
Clara tadi tidak melihat Naura memukul kepala pria itu dengan botol, dia menatap Naura dengan tatapan mengejek. "Ayo, tusuk wajahku!"
Naura tersenyum, dan mengulurkan tangannya yang memegang botol wine itu ke depan.
Melihat botol itu hampir menusuk wajahnya, Clara langsung memelototkan matanya dan menutupi wajahnya dengan tangannya, dia berteriak kencang. "Ah!!"
Teriakannya bergema didalam ruangan, tetapi botol anggur yang dipegang Naura tidak menusuknya.
Naura sedikit tertawa dan berkata dengan pelan terdengar mengejek. "Ternyata hanya begitu!"
Clara merasa dirinya telah dipermalukan, wajahnya menjadi sulit di lihat. Dia tidak langsung berdiri, dia malah langsung mengedipkan mata memberi kode kepada orang dibelakang Naura.
Ketika Naura merespon, dia sudah dipeluk dari belakang.
Setelah mengalami hal itu, Evelyn langsung terbangun setengah tersadar dari mabuknya.
Dia bangkit dan langsung duduk ditubuh Clara, dia menarik rambutnya. "Brengsek! Urusanmu dan aku, langsung saja selesaikan denganku! Kenapa kamu mengganggu temanku?! Kamu dulunya diam-diam membuat masalah denganku, aku anggap seperti digigit anjing dan tidak mempedulikanmu! Tetapi hari ini, kamu malah datang untuk mencari masalah sendiri, jika aku tidak memukul anjing sepertimu, maka jangan panggil aku Evelyn!!"
Orang-orang yang dibawa oleh Clara telah mengendalikan Naura, dan beberapa lainnya membantu Clara.
Tetapi mereka tidak bisa menarik Evelyn.
Naura juga tidak mungkin tidak membalas dan hanya menerima pukulan.
Ruangan langsung menjadi berantakan, ada juga beberapa orang yang tidak ingin mencari masalah, mereka menyusut dan bersembunyi di samping. Tetapi mereka mengeluarkan ponsel mereka dan mengambil video.
Orang yang bisa masuk ke dalam industri hiburan pada dasarnya sangat berhati-hati.
Meskipun Clara memiliki banyak berita yang tidak baik, tetapi dia juga bisa dianggap sedikit terkenal. Reputasi Evelyn sedikit lebih besar dari Clara, dan penilaian terhadapnya juga cukup bagus.
Mereka berdua berkelahi, jika itu diekspose, itu merupakan berita besar.
Tiba-tiba, 'Brakkk!' terdengar suara keras, pintu ruangan dibuka dari luar.
"Hentikan!!"
Itu teriakan seorang pria.
Naura menoleh dan melihatnya. Pria itu sepertinya manajer Bar ini.
Mendengar teriakan pria itu, seketika orang-orang yang ada didalam ruangan langsung terdiam.
Evelyn dan Clara sedang berkelahi dilantai dengan saling menarik rambut mereka satu sama lain.
Clara tampaknya mengenal manajer Bar itu, dia menatapnya dan berkata. "Cepat kemari dan bantu tarik wanita ini!"
Manajer Bar itu tidak bergerak, dia berbalik dan melihat orang yang berdiri dibelakangnya, lalu berkata dengan hormat. "Aku tidak tau, siapa yang ingin Tuan Christian cari?"
Naura melihat ke arah pintu, kebetulan dia melihat Christian berjalan ke arahnya.
Dan saat ini, Naura juga sedang memegang botol wine yang belum dibuka, rambutnya ditarik oleh seorang pria, dan tangan satunya menarik pakaian wanita lain.
Dapat dikatakan, itu sangat menyedihkan.
Christian tampak terkejut sesaat, lalu berdehem. "Lepaskan tanganmu!" Tegasnya pada pria yang menarik rambut Naura.
Dia hanya tau, bahwa Naura sangat pandai memasak. Tetapi, dia tidak pernah menyangka ternyata Naura juga begitu hebat berkelahi.
