Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#114


__ADS_3

"Sudah sana, cepat pergi ke sekolah. Ini hari pertama kamu pergi ke sekolah, kalau terlambat juga tidak baik." Ucapnya pada Samuel, tapi dia teringat lagi sesuatu dan mengingatkan Samuel. "Jangan buat masalah!"


Mendengar itu, raut wajah Samuel menjadi tidak senang. "Kapan aku cari masalah?"


Apa masalah yang dia buat sedikit?


Tapi Naura tidak banyak bicara lagi dengannya, hanya meminta dia untuk cepat pergi ke sekolah.


Samuel memasukkan uang pemberian Naura ke dalam tasnya. Bersamaan dengan itu, raut wajahnya terlihat begitu serius. Dengan ragu-ragu dia berkata sesuatu pada Naura. "Ada yang ingin aku katakan kepadamu."


"Apa?" Naura penasaran, karena dia jarang sekali melihat Samuel serius seperti ini.


"Kalau bisa, lebih baik kamu bercerai saja dengan kakak sepupuku. Dia itu bukan orang baik." Ucapnya, tapi kemudian dia menambahkan lagi. "Aku berkata jujur. Bukan supaya meminta kamu menjadi pacarku."


Kalau saja Samuel tidak mengatakan kalimat terakhir, Naura hampir saja percaya. Dia kemudian menyipitkan mata, menatap Samuel. "Anak kecil jangan sembarangan bicara. Kalau kamu masih tidak pergi, aku akan menelepon kakak sepupumu!"


"Baiklah, aku pergi dulu."


Baru berjalan beberapa langkah, Samuel membalikkan kepala dan berkata lagi. "Apa yang aku katakan itu sungguh-sungguh."


Naura menunjukkan gaya mau menelpon dan dalam sekejap Samuel sudah tidak terlihat lagi bayangannya.


Tempramen yang dimiliki Samuel adalah tempramen anak kecil. Banyak hal yang masih tidak dimengerti olehnya. Tapi ada satu hal yang dia mengatakan dengan benar. Aaron memang bukan orang baik.



Saat Naura kembali, dia bertemu lagu dengan Marsha. Dan setiap kali Marsha bertemu dengan Naura, raut wajahnya tidak pernah terlihat baik.


Tapi, saat dia melihat pakaian yang dikenakan Naura, sorot matanya terlihat terkejut.


Dalam beberapa waktu terakhir ini, Naura bekerja di Perusahaan Affandi. Pakaian yang dikenakannya sangat sederhana, sama sekali tidak menunjukkan kalau dirinya adalah seorang Nyonya besar.


Tapi hari ini, pakaian yang dikenakannya, meskipun terlihat biasa, tapi pakaian itu adalah pakaian bermerek. Terlihat jelas potongan dan modelnya sangat berkelas.


Siapa yang membelikan dia pakaian? Samuel? Batin Marsha menebak-nebak.


Marsha menyilangkan lengannya dengan dagu terangkat menatap Naura. "Aku dengar dari ayah kalau kamu tidak berhasil meminta Aaron untuk membantu Perusahaan Affandi?"


"Iya. Orang seperti dia, mana mungkin bisa dibujuk. Kalau tidak, kamu saja yang pergi temui dia." Naura dalam minggu ini karena ada masalah dengan Aaron, suasana hatinya terus buruk, dan dia tidak berniat bermain peran dengan Marsha.


"Kalau aku ingin pergi, aku bisa pergi. Kamu kira aku tidak berani?" Ucap Marsha kemudian berdehem dingin dan dengan arogan berjalan pergi.


Naura merasa, apa yang dikatakan Evelyn sedikit pun tidak salah, 'princess syndrome' Marsha sudah sampai tingkat akut dan sulit untuk diubah!


Awalnya Marsha ingin menggaet 'Samuel'. Setelah gagal, sekarang ingin menggaet Aaron Daffa? Meskipun Naura tau bahwa dua orang ini adalah orang yang sama, tapi bagi Marsha, mereka adalah dua orang yang berbeda.


