Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#86


__ADS_3

Selesai Naura bicara, suasana didalam mobil terasa sunyi dan aneh.


Naura melihat Ivan yang sedang menyetir didepan, kemudian menoleh kembali melihat 'Samuel', tidak tau apa yang sedang dipikirkannya, lalu Naura menepuk pundaknya. "Kamu belum memberitau aku apa makanan yang disukai kakak sepupu kamu!"


Aaron tersadar kembali, menoleh menatap Naura. Dia terdiam sejenak kemudian baru menjawab. "Dia tidak pilih-pilih makanan, apapun dimakan."


Sejujurnya, masakan Naura sangat enak. Sudah begitu banyak Aaron makan masakannya, merasa semua masakannya enak.


Naura merasa, 'Samuel' bicara atau tidak, sama saja!


'Samuel' kemudian terdiam, tidak bicara apa-apa lagi. Dia juga tidak tau apa yang sedang dipikirkan oleh Naura.


Setelah sampai di rumah, yang pertama dilakukan Naura adalah mencari Aaron.


Naura berlari menuju ke ruang kerja Aaron dan mengetuk pintunya. Tapi, setelah menunggu sekian lama, tetap tidak ada orang ang membukakan pintu maupun mendengar jawaban dari dalam.


Saat berjalan turun dari tangga, dia bertemu 'Samuel' dan dengan heran bertanya kepadanya. "Bukankah kalian mengatakan kalau Aaron ada di rumah? Aku baru saja mengetuk pintu ruang kerja, tapi tidak ada yang merespon."


Aaron pelan-pelan melihat ke arah lain, menghindari tatapan mata Naura. "Mungkin, dia sudah kembali ke kamar untuk beristirahat. Kesehatannya tidak terlalu baik, jadi cepat lelah."


Sekali berbohong, maka harus menutupi dengan kebohongan lainnya.


Dulu dia membohongi Naura, karena merasa kalau Naura lucu. jadi ingin menggodanya. Dan kalau tidak salah, dia pernah mendengar Naura membela Aaron.


Aaron dilahirkan di keluarga besar yang sangat kaya. Naura sudah mendengar berbagai macam cerita tentangnya. Apakah ucapan Naura tulus atau tidak, begitu Aaron melihatnya, Aaron langsung mengetahuinya.


Karena Aaron merasa ucapan Naura itu tulus, jadi membuat suasana hatinya menjadi kacau balau. Bahkan dia sendiri pun tidak tau perasaan apa yang dia rasakan.


"Oh." Naura menganggukkan kepala kemudian turun dari tangga.


Aaron melihat Naura masuk ke dapur, dia kemudian menelepon Christian dengan perasaan sedikit kesal. "Keluar, temani aku minum!"


"Aku mau......." Christian baru ingin menolak ajakan Aaron, tapi sebelum dia bicara, Aaron sudah langsung menutup teleponnya.


...


Di Bar Star Light.


Christian sambil menggoyangkan gelas berisi wine-nya bertanya pada Aaron. "Coba ceritakan, ada masalah apa yang mengganggumu sampai pagi-pagi begini kamu mengajakku minum?"

__ADS_1


Aaron tidak menjawab, tetap diam menuangkan wine ke dalam gelasnya sendiri.


Melihat dia seperti ini, Christian merasa mungkin masalah yang terjadi pada Aaron sedikit serius. Dia pun tidak becanda lagi dan kembali bertanya. "Katakan, kamu ada masalah apa?"


Akhirnya, Aaron menoleh dan menatapnya. Tapi, setelah beberapa saat menatap Christian, Aaron kembali mengalihkan pandangannya dan bicara dengan datar. "Kalau aku cerita, kamu juga tidak mengerti."


"......." Kalai begitu, untuk apa kamu mengajakku bertemu?! Batin Christian dengan sedikit kesal.


...


Saat Naura selesai memasak, bodyguard memberitaunya kalau Aaron dan 'Samuel' pergi bersama.


Naura hanya bisa makan sendirian.


Baru saja mengambil garpu, ponselnya berdering.