Orang-orang itu tentu saja sangat mengenal siapa Christian. Mereka langsung melepaskan Christian.
__ADS_1
Naura berbalik dan langsung menendang pria yang menarik rambutnya dengan keras. "Apakah kamu tidak tau rambut wanita itu tidak bisa sembarangan disentuh?!"
Pria itu melompat kesakitan, namun hanya melototi Naura dengan galak tidak berani mengatakan apa-apa.
Pada saat ini, Clara yang sedang bergulat dengan Evelyn, tiba-tiba menjerit manja. "Direktur Christian..."
Karena Naura sedang berdiri, jadi begitu Christian masuk yang dia lihat pertama kali adalah Naura.
Seiring dengan suara Clara yang memanggilnya "Direktur Christian", dia baru menyadari bahwa Evelyn sedang berada diatas tubuh Clara.
Dia mengerutkan kening, lalu berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya, langsung menyangkat Evelyn.
Begitu Evelyn berdiri, dia langsung menghempaskan tangan Christian dengan keras.
Clara adalah artis yang telah menandatangani kontrak dengan perusahaan AD Entertainment, dia juga tau perusahaan pialang tempat Evelyn bekerja dan AD Entertainment adalah saingannya, dia otomatis merasan Christian pasti datang untuk membantunya.
Dia duduk, menutupi wajahnya dan menangis. "Direktur Christian, aku hanya ingin minum segelas wine dengan senior Evelyn, aku tidak menyangka ketika senior Evelyn minum terlalu banyak, dia bisa memukuli orang..."
Dia menangis dengan sungguh-sungguh, dia juga mengatakannya seperti itu adalah kenyataannya.
Christian pertama-tama melirik ke Evelyn terlebih dahulu, keadaan Evelyn juga tidak terlalu baik. Rambutnya berantakan, riasan wajahnya telah rusak, dan ada tanda-tanda merah bekas goresan kuku yang terlihat jelas di leher dan diwajahnya.
Wajahnya langsung menjadi suram seketika.
Semenjak Naura mengenal Christian, dia pernah melihatnya mengenakan kaca mata terlihat lugu seperti seorang pria yang tidak dapat diandalkan. Naura juga pernah melihatnya seperti seekor anjing ketika dihadapan Aaron.
Namun, ini pertama kalinya Naura melihat Christian menunjukkan ekspresi yang menyeramkan seperti Aaron.
Dia menatap tajam Clara dan berkata dengan dingin. "Clara, apakah kamu tau siapa Evelyn?"
"Siapa dia, siapa...?" pada saat ini, Clara juga merasa sedikit aneh. Dia mendongak dan menatap Christian.
Clara terlihat lebih menyedihkan dibandingkan dengan Evelyn.
Cristian mengangkat sudut bibirnya, tetapi dia tidak terlihat sedang tersenyum. "Dia adalah orang yang sangat aku pedulikan."
Suaranya sangat ringan, tapi di telinga Clara, itu malah berdengung sangat keras.
Setelah mengatakan itu, Christian menatap orang-orang yang ada didalam ruangan. Tatapan matanya jatuh pada dua wanita yang sedang bersembunyi.
Ekspresi kedua wanita itu tampak gugup dan senang.
Christian mengangkat alisnya. "Serahkan ponselnya!"
Seketika, ekspresi kedua wanita itu langsung berubah. Mereka tau identitas Christian. Mereka juga tidak berani bicara banyak dan langsung menyerahkan ponselnya.
"Yang lainnya, laporkan ke polisi! Orang dari perusahaan Entertainment kami mengalami masalah di Bar kalian, kalian seharusnya memberi penjelasan kepadaku!" Christian menoleh dan menatap manajer Bar.
Manajer Bar itu mengangguk. "Iya. Aku pasti akan meminta bos kami memberikan penjelasan yang memuaskan untuk Tuan Christian."
