Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#107


__ADS_3

Keesokan harinya.


Hari ini adalah hari Sabtu. Naura masih memikirkan Samuel kecil. Naura tidak bisa memberinya makanan pagi ini, jadi dia memesan di luar untuk dikirim ke sana.


Entah bagaimana semalam dia mendapatkan makan malam. Ide anak kecil itu terlalu besar. Jika anak itu adalah anaknya sendiri, pasti akan mematahkan kakinya.


Namun, disisi lain anak ini juga sangat berani.


Setelah memesankan makanan, Naura membuka pintu kamar dan keluar seperti seorang pencuri.


Dia berjalan ke pagar koridor lantai dua, menolehkan kepala mencari 'Samuel' di ruang tamu.


Setelah merasa bahwa 'Samuel' tidak ada di ruang tamu, dia menghela nafas lega. Baru saja akan berbalik, tiba-tiba dia mendengar suara di belakangnya.


"Sembunyi-sembunyi lihat apa?"


Naura terkejut dan takut. Tanpa sadar mundur dua langkah. Tapi, dibelakangnya ada pagar pembatas, dia tidak bisa mundur lagi.


Sepertinya 'Samuel' baru bangun dan tidak ada rencana untuk pergi keluar hari ini, jadi dia memakai pakaian rumah yang memiliki tekstur dan gaya lembut. Lekuk tubuhnya yang terlihat luar biasa, seluruhnya begitu sempurna.


Pertanyaannya belum dijawab. 'Samuel' maju lebih mendekat lagi. Jarak antara keduanya kurang dari lima sentimeter. 'Samuel' mendunukkan kepala menatapnya. "Apa kamu melakukan kesalahan? Siapa yang takut kamu temui?"


Naura bahkan dapat merasakan suhu kulit laki-laki yang berdiri dihadapannya ini. Dia mengerutkan bibirnya dan tanpa sadar menggenggam pagar pembatas di belakangnya untuk mencari rasa aman.


Setelah hatinya merasa tenang, sepasang mata indah itu menatapnya dan bicara dengan suara lembut. "Apa aku melakukan kesalahan dan takut ketahuan orang lain, bukannya di dalam hatimu paling tau?"


Naura bicara sambil tangannya menyentuh dada bidang laki-laki dihadapannya. Jemarinya yang lentik menggosok bajunya yang tipis itu seperti seekor anak kucing yang belum tumbuh cakar yang tajam. Gores sedikit, bisa merasakan gatal di hatinya.


Sorot mata Aaron menjadi lebih gelap dan tangannya langsung menggenggam tangan Naura yang sembarangan mengusap dadanya. Lalu dia bicara dengan suara yang terdengar menakutkan. "Dulu terhadap Aaron tidak berubah, lalu sekarang mencoba merayuku, kalian para wanita benar-benar bisa berubah-ubah!"


Meskipun Naura tidak terbiasa dipegang oleh seorang pria seperti ini, tapi identitasnya saat ini adalah seorang wanita yang telah jatuh cinta dengan 'Samuel' dan memang ingin merayunya. Tentu saja, dia tidak bisa menarik kembali tangannya dalam genggaman laki-laki ini.

__ADS_1


Naura menatapnya dengan senyum diwajah cantiknya. "Bagaimana ini bisa dibilang berubah-ubah? Selama itu adalah wanita dengan pikiran jernih, dia pasti juga akan membuat pilihan yang sama seperti aku."


Setelah bicara dan diam beberapa saat, dia berjinjit dan mendekatkan wajahnya ditelinganya. "Aku merasa kalianlah para lelaki yang lebih suka berubah-ubah. Kamu dulu datang untuk memprovokasi aku, dan sekarang aku sendiri yang datang menyerahkan diri, tapi kamu malah mengatakan bahwa aku berubah-ubah, kalian para lelaki apakah selicik ini? Ketika sudah datang sendiri, malah tidak mau. Tapi semakin kamu tidak mendapatkannya, maka semakin kamu akan memprovokasi?"


Naura sudah sejak lama ingin sekali memarahinya, dia tidak pernah merasa begitu menyakitkan!


Aaron tidak pernah mendengar wanita ini memarahinya, tapi dia merasa ada yang salah dengan wanita ini, karena sudah dua hari ini dia terlihat tidak normal.


Dia sepertinya ingin merayu dirinya dengan sengaja. Tapi ketika dirinya mendekat, Aaron jelas merasakan tubuhnya tegang dan kaku.


