaron yang cacat, tidak berperikemanusiaan atau kejam seperti yang diberitakan, ternyata semua itu tidak benar.
Rumor itu salah besar!
Aaron yang dia pikir adalah korban yang tidak bersalah, tetapi telah dipandang buruk oleh semua orang, ternyata tidak benar ada!
Hanya ada satu Aaron Daffa Ardinata di dunia ini. Dia seorang laki-laki yang sehat dan begitu tampan. Dia juga seorang pemuda kaya raya yang berdiri di Puncak menara emas.
Dia sama sekali tidak membutuhkan belas kasihnya!
"Iya, lumayan baik." Suara Naura tidak berubah, tapi hatinya semakin dingin.
Aaron telah memainkan peran ganda, membuatnya berantakan. Dia sering memperlakukan dirinya semena-mena. Bahkan dia berulang kali memakai nama 'Aaron Daffa' untuk mengancamnya.
"Aaron ada di sini." Ucap Christian menunjukkan ruangan di mana Aaron berada, kemudian mendorong pintunya.
Namun, dengan cepat Naura menghentikannya sebelum Christian mendorong pintunya. "Christian, orang lain masih tidak tau masalah aku dan Aaron. Dan kamu juga jangan katakan itu ke orang lain..."
Christian merasa bingung, tapi kemudian menunjukkan ekspresi serius. "Aku mengerti. Itu kan kesenang antara suami istri. Aaron biasanya memiliki tempramen buruk dan wajahnya dingin. Tapi, sebenarnya dia memiliki hati yang hangat. Dia seperti itu hanya penampilan luarnya saja."
Naura tidak bicara. Dia hanya menggunakan senyumnya untuk menutupi gemuruh dalam hatinya.
Kemudian dia berbalik dan mendorong pintunya ke dalam ruangan.
Ruangan ini sangat besar dan ada banyak orang di dalamnya. Lampu yang tampak redup. Naura masih berdiri di pintu dan melihat sekeliling. Dia tidak melihat sosok Aaron.
Sampai ada seorang pria yang menghampirinya. "Hai cantik, kau sedang cari orang atau datang untuk bermain?"
Naura tidak menanggapinya. Dia langsung berjalan masuk.
Orang-orang yang datang ke sini adalah kakak-kakak yang kaya. Saat diabaikan oleh Naura, tentu saja merasa tidak senang. Dia mengulurkan tangan dan hendak menarik Naura. Tapi tiba-tiba dihentikan oleh sebuah tangan yang keluar dari suatu tempat.
Dia adalah seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan wajah muram dan sorot matanya tajam setajam pedang seolah saat dilirik dia akan terasa seperti ditusuk.
__ADS_1
Aaron menatap kosong pada pria yang ada didepannya lalu bergumam. "Wanita ini sudah ada yang punya!"
Sekilas, Aaron adalah orang jahat, dan pria didepannya langsung berkata "Maaf" kemudian berlari ke samping.
"Kamu saat tidak berada di rumah, ternyata datang kesini untuk bersenang-senang?" Naura bicara sambil sekilas melirik dan melihat ada beberapa pasang kucing jantan dan betina sedang saling menyentuh, meraba disudut ruangan, bahkan hampir melakukan adegan tak senonoh dilantai.
"Bagaimana mungkin?" Aaron bicara dengan lembut. "Aku selalu mengingat kakak ipar di dalam hatiku."
Persetan! Apanya yang kakak ipar?!
Naura menggertakkan gigi, menahan keinginannya untuk memaki Aaron. Lalu membuat suaranya setenang mungkin. "Ini sangat menyentuh."
"Kalau kamu merasa tersentuh, maka ingatlah untuk mempelajarinya nanti."
Ketika mendengar perkataannya, Naura merasa ada sebuah lengan yang kuat melingkari pinggangnya.
Aaron menggendongnya dan memeluknya langsung ke sudut gelap ruangan dan duduk.
Posisi sudut ini, menghindari cahaya lampu. Jika orang lain tidak memperhatikan, mereka tidak akan tau bahwa ada orang yang duduk disini.
Naura tidak tau trik apa yang akan dimainkan Aaron. Tapi, dia akan segera tau.
Tidak lama setelah mereka berdua duduk, ada seseorang memasuki ruangan itu lagi. Ternyata.....Lucky.
Begitu Lucky masuk, dia ditarik seseorang dan duduk.
Kemudian ada yang mengirim seorang wanita masuk.
Wanita itu langsung duduk disebelah Lucky, lalu duduk semakin dekat hingga akhirnya duduk langsung dipangkuan Lucky.
Lucky mendorongnya dengan lembut hingga setengah berbaring dan tangannya meraih pakaian wanita itu, lalu mereka ..........
Naura menoleh ke samping dan ketika dia meliriknya, dia merasakan matanya panas.
"Bagaimana? Kamu merasa sedih melihat seseorang yang kamu sukai sedang bermain liar dengan wanita lain?" Tanya Aaron dengan tiba-tiba.
Naura sudah dalam suasana hati yang buruk. Ketika ditanya seperti ini oleh Aaron, secara spontan dia langsung menjawab. "Iya, aku sangat sedih."
Naura bisa mengerti tujuan Aaron memintanya datang ke sini. Mungkin Aaron masih berpikiran kalau Naura punya hubungan dengan Lucky. Jadi, dia ingin menunjukkan bagaimana Lucky dan wanita lain melakukan hal semacam ini.
Menjijikkan!
Lucky membuatnya jijik, sama halnya seperti Aaron!
Tiba-tiba, Naura merasakan dinginnya laki-laki yang ada disebelahnya. Kemudian dia mengaitkan bibirnya dan memeluknya. "Hanya becanda. Orang yang aku sukai sekarang adalah kamu." Ucapnya dengan lembut sambil tangannya meluncur ke bawah dada bidangnya, dan terpeleset sampai ke bawah perutnya.
__ADS_1
Tidak hanya itu saja. Naura malah menekannya dengan ringan, memegang kain yang didalamnya terdapat benda pusaka yang sangat sensitif, lalu berkata dengan lembut. "Sepertinya, kamu juga menyukaiku. Aku hanya menyentuh itu sebentar, langsung ada respon yang besar."
...__________...