
Naura sama sekali tidak mengerti kenapa sikap 'Samuel' tiba-tiba menjadi dingin? Atau sikap dia yang telah menyinggung perasaannya?
Naura bukan merasa takut, hanya dia merasa tidak enak saja masih ada orang selain dirinya dan 'Samuel'. Tanpa bersuara, dia menunduk dan segera melihat buku menu dengan wajah serius.
Aaron mengambil ponsel disaku jasnya saat merasakan getaran diselingi suara notifikasi yang berasal dari ponselnya.
Ada pesan masuk dari Christian.
"Kamu sedang bermain drama dengan istrimu?"
Sebenarnya, Aaron merasa sangat kesal kenapa Naura bisa mengenal Christian? Dia tidak menghiraukan pesan dari teman baiknya itu. Kakinya dibawah meja langsung menendang kaki Christian.
"Ough!" Sialan! Christian hanya berani memaki Aaron dalam hatinya saja. Dia tidak menyangka kalau Aaron bisa sejahat ini padanya. Kakinya terasa begitu sakit. Karena ada Naura duduk didepannya, Christian hanya bisa menahan rasa sakitnya.
Naura menoleh kearah 'Samuel' saat merasakan mejanya bergerak sedikit bergeser.
"Sudah pesan makanan?" Tanya Aaron dengan santai sambil mencondongkan tubuhnya mendekat pada Naura dan meletakkan lengannya disandarkan kursinya terlihat mesra.
"Sudah." Jawabnya singkat dengan perasaan gelisah lalu meletakkan buku menu itu jauh jauh darinya.
Saat pesanan datang dan mereka mulai makan, gerakan 'Samuel' tidak terlihat berlebihan terhadap Naura. 'Samuel' hanya terus mengobrol dengan Christian, membahas sesuatu yang sama sekali tidak dipahami oleh Naura.
Naura bisa menebak kalau hubungan mereka berdua sangat baik.
Selesai makan, Naura mencari alasan untuk keluar.
Setelah Naura keluar, Christian yang tadinya bersikap lembut, kini dia menatap Aaron dengan wajah garang penuh emosi. "Kamu benar-benar sangat keterlaluan! Kamu meninggalkan perusahaan begitu saja dan dengan santai bermain drama dengan istrimu dirumah?! Membiarkan aku sibuk sendirian mengurus perusahaan?! Sekarang, aku tidak peduli lagi! Aku mau cuti dan liburan!"
Aaron bersikap acuh dan tidak peduli dengan kemarahan Christian. "Kamu CEO AD Entertainment. Bahkan Naura yang seperti itu bisa mengenalmu. Seharusnya, kamu lebih giat lagi dalam bekerja."
Christian berdecak kesal sekaligus terlihat sombong. "Pengikutku di sosial media sudah puluhan juta! Lagi pula, kamu adalah Bos di AD Entertainment dan aku hanya bawahanmu saja!"
Christian semakin kesal dan marah. "Kalau kamu tidak kembali keperusahaan, aku akan naik keatap gedung perusahaan dan lompat kebawah! Biar jadi berita yang menghebohkan!"
Bahkan ancaman Christian ini sudah di dengar oleh Aaron setiap hari. Tapi, Aaron sama sekali tidak pernah menghiraukannya. Dia meneguk sampanye nya dan menatap Christian. "Apa HRD benar-benar tidak menerima surat lamaran kerja dari Naura?"
__ADS_1
"Aku sudah menyuruh sekertarisku untuk selalu menanyakan ke HRD, memang tidak ada." Jawab Christian dengan heran.
Mereka terdiam dan ada hal yang ingin ditanyakan oleh Christian kepada Aaron. "Ngomong-ngomong, dengan wajah istrimu yang seperti itu, kamu bisa menerimanya?"
Wajah Aaron seketika berubah menjadi dingin menatap Christian. "Seperti apa?"
Christian sampai kesulitan untuk menelan ludahnya saat melihat tatapan Aaron. "Maksudku, istrimu itu yang mengagumkan, cantik dan murah hati...."
"Apa kamu bodoh?" Sahut Aaron dengan cepat.