Dia benar-benar mengira semua laki-laki di dunia ini akan memperebutkan dia?


Kepercayaan diri yang dimilikinya membuatnya mengira semua laki-laki akan takluk padanya?


Benar-benar tidak bisa ditolong!


Naura tersenyum sinis.

__ADS_1


Ingin menggaet Aaron? Takutnya, dia ingin bertemu dengannya juga tidak bisa bertemu.



Perusahaan AD Entertainment.


Aaron baru saja tiba di ruangan kantornya. Baru masuk ke ruangannya, Christian mengikuti dari belakang.


"Dengar-dengar, sabtu malam kemarin kamu menyuruh Ivan untuk mengantar pakaian ke Bar Star Light?" Christian terkekeh geli seolah dia tau semua yang terjadi.


Masih baik kalau dia tidak mengungkit kejadian sabtu malam kemarin. Begitu mendengar Christian mengungkitnya, raut wajah Aaron menjadi marah.


"Tidak ada kerjaan?" Tanyanya sambil mengangkat kepala menatapnya.


Seketika, Christian memiliki firasat buruk. "Ada...lumayan..." Jawabnya dengan terbata.


Setelah akhir-akhir ini Aaron datang ke perusahaan untuk menyelesaikan beberapa urusan, posisinya sebagai CEO menjadi tidak terlalu sibuk lagi.


Aaron tidak ingin mempedulikan Christian lagi. Dia membuka laptonya kemudian muncul satu berita.


Judul berita itu menarik. [Bos Dunia Hiburan, Tengah Malam Membawa Dua Wanita Bermalam Di Sebuah Klub Elite…]


Aaron menggerakkan touchpad pada laptopnya dan mengklik tautan berita itu untuk membaca.


Setelah membaca dengan teliti, dia menyeringai dan berkata pada Christian. "Tidak lama lagi, kamu akan kena masalah."


"Masalah apa?" Christian dengan wajah penuh tanya berjalan menghampiri Aaron.


Jelas-jelas sudah tengah malam, tapi masih ada paparazzi yang bisa memotret dengan sangat jelas. Dua wanita itu berada disamping kanan kirinya. Jika dilihat dari sudut pengambilan gambar, posisi mereka terlihat sangat dekat sekali bahkan tidak berjarak.


"Sembarangan menulis! Ini kejadian sabtu malam kemarin, aku membawa dua orang karyawan pergi mengambil barang, saat itu salah satu dari mereka mengambil kemudian hampir terjatuh, aku menangkap dia dan membantunya berdiri!"


Emosi Christian meledak.


"Oh." Aaron juga tidak mengingatkan dia kalau berita ini mungkin akan dilihat oleh Evelyn.


Selesai Christian memaki-maki, dia seperti teringat sesuatu. Kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon Evelyn.


Sedangkan Evelyn yang berada diseberang sana dengan cepat menerima telepon dari Christian.


Christian merasa sedikit antusias, karena Evelyn belum pernah secepat ini mengangkat telepon darinya.


Hanya saja, begitu telepon di angkat, Evelyn langsung mengeluarkan banyak sekali kata-kata makian. "Dasar laki-laki yang tidak tau malu! Untuk apa menelpon aku?! Mau menyombongkan diri, hah?! Semoga kamu cepat mati! Pergi jauh-jauh dari hidupku! Jangan pernah menelpon aku lagi! Bikin aku mual saja!"


Selesai memakin, dia langsung menutup teleponnya.


"Evelyn, kamu lanjutkan memaki. Kenapa kamu menutup teleponku?" Christian sedikit tidak sabar. Biasanya, Evelyn tidak mengangkat teleponnya. Saat mengangkat telepon juga sikapnya selalu tidak baik, dan kali ini kedengarannya dia sangat marah sekali.


Hanya, saat Christian menelepon kembali, Evelyn tidak mengangkat teleponnya.


"Maaf, nomor yang anda hubungi sedang sibuk."


"Maaf, nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif."

