Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#69


__ADS_3

Aaron pergi ke sebuah kedai teh yang sangat mewah.


Danar-asisten pribadi Faisal menunggunya didepan pintu. "Tuan Muda, Tuan Faisal sudah menunggu didalam." Ucapnya dengan sangat sopan begitu melihat Aaron datang.


Setelah bicara, Damar berbalik dan berjalan ke depan di ikuti Aaron.


Di dalam ruangan, Faisal terlihat sedang duduk didepan meja dengan secangkir teh. Wajahnya terlihat begitu tenang.


"Buru-buru ingin menemuiku, ada urusan apa?" Tanya Aaron dengan suara yang terdengar tidak peduli seperti sedang tidak ingin bicara dengan ayahnya sendiri.


Dia pun memilih duduk di sofa yang paling jauh dari Faisal.


Faisal sudah terbiasa dengan sikap putranya ini. Dia melihat ke arah Damar. "Kamu perlihatkan kepadanya."


Damar dengan segera membawa laptopnya dan memperlihatkan kepada Aaron.


Di layar laptopnya terlihat sebuah berita yang baru saja diterbitkan pagi ini.


Judul berita tersebut sangat menarik. 'Nyonya Muda Ardinata Dicurigai Memiliki Hubungan Dekat Dengan Adik Iparnya?'


Judulnya memang menarik. Meski terlihat ambigu, tapi dapat menarik pembaca.


Jadi, ternyata berita ini sudah dibaca bangak orang.


Aaron men-scroll ke bawah. Intinya berita itu ingin memberitau pembaca kalau 'adik sepupu Aaron Daffa' dan istrinya memiliki hubungan yang terlarang.


Dalam berita tersebut juga terdapat dua foto. Di foto itu, Aaron dan Naura terlihat sangat dekat. Foto itu diambil saat kemarin mereka berdua sedang berada diluar private room di sebuah restoran setelah makan bersama dengan keluarga Affandi.


"Sekarang jelaskan!" Tegas Faisal.


Aaron menganggukkan kepala dan tampak serius. "Kalau dilihat dari sudut pengambilan fotonya tidak Bagus. Tidak terlihat wajahnya, juga sedikit buram."


"Aaron Daffa Ardinata!" Faisal benar-benar sangat marah dengan sikap acuk tak acuh putranya sampai membanting cangkirnya ke lantai.


"Kerena masalah ibumu, kamu marah kepada ayah selama bertahun-tahun!Karena kamu masih muda, jadi ayah sengaja tidak melihat dan pura-pura tidak peduli! Tapi kamu, semakin menjadi-jadi melawan ayah! Kamu ini sedang balas dendam untuk apa yang telah terjadi beberapa tahun lalu itu, karena tidak bisa menyelamatkan ibumu?!"


Faisal selaku pemimpin dalam keluarga Ardinata, saat berbicara seperti ini, kekuatan bicaranya sebagai seorang pemimpin, dengan alami keluar sendiri.

__ADS_1


Damar yang berdiri disampingnya, tanpa disadari melangkah mundur.


Lain halnya dengan Aaron. Aaron tidak merasa takut. Dengan ekspresi datar, dia menatap Faisal. "Apa yang kamu katakan? Ibuku meninggal ditangan para penculik, apa hubungannya denganmu? Tidak perlu merasa bertanggung jawab." Nada suaranya terdengar mengejek.


Sebelum Aaron menemukan kebenarannya, tidak ada yang harus bertanggung jawab.


Tapi, setelah dia menemukan kebenarannya, jangan harap orang yang terlibat dengan kasus kematian ibunya bisa hidup dengan tenang!


Mendengar ucapan Aaron, Faisal mengangangkat pandangannya dan menatap putranya yang ada dihadapannya ini.


Karena masalah tentang ibu Aaron, sudah bertahun-tahun lamanya hubungan mereka, ayah dan anak menjadi tidak baik.


Setiap kali bertemu, selalu terasa aura yang mencekam diantara mereka.


"Aaron, ayah sudah tua. Setelah ini, perusahaan Ardinata yang besar ini, kamu yang akan mengambil alih. Kita harus berdamai. Ayah pernah menemui Naura, dia anak yang baik hati. Kalau kamu benar-benar tidak ingin bersama dengannya, tunggu seletah kamu mengambil alih Perusahaan Ardinata, kamu boleh bercerai dan mencari wanita lain untuk menikah denganmu......"


