Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#16


__ADS_3

Saat perjalanan pulang menuju rumah Aaron, selama perjalanan Naura melihat dan membaca komentar-komentar dari postingan di internet dan sosial media.


Berita tentang Naura masih ramai diperbincangkan oleh warganet. Banyak netizen yang memakainya.


Naura hanya bisa tersenyum dengan dingin. Dirinya adalah korban, tapi kenapa mendapat banyak makian. Sedangkan Marsha yang jahat malah mendapat pujian.


Naura pun mengirim pesan kepada Evelyn meminta bantuan.


"Eve, beri aku nomor kontak seorang selebgram yang terpercaya."


Tidak harus menunggu lama, Evelyn langsung membalas pesannya.


"Kamu mau melakukan apa?!"


Meskipun hanya membaca pesan balasan dari Evelyn, Naura bisa merasakan kalau sahabat baiknya saat ini pasti sangat antusias sekali.


Naura tersenyum kecil sambil membalas pesan Evelyn. "Aku tidak mau dimaki dengan sia-sia seperti ini."


"Aku sangat setuju! Musnahkan penyakit princess syndrom akut itu dari muka bumi ini! Aku akan membantumu menghubungi temanku. Penggemarnya lebih banyak dari penggemarku."


Sejak awal, Evelyn sudah sangat tidak suka dengan Marsha karena selalu ingin semua orang harus mendengarkan dia. Evelyn pun terus menyebutnya dengan 'Princess Syndrome'.


Evelyn sama sekali tidak merasa takut kalau masalah ini akan menjadi besar. Sedangkan Naura, tidak berencana untuk meredakan masalah ini. Justru dia ingin membuat masalah ini menjadi semakin besar.


Marsha ingin memanfaatkan semua yang ada pada diri Naura. Sekarang hanya tinggal dibalik saja kan.


Hanya saja, apa Marsha sanggup untuk menanggung semuanya ini? Belum tentu!


...


Sore harinya, muncul sebuah postingan singkat hanya berisi satu kata, yaitu "Maaf". Dan langsung menjadi tranding topic di sosial media.


Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, postingan tersebut sudah dibanjiri puluhan ribu komentar.


Postingan tersebut diunggah langsung menggunakan akun pribadi milik Naura. Dia meminta selebgram membagikan postingannya itu dengan memberi keterangan bahwa postingan tersebut dikirim langsung oleh orang yang bersangkutan. Dan dalam waktu sekejap, postingan tersebut dipenuhi dengan kata-kata makian.

__ADS_1


Ketika Evelyn membaca, seketika emosinya meledak. Dia langsung menelpon Naura. "Naura! Apa kamu memang benar-benar sangat bodoh?! Kamu meminta aku memberimu nomor kontak seorang selebgram hanya untuk meminta maaf kepada Marsha?! Percaya tidak? Saat ini juga aku akan datang ketempatmu dan langsung memotong lehermu!!"


"Aku tidak percaya." Jawab singkat Naura dengan datar.


"Sebenarnya, apa yang sedang kamu rencanakan?" Tanya Evelyn dengan tidak sabar.


Tadinya, dia tidak percaya kalau postingan itu Naura yang mengunggahnya. Tapi, setelah dilihat dengan teliti, ternyata pemilik akun yang mengunggah postingan itu memang benar milik Naura.


Meskipun Evelyn sangat marah dengan Naura, tapi dengan cepat dia sudah tenang kembali.


Selama ini, Di rumah keluarga Affandi, Naura selalu menahan emosinya. Tapi, bukan berarti kalau dia tidak bisa marah.


"Aku hanya ingin memberi sebuah hadiah yang besar kepada Marsha. Sebuah hadiah yang besar dalam hidupnya, pertama kali dia dimaki orang." Jawab Naura dengan tersenyum dingin.


Keluarga Evelyn tentu saja lebih baik dibandingkan dengan keluarga Affandi. Sudah sejak lama, Evelyn ingin sekali memberi pelajaran kepada Marsha, tapi Naura yang tidak pernah memperbolehkan dia melakukan itu.


Dan sekarang, Naura yang akan turun tangan sendiri. Jadi, Evelyn merasa sudah tidak perlu ikut campur lagi. "Aku akan selalu mendukungmu! Tapi, kalau kamu butuh bantuan, kamu langsung saja telepon aku ya!"


...


Ivan masuk sambil membawa laptop ditangannya menghampiri Aaron dan meletakkan laptopnya diatas meja kerja Aaron.


"Tuan Muda, kamu lihat ini. Nyonya Muda baru saja meminta maaf kepada kakaknya di sosial media."


