
Sore harinya.
Naura menerima panggilan yang mengatakan ada seorang wanita sedang mencarinya.
Naura merasa bingung, tidak tahu siapa yang mencarinya.
Ketika Naura turun, dia melihat seorang wanita duduk menghadap belakang. Wanita itu berpakaian sangat seksi, mirip dengan Marsha. Naura seperti tidak asing dengan punggungnya.
Wanita itu kemudian berbalik dan menyapanya. "Nona Naura."
Naura menyipitkan matanya, ternyata Clara Patricia yang mencarinya?
Naura menatapnya dengan acuh, dan berkata dengan suara datar. "Kamu salah cari orang."
"Hari ini aku datang ke sini untuk menemuimu. Aku tidak mencari Marsha, tapi Naura."
Clara Patricia adalah seorang wanita yang dibelai dan dipukuli di atas tempat tidur banyak pria.
"Ada perlu apa?" Naura sama sekali tidak menyukai Clara. Tentu saja dia merasa Clara mencarinya bukan untuk hal-hal yang baik.
Bahkan jika ada hal yang baik, itu juga pasti hal baik tanpa hati nurani.
"Hal-hal yang terjadi sebelumnya, semua adalah salahku. Aku datang ke sini untuk meminta maaf kepadamu." Clara mengaitkan rambut yang jatuh dari telinganya dan tersenyum menunjukkan perasaannya.
Kemudian dia mengambil paperbag dengan logo besar yang ada di sebelahnya. Dia bangkit berdiri dan memberikannya kepada Naura. "Kalau Nona Naura tidak keberatan, terimalah hadiah permintaan maafku."
Clara berfikir bahwa dirinya sudah cukup menunjukkan ketulusan hati dan nada rendah hati.
Dia juga pernah mendengar tentang kehidupan Naura. Naura adalah gadis berusia dua puluhan dan kehidupan dalam keluarganya kurang baik sebelumnya. Teman Naura tidak banyak, apalagi setelah dia menikah dengan anggota keluarga Ardinata yang tidak berguna itu, pasti kehidupannya sangat sulit.
Menurut Clara, hati gadis yang seperti ini paling mudah untuk luluh dan paling mudah untuk disenangi.
Naura melirik paperbag di tangan Clara dan berkata, "Seharusnya kamu meminta maaf kepada Evelyn. Sedangkan untukku, jika kamu membicarakan tentang kejadian di Bar waktu itu, aku merasa tidak dirugikan. Kamu meminta seseorang untuk mengambil foto Evelyn secara diam-diam, tidak ada hubungannya denganku, kamu harus meminta maaf sendiri kepadanya."
Melihat Naura tidak melupakan masalah itu, raut wajah Clara menjadi berubah tidak terlalu baik.
Studio pemotretan waktu itu, tidak jauh dari tempat Evelyn. Begitu Clara mendengar bahwa Evelyn ada di sana, dia tidak bisa menahan kebencian dan kecemburuan di hatinya. Dia pun mencari cara untuk menyuruh orang mengambil pakaian Evelyn dan mengambil fotonya diam-diam.
Jika bukan karena dia tidak takut dikenali orang lain, dia akan pergi mengambil fotonya sendiri dan tidak perlu membuat dua orang suruhannya yang bodoh itu mengacaukan rencananya.
"Aku benar-benar tidak menyuruh siapa pun untuk diam-diam mengambil foto Evelyn. Nona Naura, kamu harus percaya padaku..." Clara menggigit bibirnya, memperlihatkan ekspresi wajah polos dan perasaan bersalah.
Cara Clara itu berguna untuk pria, tapi itu tidak berguna bagi Naura.
__ADS_1
"Aku harus kembali bekerja, Nona Clara." Naura memang ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Meskipun awalnya Naura akan kembali ke perusahaan Affandi, dia memang memiliki niat untuk balas dendam, tetapi dia adalah orang yang bertanggung jawab dan berprinsip.
Sudah menerima gaji, maka harus menyelesaikan bagiannya.
Clara menatap punggung Naura dan mengepalkan tangannya. 'Melihat seorang gadis yang tidak berguna, aku tidak menyangka dia begitu keras kepala!'
Awalnya Clara mencoba untuk menyenangkan Naura, setelah mendapatkan kepercayaan Naura, dia akan memiliki kesempatan untuk mendekati Aaron Daffa. Setelah itu dia akan menggunakan beberapa cara kepada Aaron, bahkan jika Aaron adalah orang yang tidak mudah terpengaruhi, tetapi dia juga akan kecanduan padanya...
'Kalau begini, aku harus menggunakan cara lain.'
……
Setelah Fadhil Affandi kembali ke Perusahaan Affandi, dia menunjukkan serangkaian rencana untuk mengubah keadaan dan membuat situasi Perusahaan Affandi membaik.