__ADS_1


"Maaf, nomor yang anda hubungi tidak terdaftar."


Christian: "………"


Dia selalu berusaha keras, membuat Evelyn tidak memblokir nomornya. Sekarang, karena berita buruk ini, apa Evelyn memblokir lagi nomornya?


"Sial!"


Christian tidak lagi mempedulikan Aaron. Dia keluar dari ruangan Aaron kemudian memberi perintah pada sekertarisnya. "Minta departemen sosial mengadakan rapat!"


Kalau dia tau siapa yang membuat berita ini, dia pasti akan membunuh orang itu!



Di Perusahaan Affandi.


Naura tiba-tiba menerima telepon dari Evelyn.


Akhir-akhir ini, Evelyn sedang sibuk mempromosikan film terbarunya dan setiap hari sangat lelah. Membuat mereka berdua menjadi jarang berkomunikasi.


Tiba-tiba Evelyn menghubunginya, dia mengira kalau sahabatnya ini akan kembali.


Namun, begitu dia menerima telepon dari Evelyn, dia langsung mendengar suara Evelyn yang menggelegar. "Christian itu benar-benar laki-laki bajingan, playboy, buaya darat!"


Naura sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga karena mendengar suara Evelyn yang terasa menusuk gendang telinganya. Kemudian dia bertanya dengan bingung. "Memangnya, apa yang dilakukan Christian?"


"Apa kamu tidak lihat berita? Dia membawa dua wanita bermain di klub tengah malam! Semalaman tidak keluar dengan membawa dua wanita, lalu apalagi yang dia lakukan?"


Naura mendengar sambil menggerakkan mouse dan membuka berita di internet. Ternyata benar ada foto Christian bersama dua orang wanita masuk ke klub malam terpampang di deretan paling atas. Menjadi topik utama di internet.


Naura juga sangat mengenali tempat itu. Foto ini diambil di depan pintu Bar Star Light dan posisi Christian dengan dua orang wanita dalam foto itu terlihat sangat mesra.


Hubungan Naura dengan Christian juga tidak terlalu dekat juga tidak terlalu mengenal seperti apa Christian.


Tapi rumor yang beredar di internet, Christian adalah seorang playboy yang standar. Berganti pasangan seperti berganti pakaian. Gosipnya, dia juga mempunyai banyak sekali pacar. Tapi kebanyakan, hanya foto yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Jadi, sampai sekarang, hanya gosip tentang Christian yang banyak beredar. Tapi Christian selama ini belum pernah mengakui siapa pacar yang sebenarnya.


Tapi karena Christian membantu Aaron membohongi Naura, juga karena hubungan Christian dengan Evelyn yang rumit, Naura terhadap Christian menjadi tidak memiliki kesan yang baik.


Meskipun begitu, Naura juga tidak ingin ikut-ikut Evelyn memaki Christian.


Naura kembali melihat foto itu dan menganalisa secara detail dengan Evelyn. "Foto ini diambil di depan pintu Bar SL pada malam hari. Ini menunjukkan kalau dari awal ada orang yang mengawasi Christian. Kekuasaan Christian di dunia entertainment biasa tidak ada media yang berani dengan sembarangan menulis berita tentang dia juga tidak berani sembarangan membuat masalah dengan dia."


"Kalau memang seperti itu, lalu apa maksudnya?" Tanya Evelyn, kemudian kembali bicara dengan suara datar. "Dia memang benar-benar membawa dua wanita ke Klub dan bermain semalaman penuh."


Naura merasa yang dikatakan Evelyn benar.


Dia tidak tau, dulu apa yang pernah terjadi antara Evelyn dengan Christian. Tapi dia tau, Evelyn dan Christian, mereka berdua saling tidak bisa melepaskan.


Kalau tidak, Christian tidak akan setiap kali bertemu dengannya selalu mencari informasi tentang Evelyn. Sedangkan Evelyn juga tidak akan karena berita ini menelepon Christian dan memakinya.


...__________...

__ADS_1


__ADS_2