Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#71


__ADS_3

Kenapa dulu Naura tidak sadar kalau Lucky adalah seorang yang picik?!


Sikap Naura yang terus menghindarinya, membuat Lucky menjadi sedikit cemas. Dia dengan antusias mendekatkan diri ke Naura. "Bagaiamana Marsha bisa menandingi kamu?!"


Naura tidak peduli dengan omong kosongnya. Dia segera mengambil ponsel dan menelpon polisi.


Lucky yang selalu menjaga image-nya, dia kembali mundur dan menjaga jarak lalu membuka kunci pintu mobilnya.


Naura segera membuka pintu mobil itu dan keluar. Sebelum dia pergi, dia menatap dingin Lucky. "Dengar Lucky! Dulu memang aku pernah menyukai kamu dan mungkin kamu tidak tau kalau dulu aku pernah menyukaimu! Tapi ingat, mulai hari ini dan seterusnya, aku tidak akan pernah menyukai kamu lagi! Lebih tidak mungkin lagi mengkhianati Aaron suamiku dan selingkuh dengan kamu!"


Raut wajah Lucky semakin terlihat pucat mendengar ucapan Naura.


Selesai bicara, Naura menutup pintu mobilnya dengan keras kemudian membalikkan badan dan pergi karena sudah merasa muak, tidak ingin berlama-lama melihat Lucky.


Belum melangkah jauh, tiba-tiba ada sebuah mobil lagi yang berhenti disampingnya.


Naura mengira kalau Lucky masih mengejarnya. Dia semakin mempercepat langkah kakinya sampai terdengar suara seseorang yang sangat dia kenal dari mobil itu.


"Nyonya Muda!"


Seketika Naura terkejut dan menoleh kesamping. "Ivan?! Kalian sudah pulang?"


Ivan yang merupakan asisten pribadi Aaron Daffa, kemana pun Aaron berada, pasti dia juga ada bersamanya.


Semenjak Aaron pergi ke luar negeri, Naura juga tidak pernah melihat Ivan datang ke rumah. Naura menebak, kalau Ivan juga pasti ikut bersama Aaron pergi ke luar negeri.


Ivan turun dari mobil, menghampiri Naura. "Benar Nyonya. Tuan Muda berpesan memintaku untuk datang kemari menjemputmu pulang ke rumah."


Naura dengan perasaan yang aneh berharap bisa melihat Aaron. Tapi, dia mengerti kalau mungkin Aaron hanya mau memperlihatkan punggungnya saja.


Meski demikian, Naura tetap dengan senang hati masuk kedalam mobil.


Bagaimana mungkin di saat seperti ini Aaron pulang? Gumam Naura dalam hati.


Dia baru sampai, atau sudah sejak tadi pagi sudah sampai? Apa dia sudah melihat berita tentang aku dan 'Samuel'?


*Kalau...kalau dia memang sudah melihat berita itu, apa dia.....

__ADS_1


Tidak tidak*!


Kemungkinan ini tidak ada. Anggap saja Aaron tidak melihat! Kalaupun dia tau tentang berita Naura dan 'Samuel', sudah pasti ada orang yang memberitau dia.


Naura dapat memastikan, orang yang memberitau berita ini kepadanya pasti dari keluarga Ardinata.


Semua keluarga Ardinata sudah mengetahuinya. Aaron juga pasti sudah tau.


Dengan hari yang cemas, mobil pun sudah sampai dihalaman rumah mewah Aaron Daffa.


"Nyonya Muda, silahkan turun." Doni dengan sopan membukakan pintu dan mempersilahkan Naura turun.


Naura turun dan mendongakkan kepalanya melihat ke arah ruang kerja Aaron yang ada di lantai dua dari samping mobil. "Ivan, apa Aaron ada diruang kerjanya?"


"Tidak ada Nyonya. Tuan Muda sedang istirahat." Jawab Ivan.


Naura menganggukkan kepala kemudian berjalan masuk kedalam rumah. Begitu masuk, dia melihat 'Samuel' sedang duduk santai di ruang tamu sambil minum kopi.


Dalam hati, Naura sangat kesal. Karena ada Ivan, jadi dia tidak bisa marah. Hanya bisa menatap dia dengan tatapan dingin kemudian berjalan naik ke atas menuju kamarnya.


