
'Samuel' sampai dirumah tepat saat jam makan siang.
Naura meletakkan sup daging diatas meja makan dan melihat 'Samuel' masuk kedalam ruang makan.
"Kamu pulang tepat waktu. Aku juga baru saja selesai memasak. Kamu bisa langsung makan." Celemek Naura masih belum dilepas. Dia berdiri di ujung meja makan, menatapnya sambil tersenyum.
Aaron sedikit terkejut dengan sikap Naura. Menurutnya, Naura agak aneh hari ini.
Dia melihatnya dengan tenang, lalu duduk dan mulai makan.
Naura menyadari bahwa 'Samuel' sangat penuh perhatian saat melakukan segala hal. Bahkan saat makan. Seolah hanya ada mangkuk saja didepan matanya dan tidak bisa melihat hal-hal lain lagi.
Naura mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan dengan diam-diam mengambil foto wajah 'Samuel' dengan jelas.
'Samuel' menoleh untuk menatapnya. sorot matanya yang hitam pekat itu, tampak bisa melihat menembus.
Naura merasa kesal. Seharusnya pria itu tidak mengetahui bahwa dia telah difoto!
Namun akhirnya, 'Samuel' hanya bertanya, "Apa kamu tidak makan?"
"Aku masih belum lapar. Kamu makan dulu saja." Jawab Naura sambil melepas clemeknya dan keluar pergi ke kamarnya.
Setelah 'Samuel' selesai makan dan pergi, Naura pergi.
Naura naik angkutan umum pergi ke rumah kontrakannya dengan membawa makanan dari rumah.
Sesampainya dirumah kontrakan, dia melihat Samuel kecil duduk disofa sedang bermain game dengan sebungkus keripik kentang dan keripik itu berceceran di mana-mana.
"Apa kamu sudah makan siang?" Tanya Naura sambil berjalan kearahnya ketika anak itu mengambil barang-barang di lantai.
Samuel kecil mengangkat pandangannya dan menatap Naura. "Belum."
Naura merasa bahwa anak ini terlalu nakal. Hanya haren masalah bermain game, dia sampai kabur dari rumah.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan jika aku tidak datang kemari? Kamu juga masih tidak menghubungi keluargamu? Apa kamu berencana ingin mati kelaparan disini?"
__ADS_1
"Mati karena kelaparan itu mustahil. Masalah besarnya adalah kalau merampok bank!" Ucap Samuel kecil terdengar sangat serius tanpa mengangkat kepalanya.
"......" Naura terdiam.
Pada akhirnya setelah bermain game, Samuel kecil membuka makanan yang dibawa oleh Naura untuknya dan langsung memakannya.
Setelah memakan dua suapan, dia mendongak dengan tatapan terkejut menatap Naura. "Aku mau makan makanan restoran ini lagi nanti!"
Naura menunjuk ke sudut mulutnya, memberi isyarat ada butiran nasi di sana. "Itu aku yang membuatnya sendiri."
Samuel kecil mengulurkan tangan menyentuh sudut mulutnya kemudian mengatakan sesuatu yang mengejutkan. "Kamu jadilah pacarku!"
"......" Naura terdiam dengan melebarkan matanya.
Melihat Naura hanya diam saja, Samuel kecil melanjutkan bicara lagi. "Meskipun aku miskin sekarang, saat aku bisa bermain game profesional, aku akan dapat menghasilkan uang untuk kamu beli tas, sepatu, pakaian dan kosmetik. Cobalah kamu pikirkan dulu."
Pikirnya, semua wanita suka membeli barang-barang tersebut. Itulah yang dilakukan ibunya setiap hari, beli beli beli.
Nada bicara Samuel kecil terdengar begitu serius, membuat Naura menangis dan tertawa.
Samuel kecil hanya meliriknya. "Tentu saja. Dia ini kakak sepupuku. Dari mana kamu mendapatkan foto ini?"
