
Kairav baru saja selesai makan ketika asisten pribadinya masuk. Asisten itu berbisik di telinganya. "Aku baru saja melihat Tuan Muda Ardinata datang."
Yang dimaksud Tuan Muda Ardinata oleh asisten pribadi Kairav adalah Aaron Daffa.
Kairav pun berdiri dan melangkah keluar. "Kalau begitu aku kesana untuk menyapanya."
Sesampainya didepan pintu ruangan Aaron, Kairav mendorong pintunya masuk dan melihat Aaron.
Saat dia baru saja ingin membuka mulutnya untuk menyapa, tiba-tiba tatapan matanya melihat kearah lain. Dia melihat Naura.
Aaron juga tidak menyangka kalau Kairav bisa ada disini. Awalnya, Aaron diam-diam menatap ke arah Naura yang sedang menundukkan wajahnya bermain ponsel dengan Evelyn.
Kemudian dia menoleh kearah Kairav. "Apakah Kairav Robinson makan malam di sini juga?"
Setelah berbicara, otak Aaron dengan cepat memikirkan perkataan Naura tadi yang mengatakan "Kenapa kamu juga ada disini?" Raut wajah Aaron menjadi sedikit berubah.
Mendengar Aaron bicara, Naura dengan cepat mengangkat kepalanya dan melihat ada Kairav yang masih berdiri di pintu.
Kairav menjawab ucapan Aaron dengan tersenyum. "Ada yang memberitahuku kalau Christian juga ada disini. Jadi, aku mampir kesini untuk menyapanya."
Kairav Robinson adalah artis yang dikontrak oleh AD Entertainment, ini bukan suatu rahasia. Jadi, wajar saja kalau dia berkata seperti ini.
Suasana didalam ruangan mendadak berubah, ada kecanggungan. "O-oh iya, kamu ada disini juga rupanya...." Ucap Christian.
"Iya. Masih ada teman lain yang menunggu, aku duluan ya?"
Sebelum Kairav pergi, dia menatap ke arah Aaron dan Naura.
Naura merasa kalau Kairav menatap 'Samuel'.
Tapi, Aaron merasa kalau Kairav menatap Naura.
Wajah mereka berdua pun berubah menjadi aneh. Alis mereka mengerut kemudian mereka saling bertatap muka, tapi dengan cepat juga mereka memalingkan muka.
Baru saja ada Kairav Robinson!" Ucap Evelyn sambil memotretnya juga memotret Naura. "Naura! Baru saja ada Kairav, kenapa kamu tadi tidak minta foto bersama dengannya?"
Christian menyipitkan matanya dan menyahut ucapan Evelyn. "Naura, kalau kamu mau minta foto dengan Kairav Robinson, kamu bisa mencariku di kantor."
Seperti kata pepatah : Kalau kamu ingin mendekati seorang wanita, kamu boleh mendekati teman yang ada didekatnya dulu.
Dan Naura adalah teman baik Evelyn.
Mendengar ini, Aaron menatap dingin pada Christian. "Saat makan juga tidak bisa membuat diam mulutmu?"
__ADS_1
Christian kebingungan. Apa ada kata-katanya yang salah? Kenapa Aaron terlihat marah? Bukankah baru saja, Naura menghabiskan uangnya, dia terlihat senang?
Awalnya, suasana didalam ruangan terasa hangat. Tapi, karena tiba-tiba muncul Kairav Robinson, sekarang suasana beruba menjadi terasa aneh.
Bahkan sampai Naura pergi meninggalkan restoran Star Light, Naura masih merasa aneh.
Saat diperjalanan pulang, Naura bertanya pada 'Samuel'. "Bukankah, kamu juga mengenal Kairav?"
Kalau tidak, kenapa saat masuk tadi, 'Samuel' langsung menatap dan bicara kepadanya?
Aaron merasa kesal dan dia menjawab Naura dengan dingin. "Apa urusannya denganmu?"
Kenapa dia emosi? Aku kan bertanya baik-baik. Kalau tidak mau bicara ya tidak perlu bicara. Kenapaa harus dingin seperti itu?!
Hidup dibawah atap yang sama, Naura juga ingin memiliki hubungan yang baik dengannya.
