Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#58


__ADS_3

Wajah Daniel berubah menjadi serius. "Kita hanya merasa iri dengan kalian yang sudah menikah."


Christian langsung menendang kaki Daniel karena sudah tidak tahan lagi. Dia merasa, kenapa tidak bisa sedikit dewasa? Kenapa setiap kali, mereka hanya bisa mengalah didepan Aaron?


Daniel seperti tidak merasakan sakit, kakinya tidak bergerak sama sekali.


Christian segera manariknya dengan paksa. "Ayo cepat pergi! Jangan membuat malu disini lagi!"


Mereka pun berjalan keluar. Sebelum sampai pintu, Christian menoleh kebelakang melihat Aaron. "Kami pergi dulu!" Serunya.


"Kalian pergi saja, nanti biar aku yang bayar!" Ucap Aaron karena suasana hatinya sedang merasa baik.


...


Sepulangnya dari perusahaan AD Entertainment Group, Aaron melihat dalam rumahnya yang terasa kosong, suasana hatinya yang tadinya baik pun dalam sekejap menghilang.


Aaron mengeluarkan ponsel dari saku jasnya kemudian menelpon Naura. Tapi, tidak diangkat sampai nada sambung terputus dengan sendirinya.


Bahkan, Aaron sudah menelepon dua kali, Naura masih tidak mengangkat panggilan telepon darinya.


Sengaja tidak diangkat atau telah terjadi sesuatu kepadanya?


Aaron berdiri termenung sejenak diruang tamu yang kosong, membuat bodyguard yang berdiri disampingnya merasa cemas dan tidak tahan untuk bertanya. "Tuan Muda, ada masalah apa?"


Melihat raut wajah Tuan Mudanya yang terlihat serius, sudah pasti telah terjadi sesuatu yang sangat besar.


Aaron tidak menjawab. Dia langsung berbalik dan pergi keluar.


Tapi, langkahnya terhenti seperti teringat sesuatu. Dia menoleh kearah bodyguard. "Kalau Nyonya pulang, langsung kabari aku!" Selesai bicara, dia melanjutkan langkahnya dan pergi dengan mengendarai mobilnya lagi.


Bodyguard tersebut terdiam. Mungkin, masalah besar itu karena Nyonya belum pulang?


...


Di tempat lain, Naura sedang jalan-jalan bersama teman-teman kerjanya.


Sebenarnya, sepulang kerja tadi dia ingin langsung pulang. Tapi, beberapa teman kerjanya yang tadi makan siang bersama mengira kalau Naura akan sendirian dirumah. Jadi, mereka mengajaknya pergi jalan-jalan.

__ADS_1


Dan sebenarnya, Naura juga merasa kalau dirinya tidak semenyedihkan ini. Anggap saja sepulang kerja, dia pulang kerumah, melihat didalam rumah yang terasa kosong. Setidaknya, itu juga rumah yang sangat mewah. Seribu kali lebih bagus dari rumah kontrakannya dulu.


Tapi, kebaikan dari teman-teman kerjanya ini sulit untuk dia tolak. Akhirnya, Naura ikut jalan-jalan bersama mereka.


Tapi, pikiran Naura terus saja teringat dengan 'Samuel', karena dia harus memasak untuknya. Lagipula, dia sendiri yang sudah menyetujuinya.


Naura juga tidak bisa berbuat apa-apa sekarang ini. Sejak masuk kedalam Mall, dia ditarik oleh teman-temannya untuk melihat dan mencoba ini itu hingga langit diluar sudah mulai gelap.


Naura pun mencari alasan. "Capek sekali. Ayo cari tempat untuk istirahat dulu."


Mereka pun mencari tempat duduk dan beristirahat.


Naura mengeluarkan ponsel dari tasnya. Dia baru melihat ada dua panggilan tak terjawan dari 'Samuel'.


Naura merasa kalau 'Samuel' biasanya sangat tidak sabaran sampai menelponnya dua kali dan sekarang ini, laki-laki itu pasti sedang sangat marah sekali.


Naura bangkit berdiri. "Maafkan aku, aku ada urusan harus pulang dulu. Terimakasih untuk hari ini ya? Lain waktu, aku akan traktir kalian makan."