Begitu Naura pergi ke atas, Ivan berjalan mendekati Aaron. "Tuan Muda, Lucky kembali menemui Nyonya Muda."


Dari nada suara Aaron yang datar, tidak seperti biasanya. Ivan bisa menebak ada rasa ketidaksukaan dari Tuan Mudanya.


Ivan teringat tadi di dalam mobil dia mihat Lucky duduk berdekatan dengan Naura, terlihat sedikit mesra. Ivan pun tidak berani berbicara lagi.


Akhirnya, Ivan memutar otaknya dan memilih cara aman untuk menjawab Tuan Mudanya. "Tadi aku melihat didalam mobil mereka duduk sebentar lalu Nyonya langsung turun."


"Duduk sebentar itu berapa lama?" Tanya Aaron lalu meletakkan kopinya diatas meja dan duduk bersandar di sofa.


Seketika Ivan merasa seperti sedang mendapat musibah. "Hanya sebentar. Sepertinya sepuluh menitan...."


"Oh, hanya sepuluh menitan? Kamu pergi menjemput dia, satu jam lebih baru pulang." Tiba-tiba tatapan Aaron menjadi sangat tajam.


Ivan mengatupkan bibirnya dan tidak berani lagi untuk berbicara.


Aaron menyipitkan matanya dan tidak bertanya lagi seolah tau kalau dia tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Ivan.

__ADS_1


...


Saat Naura turun dari tangga, di ruang tamu sudah tidak terlihat lagi bayangan 'Samuel'.


Naura bertanya ke bodyguard yang berjaga di depan pintu. "Adik sepupu Tuan Muda kalian pergi kemana?"


"Dia sudah pergi." Jawab bodyguard itu dengan wajah serius.


"Oh." Naura mengangguk kemudian pergi ke dapur untuk memasak.


'Samuel' tidak ada di rumah. Naura merasa suasana di dalam rumah menjadi tenang kembali.


Aaron baru saja pulang dari perjalanan ke luar negeri, pasti sangat melelahkan. Naura sengaja membuat masakan yang tidak pedas untuk dia.


Belum selesai memasak, Ivan datang menghampirinya. "Nyonya, aku ingin pergi dulu karena ada sedikit urusan. Tolong, kamu bawakan makanan untuk Tuan Muda ke atas."


Dalam hati, Naura merasa bingung. Sudah malam tapi kenapa mereka masih tetap sibuk?


"Iya. Selesai memasak, aku akan langsung membawakannya ke atas." Dengan senang hati Naura melakukan ini untuk Aaron.


Tak lama kemudian, Naura selesai memasak. Dia naik ke atas membawa makanan dan langsung menuju ke ruang kerja Aaron.


Naura berdiri dan mengetuk pintu. Dia tidak mendengar suara yang menjawab dari dalam. Naura langsung mendorong pintunya dan masuk.


Naura berniat meletakkan makanan di meja dan langsung pergi keluar. Tapi, tidak disangka saat dia membalikkan badan, dia melihat 'Samuel'.


Naura mengerutkan alis menatapnya. "Bukannya tadi kamu pergi?"


Aaron tidak menyangka kalau Naura sudah selesai memasak dan langsung membawakannya ke atas. Dirinya hampir saja terbongkar.


"Lalu, kalau sudah pergi, tidak boleh kembali?" Ucap Aaron dengan santai.


Naura masih selalu ingat berita diinternet pagi ini. Dia tidak ingin bicara lagi dengan 'Samuel'. "Kamu ikut aku keluar! Ada yang ingin aku biacarakan dengan kamu!"


Suara Naura terdengar sedikit berat dan mengesankan. Raut wajahnya terlihat begitu energic. Tapi, saat matanya yang besar menatap Aaron, Aaron bukan hanya merasakan sikap Naura yang dingin kepadanya. Justru malah Aaron merasa kalau Naura sedikit menarik.


Kedua tangan Aaron dimasukkan kedalam saku celana dan mengikuti Naura keluar dengan tenang.

__ADS_1


Di sini, tempat yang paling tidak mungkin didatangi orang. Ruang makan!


...__________...


__ADS_2