Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#160


__ADS_3

Daniel merasa sedikit kesal. Moment dimana dia pikir tiga pria bisa minum dan mengobrol, sekarang menjadi moment dimana dirinya dan Christian menjadi jomblo menyedihkan yang menyaksikan kemesraan Aaron dan Naura.


"Apa kamu mau makan ini?"


"Bagaimana dengan ini?"


Aaron memutar meja dan setiap hidangan dipindahkan ke depan Naura. Bahkan dia menanyakan semuanya kepada Naura.


Naura tidak tau, kegilaan apa yang terjadi kepada Aaron hari ini. Apalagi, ada Christian dan Daniel disana. Akhirnya, dia terpaksa makan banyak dengan kesal. Dan ketika dia makan, ketiga pria itu minum bir. Bahkan sudah ada beberapa botol bir kosong diatas meja.


Christian menangis dibahu Daniel, terlihat bukan seperti seorang pria.


Daniel merasa jijik dan ingin mendorong Christian pergi. Namun, ketika dia berkelahi dengan Christian, dia tidak bisa menang melawan Christian. Kekuatan Daniel tidak sebesar Christian, otomatis dia tidak bisa mendorong Christian dan hanya bisa mengalah, membiarkannya menangis dibahunya.


Naura ingin membuat dirinya terlihat tenang, tetapi dia terlalu terkejut dan tidak bisa menyembunyikannya.


"Aku tidak tau apa salahku...."


"Tidak, aku memang sudah melakukan sesuatu yang salah, tetapi tidak seserius itu...."


Christian berkata sambil menangis.


Setelah yang awalnya dia kaget, Naura tiba-tiba merasa sedih.


Pada saat ini, tiba-tiba bahunya terasa berat. Dia menoleh dan menyadari bahwa Aaron tidak tau kapan sudah bersandar di bahunya dengan mata yang sedikit tertutup.


"Kamu...mabuk?" Naura mendorong Aaron tetapi tidak ada reaksi dari pria tampan itu.


Dia dan Daniel saling bertatapan, dan mereka bisa melihat ketidakberdayaan dari tatapan mata masing-masing.


……


Dengan usaha keras, dia baru bisa membawa Aaron ke mobil.


Karena, ketika Aaron mabuk, selain Naura, Aaron tidak membiarkan orang lain menyentuhnya.


Sedangkan Christian mabuk seperti seekor babi yang mati. Dia langsung digotong ke dalam mobil.


Daniel menutupi pintu mobil, dan berjalan ke arah jendela mobil Aaron dan Naura. "Apa kamu bisa?"


"Ada pengawal di rumah." Jika dirinya tidak bisa menyeret Aaron, dirinya bisa meminta pengawal untuk membantunya.


Daniel hanya mengangkat alisnya dan tidak mengatakan apa-apa.


Naura tertegun sejenak dan kemudian berkata, "Kalau tidak, buat dia pingsan kemudian meminta pengawal untuk mengangkatnya."

__ADS_1


Tidak tau apa yang terjadi kepada Aaron. Ketika dia mabuk, dia tidak ingin membiarkan orang lain menyentuhnya dan hanya membiarkan Naura yang menyentuhnya.


Huh, aku curiga kalau dia hanya pura-pura mabuk saja.


Naura merasakan perubahan tatapan mata Daniel. Jika dia tidak salah mengartikannya, tatapan mata Daniel menunjukkan rasa kekaguman.


Kalau tidak, apa yang bisa Naura lakukan? Dia tidak bisa menggendongnya.


Naura membawa Aaron pulang ke rumah.


Aaron yang sudah mabuk, dia sangat diam. Matanya sedikit tertutup, dia membiarkan Naura membantunya berjalan masuk.


Meskipun Naura merasa agak sulit membopongnya, dia masih berusaha menyeretnya naik ke atas.


Naura juga tidak begitu mengerti, mengapa dirinya tidak meminta pengawal untuk membantunya?


Naura melemparkan Aaron ke atas tempat tidur, lalu pergi ke kamar mandi dan mengambil handuk basah untuk menyeka wajah tampannya.


Karena ketika dia berada di Star Light, dia menolak untuk dibantu oleh pelayan.


