
Sejak Aaron datang bersama dengan Christian, dia tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun.
Saat keluar, Naura lewat dihadapannya. Tanpa bisa dihindari, lengannya ditarik oleh Aaron dengan dingin.
Naura mencoba untuk membebaskan lengannya, namun tidak berhasil. Dia mendongakkan kepalanya dengan tidak sabar. Baru saja ingin bicara, dia sudah mendengar suara Aaron yang datar. "Kamu tidak apa-apa?"
Kemarin malam mereka berdua bertengkar, raut wajah Naura juga tidak terlihat baik. "Kamu pikir aku kenapa? Lepaskan!"
Paling mengesalkan karena pria ini masih saja tidak bergerak melepaskan tangannya.
Saat melihat seseorang yang disukai, saat dia melihat seseorang itu sedang membersihkan lubang hidungnya pun bahkan terlihat bagus. Namun, saat melihat seseorang yang tidak disukai, melihatnya saja sudah merasa sakit mata.
Aaron menatap Naura sejenak, emosi dalam tatapannya sulit untuk dijelaskan.
Dua detik kemudian, dia melepaskan Naura.
Naura langsung berjalan keluar melewatinya.
Setelah tiba di depan kantor polisi, dia melihat Evelyn diikuti oleh dua orang polisi wanita didepannya. Beberapa orang membicarakan dan menertawakannya.
Naura berjalan mendekat dan mendengar percakapan mereka.
"Kamu tenang saja, kami akan membantumu memberi pelajaran pada kedua pria itu."
"Aku paling benci orang yang menggunakan orang lain...."
"Film barumu akan tayang minggu depan,kan?"
"Ayo foto bersama."
Naura tersenyum berdiri ditempat semulanya.
Kedua polisi wanita itu masih memiliki pekerjaan lainnya, selesai foto bersama dengan Evelyn, mereka langsung segera pergi.
Naura berjalan menghampiri Evelyn dan berucap menggodanya."Enak sekali menjadi artis, pergi kemanapun bertemu dengan fans, bahkan mereka membantumu."
"Iya." Evelyn mencolek bahu Naura dan bertanya padanya. "Kalau begitu, kapan kamu keluar dari perusahaan Affandi yang seperti lubang neraka itu, dan menulis naskah?"
Membicarakan hal ini, Evelyn tiba-tiba mengetuk kepalanya sendiri dan berkata: "Lihatlah ingatanku! Waktu itu aku telah menyerahkan naskahmu pada seorang sutradara, sepertinya dia tertarik. Tapi karena melihatmu orang baru, dia pasti akan menekan harganya."
"Benarkah?" Naura yang mendengar hal itu, terlihat kesenangan dari matanya. "Harga bisa dibicarakan nanti."
Saat Naura sekolah dulu, dia juga pernah menulis naskah untuk mendapatkan uang. Namun kebanyakan bayarannya tidak terlalu tinggi, hanya cukup untuk jajan saja.
Film pendek, web drama, film online, menulis dengan tema khusus, semua itu dia pernah menulisnya.
Beberapa tahun ini, drama yang menegangkan sedang terkenal dan juga Kairav Robinson juga selalu berakting di film yang menegangkan, dia sendiri juga menyukai hal ini, maka dia menulis naskah yang menegangkan.
Menghabiskan banyak tenaga dan waktunya untuk mencari bahan, terus membaca dan menulis hingga setengah tahun, namun masih saja belum selesai.
"Sekarang, banyak sutradara yang mengatakan, ingin naskah yang menegangkan. Aku sudah membantumu menanyakan pada beberapa sutradara, kamu bisa memilihnya. Jika harganya tidak sesuai, maka jangan dijual!" Evelyn berucap dengan menggebu-gebu, Naura yang mendengarnya merasa lucu hingga tertawa.
Christian yang sejak tadi diam, saat ini tiba-tiba bersuara. "Naura, kamu menulis naskah apa? Boleh berikan padaku? Aku akan mencari sutradara di perusahaan untuk melihatnya."
Christian memiliki niat yang baik, namun atasannya itu adalah Aaron.
Naura menggelengkan kepalanya, dengan sedikit canggung berkata: "Tidak perlu, terimakasih."
Membicarakan Aaron, Naura baru menyadari jika sepertinya pria itu tidak mengikutinya kemari.