Kemudian dia tiba-tiba panik. "Eh, dimana dia? Aku memperlakukanmu sebagai teman, bahkan sekarang kamu membiarkan dia datang dan menangkapku?!"
"Dia tidak ada!" Naura merasa reaksi anak ini cukup cepat. "Dia sepupumu yang mana?"
"Aaron Daffa Ardinata! Ibuku dan ayahnya adalah saudara kandung. Dia adalah kakak sepupuku!" Jawabnya dan kembali menundukkan kepala untuk melanjutkan makan. Kemudian anak ini bicara dengan samar. "Masakan yang kamu buat sungguh lezat. Lebih baik kamu ceraikan saja suamimu dan menjadi pacarku. Suamimu membiarkanmu tinggal di tempat seperti ini, pasti uangnya diberikan pada selingkuhannya. Ceraikan dia sesegera mungkin. Aku ini muda dan tampan. Aku juga punya potensi yang tak terbatas..."
Kejutan dan kemarahan di hati Naura langsung memecah kekuatan setelah mendengar perkataan dari Samuel kecil.
"Kamu anak kecil, tau apa?!"
Samuel kecil melajukan lagi bicaranya. "Meskipun sepupu aku itu terlihat tampan, tapi dia memiliki tempramen yang buruk. Sangat mengerikan! Dan biasanya, orang seperti dia itu tidak bisa punya pacar. Aku mendengar, bahwa istrinya itu sangat jelek, hahahaha..."
Wajah Naura berubah menjadi suram dan dia bicara dengan raut wajah datar. "Apa kamu akan terus seperti ini? Kapan kamu akan menghubungi orang tuamu?"
__ADS_1
"Aku tidak akan menghubungi mereka, kecuali mereka membiarkan aku bermain game!"
"Tapi mereka akan khawatir!"
"Tidak akan! Mereka sudah terbiasa, jadi aku akan pergi lebih jauh lagi kali ini dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan perhatian dari mereka."
"......" Naura tidak tau harus berkata apa lagi.
Ternyata anak ini sudah kabur dari rumah berulang kali.
Pasti orang tuanya juga cukup......kacau.
Dia sebenarnya hanya anak setengah dewasa, dan Naura tidak bisa mengatakan masalah ini ke 'Samuel' untuk sekarang ini. Tapi, Naura juga tidak bisa mengabaikannya. Jadi, Naura hanya bisa menjaga anak ini untuk sementara waktu.
Saat perjalanan pulang ke rumah mewah Aaron, Naura menerima panggilan telepon dari Fajar Affandi.
"Naura, bagaimana hasil pembicaraanmu dengan Aaron? Kapan dia akan datang membantu kita?"
Naura menghela nafas. "Ada begitu banyak uang yang berkurang di blackcard, dia berpikir bahwa aku telah menghabiskan terlalu banyak uang. Dia menarik blackcard itu dan menolak untuk melihat aku sepanjang hari."
"Tidak bisa begitu. Kamu harus bisa membuat dia membantu kita."
"Aku akan melakukan yang terbaik. Ayah tenang saja."
"Tentu saja ayah tenang. Lagi pula, kamu adalah anak yang berbakti, terutama pada ibumu. Dia sudah terbiasa dengan kehidupan yang nyaman selama ini. Aku tidak tahan membiarkan ibumu hidup hemat seperti itu..."
Sama seperti Merlin dan Fajar yang berpikir bahwa Naura sangat peduli pada Merlin, jadi dia sengaja mengatakan ini agar Naura dapat membantunya dengan sepenuh hati dan jiwanya.
Naura terdiam sejenak lalu bicara seolah benar-benar peduli. "Baik yah, aku mengerti."
Panggilan telepon berakhir, Naura masih menggantung ponselnya. Dia mendengus pelan dan memasukkan kembali ponselnya kedalam tasnya.
Ingin dirinya meminta pada Aaron untuk membantu perusahaan Affandi?
Tidak mungkin!
__ADS_1
...__________...