Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#34


__ADS_3

Mata Naura berbinar saat mengetahui kalau Aaron Daffa ada dirumah. "Kalau begitu aku akan memasak dulu, setelah itu tolong kamu antarkan untuk Aaron." Dengan penuh semangat, Naura pun segera pergi kedapur.


Naura memang ingin memasak untuk Aaron meskipun 'Samuel' yang nantinya akan memakannya.


Entah mengapa 'Samuel' menjadi merasa sedikit cemburu dengan Aaron karena Naura lebih memperhatikan Aaron daripada 'Samuel'.


Bukankah mereka orang yang sama? Lalu kenapa harus merasa cemburu? Tapi, Naura tidak tau itu. Ini memang permainan yang sangat konyol.


Aaron menatap kearah Ivan yang baru saja selesai menyiapkan obat untuknya. "Menurutmu, apa dia benar-benar sangat bodoh? Dia sama sekali tidak tertarik dengan orang yang mempunyai tubuh dan wajah yang normal sepertiku. Kenapa selalu ingin mengambil hati seseorang yang cacat dan tidak berguna? Atau kalau tidak, apa dia sedang berpura-pura?" Tanya Aaron yang masih merasa heran dengan sikap Naura.


Ivan pun diam-diam juga sedang berpikir. Sebelum menikah, sikap Tuan Mudanya sangat dingin. Tapi, setelah menikah dengan Nyonya Muda, Tuan Mudanya selalu menggoda Nyonya Muda.


Dan pada kenyataannya, Ivan hanya berani mengatakan apa yang dia ketahui saja. "Tuan Muda sangat menyayangi Nyonya Muda Naura."


Aaron mengernyit menatap dingin Ivan. Tentu saja Aaron sangat mengerti maksud dari perkataan Ivan barusan.


Melihat tatapan dingin Aaron, Ivan menjadi serius. "Menurutku, Nyonya Muda bukanlah orang yang bodoh. Melihat bagaimana cara dia mengerjai Marsha, penuh dengan perhitungan."


"Perhitungan..." Gumam Aaron.


Kalau bukan karena Aaron yang diam-diam membantunga membereskan masalah itu, dengan kedudukan Naura sebagai Nyonya Muda, masalah di internet yang sangat besar itu, mana mungkin anggota kekuarga Ardinata tidak mencari Naura?


...


Naura tidak terlalu mempercayai saat 'Samuel' mengatakan kalau Aaron suka makanan yang pedas. Jadi, Naura membuatkannya sup dengan isian berbagai macam sayuran dan menambahkan sedikit jahe untuk menjaga stamina.


Dia tidak peduli Aaron akan suka atau tidak. Dia hanya berniat baik ingin Aaron menjaga stamina, apa salahnya?


Setelah matang, Naura mengetes rasanya terlebih dahulu. Merasa sudah pas, dia membawanya ke ruang makan.


Ketika Naura baru saja selesai menyiapkan makanan untuk Aaron, Ivan masuk kedalam ruang makan dan tersenyum ramah. "Nyonya Muda, biar aku antar makanan untuk Tuan Muda."

__ADS_1


Naura mengangguk dengan tersenyum. Dia meletakkan makanan untuk Aaron diatas baki lalu memberikannya pada Ivan. "Apa sore ini dia akan pergi keluar?" Tanyanya sambil menyidorkan baki pada Ivan.


"Aku belum tau." Jawab Ivan. Dalam hati dia merasa kecewa karena saat ini, hidupnya penuh dengan kebohongan. Dia hanya berharap semoga kebohongan ini segera berakhir.


Setelah Ivan pergi, 'Samuel' masuk kedalam ruang makan dan duduk. Dia mengernyitkan keningnya saat melihat sup dengan banyak bebagai macam sayuran. "Tidak ada sambal?"


Naura menuangkan segelas air putih lalu meletakkannya didepan dia sambil mendengus kesal. "Kalau tidak? Kamu yang masih sakit, apa mau makan sambal yang sangat pedas? Kalau sakitmu semakin parah lalu mati, bisa-bisa nanti aku menjadi tersangka pembunuhan!"


Naura menyadari apa yang diucapkannya barusan seharusnya tidak dia ucapkan. Tapi, dia tidak peduli. Biarkan saja dia mati!


Aaron sama sekali tidak tersinggung ataupun marah. Malah dia langsung mengambil mangkuk dan memakan sup buatan Naura dengan tenang.