Apakah wanita ini mencoba memohon untuk membantunya membantu perusahaan Affandi?


Melihat bahwa 'Samuel' terdiam, hanya menatap dirinya sendiri dengan wajah kusam, Naura melangkah mundur. Saat hendak menarik tangannya, dia mendengar 'Samuel' bicara dengan suara rendah. "Sepertinya kamu terhadap kata 'menyerahkan diri' ini ada kesalah pahaman. Kalau begitu, pergi ke Bar Star Light malam ini, biar kamu melihat bagaimana 'menyerahkan diri' yang sebenarnya."


Selesai bicara, Aaron memegangi tangan Naura di samping bibirnya dan menciun dengan lembut, sedikit mengaitkan bibirnya dan menunjukkan sebuah senyuman yang bermakna.


Karena wanita ini ingin bermain, maka mainlah yang besar sedikit.


Naura membeku ditempat.


'Samuel'! Laki-laki ini, terlalu berpikiran dalam sehingga orang biasa tidak bisa mengetahui pikirannya.


Naura mulai merasa menyesal. Dia merasa bahwa dia mungkin alih-alih mendapat untung. Tapi, kenapa malah jadi rugi banyak?!


...


Naura pergi keluar rumah. Dia terlalu malas untuk memasak di rumah. Jadi, dia membeli bahan makanan lalu membawanya ke rumah kontrakannya.


Saat Naura masuk, dia melihat Samuel kecil setengah berbaring disofa sambil bermain game dan ada tumpukan sampah di atas meja di depannya.


Naura menghela nafas panjang dan dengan sabar mengambil tempat sampah lalu mengumpulkan setengah dari sampah itu. Dia berdiri sambil berkaca pinggang bicara dengan anak kecil ini. "Bukannya kamu tidak punya uang? Bagaimana kamu bisa makan begitu banyak makanan ringan setiap hari?"

__ADS_1


"Aku membelinya ketika aku datang dan semua uangku aku gunakan untuk membeli makanan ringan." Ucapnya lalu melenguh. "Sebelumnya, aku tinggal bersama ibuku. Dia tidak akan membiarkan aku makan makanan ringan seperti ini atau membiarkan aku bermain game. Tentu saja aku harus makan sepuasnya sekarang!"


Anak ini hampir seperti anak beruang!


Naura kemudian meletakkan sayuran yang dibawanya ke meja didapur. "Lalu, semalam kamu makan apa?" Tanyanya sambil memilih sayur.


"Mie ayam." Jawabannya kemudian menambahkan kalimatnya lagi. "Restoran kecil saat kemarin kamu mengajakku ke sana."


"Bagaimana bisa kamu makan tanpa membawa uang?"


"Ya hutang." Jawabnya secara alami. "Ingat ya, kamu harus membantuku untuk membayarnya ketika kamu kembali."


"Apakah pemilik restoran mengenalmu dengan baik, sampai memberimu hutang?" Naura merasa, dia selalu membuka mata.


"Memangnya kenapa? Bahkan dia masih menyuruhku datang lagi kesana untuk makan siang ini."


"......" Naura tidak tau harus berkata apa lagi.


Gen keluarga Ardinata sangatlah bagus. Entah itu 'Samuel' besar di rumah, atau anak beruang kecil di depannya ini. Mereka semua terlihat begitu tampan. Jika anak lain yang seumurannya mengandalkan wajah ini untuk berpura-pura menyedihkan, maka akan terlihat seperti penipu.


Namun, itu terlihat agak terlalu sombong bagi dia untuk menyuruh dirinya membayarkan hutang untuknya.


"Dengar! Aku tidak punya kewajiban untuk membayar hutangmu."


"Kenapa? Lagi pula kamu akan menjadi pacarku di masa depan. Aku akan menghabiskan uangmu sekarang, kelak saat aku mendapatkan uang dari menjadi esports profesional, maka semua uang itu akan ku berikan padamu untuk kamu pakai."


"Aku sudah menikah!" Naura benar-benar tidak bisa menahan tangis dan tawanya.


Samuel kecil berdiri dan meregangkan pinggangnya. "Aku ini sangat tampan. Kamu pasti akan menceraikan suamimu karena aku."


Selesai bicara, dia kemudian mengambil cermin yang ada disebelahnya dan mengaca. "Hahh...benar-benar tampan!" Ucapnya sambil melenguh.

__ADS_1


"......" Naura hanya bisa diam tanpa kata.


...__________...


__ADS_2