Kemeja yang dipakainya sudah tampak kusut, kancing kemejanya sudah terbuka tiga biji. Matanya yang mengangguk terlihat tidak terlalu dingin dan tidak terlalu berbahaya seperti biasanya.


Naura mengambil nafas dalam-dalam dan menyeka wajah tampan pria itu dengan handuk.


Tepat ketika dia mengulurkan tangannya, tiba-tiba Aaron membuka matanya.


Tatapan Aaron tampak agak kosong, tiba-tiba dia berbalik dan duduk ditempat tidur. Dia terus menatap Naura.


"....kamu, sudah sadar?" Naura bertanya dengan gugup.


Aaron langsung memeluknya dan berkata dengan lembut. "Bu..."


Tangan Naura gemetar membuat handung yang digenggamnya jatuh ditempat tidur.


Handuk itu basah dan akan membasahi sprei. Dia bergegas mengambil handuk itu dan menyingkirkannya.


Setelah Aaron memeluknya, Naura berhenti bergerak. Dia juga tidak berani bergerak, karena Aaron yang seperti itu sedikit....lembut dan menakutkan.


Setelah beberapa saat, Naura merasa sekujur tubuhnya kaku. Dia mencoba memanggilnya. "Aaron...?"


Aaron tidak menanggapinya.


Naura mencoba mengulurkan tangan dan mendorongnya.


Akibatnya setelah dia bergerak, Aaron seperti robot yang diaktifkan. Dia langsung mengeratkan pelukannya dan terus memanggilnya "Ibu."

__ADS_1


Naura: "......"


Setelah beberapa saat, Naura mengulurkan tangan dan menepuk-nepuk punggung Aaron. Dia berkata dengan suara gemetaran. "Kamu lepaskan dulu, ibu akan membantumu mengganti pakaianmu..."


Setelah mengatakan itu, Naura merinding.


Perkataan Naura barusan tiba-tiba memiliki efek pada Aaron.


Dia melonggarkan pelukannya pada Naura, membuka lengannya dan seperti menunggu ibunya untuk membantunya menggantikan pakaiannya.


Matanya yang sedikit tertutup dan kedinginan diwajahnya sudah tidak terlihat lagi. Dia mempercayai Naura sepenuhnya.


Hati Naura tiba-tiba melembut.


Aaron benar-benar mabuk.


Jika Aaron hanya berpura-pura mabuk, tidak mungkin Aaron memanggilnya "ibu".


Di lubuk hatinya, ibu adalah peran yang sangat penting dan berharga baginya. Dia tidak akan bercanda tentang hal itu.


Dia mabuk dan tidak membiarkan orang lain menyentuhnya, itu bukan penyakit. Melainkan dia mempercayainya dan dia hanya mempercayainya.


Itu sebabnya dia baru melakukan itu.


Naura tiba-tiba bingung, tidak tau harus melakukan apa.


Aaron memang benar seorang pria dengan hati yang dalam dan tidak bisa ditebak. Tetapi di sisi lain, dia juga orang yang bisa langsung mengekspresikan emosinya.


Sebelumnya, dia bertanya apakah karena dia terlihat mirip dengan Caroline, sehingga dia baru memperlakukannya dengan baik. Dia bahkan tidak berbohong dan langsung terdiam yang artinya dia tidak menyangkalnya.


Benci ya benci, suka ya suka. Aaron tidak akan berbicara manis dan tidak mau membohongi orang.


Naura menghela nafas, kemudian mencari piyama untuk dikenakan pada Aaron.


Pada saat ini, Aaron sudah setengah tertidur. Tetapi dia masih bekerjasama dengan Naura untuk mengganti pakaiannya.


Ketika Naura selesai membantunya, Aaron baru sepenuhnya tertidur. Wajahnya terlihat tenang dan bermartabat. Kegalakan di wajahnya sudah menghilang. Dia seperti anak orang kaya pada umumnya.


Tiba-tiba, dia mengulurkan tangannya dan meraba-raba. Dia merasa hanya ada selimut di tangannya. Meskipun dia tidak membuka matanya, tetapi alisnya berkerut.


Naura pertama kalinya karena melihat seorang pria mengerutkan keningnya, dan merasa sedih.


Dia meletakkan tangannya ke tangan Aaron.


Aaron langsung menggenggamnya dan alisnya yang mengerut perlahan mulai melonggar, kemudian dia tertidur dengan tenang.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2