Christian menoleh kembali ke Evelyn dan suaranya sedikit melembut. "Ayo kita pergi."
Evelyn mendengus dan memelototinya, lalu mengangkat kakinya untuk berjalan pergi keluar.
Naura segera mengikutinya.
Dia dan Evelyn pergi ketoilet untuk mencuci wajah dan merapikan pakaian mereka.
Setelah Evelyn mencuci wajahnya, terlihat hanya ada beberapa bekas merah di wajahnya, dan itu bahkan tidak berdarah. Dia juga terlihat seperti orang yang tidak memiliki masalah.
__ADS_1
Sebaliknya, dahi Naura bengkak, dan itu tampak sedikit menakutkan.
"Apakah kamu baik-baik saja? Kenap bisa begitu bengkak?" Evelyn menyentuhnya dengan jarinya dengan lembut, dia tidak berani menyentuhnya dengan kuat. "Pecundang itu yang membuatnya, aku akan memukulnya!"
"Sudahlah, sebaiknya kamu tenang sedikit, itu akan lebih baik." Naura menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya.
Evelyn menyentuh hidungnya. Masalah hari ini memang terjadi karenanya.
Ketika mereka berdua keluar dari toilet, mereka melihat Christian sedang menunggu di luar.
Christian berjalan mendekati mereka. Dia ingin menyentuh wajah Evelyn. "Aku ingin melihat luka di wajahmu."
"Luka apa? Aku tidak terluka!" Evelyn langsung melambaikan tangannya, dia terlihat kesal.
Naura menjilat bibirnya dan tersenyum. Dia mengangkat kakinya dan berencana untuk berjalan beberapa langkah ke depan, agar jangan mengganggu mereka berdua.
Pada saat ini, terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru melangkah mendekat.
Naura mengangkat kepalanya tanpa sadar dan melihat sosok tubuh kekar Aaron muncul di sudut.
Namun, ekspresi wajahnya......sedikit menakutkan.
Karena ada insting bertahan hidup, Naura berbalik dan ingin pergi.
"Berhenti!"
Suara rendah Aaron yang sangat akrab terdengar di belakangnya membuat Naura seketika langsung tampak membeku.
Dia kembali menatap kaku ke arah Aaron dan berkata dengan tenang. "Aku hanya ingin pergi ke kamar mandi."
Aaron bertubuh jangkung dengan kaki dan langkah lebar. Pada saat ini, dia sudah berjalan mendekati wanita cantik itu. Dia menatapnya. Matanya menyipit ketika dia melihat benjolan besar di dahinya.
Tetapi, dia mengangkat alisnya dan berkata, "Pergilah, aku akan menunggumu."
Naura: "……"
Dia harus berani pergi ke kamar mandi.
Naura kembali ke kamar mandi. Jengkal mencapai dahinya. Tetapi tidak sengaja, dahinya menabrak sebuah tas besar.
"Hizzz..." Rasanya sakit sekali.
Akhirnya, Naura menggosok sebentar dan keluar.
Evelyn dan Christian entah sejak kapan sudah pergi, hanya ada Aaron yang berdiri disana menunggunya.
Setelan jas maupun pakaian biasa yang dipakainya selalu terlihat rapi. Tubuhnya yang tinggi tegap berdiri di depan pintu kamar mandi dan sedang menunggunya, itu juga bisa menyenangkan mata.
"Dua puluh menit." Aaron tiba-tiba mengangkat pergelangan tangannya dan melirik.
Ketika melihat Naura yang tampak bingung, pria tampan itu berkata dengan keras. "Apakah kamu sembelit?"
Naura membeku sesaat, lalu tersedak oleh air liurnya sendiri. "Uhuk...uhuk..."
Aaron mengerang sedikit, kemudian kembali berkata dengan serius. "Pulanglah dan biarkan Ivan membantumu pergi ke rumah sakit untuk mendaftar."
"Oh." Naura berpikir dia bisa mengatakan apa lagi selain tertawa pada saat ini.
...__________...
__ADS_1