Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#35


__ADS_3

Keesokan paginya, Naura pergi untuk interview kerja dengan berpakaian rapi.


Beberapa hari kemarin karena mengurus masalah Marsha, waktu dia menjadi terkuras banyak.


Naura lulusan dari universitas terbaik dan terkenal dikota ini. Nilainya pun juga cukup baik. Dia sudah membuat surat lamaran kerja dengan sangat rapi dan Indah. Ada dua perusahaan yang mengundang dia untuk interview kerja, semuanya langsung setuju menerimanya.


Hatinya menjadi sedikit bergairah. Sebelumnya karena Merlin-Ibu kandungnya, dia harus kehilangan pekerjaannya. Sekarang, dia sudah mendapatkan pekerjaan lagi dan pastinya tidak akan merasa cemas tidak punya penghasilan.


...


Siangnya, Naura pergi ke sebuah Cafe untuk makan siang sekalian sambil mempelajari mengenai perusahaan yang akan dia datangi sore ini.


Setelah memesan dan pesanan datang, tiba-tiba ada seseorang dengan memakai hoodie dan masker menghampirinya, mengambil gelas berisi jus didepannya dan menyiramkan kewajahnya.


"Dasar ******!"


Naura yang masih terkejut seketika mendongak dan menatap orang yang baru saja menyiram wajahnya. Mendengar suara dan perawakan dari orang ini, Naura sudah langsung mengenalinya. Marsha!


Benar saja, dengan ketenarannya saat ini, kalau dia tidak menyamar saat pergi keluar, mungkin akan dikenali orang-orang.


"Apa yang kakak lakukan? Kalau memang ada masalah, kita bisa bicarakan secara baik-baik kan?" Meski hatinya ingin sekali marah dan membalas perbuatan Marsha, tapi Naura tetap menahan diri untuk tetap bersikap tenang.


Marsha menatap Naura dengan sorot mata penuh amarah dan kebencian. "Naura! Apa kamu yang sudah menyebarkan foto-foto dan videoku di internet? Aku benar-benar tidak akan pernah melepaskanmu!" Ucap Marsha dengan penuh penekanan disetiap kata-katanya.


Naura merasa heran dengan reaksi Marsha yang sangat baik. Tentu saja dia tidak mungkin mengakuinya.


"Video apa?" Tanya Naura dengan wajah polos dan bodohnya.


Tatapan mata Marsha semakin menerikan menatap Naura. "Selama ini di rumah, kamu hanya berpura-pura saja kan menjadi bodoh?!"


Naura bukannya takut. Dia malah terkekeh geli. "Ternyata kakak lebih mengerti aku daripada Ayah dan Ibu."


Sampai sekarang, Fajar dan Merling hanya tau kalau Naura anak yang idiot. Yang pasti, saat Naura masih kecil, mereka lebih membiarkan Naura dan lebih baik mempercayai kalau Naura adalah anak yang idiot. Tapi, tanpa mereka ketahui kalau anak perempuannya yang mereka anggap idiot ini akan mempermainkan mereka seperti ini.


"Dasar perempuan murahan!"

__ADS_1


Saat tangan Marsha terangkat ingin menamparnya, Naura ingin menghindar. Tapi, dia melihat ada seseorang yang berjalan cepat menghampirinya dari belakang Marsha.


Naura mengerjapkan matanya dan akhirnya tamparan Marsha mengenai wajahnya.


Lucky melihat Naura ditampar, dia segera menarik pergelangan tangan Marsha. Dan saat dia melihat ternyata Marsha yang baru saja menampar wajah Naura, dia mengerutkan keningnya menatap Marsha. "Marsha?!"


Seketika tatapan Marsha yang sebelumnya penuh amarah dan kebencian langsung berubah menjadi tatapan gembira. "Lucky?" Dia pun menjadi lebih lembut saat melihat Lucky. "Akhirnya kamu mau juga bertemu dengan aku. Kamu dengar aku, aku akan menjelaskan masalah foto dan video di internet. Semua itu ulah perempuan murahan ini." Ucap Marsha sambil menunjuk wajah Naura. "Dia cemburu melihat kebersamaan kita. Jadi, dia berusaha untuk mencari masalah denganku di internet." Imbuhnya.


Naura menghela nafasnya pelan, mengusap wajahnya dan memejamkan matanya, berpura-pura terlihat lemah. Dia merasa kagum dengan Marsha yang pandai mengembalikan keadaan seratus delapan puluh derajat. Mungkin di dalam hati Marsha, semua wanita merasa cemburu kepadanya.


Naura menggigit bibirnya dengan keras hingga wajahnya tampak pucat. "Bukan aku yang melakukannya!" Tegas Naura.


"Dia ini pandai berbohong!" Seru Marsha dengan keras.


"Sudah cukup!" Bentak Lucky yang sudah tidak tahan lagi.


Suara Marsha terdengar begitu keras hingga menarik perhatian semua pengunjung Cafe.


Lucky yang selalu menjaga image, dia menatap dingin pada Marsha. "Temui aku ke ruang VIP untuk bicara!" Tegasnya dengan merendahkan suranya. Kemudian Lucky menatap kearah Naura dengan tatapan yang sudah berubah menjadi ramah. "Naura, kamu juga ikut."