Seketika Christian terdiam. Dia menjadi bingung sendiri. Tidak bisa mengatakan kalau Naura sangat jelek juga tidak bisa mengatakan kalau Naura cantik. Lalu maunya bagaimana?
Christian merasa, kalau sikap Aaron menjadi aneh setelah menikah.
Sebelum beranjak pergi, Aaron teringat sesuatu. "Pelayan disini yang bernama Hanif, kamu pecat saja dia!" Ucapnya dengan memberi perintah.
...
Setelah kembali ke kediaman Aaron Daffa, hari sudah sangat sore dan langit terlihat hampir gelap.
Saat masuk, dia mendekati pengawal. "Apa Tuan Muda kalian ada dirumah?" Tanyanya.
"Tidak ada Nyonya." Jawab pengawal yang sudah terbiasa mengikuti drama dari Tuan Mudanya untuk selalu berbohong seperti ini.
Naura segera naik kelantai dua, masuk kedalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Dia merasa cemas memikirkan bagaimana kalau Aaron Daffa menanyakan tentang wawancaranya tadi? Dia harus jawab apa?
Tapi, tiba-tiba Naura memikirkan 'Samuel'.
Dia merasa ada yang aneh pada 'Samuel' hari ini yang sikapnya begitu baik kepadanya.
Naura sampai belum melihat tayangan konferensi persnya tadi karena setelah selesai wawancara, dia langsung terjerat dengan 'Samuel'.
Naura beranjak mengambil laptopnya, manyalakan dan membuka pencarian diinternet. Ternyata banyak media yang mengeluarkan berita itu. Banyak juga postingan-postingan di sosial media.
Kebanyakan warga net sedang memakainya.
__ADS_1
"Dari awal memang sudah bisa ditebak, kalau dia si pembuat onar yang tidak tau malu!"
"Hebat sekali. Sudah tau sedang diwawancarai, masih saja memakai masker."
"Wow, apa hanya aku saja kalau jawaban darinya yang diberikan kepada wartawan sangat keren?"
"Dia tidak pernah mengakui kalau dia sudah merebut calon suami kakaknya sendiri."
Naura terkekeh sendiri setelah membaca komentar-komentar tersebut. Dia memang sengaja tidak menjawab pertanyaan itu. Kalau saja dia mengakui telah merebut calon suami Marsha, siapa tau nantinya Marsha masih bisa mencari-cari masalah lagi dengannya?
Naura tidak ingin menuruti keinginan keluarga Affandi. Jadi, dia merasa kalau masalah ini masih selesai.
Saat Naura kembali melihat komentar-komentar mengenai konferensi tadi, warga net semakin menjadi memberikan makian kepadanya.
Naura sudah tau kalau ini pasti ada hubungannya dengan Marsha yang suka mencari sensasi. Dia tidak lagi menghiraukan apa yang dilakukan oleh Marsha.
Kelaukan Marsha lebih buruk darinya. Mereka hidup di atap yang sama. Untuk mencari kebusukan darinya, tentu itu sangat mudah.
Biarlah untuk hari ini keluarga Affandi merasa senang dulu. Esok hari, Naura akan menguak kebusukan-kebusukan mereka satu per satu.
Naura akan membuat Marsha, dengan cara apapun itu, tidak akan pernah bisa membersihkan nama baiknya.
Naura merefresh kolom komentarnya, kemudian membuka emailnya. Dia melihat ada pesan dikotak surat emailnya.
Naura sangat terkejut, ternyata ada panggilan interview kerja dari perusahaan AD Entertainment Group.
Apa aku pernah mengirim lamaran kerja ke AD Entertainment Group? Batinnya bertanya-tanya.
Dia kemudian membuka kembali dan mengecek surat lamaran kerja yang dia kirim. Dia tidak pernah mengirimkan surat lamaran kerjanya ke AD Entertainment Group. Lalu, kenapa ada undangan interview dari perusahaan tersebut? Naura pun menjadi bingung.
Naura pun menjadi teringat, sebelumnya 'Samuel' mengajak dia makan bersama Christian Raymond. Dia melihat pesan itu dikirim tadi pagi waktu dia sedang konferensi.
Setelah memikirkannya, Naura ingin menanyakannya pada 'Samuel'.
...__________...
__ADS_1