
Aaron dan Naura duduk di dalam mobil, Aaron menyalakan mesin mobilnya dan berkata, "Cari waktu yang tepat, dan mengundurkan dirilah."
Nada bicaranya terdengar sangat santai, hingga beberapa detik kemudian, Naura baru bereaksi pada apa yang diucapkannya.
"Apa kamu sedang berbicara mengenaiku?" Naura menunjuk dirinya sendiri.
Aaron menolehkan kepala menatapnya, tatapannya terlihat datar. "Memangnya siapa lagi?"
"Kenapa tiba-tiba memintaku untuk mengundurkan diri?" Ucapannya ini terlalu mendadak membuat Naura merasa sedikit bingung.
"Kamu tidak mungkin terus bekerja di Perusahaan Affandi, terlalu membuang waktu." Nada bicara Aaron terdengar serius. "Ditambah lagi, kamu juga tidak senang bekerja di Perusahaan Affandi."
Awalnya, Aaron ingin meminta Naura untuk masuk ke AD Entertainment. Namun, di pertengahan Fajar Affandi datang menawarkan pekerjaan pada Naura. Naura sendiri juga ingin bekerja di Perusahaan Affandi, jadi Aaron hanya bisa membiarkannya saja.
Walaupun tujuan awalnya mungkin tidak terlalu tulus, namun sekarang, pemikiran dalam benaknya sangat sederhana. Aaron berharap jika istrinya ini bisa merasa sedikit bahagia, melakukan hal yang diinginkannya.
Sering kali, saat dia kembali ke kamar, dia melihat istrinya sedang berkutat dengan laptopnya menulis naskah.
Jurusannya adalah Sastra Film dan Drama, hal inilah yang disukainya.
Jika Naura tidak ingin bekerja, dia bisa saja di rumah dan menjadi nyonya sepenuhnya. Lagi pula, uang yang dihasilkan oleh Aaron tidak akan habis hingga sepuluh keturunan.
Jika ada hal yang Naura sukai, ingin bekerja, kalau begitu Aaron bisa saja mengatur sebuah tim untuknya, yang akan membantu jalannya menjadi mulus, yang membuatnya bisa berdiri di atas puncak.
Hidung Naura mulai merasa sedikit tersengat.
Aaron adalah orang yang sangat sulit dimengerti. Dia sangat kejam, namun dia bukanlah orang jahat. Dia juga bisa lembut, juga bisa sangat perhatian, dan juga bisa memperdulikan Naura apakah Naura merasa senang atau tidak.
Hati Naura memang sangat tersentuh, namun dia tidak langsung menjawabnya.
"Jika aku mengundurkan diri dari Perusahaan Affandi, kalau begitu bagaimana caranya agar kamu bisa mendapatkan kabar dari kakekku?"
Aaron terlihat seperti mendengar suatu hal yang lucu. Dia menyeringai sejenak, kemudian bekata, "Bergantung padamu, memangnya kamu bisa mendapatkan informasi apa dari kakekmu?"
Nada bicaranya terlihat jelas menyindirnya.
Baru saja dia merasa Aaron itu orang yang baik! Semuanya palsu!
"Siapa bilang aku tidak bisa?!" Naura mendecih sejenak, mengepalkan tangannya dan memukul bahu Aaron.
Aaron menahan kepalan tangan Naura dengan satu tangannya, kemudian mengecup bibirnya. "Aku ingin menyetir, jangan ribut." Terdapat nada bercanda dalam ucapannya.
Sejak malam itu di Star Light, dia dan Aaron sering melakukan hal intim. Namun, terkadang saat Aaron tiba-tiba melakukan gerakan kecil seperti ini, dia masih saja merasa......malu.
Wajahnya memerah, ingin menarik kembali tangannya. Namun, Naura menyadari tangannya tidak bisa digerakkan.
Dia menggerakkan pelan lengannya. "Lepaskan tanganku."
__ADS_1
"Aku sedang menyetir, jangan bergerak." Ucap Aaron tanpa menolehkan kepalanya.
'Alasan!' Batin Naura.
Naura menolehkan kepalanya ke sisi lain. Sepanjang perjalanan, tangannya terus digenggam oleh Aaron seperti ini.
...
Kairav Robinson adalah kakak bagi Aaron, dan juga orang yang paling berkuasa di AD Entertainment. Tentu saja di baliknya terdapat tim departemen hubungan yang sangat hebat.
Berita panas mengenai kekasih misterius Kairav Robinson sudah mereda.
Akun official AD Entertainment, bahkan membuat penjelasan dan pernyataan mengenai hal ini.
"Beberapa hari ini, berita di internet mengenai pria tertampan di perusahaan kita Tuan Kairav dan kekasih misteriusnya, sudah diselidiki, termaksud laporan yang salah......"
