Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#115


__ADS_3

Begitu berita tentang Christian muncul, warganet yang suka menggosip mulai ramai membicarakan.


Di akun media sosial Christian dipenuhi banyak sekali komentar.


"Direktur AD Entertainment memang hebat selain dalam urusan karier, sekarang ini juga hebat dalam percintaan……"


"Kalau memang hebat, kenapa tidak pernah mengakui siapa pacar yang sebenarnya?"


"Sering berganti pasangan, apa tidak takut sakit?"


"Direktur Christian Raymond, bagaimana untuk bisa bergabung dengan AD Entertainment?"


"Aneh, ternyata kali ini bukan artis wanita."


"Kalian semua berkumpul disini apa ingin meramaikan suasana? Apa kalian lupa masalah pabrik Perusahaan Affandi? Sekalian saja tambahkan topik [Pabrik Gelap Perusahaan Affandi]."


Komentan di atas diikuti dengan banyak sekali balasan.


"Aku rasa ini masuk akal."


"Jadi, apa Bos dari AD Entertainment sedang membantu orang lain menanggung beban?"


"Kalau memang benar seperti itu, Perusahaan Affandi benar-benar rendahan sekali!"


"Direkrut Christian Raymond yang malang."


"……"


Naura melihat komentar-komentar ini, melihat ke urutan topik utama, ternyata topik mengenai Pabrik Perusahaan Affandi sudah tidak ada lagi.


Naura men-screenshot komentar-komentar itu dan mengirimkannya ke Evelyn, kemudian dia mengirimi lagi pesan chat. ["Kalau kamu benar-benar peduli, kenapa kamu tidak mendengarkan dulu penjelasan dari Christian?"]


Meskipun Naura tidak terlalu mengenal Christian, tapi Naura sangat mengenal Evelyn.


Evelyn lebih tua dua tahun darinya. Naura mengenal Evelyn sejak SMA sampai sekarang. Mereka bersahabat sudah enam tahun lamanya.


Selama enam tahun ini, yang mengejar Evelyn banyak sekali. Saking banyaknya sampai tidak bisa dihitung. Diantaranya adalah laki-laki yang memiliki latar belakang keluarga yang baik, ekonomi keluarga yang baik dan juga karakter yang baik.


Tapi Evelyn sama sekali tidak pernah tersentuh oleh salah satu dari mereka.

__ADS_1


Dulu Naura masih tidak terlalu mengerti, tapi kemudian setelah melihat tatapan Evelyn terhadap Christian, akhirnya Naura bisa mengerti.


Kalau di dalam hati seseorang sudah ada yang menempati, meskipun ada orang lain yang lebih baik, tetap saja orang itu tidak akan bisa masuk ke dalam hatinya.


["Dengar penjelasan apa dari laki-laki buaya darat itu?"] Meski Evelyn masih memaki Christian, tapi melihat dari kata-katanya, sepertinya Evelyn sudah mulai melembut.



Saat jam pulang kerja, Ivan kembali datang untuk menjemput Naura.


Samuel juga ada di dalam mobil. Ivan mungkin terlebih dahulu menjemput Samuel, baru kemudian menjemput Naura.


"Kak Naura." Samuel menyapanya sambil sekilas melihat dia, tapi kemudian langsung membenamkan kepalanya lagi mencari sesuatu didalam tasnya.


Samuel mengeluarkan buku catatan dari dalam tas lalu membuka kalkulator dari ponselnya dan mulai menghitung sesuatu.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Naura dengan sedikit penasaran dan menoleh melihat dia, melihat buku catatan yang dia ambil adalah buku PR murid SD.


Samuel segera memasukkan kembali buku catatan itu kedalam tasnya, lalu berkata kepada Naura dengan misterius. "Kamu jangan beritau kakak sepupuku."


"Beritau apa ke kakak sepupumu?" Naura bertanya lagi. "Untuk apa kamu membawa buku PR murid SD?"


"……" Masih bisa cari uang dengan cara seperti ini?


"Apa kamu sangat kekurangan uang?"