__ADS_1
Saat ini, ponsel Naura bergetar dan muncul notifikasi.
Naura mengeluarkannya dan melihatnya sekilas, menyadari jika Aaron yang mengiriminya pesan.
["Ada urusan sebentar, kalian tunggu aku dimobil."]
Jika ada urusan, untuk apa mengirimkannya pesan?
Siapa juga yang mau menunggunya?
Naura langsung memperlihatkan pesan itu pada Christian. "Aaron menyuruhmu menunggunya dimobil."
Christian juga menyadari jika ada yang salah dengan nada bicara Naura.
Sebelumnya saat dia berada diperusahaan, dia menerima telepon yang mengatakan terjadi sesuatu pada Evelyn di studio, orang yang menelponnya tidak mengenal Naura, namun dia mengatakan Evelyn bersama dengan temannya. Christian langsung mengetahui jika temannya yang dimaksud pasti adalah Naura.
Akhirnya dia juga memberitahu Aaron untuk datang ke kantor polisi bersama.
Saat itu, Christian sangat panik. Aaron juga tidak lebih baik darinya, mendengar hal ini dia langsung mengambil jaketnya dan pergi bersamanya.
Tadi saat baru masuk ke kantor polisi, Christian langsung sibuk memperhatikan Evelyn. Setelah menyadari Aaron juga datang, sepertinya Aaron tidak berbicara apapun pada Naura.
Apa yang terjadi? Bertengkar lagi?
Evelyn tanpa bersuara menendang kaki Christian.
Christian yang sangat mengerti langsung pergi dari sana.
Evelyn memapah Naura berjalan keluar perlahan dan bertanya padanya. "Kalian berdua masih belum berbaikan? Masih karena masalah perjamuan itu?"
"Bukan." Naura menggelengkan kepalanya. "Karena masalah lain."
Naura tidak tau, bagaimana bisa Evelyn berpikir seperti itu. Dia tertawa sejenak, lalu berkata dengan serius. "Aku malah merasa Christian itu baik."
"Dia....." Evelyn menggelengkan kepalanya,tidak bisa berkata-kata.
Naura menghela napasnya, menghentikan langkah kakinya. Kemudian berkata dengan nada bicara yang tidak pernah terdengar iri. "Walaupun Christian terlihat sedikit tidak dapat diandalkan, namun dia tulus padamu. Orang yang punya matapun bisa melihat hal itu. Di hatinya hanya ada dirimu seorang, Ev. Tidak ada orang lain. Tapi coba kamu lihat Aaron, apa kamu bisa melihat ada diriku di dalam hatinya?"
Evelyn tertegun dengan pertanyaan Naura. Dia merasa Aaron memperlakukan Naura dengan baik, jadi dia merasa Aaron adalah orang baik.
Hanya saja, dia memang tidak merasakan jika Aaron memiliki perasaan yang mendalam pada Naura.
Seketika Evelyn tidak bisa berkata apapun. Naura menepuk bahunya, dan berkata: "Di hati Christian benar-benar ada dirimu, walaupun tidak tau apa yang terjadi dengan kalian, jika di hatimu juga ada dirinya, maka cobalah untuk bersama."
"Aku tau." Raut wajah Evelyn terlihat sedih. "Tapi, kita sudah tidak mungkin lagi."
Naura sedikit terkejut. Dia tidak pernah melihat Evelyn menunjukkan raut wajah seperti ini.
Kedua orang itu berjalan hingga keluar. Tubuh mereka bergetar karena angin malam yang bertiup.
Sedangkan Christian yang sebelumnya sudah keluar, saat ini sedang berdiri didepan mobil, terlihat seperti sedang menunggu seseorang.
Ketika dia melihat Evelyn keluar, dia langsung terburu-buru membuka pintu mobil sambil tersenyum dan berkata: "Evelyn, hari ini sangat dingin, cepat masuk ke mobil."
Naura menolehkan kepalanya menatap Evelyn, dan menyadari semakin ada yang tidak beres dengan raut wajahnya.
Diam-diam Naura merasa tidak tenang. Dia menarik tangan Evelyn dan memanggilnya pelan. "Evelyn."