Setelah masuk kedalam ruang VIP yang sudah dipesan Lucky, Marsha langsung berbalik menatap Naura dengan sengit. "Lucky, kamu percaya sama aku! Semua itu memang ulah dari perempuan murahan ini! Dia sengaja mengedit foto-foto dan video itu lalu menyebarkannya di internet!"


Marsha masih saja berbicara omong kosong.


Lucky sepertinya memang belum lama mengenal Marsha. Dia menatap wanita cantik ini dengan tatapan kecewa. "Sudah sampai seperti ini, kamu masih saja berbohong?"


Entah yang mana yang tidak benar. Marsha tiba-tiba menarik tangan Naura lalu mendorongnya kehadapan Lucky. "Cepat kamu katakan ke Lucky kalau semua itu kamu yang melakukannya! Katakan kalau kamu memang ingin membuat masalah denganku dan mencelakaiku dengan rencanamu itu!" Tegas Marsha dengan tajam.


Marsha merasa kalau Naura ini hanya pura-pura bodoh. Tapi, setelah Naura ditampar tadi, dia memang menjadi terlihat sangat bodoh hingga membuat Marsha merasa kalau Naura masih sama seperti dulu yang mudah dikerjai dan mau menuruti kemauan dia.


Naura menatap Lucky sekilas, kemudian mengalihkan tatapannya kearah lain. "Aku tidak mungkin mengakui hal yang tidak pernah aku lakukan!" Ucapnya dengan tegas.


Sebenarnya, kesan Lucky terhadap Naura cukup baik. Setelah melihat Marsha yang memaksa Naura untuk bicara, dia menarik tangan Marsha dan menatapnya dengan dingin. "Marsha, sebaiknya kamu urus dulu masalahmu itu sendiri! Untuk sekarang ini, lebih baik jangan menemuiku dulu!"


Dua hari kemarin, Marsha berusaha menghubungi Lucky. Tapi, Lucky sama sekali tidak ingin bertemu dengannya. Dia tidak menyangka bisa bertemu dengannya disini. Dan tidak disangka juga kalau Lucky akan bersikap seperti ini kepadanya.

__ADS_1


Naura yang berdiri dibelakang Lucky, dia melangkah mundur sedikit menjauh dari Lucky.


Marsha terlihat begitu marah terlihat dari sorot matanya. "Lucky! Apa maksudmu? Apa sekarang kamu akan membela perempuan yang jelek dan idiot ini?!"


Lucky mengerutkan alisnya menatap heran pada Marsha. "Dia ini adik kamu!"


Sejak kecil, Marsha sudah selalu dimanja. Mana mungkin dia akan mendengarkan ucapan Lucky? Dia tersenyum sinis. "Kamu jangan berlagak menjadi orang baik disini. Yang meminta dia untuk mengakui kalau dia sudah merebut calon suamiku, itu semua ide kamu!"


"Itu karena aku terlalu percaya dengan semua kebohonganmu!" Seru Lucky dengan lantang.


Mendengar pembicaraan mereka, Naura merasa kalau dirinya terlalu menganggap remeh Lucky. Wajah Lucky yang terlihat baik dan lembut, justru semakin berbahaya dan semakin tidak terduga.


Untung saja sejak awal, Naura sudah mengetahui dengan jelas seperti apa Lucky ini.


Naura melangkah maju dan berdiri disamping Lucky. "Sedah hentikan!" Ucapnya lalu menoleh menatap Lucky. "Bisakah kamu keluar sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan dengan kakakku hanya berdua saja." Lanjutnya.


Sebelumnya, Lucky selalu percaya dengan semua ucapan Marsha dan salah paham dengan Naura. Tapi, setelah berita di internet menunjukkan kebusukan Marsha, tentu saja sekarang ini Lucky akan memihak Naura.


Dia juga merasa kalau Marsha dan Naura memanglah kakak beradik. Kalau ada masalah diantara mereka, biarlah mereka membicarakannya dulu. Lucky pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian pergi keluar membiarkan mereka bicara berdua.


Setelah Lucky keluar, Marsha melangkah maju mendekat pada Naura dan menatapnya tajam. "Kamu ini memang benar-benar perempuan rendahan! Semua ini karena ulahmu! Kamu sudah menghancurkan semuanya!" Bentak Marsha dengan penuh emosi dan ingin menamparnya lagi.


Naura sudah menduga kalau Marsha akan melakukan ini kepadanya, dia menepis tangan Marsha yang ingin menamparnya kesamping, kemudian Marsha terjatuh kelantai.


Naura membungkuk dan menjambak rambut Marsha. "Dengar Marsha! Ini adalah karma untuk kamu! Tidak seharusnya kalian memaksaku dengan begitu kejam!" Naura membalas membentak Marsha sambil menjambak rambutnya.


Tenaga Naura saat menjambak rambut Marsha begitu besar. Marsha sampai merasa kesakitan hingga wajahnya menjadi pucat. "Naura! Lepas tidak?! Beraninya kamu melakukan ini kepadaku hah?!" Teriak Marsha dengan penuh emosi.


Naura bukannya melepaskan cengkraman tangannya di rambut Marsha. Dia tertawa sinis lalu menampar wajah Marsha dengan tangan satunya dengan keras hingga terdengar nyaring.


'Plak! Plak! Plak! Plak!'


Naura menampar wajah Marsha dengan kejam hingga empat kali.


...__________...

__ADS_1


__ADS_2