Untuk hal ini, Naura mengaguminya.
Orang yang sudah berusia tujuh puluhan, setiap hari masih harus bekerja lemhur di perusahaan dan keluar bersama klien di malam hari.
Untuk Perusahaan Affandi, Fadhil Affandi benar-benar melakukan sepenuhnya.
Sebelum pulang kerja, Naura merapikan barang-barangnya terlebih dahulu dan bersiap untuk pergi. Tapi, tiba-tiba ponselnya berdering.
Kakek Fadhil Affandi menelponnya.
"Bersiaplah dan temani kakek ke kota K untuk perjalanan bisnis besok."
"Perjalanan bisnis?" Naura tidak tahu mengapa Fadhil Affandi ingin dirinya menemaninya dalam perjalanan bisnis?
Bahkan jika Fadhil Affandi perlu mencari seseorang untuk menemaninya dalam perjalanan bisnis, seharusnya dia cari Marsha.
"Persiapkan malam ini dan kita bertemu di bandara besok pagi pukul sembilan."
Nada bicara Fadhil Affandi tidak dapat disangkal dan tidak memberi Naura kesempatan untuk bertanya lebih banyak, karena dia langsung menutup teleponnya.
Jika itu adalah Fajar Affandi, Naura bisa tanya-tanya mengapa dia harua membawanya dalam perjalanan bisnis ini.
Namun, yang menelpon adalah Fadhil Affandi.
Fadhil Affandi lebih tangguh dan lebih pintar dari Fajar Affandi, tetapi juga lebih terus terang daripada Fajar.
Bagaimana pun, Naura juga Nona Muda di keluarga Affandi, Fadhil Affandi tidak akan membawanya untuk dijual.
__ADS_1
……
Naura dijemput supir lain. Tak lama setelah dia masuk ke dalam mobil Naura memperhatikan supir yang terus melihat kaca spion. Dia kemudian juga melihat ke belakang dan menemukan tidak ada yang mencurigakan. Lalu dia bertanya kepada supir. "Ada apa?"
"Ada yang mengikuti kita." Supir berkata dengan serius. "Nyonya Muda, duduklah dengan erat."
Naura tidak banyak bertanya, hanya berkata, "Oke."
Seorang jenderal tidak memiliki tentara yang lemah, dan bahkan orang-orang bawahan Aaron bukan orang biasa.
Sebelumnya Samuel pernah mengatakan, bahwa supir di rumah Aaron adalah pensiunan pembalab.
Selanjutnya, supir itu benar-benar mengendarai mobil seperti mobil balap dan mengamuk di jalanan.
Ketika kecepatan mobil sudah melambat, Naura sudah merasa pusing. Dia berkata kepada supir, "Berhenti!"
Begitu mobil berhenti, Naura buru-buru membuka pintu mobil dan melompat turun. Dia dengan cepat lari ke tempat sampah dan muntah sebanyak-banyaknya.
Supir dengan cepat mengambil air dan tisu. "Nyonya Muda, sudah membuatmu kaget."
"...Aku baik-baik saja." Naura perlahan berjalan dan menepuk pundak supir. "Sangat hebat!"
Naura kembali ke mobil bersama supirnya.
Saat ini, mobil sudah sampai di kawasan pantai, melaju ke arah perbukitan selama lebih dari sepuluh menit untuk tiba di rumah megah Aaron.
Segera setelah mobil yang dikendarai Naura lewat, ada mobil lain yang muncul.
Clara Patricia menjadi pucat dan turun dari mobil, mengangkat pandangannya menatap ke arah sebuah rumah besar yang berada di atas bukit.
Supir yang membawanya mencondongkan tubuhnya keluar jendela dan berteriak kepada Clara. "Nona, kamu belum membayar! Ada tagihan denda!"
"Iya!" Clara berbalik dengan tidak sabar, mengambil beberapa lembar uang merah muda dari dalam tas dan melemparnya ke dalam mobil.
Supir itu berkata dengan tidak senang. "Nona, tadi kamu mengatakan jika aku bisa mengejar mobil itu, kamu akan memberiku 1 miliar!"
Clara mencibir, "Mengapa kamu tidak pergi merampok saja?!"
"Kamu ingkar janji?" Supir itu membuka pintu dan keluar dari mobil. Badan supir itu sangat besar dan dia tampak menakutkan.
Tidak banyak orang di sini, Clara yang masih marah, merasa agak takut.
Pada akhirnya, tentu saja dia tidak memberi supir itu 1 miliar, tetapi hanya memberi si supir semua uang yang dia bawa.
__ADS_1
Meskipun merasa sedikit lemas di hatinya, dia langsung bersemangat lagi ketika dia berpikir bahwa dia akan segera bersama dengan Tuan Muda dari keluarga Ardinata.
...----------------...