Begitu keluar dari Mall, Naura berlari sampai ke Halte sambil menelpon 'Samuel'.


Telepon langsung diangkat. "Dimana kamu?"


Seketika, Naura merasa tengkuknya terasa agak merinding.


Dia mengulurkan tangannya dan meraba tengkuknya sendiri. "Aku masih diluar dan sebentar lagi pulang. Kalau kamu lapar, kamu pergi ke restoran dulu saja."


"Aku tanya kamu dimana?" Tanya Aaron mengulangi pertanyaannya lagi dengan nada marah dan tidak sabaran, membuat Naura terpaksa harus mengatakan dirinya sedang dimana saat ini.


Setelah Naura menyebutkan nama Mall yang didatanginya, Aaron langsung menutup panggilan teleponnya.


Sejak saat 'Samuel' melempar keluar blackcard di hadapannya, sekarang Naura tidak lagi berani membuat Tuan Muda ini marah.


Naura berbalik dan berjalan kembali ke pintu Mall untuk menunggu 'Samuel' datang.


Belum lama berdiri di depan pintu Mall, Naura sudah melihat mobil 'Samuel' datang.


Saat dia baru mau berjalan menghampiri, tiba-tiba terdengar ada suara yang memanggilnya dari belakang punggungnya. "Naura, kamu masih belum pulang juga?"

__ADS_1


Naura terpaku sejenak merasa terkejut. Dia menoleh ke belakang, ternyata teman-teman kerjanya yang tadi mengajak jalan-jalan sedang berjalan kearahnya.


"Iya, ini aku masih...."


Belum selesai bicara, 'Samuel' langsung memotong ucapannya. "Naura! Cepat naik ke mobil!"


Aaron menghentikan mobilnya tepat didepan Naura berdiri sambil menurunkan kaca jendela mobilnya menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi.


Beberapa teman kerja Naura langsung terbalalak memperlihatkan wajah keterkejutan mereka. (⊙o⊙)...?!


Habislah aku! Gumam Naura dalam hati.


Dia kembali menoleh menatap kearah 'Samuel' dengan senyum yang dipaksakan. "Meskipun umurku lebih muda darimu, tapi bagaimanapun juga kamu tetap adik iparku."


Aaron sedikit memiringkan kepalanya dan melihat ada teman-teman kerja Naura yang berdiri dibelakangnya. Dia seolah tidak peduli dan merasa sudah tidak sabar. "Cepat naik mobil!"


Naura merasa kalau dia mulai tidak sabaran lagi. Takut membuat masalah lagi, jadi dia pun segera menurutinya.


Naura menoleh kebelakang melihat teman-teman kerjanya. "Dia adik sepupu suamiku. Kebetulan lewat dan sekalian menjemputku. Aku pergi dulu ya." Ucapnya dan tidak mau berlama-lama lagi. Membuka pintu mobil dan langsung naik kedalam mobil.


Ketika 'Samuel' mulai melajukan mobilnya, Naura menatap ke kaca spion melihat ke belakang. Dia masih melihat teman-teman kerjanya berdiri disana sedang membicarakan sesuatu.


Naura menghela nafasnya lalu menoleh kearah 'Samuel'. "Cepat sekali sampainya? Apa tadi kamu sedang ada urusan didekat sini?" Tanyanya.


'Samuel' tidak menjawab dan tidak mempedulikannya.


Naura kembali memalingkan wajahnya menatap kearah kaca jendela mobil. Dia juga tidak ingin berbicara dengannya.


Sesampainya di rumah Aaron Daffa, Naura langsung masuk kedapur untuk memasak.


Dalam beberapa hari ini, Naura sudah bisa membuat makanan yang cocok dengan lidah 'Samuel'. Laki-laki itu suka makanan yang pedas.


Setelah mereka selesai makan, Naura langsung pergi lebih dulu dan kembali ke kamarnya untuk mandi membersihkan diri.


Selesai mandi dan memakai piyama, dia membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan melakukan video call dengan Evelyn.


Terlihat Evelyn memakai pakaian tradisional dan dibelakangnya juga terlihat ada sebuah bangunan kuno. Sepertinya, sahabatnya ini sedang syuting film.

__ADS_1


...__________...


__ADS_2