"Kakak sepupu memotong uang jajanku. Aku tidak punya uang untuk bermain game." Ucap Samuel dengan raut wajah sedih.


Kemudian dia dengan wajah kebingungan bertanya pada Naura. "Sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan kakak sepupu? Meskipun aku tau ada hal rumit diantara kalian berdua, tapi sampai sekarang aku tidak tau sebenarnya apa yang terjadi pada kalian. Lagipula aku terus merasa kalau kakak sepupu sangat membenci aku. Padahal dulu meskipun dia sangat tegas terhadapku, dia tetap tidak akan memotong uang jajanku."


Hehe! Bukannya karena kemunculan Samuel, membuat rencana Aaron menjadi berantakan dan menggagalkan kebohongannya?


Mungkin Naura harus berterimakasih pada Samuel. Kalau tidak, sampai sekarang Naura mungkin tidak akan tau kebenarannya.


Tapi, urusan orang dewasa seperti ini, tidak perlu memberitau Samuel.


Naura menepuk pundak Samuel. "Kalau memang kamu kekurangan uang, kamu bisa minta ke aku……"


Samuel melambaikan tangan dengan raut wajah yang meremehkan. "Kamu juga tidak menghasilkan banyak uang."

__ADS_1


"……"


Naura melirik ke dalam tas Samuel yang dipenuhi buku catatan PR murid SD yang tebal-tebal. Kira-kira ada sepuluh buku. Bisa dikatakan, dalam sehari Samuel bisa menghasilkan uang sebanyak 2 juta?


Kalau dibandingkan seperti ini, Naura memang tidak bisa menghasilkan uang sebanyak Samuel.


"Apa murid SD sekarang uangnya banyak sekali?" Yang benar saja, membantu mengerjakan PR bisa memberikan uang 200 ribu?


Samuel menganggukkan kepala. "Belakang sekolahku adalah sekolah SD elit.


Naura: "……"


Kemiskinan membatasi pemikirannya.



Sesampainya dirumah, Samuel langsung naik dan masuk ke kamarnya sendiri. Mulai mengerjakan pekerjaan mencari uang.


Sedangkan Naura kembali ke kamar melanjutkan menulis naskah. Samuel yang masih kecil saja bisa mencari cara untuk mencari uang, dirinya juga tidak boleh menyia-nyiakan kemampuan yang dimilikinya.


Akhir-akhir ini, Naura menulis satu naskah tentang cerita misteri. Evelyn menunggu sampai dia selesai menulis, setelah itu membantu dia menghubungi sutradara dan perusahaan film untuk menanyakan apakah mau membeli naskah yang dia tulis.


Naura tidak akan bertahan lama di perusahaan Affandi.


Baru menulis sebentar, Naura tidak ada inspirasi lagi. Bangkit berdiri dan keluar kamar.


Tidak tau sejak kapan Aaron kembali, dia sedang bersama Christian di ruang tamu membicarakan sesuatu.


Naura tidak memiliki kebiasaan menguping pembicaraan orang lain. Dia membalikkan badan dan ingin kembali ke kamar. Tapi kemudian secara tidak sengaja mendengar "Perusahaan Affandi" dua kata itu.


Seketika Naura menghentikan langkahnya, berbalik dan bejalan kembali dengan langkah pelan mendekat, mendengar Christian bicara dengan sangat marah.


"Keluarga Affandi semuanya memang gila! Di saat seperti ini tidak menyelesaikan masalah, tapi malah membayar orang untuk menarik aku masuk ke dalam masalah mereka dan sengaja ingin mengalihkan perhatian semua orang dengan menjadikan aku sebagai tameng mereka?! Otak mereka memang bermasalah! Kamu jangan halangi aku, aku mau membunuh mereka semua!"


"Oh." Aaron menanggapi dengan datar. "Istriku juga berasal dari keluarga Affandi."


"……" Rasa antusias Christian mendadak hilang.


Dia kemudian berdehem. "Anggota keluarga Affandi kecuali istrimu, semua otaknya bermasalah."

__ADS_1


...__________...


__ADS_2