Kairav Robinson menjadi raja grand slam termuda, yang memiliki fans yang tak terhitung. Begitu pernyataan resmi keluar, ada begitu banyak fans yang ikut meramaikan.
"Jika bukan kekasih, kalau begitu wanita yang ada di foto itu siapa?"
"Dari tadi, hanya mengatakan jika wanita itu bukan kekasih Kairav Robinson, lalu apakah Kairav Robinson sedang mengejarnya?"
"Aku penasaran wanita seperti apa yang membuat Kairav Robinson terpikat......"
"Aku merasa kedua orang itu cocok!"
"..."
Christian duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Aaron, sambil membaca komentar, tanpa takut membacakannya dengan keras.
Selesai membaca bahkan tertawa. sambil mengetuk meja. "Sialan! Pemikiran para netizen ini sangat hebat!"
Wajah Aaron tampak suram, dan berucap dengan nada yang dingin. "Tutup mulutmu!"
Naura dan Kairav bersama-sama menjadi pencarian teratas. Aaron yang awalnya sudah merasa kesal, namun di hadapan Naura, dia tidak bisa menunjukkannya.
Saat ini beberapa orang di internet mengatakan jika Naura dan Kairav Robinson terlihat cocok, tentu saja dia tidak bisa menahannya.
Aaron membuka pernyataan resmi itu, di bawahnya telah terdapat puluhan ribu komentar.
Komentar teratas, kebetulan tertulis kalimat itu, "Aku merasa mereka berdua cocok."
Aaron tertawa dingin, dan langsung membalas di komentar itu, "Matamu buta?"
Dia membalas semua komentar yang mengatakan Naura dan Kairav Robinson itu cocok dengan dua kata itu.
Christian yang ditegur oleh Aaron, hanya bisa menurut menutup mulutnya, dan kembali menelusuri sosial media.
__ADS_1
Saat sedang melihat, tiba-tiba sosial medianya terputus. Dia menolehkan kepalanya menatap Aaron. "Kamu masuk ke sosial mediaku?"
"Hmm." Aaron tidak mengangkat kepalanya, masih sibuk membalas komentar yang mengatakan Kairav Robinson dan Naura cocok.
"Untuk apa?" Christian menghampirinya dengan penasaran, kebetulan matanya melihat Aaron sedang membalas dua kata "matamu buta".
Christian langsung berteriak dengan kencang. "Apa yang kamu lakukan?! Untuk apa kamu menggunakan akunku?! Akunku ini sangat penting!"
Akun Christian itu tertulis: AD Entertainment Director Co.,Ltd.
Aaron tidak memperdulikannya, dan tetap membalas komentar-komentar.
Disaat yang bersamaan, ponsel Aaron berdering.
Dia melirikkan matanya sejenak, dan melihat jika Bayu Ardinata yang meneleponnya.
Pergerakan tangannya terhenti sejenak, dia mengambil ponselnya bangkit berjalan ke sudut jendela untuk menerima telepon.
Christian menggunakan kesempatan ini, mengganti password akunnya dengan cepat, kemudian masuk ke akun sosial medianya dengan ponselnya.
Biasanya di akun penting Christian ini ada banyak pesan yang belum terbaca dan mention, namun tidak sebanyak hari ini.
Dengan tangan yang bergetar dia membuka akun sosial medianya yang teratas, dan melihat komentar yang ada di bawahnya.
Terlihat sebuah gambar, komentar "matamu buta" yang ditulis oleh Aaron semua itu menggunakan akunnya.
"Direktur Raymond, ada apa denganmu hari ini?"
"Sepertinya kehilangan akal!"
"Direktur Raymond, kamu seperti ini membuat kami takut!"
"Aku mencari berita mengenai dunia hiburan belakangan ini, menyadari bahwa sudah satu bulan tidak ada berita mengenai Direktur Christian Raymond, ditambah lagi dengan apa yang barusan Direktur Christian Raymond lakukan......Aku memiliki sebuah pemikiran yang luar biasa!"
"Aku juga memiliki sebuah pemikiran yang luar biasa!"
"..."
"Pemikiran luar biasa itu adalah! Direktur Christian Raymond diam-diam menyukai Kairav Robinson!"
Bahkan sekarang, Christian memiliki pemikiran untuk ingin mati saja.
Kebetulan saat ini Aaron sudah kembali setelah menerima telepon. Wajah Christian tampak suram mengarahkan layar ponselnya ke depan wajah Aaron. "Tuan Muda Ardinata, kamu lihat hasil dari perbuatanmu?!"
Aaron melihatnya dengan wajah tanpa ekspresi, berucap dengan datar. "Topik teralihkan, rencana perhubungan yang tidak buruk."
Christian: "..." Tiba-tiba merasa ingin melompat dari atap gedung.
__ADS_1
...----------------...