Aaron mengangkat pandangannya dan menatap kelayar laptop Ivan, membaca unggahan postingan Naura. Aaron hanya melihat sekilas saja kemudian menundukkan kepalanya lagi. "Tidak menyebutkan nama, lalu kenapa kamu bisa mengatakan kalau dia yang meminta maaf kepada kakaknya?" Tanya Aaron dengan datar sambil fokus dengan pekerjaannya.


Kesan Ivan terhadap Naura hanya sebatas pada 'penampilannya tidak menarik' dan 'responnya lambat'. Jadi, ketika Ivan melihat postingannya di sosial media, dia berpikir banyak. "Tuan Muda, maksudmu....?" Ivan masih merasa bingung.


"Sudahlah! Tidak perlu ikut campur. Kalau ada perkembangan lagi, kamu beri tau aku." Ucap Aaron dengan wajah tanpa ekspresinya.


Aaron pernah bertemu Marsha sekali. Meskipun begitu, dia tau kalau Marsha sangat dimanja dan melakukan sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu.


Dan untuk berita di internet dan sosial media, Marsha juga pasti melakukannya tanpa berpikir lebih dulu.


Sedangkan Naura, dia hidup dalam lingkungan yang keras. Tidak ada yang mendukungnya. Tidak ada yang membantunya dan ditentang semua orang. Jika dibandingkan orang-orang seusianya, Naura lebih dewasa.

__ADS_1


Aaron percaya, kalau Naura ingin membalas, pasti akan berhasil. Kalau pun tidak berhasi?


Kalau saja Naura mau memohon kepadanya, mungkin Aaron akan membantunya. Dan kemungkinan besar, gadis jelek itu akan datang dam memohon.


Seketika lamunan Aaron buyar saat ponselnya berdering diatas meja. Dia melirik melihat nomor yang menelponnya dari luar negeri. Raut wajahnya langsung berubah.


Aaron tidak langsung mengangkat panggilan telepon itu. "Kamu keluar dulu!" Ucap Aaron pada Ivan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.


Ivan sudah sangat akrab dengan Aaron. Dia juga bisa menebak siapa yang menelpon Aaron.


Setelah Ivan keluar, Aaron mengangkat panggilan telepon itu dan langsung mendengar suara wanita dari seberang telepon.


"Aaron! Apa yang sebenarnya terjadi di internet dan sosial media? Aku yang sedang diluar negeri bisa melihat. Apa kamu benar-benar menikahi perempuan yang jelek dan bodoh?! Jelas-jelas kondisi tubuh kamu baik-baik saja! Kenapa kamu masih terus membiarkan semua orang salah paham? Membiarkan sembarang perempuan menjadi istrimu dan menjadi anggota keluarga Ardinata?!"


Aaron merasa ucapan wanita ini semakin lama, semakin tidak enak didengar. "Cukup Freya!" Bentak Aaron.


"Aaron? Kamu membentakku? Aku ini kakakmu!"


Aaron tidak bicara lagi karena dia tidak peduli.


Freya Angelia Ardinata adalah kakak perempuan Aaron.


Freya juga terdiam sejenak untuk menenangkan dirinya sebentar. "Aaron dengar! Maksudku bukan ingin mengajakmu bertengkar, aku hanya tidak mengerti mengapa selama ini kamu terus saja berpura-pura menjadi orang yang tidak berguna? Dan sekarang, bahkan seorang perempuan licik bisa berbuat seperti ini kepadamu lalu apa gunanya semua ini? Tidak lama lagi, ayah akan pensiun, bukannya kamu akan......


"Karena yang menyaksikan ibu disiksa sampai tewas bukan kamu! Jadi, kamu bisa merasa tenang selama ini hidup diluar negeri! Tapi aku tidak bisa! Sehari saja tidak mencari pembunuh itu, aku tidak akan bisa tenang!" Sahut Aaron menyambar ucapan Freya dengan penuh emosi dan sangat menusuk.


Tapi, Freya masih membantahnya. "Aaron! Penculik-penculik itu sudah ditembak mati sejak awal!"


"Belum! Pembunuh yang sebenarnya masih belum tertangkap dan aku akan terus mencarinya sekalipun sampai keneraka!"


Aaron tidak ingin banyak bicara lagi dengan Freya. Setelah mengatakan itu, dia langsung menutup teleponnya.


Mereka berdua, kakak beradik ini pasti akan selalu bertengkar setiap kali membicarakan masalah ini.


Dan setiap mengingat kejadian itu, seketika hati Aaron langsung dipenuhi kemarahan dan dendam yang mendalam.

__ADS_1


...__________...


__ADS_2