Naura mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan melihat, ternyata Merlin yang menelepon.


Dia pun mengangkat teleponnya dan menekan loudspeaker. "Halo?" Nada suara Naura sangat datar.


Awalnya, Naura mendengar ada suara ribut yang menyakitkan telinga dari seberang telepon. Kemudian terdengar suara jeritan seorang wanita yang minta tolong. "Naura, tolong aku......."


Di seberang sana terdengar suara jeritan Merlin. Terdengar juga suara tangisan.


"Naura, aku memang tidak baik. Bagaimana pun juga, aku tetap ibumu. Kamu harus menolong ibu......."


Naura belum sempat bicara, telepon Merlin sudah direbut orang lain. Kali ini terdengar suara seorang laki-laki.


"Kamu putri wanita ini? Kamu dengar baik-baik! Siapkan uang lima puluh miliar untuk kami! Kalau tidak....." Tiba-tiba suara laki-laki itu terdengar sangat kejam. "Kami akan membunuhnya!"


Awalnya, Naura merasa terkejut. Kemudian, dia berkata dengan dingin. "Aku tidak punya uang! Kalau kalian mau uang, cari saja Fajar Affandi di Perusahaan Affandi!"


Merlin disandera orang?


Lima puluh miliar bukanlah angka yang kecil!


Kalau dari awal si penyandera mengincar Merlin, seharusnya saat ini yang ditelepon adalah Fajar itu baru benar. Bagaimana bisa menelepon Naura?


"Hmmm, tapi kamu Nyonya Ardinata, mana mungkin tidak punya uang? Ini lelucon! Aku beri kamu waktu dua jam untuk menyiapkan uangnya! Setelah dua jam, aku akan menghubungimu lagi! Tidak boleh lapor polisi! Kalau tidak, aku akan membunuhnya!"

__ADS_1


Selesai bicara, laki-laki itu langsung memutuskan teleponnya.


Sebelum laki-laki itu memutuskan telepon, Naura mendengar jeritan Merlin sekali lagi.


Naura memegang ponselnya dengan sangat erat. Perlahan, raut wajahnya berubah.


Biar bagaimanapun keterlaluannya, Merlin tetap ibu kandungnya. Naura tidak mungkin membiarkan Merlin terkena masalah dan tidak mempedulikannya.


Naura kemudian menelpon Fajar sambil berjalan keluar. Tapi, teleponnya tidak diangkat.


Hati Naura menjadi cemas. Dia langsung lari keluar, naik taksi pergi ke rumah keluarga Affandi.


Karena sudah sekian lama Naura tidak kembali dan tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di rumah keluarga Affandi, begitu dia sampai di pintu rumah, dia dihalangi oleh pelayan.


"Nona mencari siapa?" Tanya pelayan itu.


Naura menatapnya dengan dingin. "Aku Naura!"


"Nona ketiga?" Pelayan itu menatap dengan tidak percaya. Tapi, setelah dilihat dengan teliti, bisa dipastikan kalau wajah wanita yang berdiri dihadapannya ini memang sangat mirip dengan Nyonya Merlin.


Pelayan itu akhirnya tidak berani menghalanginya lagi.


Naura berjalan masuk ke dalam sambil bertanya. "Dimana ayahku dan Marsha?"


"Tuan dan Nona kedua sedang makan." Jawabnya, kemudian pelayan itu bertanya. "Apa Nona sudah makan?"


Begitu Naura mendengarnya, dia tidak ada niat untuk mempedulikannya. Dalam hatinya sangat marah!


Anggap orang biasa yang kehilangan seekor anjing, orang itu juga pasti akan mencarinya! Apalagi sekarang ini, Merlin juga sedang disandera oleh orang!


Naura masih mengenal rumah Affandi. Dia langsung berjalan menuju ruang makan.


"Yah, cumi ini sangat enak, ayah coba ya?"


"Rasanya lebih enak dari biasanya....."


Saat Naura masuk, Fajar dan Marsha sedang makan bersama dengan gembira.


...__________...

__ADS_1


__ADS_2