Sampai di rumah, Naura sama sekali tidak bicara sepatah katapun.
Begitu Naura masuk, dia bertanya kepada bodyguard. "Apa Tuan ada dirumah?"
Bodyguard itu sudah menyiapkan jawaban lebih dulu. "Tuan Muda sudah tidur."
"Oh." Ucap Naura sambil menganggukkan kapala kemudian pergi ke lantai atas.
Naura berpikir, lebih kirim pesan saja ke Aaron.
Aaron dengan raut wajahnya yang dingin masuk kedalam ruang kerjanya dan menerima pesan dari Naura.
Naura masih bisa memberi laporan kepadanya? Makin lama, makin membuat Aaron senang.
Walaupun didalam hatinya berpikir seperti ini, tapi dia tetap saja memasang wajah yang serius. Tidak bisa menenangkan dirinya.
Setelah membaca pesan dari Naura, dia membalasnya. ["Iya."]
Baru saja pesan dikirim, ponselnya berdering. Ada panggilan masuk dari Kairav.
Aaron menatap layar ponselnya beberapa saat, baru kemudian mengangkatnya.
"Aaron?"
Suara Kairav sangat lembut, tidak berbeda dari biasanya.
Dalam ingatan Aaron, Kairav adalah seorang kakak yang bisa mengendalikan emosinya.
__ADS_1
Tapi, Aaron juga tak segan bertanya kepadanya. "Apa kakak pernah bertemu dengan Naura?"
Kairav terdiam sejenak. Dia menjawab dengan lugas. "Sebelumnya, kebetulan pernah bertemu sekali."
"Dia itu Naura!" Ucap Aaron semakin dingin.
Tiba-tiba suara Kairav berubah menjadi lebih lembut. "Aku tau, dia Naura istri barumu."
Aaron mengerutkan alisnya dan diam tidak bicara lagi kemudian langsung menutup teleponnya.
...
Keesokan paginya, Naura bangun kemudian menyuapkan sarapan. Dia melihat 'Samuel' turun dari tangga, dia tidak bisa menahan pikirannya teringat kejadian kemarin.
Naura sambil membawa sarapannya sambil mencuri pandang ke 'Samuel'.
Aaron yang sedang melihat ponselnya, mengambil gelas dan meneguk air tiba-tiba bertanya. "Kenapa diam-diam menatap aku?"
Naura menaikkan alisnya menatap dia. "Melihat wajahmu sedikit pucat, mau tidak aku buatkan sup daging sapu untuk menambah stamina?"
Mendengar itu, Aaron menghentikan gerakan tangannya. Dia mengangkat wajahnya dan menatap Naura dengan tersenyum. Arti senyumannya tidak jelas. "Di rumah ini hanya ada kamu seorang wanita. Apa tujuan kamu membuatkan aku sup untuk menambah stamina?"
Naura menatap dia sejenak, kemudian berbalik dan masuk ke dapur.
Mengenai trik ini, dia bukanlah lawan 'Samuel'.
Akhirnya mereka berpisah dengan tidak senang hati.
Seperti biasa, Ivan mengantar Naura sampai ke perusahaan Affandi.
Di dalam mobil, Naura merasa tidak tahan ingin bertanya. "Ivan, apa Tuan Muda kalian selalu seperti ini? Tidak bertemu dengan orang lain?"
Ivan teringat Aaron yang setiap hari berkeliaran, dia pun segera menjawab. "Benar."
"Apakah dia pernah periksa ke dokter?" Tanya Naura, tapi dengan cepat dia menyadari kalau pertanyaannya ini akan membuat orang salah paham. Dia pun segera menjelaskan kembali. "Maksudku, dia tidak mungkin seumur hidup tidak bertemu dengan orang lain kan? Dia harus hidup seperti orang normal."
Aaron yang sedang dibicarakan harus hidup seperti orang normal ini, saat ini menelpon Ivan.
"Maaf, aku angkat telepon dulu." Ucap Ivan kemudian langsung mengangkat telepon.
"Awasi Naura!"
Suara Aaron terdengar sangat serius.
__ADS_1
Perintah Aaron ini sedikit aneh. Tapi, Ivan tidak banyak bertanya dan menjawab. "Baik."
...__________...