Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#106


__ADS_3

Setelah pulang ke rumah, Naura memegang laptopnya duduk di dekat jendela sambil menulis naskah juga sambil memperhatikan apakah ada mobil datang?


Tidak menunggu lama, ada mobil hitam yang datang.


Terlihat pengemudi itu turun dari mobil lalu membuka pintu belakang dan 'Samuel' turun dari dalam mobil.


Naura memiliki penglihatan yang bagus. Dia bisa mengenali kalau Ivan yang mengemudikan mobil itu.


Ivan adalah asisten pribadi Aaron, tapi sering sekali membantu 'Samuel' mengemudi.


Tampak 'Samuel' turun dari mobil dan mengatakan sesuatu pada Ivan, lalu Ivan mengangguk dengan hormat setelah mendengarnya.


Mengambil kesempatan dari ini, Naura mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke nomor Aaron Daffa.


Pesan terkirim.


Naura memperhatikan bahwa 'Samuel' menatapnya. Untung saja gordenya sudah dia tarik dan hanya celah kecil yang terlihat.


Setelah 'Samuel' melirik kearahnya, 'Samuel' tampak mengatakan sesuatu lagi pada Ivan, kemudian dia menundukkan kepalanya dan mengeluarkan ponsel.....


Terlalu jauh! Naura tidak dapat memperdebatkan apa yang dia lihat.


Namun, tiba-tiba jantungnya berdetak dengan cepat.


Perkataan dari Samuel kecil, dan semua tanda menunjukkan bahwa 'Samuel' mungkin adalah Aaron Daffa. Tapi, Naura masih tidak percaya ini benar.


Naura bahkan tidak berani menghadapi 'Samuel'.


Hal ini terlalu absurd!


'Samuel' adalah orang yang sangat berhati-hati. Jika memang benar kalau dia Aaron, maka dia baru saja menerima pesan darinya. Dengan cara ini, normal bagi 'Samuel' untuk secara tidak sadar melirik ke arah kamarnya setelah menerima pesan darinya.


Agar tidak menimbulkan kecurigaan, Naura mengganti pakaiannya dengan piyama. Rambutnya dibuat acak-acakan dan berbaring di tempat tidur, kemudian berpura-pura tidur.


Tidak beberapa lama, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.


"Naura."


Naura sepanjang hari ini, perasaannya merasa naik turun sangat cepat, gugup, dan berbaring di tempat tidur, sudah mengantuk. Sudah hampir tertidur, tapi mendengar seseorang memanggilnya.


Pikirannya tidak sadar, dia berjalan dan membuka pintu dengan bingung. "Siapa?"


Begitu pintu terbuka, dia melihat 'Samuel'.


Aaron memandanginya dari atas ke bawah. Dia menyipitkan matanya dan mengerutkan keningnya. "Ada apa? Apa kamu sedang tidak enak badan?"


Seketika Naura pun tersadar dan dia mengeluarkan suaranya menjadi serak seperti saat baru bangun tidur. "Tidak ada. Aku lagi tidur."

__ADS_1


Naura memakai piyama lengan panjang berwarna pink dengan gambar kucing. Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya yang putih tampak memerah. Wanita ini terlihat lembut dan imut.


Aaron teringat lagi bahwa siang tadi bahkan Naura menelponnya untuk memberinya bekal makan siang. Wajah Aaron menjadi terlihat lebih santai, dan bahkan suaranya yang rendah bercampur dengan kelembutan yang tidak dapat dijelaskan. "Kalau begitu, kamu tidur lagi saja. Aku akan memanggil orang untuk memasak, kalau sudah siap, baru panggil kamu."


".....baiklah." Naura menatapnya dengan bingung, karena 'Samuel' yang lembut, yang merupakan pertama kalinya dia melihatnya seperti ini.


Aaron melihat Naura yang bingung, sungguh tidak bisa menahannya. Dia mengulurkan tangan dan mengusap kepalanya, lalu mendorongnya. "Lanjut tidur sana."


Sesampai Naura berbaring kembali, otaknya masih belum merespon dengan baik. Kemudian dia dengan galak bangun dan duduk ditempat tidur, menggaruk rambutnya dengan kesal.


Mengapa ketika 'Samuel' bicara dengan lembut, dirinya malah benar-benar berbaring ditempat tidur dengan patuh?!


Naura merasa dirinya sendiri yang bermasalah!


Naura kemudian beranjak turun dari tempat tidur, membuka pintu dan keluar.


Ketika dia melewati ruang baca, dia mengulurkan tangan dan mengetuk pintu. "Aaron, apa kamu di dalam?"


Sementara itu, ponselnya bergetar.


Ada pesan dari Aaron. ["Ada masalah apa?"]


Naura membalasnya. ["Apa kamu ada di ruang baca?"]


Aaron membalasnya lagi. ["Iya."]


Sepanjang sore, dirinya berada didekat jendela sampai tidak ada mobil lain yang masuk ke halaman rumah kecuali hanya mobil 'Samuel' yang datang. Lalu, bagaimana Aaron kembali?