Evelyn menatap lurus Christian, kemudian berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Kenapa lambat seperti anak kecil? Cepat masuk mobil, agar kamu tidak kembali....." Christian tanpa sadar mendesaknya untuk masuk ke dalam mobil dan tiba-tiba Evelyn memotong ucapannya.
"Christian! Cukup! Hari ini aku peringatkan kamu, tidak ada kemungkinan lagi untuk kita! Lebih tidak mungkin lagi untuk memulai semuanya dari awal, tidak peduli apa yang kamu lakukan, hasilnya akan tetap sama!"
Tiba-tiba tubuh Christian membeku, tangannya juga tidak bergerak sedikitpun saat ingin menarik tangan Evelyn.
Tangan mereka hanya berjarak kurang dari tiga centimeter.
"Evelyn, bicaralah yang benar, okay? Walaupun kamu memberikanku hukuman mati, setidaknya biarkan aku mengerti! Katakan padaku kenapa?"
Awalnya suara Christian terdengar sangat tenang. Namun diakhir kalimat, dia seperti berteriak. "Jangan mengatakan omong kosong kamu yang menyukai orang lain dan tidak menyukaiku. Sialan, aku yang sudah mengenalmu selama dua puluh empat tahun! Kamu tidak bisa membohongiku!"
Kemudian Evelyn hanya mengucapkan dua kata dengan datar, yang langsung membuat Christian hancur. "Aku membencimu."
Jelas-jelas hanya dua kata yang diucapkan Evelyn. Namun dapat membuat pria kuat seperti Christian bergetar.
Mengenal dari kecil berarti, saling mengerti satu sama lain.
Christian tidak menemukan kebohongan dalam wajah Evelyn.
Namun, bagaimanapun dia mencari, dia tidak menemukan tanda kebohongan itu.
Belum kata "kenapa" Keluar dari mulut Christian, Evelyn telah membalikkan tubuhnya, berjalan ke pinggir jalan dengan langkah besar, lalu menghentikan taksi dan pergi begitu saja.
Christian sedikit melangkahkan kakinya satu langkah ke depan, namun detik berikutnya perlahan-lahan dia menarik kembali langkah kakinya.
Kali ini Naura merasa sangat kesal dengan kakinya yang terkilir, karena membuatnya menjadi tidak bisa mengejar Evelyn.
"Aku akan menyuruh Ivan untuk mengikutinya."
Tiba-tiba suara rendah yang sangat familiar terdengar dari belakang tubuhnya.
Naura menolehkan kepalanya dan menemukan Aaron yang sudah muncul entah sejak kapan, yang saat ini sedang berdiri tidak jauh dari belakang tubuhnya.
Orang berdiri di samping Aaron adalah Pak Hardi.
Sebelumnya, Naura pernah datang ke kantor polisi karena Samuel. Pak Hardilah yang menjadi penanggung jawab, jadi Naura mengingatnya.
Karena kesopan santunan, Naura menyapanya sejenak. "Pak Hardi."
Kesan Pak Hardi bagi Naura adalah, dia pria yang berwajah sedikit galak dan sangat serius.
Namun, kali ini Pak Hardi tersenyum padanya dan berkata: "Aku ingat padamu. Membuat masalah lagi?"
Naura: "......"
Sebelumnya dia datang ke kantor polisi karena Samuel, apanya yang membuat masalah lagi?
Naura menatap Pak Hardi yang berdiri di samping Aaron dengan sedikit marah, kebetulan Aaron juga sedang menatap dirinya dan tatapannya sarat akan senyuman mengejek.
Naura langsung mengalihkan tatapannya.
Pak Hardi melihat hal itu, dia berucap pada Aaron dengan pelan. "Istrimu cantik sekali, perlakukan dia dengan baik, jangan selalu memasang wajah datarmu itu."
Aaron adalah orang yang selalu tidak mendengarkan ucapan orang lain, kali ini berdehem mengiyakan. "Hmm."
Pak Hardi yang melihat aura dingin pria muda dihadapannya ini hanya bisa menghela napas dan berucap dengan menggelengkan kepalanya. "Kembalilah, malam hari sangat dingin. Kasus ibumu, walaupun secara prosedur sudah ditutup, tapi tidak denganku. Aku akan terus menyelidikinya, sampai aku mati."
Membahas mengenai ibunya, raut wajah Aaron sedikit berubah. Namun segera kembali seperti biasa.
__ADS_1
...----------------...