Naura yang masih berdiri disampingnya, hanya diam memperhatikan 'Samuel' yang terus mengisi mangkuknya setelah habis menyantapnya.


Naura hanya merasa heran. Napsu makan 'Samuel' sangat baik. Tidak terlihat seperti orang yang sedang sakit.


Mungkin bagi 'Samuel' hanya ada hidup dan mati. Tidak ada kata sakit ataupun terluka yang akan mempengaruhinya. Tubuhnya yang kuat, memang sangat berbeda jika dibandingkan dengan manusia pada umumnya.


Dia melihat berita di internet tentang kelakuan buruk Marsha yang tadi pagi masuk menjadi trending topic lagi.


Kini, yang ada dipikirannya adalah Evelyn. Sebelumnya, Evelyn mengatakan ingin memakai uangnya untuk membuat foto-foto dan video Marsha menjadi trending topic lagi.


Dia pun segera menghubungi Evelyn dan teman baiknya itu langsung mengangkat panggilannya. "Ada apa?"


"Ev, trending topic diinternet, apa kamu yang membelinya?" Tanya Naura.


"Bukankah kamu yang melarangku untuk membelinya? Apa sekarang, kamu sudah berubah pikiran?" Jawab Evelyn malah balik bertanya dengan gembira.


Naura menghela nafasnya lalu menjelaskan kepada Evelyn. "Bukan begitu. Aku baru saja melihat, topic Marsha naik menjadi peringkat pertama di pencarian."


"Benarkah?!" Evelyn terdengar terkejut sekaligus senang. Naura mendengar suara berisik dari seberang telepon dan menebak kalau saat ini Evelyn sedang melihat sosial media.

__ADS_1


Benar saja. Evelyn dengan cepat langsung tertawa riang setelah melihatnya. "Aku baru saja melihatnya. Ini namanya, orang jahat yang kena batunya!"


Naura merasa kalau masalah ini berbeda dari biasanya.


Sebenarnya, siapa yang melakukan ini? Apa ada orang yang dibuat tersinggung oleh Marsha dan orang itu sedang membalas dendam kepadanya?


Bukan tidak mungkin. Marsha tidak pernah menghargai orang lain. Temperamennya sangat buruk. Orang yang ingin membalas dendam ke dia juga pasti tidak sedikit.


Tidak peduli akan seperti apa, mengenai masalah di internet, sepertinya dia harus menemui Aaron untuk bicara kepadanya.


Naura beranjak keluar dari kamar menuju ruang kerja Aaron. Pintu ruang kerja tertutup rapat. Dia mengetuknya dan mendengar suara serak seorang laki-laki dari dalam. "Masuk!"


Naura mendorong pintunya dan masuk kedalam. Dia melihat seseorang duduk dibelakang meja kerja dan membelakangi dia seperti sebelum-sebelumnya.


Naura hanya merasa bingung. Aaron tidak ingin dia melihat wajahnya. Tapi, suaminya ini tetap masih bisa keluar rumah.


Yang dia tau, Aaron Daffa adalah orang yang sangat tertutup. Menutup diri, tidak pernah keluar rumah, tidak peduli dengan masalah dan tidak suka bicara dengan orang lain.


"Datang kemari mencariku? Ada urusan apa?" Tanya Aaron dengan suara seraknya.


"Akhir-akhir ini, apa kamu tau dengan masalah yang ada di internet?" Jawab Naura dengan bertanya.


Aaron terdiam sejenak lalu berubah menjadi dingin. "Jangan mengungkit masalah yang sudah berlalu. Kamu sudah menjadi Nyonya di keluarga Ardinata, lebih baik kamu jaga diri sedikit."


Naura merasa cara bicara Aaron dengan 'Samuel' begitu mirip. Mungkin karena mereka berdua masih bersaudara.


Naura mengangguk tapi dia sadar kalau Aaron tidak dapat melihatnya. Jadi dia mengatakan "Baiklah." Setelah itu, Naura keluar dengan menghela nafas lega.


Meskipun Naura merasa kalau Aaron aneh, tapi untungnya Aaron tidak seperti orang yang trauma karena pernah mengalami kecelakaan dimasa lalu. Kalau tidak, mungkin kehidupan Naura saat ini tidak akan mudah.


...__________...

__ADS_1


__ADS_2