Terbang memakai baling-baling bambu?


Menggali tanah?


Atau mungkin dia memiliki pintu ajaib doraemon?


Naura mendengus jengkel sekaligus ingin tertawa memikirkan itu.


Hatinya pun terdorong ingin bergegas merobek topeng 'Samuel'!


Tidak heran, Aaron yang tidak pernah muncul ke luar, bisa begitu dekat dengan 'adik sepupunya'. Dia tidak hanya membiarkan 'adik sepupunya' ini tinggal di rumahnya, tapi juga mentolerir 'adik sepupunya' yang memanfaatkan istrinya.


Setelah menikahi, belum pernah bertemu sang istri. Setidaknya, laki-laki akan melihat seperti apa istri yang baru dinikahinya itu. Tapi, dia mendapati bahwa istri yang baru dinikahinya tidak mengenalinya, dan dia berpura-pura menjadi 'adik sepupunya'.


Tidak masalah kalau dia menggunakan identitas 'adik sepupu' untuk menggodanya, apa hatinya merasa sangat bangga?


Naura menggigit bibirnya. Lihat saja, siapa yang akan bangga pada akhirnya?!


...

__ADS_1


Selama makan, Naura duduk diseberang 'Samuel' dan memandanginya terus menerus sambil makan.


Ketika Naura tersadar bahwa dirinya sedang memandangi, dia menarik kembali pandangannya lalu mengamberinya sayur lagi. "Pasti sangat lelah bekerja seharian. Kamu makanlah lebih banyak lagi."


'Samuel' makan tanpa mengeluarkan suara. Benar-benar diam tidak bicara.


Naura tau bahwa bagian paling indah dari tubuhnya adalah matanya. Evelyn pernah berkata bahwa ketika dia fokus pada seseorang, seperti orang yang telanjang sedang menggoda.😆


*M*enggunakan identitas 'adik sepupu' untuk menggodaku, sepertinya sangat senang menggoda?!


Jika istri sendiri benar-benar jatuh cinta pada 'adik sepupu', lalu mau mengkhianatinya dan tidak tau apakah dia masih tetap bisa senang?


Namun, 'Samuel' memiliki konsentrasi yang cukup bagus.


Biasanya, ada kerjaan atau tidak, akan menggoda dirinya, mencium dirinya, dan sekarang dirinya mengambil inisiatif untuk balik menyerang. Tetapi sebaliknya, dia malah setenang gunung dan tidak ada sikap yang berlebihan pada dirinya.


Ini membuat Naura menjadi berkecil hati.😓


Sampai makan selesai, dengan perlahan 'Samuel' mengelap tangannya menggunakan handuk kecil dan bicara kepadanya. "Kakak ipar menatapku sepanjang waktu, apakah akhirnya pikiranmu sudah terbuka dan ingin bersamaku?"


"Iya." Naura menunggu kata-kata itu, kemudian melanjutkan dengan kata-kata yang baik. "Kamu begitu tampan dan kamu juga sangat baik padaku, bahkan jauh lebih baik daripada kakak sepupumu. Orang bodoh juga tau siapa yang harus dipilih. Waktu itu, aku begitu bodoh, tapi sekarang aku sudah menyadarinya."


Selesai bicara, Naura bangkit dan berjalan di belakang 'Samuel', menyandarkan kepala dan mencium pipinya, merasa bahwa seluruh tubuhnya kaku, dia mengaitkan bibirnya dan menghembuskan nafas ditelinganya. "Aku akan kembali ke kamar dulu, dan mandi...."


Naura sengaja menekan kata 'mandi' dan nadanya terdengar seperti undangan.


Naura tidak begitu pandai dalam hal semacam ini. Dia tidak bisa mengatakan sesuatu seperti "Malam ini aku tunggu kamu di kamar."


Ketika dia mengatakan itu, dia merasa bahwa tekanan udara disekitarnya tiba-tiba menjadi sangat rendah dan membuat seseorang merasa tercekik.


Naura kemudian dengan cepat menarik diri dan berjalan keluar. Ketika Naura berjalan ke pintu, dia memutarkan badan melihat untuk 'Samuel' dan menunjukkan pandangan yang ingin dia katakan.


'Samuel' tiba-tiba wajahnya berubah.


Begitu Naura meninggalkan ruang makan, dia dengan cepat berlari ke atas seperti sedang dikejar hantu dan kembali ke kamar.


Tutup pintu!


Dia bersandar di pintu, mengulurkan tangan dan menepuk dadanya.


Tidak heran kalau 'Samuel' suka menggodanya sebentar ketika tidak ada kerjaan, dan merangsang berlari!😂


Setelah merasa tenang, Naura dengan hati-hati mengunci pintu, baru pergi ke kamar mandi untuk mandi.


Dia tidak benar-benar ingin melakukan sesuatu dengan 'Samuel'.


Bagaimana jika dia adalah Aaron Daffa??😰

__ADS_1


...__________...


__ADS_2