Keluarga Ardinata merupakan keluarga yang sangat besar. Banyak kerabat yang memegang posisi di Perusahaan Ardinata. Sedangkan kali ini, mereka dengan tiba-tiba membuat Aaron menikah juga karena mereka mengatakan kalau Aaron impoten dan tidak pantas untuk mengambil alih Perusahaan Ardinata.


Aaron sendiri setelah ibunya meninggal dunia, tidak hanya tidak keluar dari rumah dan bertemu dengan orang lain, bahkan beberapa kerabat keluarga Ardinata tidak pernah lagi melihat Aaron.


Faisal sampai pernah mengirim seorang wanita ke Aaron Daffa. Seorang wanita yang cantik, lembut dan pintar. Tapi, wanita tersebut menjadi sangat sengsara dan menyedihkan saat keluar dari sana.


Faisal merasa tidak punya pilihan lagi. Dia hanya bisa membuat Aaron menikah dulu untuk menutup mulut kerabat Ardinata.


Dia tau, tidak ada masalah dalam tubuh putranya. Setelah beberapa tahun, Aaron kemudian mengerti kesusahan ayahnya, jadi dia bersedia menerima alih Perusahaan Ardinata.


"Mau bagaimana hubungan aku dengan Naura, itu urusan kami sendiri! Aku minta, lebih baik jangan pernah mencampuri urusan kami!"


Aaron tiba-tiba teringat sebelum Naura berangkat ke kantor tadi, seharusnya Naura masih belum tau berita ini.


Aaron benar-benar membenci keberanian Marsha yang mau cari mati ini. Beraninya wanita itu diam-diam mengambil foto dan mengirimkannya ke media.


Aaron berdiri dan menatap Faisal dengan tatapan dingin. "Umurmu sudah tua. Setelah ini, jangan ikut campur lagi masalah kecil seperti ini."


Maksud dari ucapan Aaron adalah masalah dia, tidak perlu Faisal yang mengurus.


Faisal seorang laki-laki yang pintar dan bijaksana, tentu saja dengan mudah bisa mengerti apa maksud ucapan Aaron.

__ADS_1


Lagi-lagi dia merasa sangat marah dan ingin memecahkan sesuatu. Tapi dia menahannya.


Damar melanglah maju mendekat dan menuangkan air untuk Faisal. "Tuan, minum dulu untuk menenangkan diri. Tuan Muda masih muda. Setelah ini, dia pasti tau apa maksud kebaikan anda."


Faisal menghela nafas panjang. "Semoga saja."


Setelah keluar dari kedai teh itu, Aaron bersiap ingin menelpon Naura.


Tapi, saat ponselnya baru saja dikeluarkan, dia memasukkan ponselnya kembali.


...


Naura sedikit lagi hampir terlambat, begitu dia duduk dikursi kerjanya, semua rekan-rekan kerjanya langsung menatapnya dengan tatapan aneh.


Naura mengambil ponselnya dan memotret wajahnya sendiri. Di wajahnya tidak ada kotoran dan normal-normal saja.


Ada rekan kerja wanita yang duduk didepannya dengan ramah menunjukkan ponselnya ke Naura.


Naura dengan perlahan mulai mengerti. Dia tersenyum kemudian membuka berita di internet dengan ponselnya.


Kebiasaan Naura setiap pagi bangun tidur selalu membuka internet. Karena pagi ini dia kesiangan, jadi dia belum membukanya sama sekali.


Ternyata topik utama di media sosial ada hubungan dengan dirinya.


Dia membuka dan membacanya. Ada foro dirinya dan 'Samuel' saat kemarin makan di restoran.


Naura terkejut dan berusaha menenangkan dirinya.


'Samuel' laki-laki yang begitu arrogant dan tidak terkendali. Cepat atau lambat pasti akan difoto oleh orang.


Dia tidak takut dengan foto yang diambil dari sudut yang salah itu. Tapi, bagaimana kalau keluarga Ardinata melihat berita ini?


Kalau Aaron Daffa juga melihat foto ini......?


Tiba-tiba ada panggilan telepon masuk dari Fajar Affandi. Naura segera mengangkatnya.


"Datang ke kantor ayah sekarang juga!" Tegas Fajar memberi perintah terdengar tidak sabar.

__ADS_1


Naura segera beranjak pergi menuju ruangan kantor Presiden Direktur Utama Perusahaan Affandi.


...__________...


__ADS_2