Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#185


__ADS_3

Ternyata benar, begitu sampai di rumah, Aaron langsung menuju ruang kerjanya.


Sedangkan Naura kembali ke kamar, berencana menulis naskah. Tapi saat menulis dia tidak bisa menahan untuk tidak membuka sosial media. Dia membuka sosial medianya apakah ada berita buruk mengenai AD Entertainment.


Topik paling awal masih seputar Kairav Robinson dan Naura, dan komentar yang memaki AD Entertainment tidak banyak. Tapi sudah ada tanda-tanda akan ada orang yang membuka sejarah gelap AD Entertainment.


Naura dulu juga pernah mencari tahu informasi mengenai AD Entertainment. Ada beberapa info buruk, tapi karena terlalu kecil, tidak terlalu mempengaruhi reputasi AD Entertainment. Kalau dibandingkan dengan perusahaan besar lainnya, reputasi AD Entertainment termasuk masih bersih.


Naura tidak tenang, dia kemudian membawa laptopnya ke ruang kerja Aaron.


Dia berdiri di depan pintu ruang kerja Aaron, lalu mengetuk pintu dengan pelan, kemudian perlahan membuka pintunya dan masuk ke dalam. "Aku masuk apa aku akan mengganggu kamu?"


Satu tangannya memegang laptop, satu tangan lainnya memegang pintu. Setengah badannya masuk ke dalam. Sikapnya yang sangat sopan dan berhati-hati, membuat Aaron tertawa.


"Mungkin bisa menggangguku." Aaron berkata dengan sedikit menahan tawanya.


Naura hanya menatapnya.


Setelah sampai rumah, Aaron langsung pergi ke ruang kerjanya. Naura mengira, mungkin dalam hati Aaron merasa cemas dengan pemberitaan di internet. Naura merasa benar-benar takut akan mengganggu Aaron, tapi tidak disangka pria itu masih ada niat menggodanya.


Naura menutup pintunya dan melangkah masuk dengan membawa laptopnya berjalan mengitari meja kerja menuju ke belakang meja. Tatapan Naura jatuh pada layar laptop Aaron.


Aaron juga sedang melihat sosial media, membuka halaman situs lainnya. Judul halamannya tertulis "Perencanaan Hubungan Masyarakat Yang Sukses" , "AD Entertainment Yang Tidak Diketahui Orang..." , "Mengejutkan! Bos Dunia Hiburan..." , beberapa judul semacam ini membuat Naura penasaran.


Naura pun bertanya pada Aaron. "Apa yang sedang kamu lakukan ini?"


"Menurutmu apa yang sedang aku lakukan, itu yang sedang aku lakukan." Aaron menutup halaman situs yang sudah dibaca, lalu menarik Naura ke dalam dekapannya.


Naura: "..."


Mungkin dia benar-benar terlalu polos. Jadi, baru bisa merasa masalah kecil seperti ini bisa membuat Aaron pusing.


Naura mendorong Aaron dan berkata. "Masalah ini sebenarnya mudah untuk diselesaikan, kamu akui hubunganmu dengan kakak sepupu, atau aku dan kakak sepupu memberi klarifikasi sudah cukup. Tidak perlu terlalu repot."


"Tidak bisa." Aaron menggelengkan kepala. "Nanti mereka akan kembali menyerang kakak sepupu, atau menyerang kamu. Atau seperti yang kamu katakan, bisa dengan mudah menyelesaikan masalah ini, tapi mungkin setelahnya akan ada masalah lain yang tidak akan ada habisnya.

__ADS_1


Naura terdiam dan tidak bicara lagi. Dalam hati, sebenarnya merasa hal-hal ini bukan apa-apa.


Kairav Robinson adalah aktor, seorang publik figur, hidup dalam perhatian masyarakat luas. Karena pengaruh opini publik, jadi harus menanggung tanggung jawab. Ini adalah hal yang wajar.


Sedangkan Naura saat ini hanyalah orang biasa, bukan artis juga bukan orang yang bergerak di dunia hiburan. Orang-orang itu meskipun penasaran terhadapnya, membahas sebentar dengan cepat juga akan berlalu dengan sendirinya.


Jelas-jelas ada cara yang lebih mudah, tapi Aaron malah memilih cara yang lebih rumit untuk menyelesaikan masalah ini.


Aaron hanya tidak ingin Kairav Robinson dan Naura terlibat. Bisa dikatakan, Aaron begitu melindunginya.


