
Laki-laki itu merasa panik dan ketakutan. "A..aku tidak mengerti apa maksudmu?"
Yang benar saja? Rekaman video ini, besok akan ditayangkan menjadi berita utama. Mana boleh dengan sembarangan diperlihatkan ke orang lain?
"Benarkah? Aku bisa saja membuat karirmu hancur saat ini juga." Ucap Aaron masih dengan ekspresi wajah yang tidak berubah.
Wartawan ini baru menyadari, selain laki-laki didepannya ini tidak hanya terlihat sangat tampan dan acuh. Tapi jas yang dipakainya sangat berkelas. Terlebih lagi yang membuatnya luar biasa adalah auranya yang begitu kuat, mampu membuat siapa saja pasti akan langsung patuh seakan terhipnotis olehnya.
Wartawan tadi mempercayai ucapan Aaron dan tanpa ragu menunjukkan video yang dia rekam tadi.
Aaron melihatnya. Gambar dan suara percakapan kedua orang didalam video ini juga terdengar sangat jelas. Aaron melihat dan mendengar semua percakapan mereka dengan sangat jelas tanpa ada satu kata pun yang terlewatkan.
...
Setelah berjalan keluar dari restaurant, Naura menerima panggilan telepon dari sahabat baiknya. Siapa lagi kalau bukan Evelyn?
"Hallo Naura! Cepat kesini, diseberang jalan, mobil warna merah!"
Naura berjalan lalu berhenti dan melihat ke seberang jalan. Ada mobil merah milik Evelyn disana dan Evelyn membunyikan klakson. Naura melihat sekitar kemudian berlari menuju mobil Evelyn. Membuka pintunya dan masuk kedalam.
Film yang diperankan Evelyn sebentar lagi akan rilis. Dan penggemarnya semakin bertambah. Kemana pun dia pergi, pasti akan ada yang mengenalinya. Jadi, dia hanya bisa menunggu Naura didalam mobilnya diseberang jalan depan restaurant.
"Bagaimana rencanamu? Lancar kan?" Tanya Evelyn sambil melajukan mobilnya.
"Lancar." Jawab Naura diselingi tertawa.
Selama ini, Marsha terus menindas Naura. Dia tidak pernah menganggap Naura. Dan dia sama sekali tidak tau kalau yang dilakukan Naura barusan adalah sebuah jebakan untuk dia.
"Tapi mungkin, rencana tidak akan berubah Ev."
"Apa maksud kamu?"
Naura menghela nafasnya sejenak. "Marsha memintaku untuk bercerai dengan Aaron, memancing kemarahan keluarga Ardinata dan menyudutkan aku. Setelah itu, keluarga Ardinata akan mengabaikan dia sebagai calon istri Aaron lalu dia akan bisa tenang menjalin hubungan dengan Lucky."
"Dia benar-benar sangat keterlaluan!" Ucap Evelyn penuh emosi sambil memukul setir mobilnya.
"Asal itu membuatnya merasa diuntungkan, maka mereka tidak akan tau batas." Ucap Naura yang sudah sangat mengenal Marsha.
__ADS_1
Sebenarnya dia berencana meminta wartawan untuk memposting berita tentang rekaman videonya tadi besok pagi.
Sepertinya sekarang, dia bisa memintanya untuk langsung diposting.
...
Akhirnya berita tentang Naura sudah tidak terlihat lagi. Dan kini beritanya berganti topic tentang perceraian.
Baru ada beberapa komentar dibawahnya.
"Menurut gosip, adik perempuan Marsha dibawah tekanan sedang merundingkan masalah perceraian dengan Aaron Daffa Ardinata."
Pernyataan tersebut dirasa tidak jelas dan tidak membuat netizen ramai.
"Dibawah tekanan bagaimana? Kalau aku mengira, hatinya merasa sangat tidak tenang."
"Dia benar-benar gila harta. Sudah jelas Tuan Muda dari keluarga Ardinata itu seperti seorang yang tidak berguna, tapi masih saja mau menikah dengannya."
"Bicaramu itu sungguh keterlaluan!"
Banyak pembicaraan dari trending topik diinternet dan sosial media yang hilang atau dihapus. Naura tau kalau pasti dari keluarga Ardinata yang menyuruh untuk menghapusnya. Karena keluarga Ardinata merupakan keluarga yang terpandang, jadi tidak akan membiarkan orang-orang diinternet membicarakan tentang mereka.
Saat larut malam, tiba-tiba ada yang mengunggah postingan berisi video dari seorang netizen terkenal yang kebetulan waktu itu memposting tentang Naura. Netizen itu memposting sebuah video dengan keterangan "Setelah ini, tidak akan lagi bisa dengan mudah memposting tentang pendapat pribadi!"
Warganet yang penasaran langsung membuka unggahan video itu. Terlihat jelas wajah cantik Marsha didalam video itu dan juga seorang perempuan yang berwajah sangat jelek terlihat seperti orang bodoh yang sedang ditindas.
Ada beberapa kata-kata dalam pembicaraan kedua wanita di video itu yang menjadi kata kunci, "Sudah minta maaf", "jangan membuat ibuku menderita", patuh seperti seekor anjing". Akhirnya kebenaran terungkap.
Orang-orang yang sebelumnya memaki Naura, setelah melihat unggahan video ini, kini berbalik memaki Marsha.
Dan ada beberapa netizen yang meminta maaf di akun Naura. Ada juga yang tidak peduli dengan video itu, lanjut memaki Naura tetapi hanya sedikit orang saja.
Dalam waktu enam atau tujuh jam, akun Naura sudah banyak followersnya hingga puluhan ribu followers.
...
Marsha sama sekali belum mengetahui berita yang sedang tranding topic di internet dan media sosial. Karena setelah bertemu dengan Naura kemarin, dia pergi berkencan dengan Lucky dan semalaman tidur dirumahnya.
__ADS_1
Pagi-pagi sekali, Marsha terbangun karena suara panggilan telepon dari Fajar ayahnya. Dia menerima panggilan telepon itu dengan posisi masih dalam dekapan Lucky.
"Ayah, ada apa?"
"Kamu lihat saja sendiri diinternet apa yang terjadi! Semalam tidak pulang?! Sekarang juga cepat pulang!" Bentak Fajar dengan marah. Dia tidak pernah semarah ini kepada Marsha dan Marsha merasakan firasat yang buruk.
Setelah panggilan telepon ditutup, Marsha segera membuka akun sosial medianya dan dia baru mengetahui, perbincangan antara dirinya dengan Naura, telah direkam oleh wartawan.
Seketika raut wajahnya berubah. Marsha menggertakkan giginya seolah emosinya sudah tidak bisa tertahan lagi. "Kurang ajar! Dasar wanita ******!" Gumamnya penuh dengan kebencian dan dendam.
Lucky yang masih tidur memeluknya terbangun. "Ada apa?" Tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur sambil mencium pipi Marsha.
Raut wajah Marsha kembali berubah menjadi lembut dan tersenyum kepada Lucky. "Baru saja ayahku menelpon, ada sedikit urusan. Aku pulang dulu ya."
Dalam perjalanan pulang, Marsha terus berpikir. Semakin dia berpikir, semakin dia merasa percakapannya dengan Naura bisa terekam oleh wartawan, pasti ada hubungannya dengan Naura. Atau mungkin, memang sudah direncanakan oleh Naura yang sengaja ingin menjebaknya?
Marsha semakin marah dan dia menelpon Naura. Tapi, tidak diangkat.
Naura yang sedang duduk santai, dia melirik kearah ponselnya yang berdering dan dilayar ponselnya tertera nama "Kakak". Dia tertawa pelan kemudian beranjak mengambil minum.
Saat kembali dari mengambil minum, ponselnya masih berdering.
Naura dapat membayangkan bagaimana kemarahan Marsha saat ini. Dia pasti sangat marah sampai menggila dan tidak sabar ingin memukulnya?
"Sepertinya kakak ipar sepupu sedang senang sekali. Ada apa?"
Senyum diwajah Naura seketika menghilang saat mendengar ada suara laki-laki yang sangat tidak asing ditelinganya. 'Samuel'.
Bahkan Naura malas untuk menoleh melihat laki-laki menyebalkan ini yang entah sejak kapan sudah berdiri didekat tangga sedang memperhatikannya.
Dia menekan tombol senyap pada ponselnya lalu menyimpannya disaku celanya. Menuang air kemudian beranjak ingin naik keatas.
Ketika Naura ingin naik ketangga, sepertinya 'Samuel' sengaja ingin berhadapan dengannya. Naura melangkah kekiri, 'Samuel' mengikutinya. Naura melangkah kekanan, 'Samuel' juga mengikutinya.
Suasana hati Naura yang sedang baik tiba-tiba berubah menjadi tidak baik. Terpaksa dia mengangkat wajahnya melihat 'Samuel' dengan kesal. "Kamu mau apa sih?"
...__________...
__ADS_1