Di kehidupan sehari-hari, Aaron adalah seorang pria yang dingin. Saat dia baik terhadap seseorang, dia juga tidak banyak bicara, jadi mudah diabaikan orang.


Aaron yang seperti ini, bagaimana bisa membuat Naura tidak tergerak hatinya?


Naura menatapnya, lalu mengecup bibirnya dan berkata, "Beri aku apresiasi."


Setelah mengecup bibir Aaron, Naura merasa sedikit menyesal.


Dia duduk di atas paha Aaron, dan respon tubuhnya, tentu saja Naura bisa merasakan. "Kamu..."


Wajah Naura memerah, dia berdiri dari pangkuannya dan menginjak kakinya. "Tidak tahu malu!"


Aaron sama sekali tidak marah, dia mengalihkan pandangannya ke layar komputer, membuka satu dokumen kosong, sepertinya sedang bersiap menulis sesuatu.


Naura menebak, mungkin dia mau menulis draft Hubungan Masyarakat.


Naura juga tidak mengganggunya. Dia membawa laptopnya berjalan sampai ke sofa dan duduk di sana. Dia meletakkan laptop di atas kakinya, perlahan mulai menulis naskah.


Yang sedikit mengejutkan adalah, saat di kamar hatinya terus tidak tenang. Setelah sampai di sini, tiba-tiba berubah menjadi tenang, pikirannya juga menjadi sangat jernih. Bahkan ide untuk menulis naskah juga muncul dengan cepat.


Sampai dia selesai menulis naskah, baru menyadari sudah hampir jam enam petang.


Begitu mengangkat kepala, dia melihat Aaron masih duduk di belakang meja kerjanya menulis sesuatu. Sepertinya sedang menulis dan menghapus sesuatu, tampak sangat serius.


Aaron mengambil mouse tidak tahu melakukan apa, kemudian berdiri. "Sudah larut, ayo turun untuk makan!"

__ADS_1


Naura meletakkan laptopnya dan berjalan menghampiri. Dengan sedikit penasaran bertanya, "Kamu sejak siang tadi sibuk menulis, memangnya apa yang kamu tulis?"


"Kamu sendiri menulis apa?" Aaron melirik sebentar ke arah laptopnya.


"Aku menulis skrip film.".


"Coba tunjukkan ke aku."


"Tidak..." Naura bisa berdiskusi naskah film yang ditulisnya dengan Evelyn, tapi jika menunjukkan ke Aaron, entah kenapa rasanya sedikit...memalukan.


Aaron sepertinya juga bukan benar-benar ingin melihat. "Kalau begitu, ayo pergi makan!"


Bukannya tidak ingin membiarkan Naura tahu apa yang dia tulis? Harus berputar sejauh ini, membuat jadi sangat rumit.


Naura berjalan di depan menuruni tangga, sedangkan Aaron berjalan di belakangnya, melangkahkan kaki dengan pelan, lalu mengambil ponsel dari saku jasnya dan menelepon Christian. "Aku mengunggah postingan di media sosial, kamu bagikan juga."


"Hah? Media sosial kamu yang lalu juga menggunakan akunku memberikan komentar?" Perhatian Christian tidak pada tempatnya


Selesai dia bicara, dia merasakan aura yang sangat dingin dari seberang telepon. Tidak berbentuk, tidak bersuara, tapi membuat punggungnya merinding. Dengan cepat, dia pun kembali bicara. "Baik baik baik! Kamu kirimkan namanya padaku, aku follow kamu dulu, baru nanti aku bagikan."


"Setelah dibagikan, minta Departemen Hubungan Masyarakat berhenti dulu. Malam nanti baru lanjutkan lagi." Selesai Aaron berbicara, dia langsung menutup telepon, dan mengirim ID media sosialnya ke Christian.


Christian mencari ID Aaron, saat melihat postingannya yang panjang itu, dirinya terpaku dan terus menerus berkata "Sial", kemudian membagikan postingan tersebut ke akunnya.


Saat makan, Naura mengambil ponselnya dan membuka media sosialnya, mengikuti perkembangan masalah yang sedang ramai diperbincangkan.


Namun, ponselnya diambil oleh Aaron. Dengan dingin Aaron berkata, "Makan."


Naura hanya bisa patuh makan dengan baik dan kembali mengambil ponselnya.


Wechatnya dipenuhi dengan pesan dari Evelyn, tapi dia tidak buru-buru melihat melainkan membuka sosial medianya.


Topik pencarian teratas di sosial medianya sedikit aneh.


"Pendiri AD Entertainment adalah YX ?"

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2