Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#182


__ADS_3

"Kakek." Naura berjalan menuruni tangga sampai ke hadapan Bayu Ardinata, lalu duduk.


Bayu Ardinata tersenyum melihat Naura. "Hari ini aku langsung datang kemari, khawatir di rumah tidak ada orang.


Naura tersenyum, sedikit canggung, tidak tahu harus mengatakan apa.


Bayu Ardinata bertanya padanya. "Aaron kemana?"


Bibi Mei menuangkan secangkir teh untuk Naura, Naura mengambil cangkir tersebut sambil berkata, "Dia sudah pergi ke kantor."


Bayu Ardinata baru teringat. "Umurku sudah tua, pikiranku sering kacau, mengira kalian sama sepertiku banyak memiliki waktu luang."


"Meskipun kakek sudah tua, tapi kakek masih bersemangat, mana ada pikiran kacau." Naura berbicara sambil tersenyum, tidak bisa menebak sebenarnya apa tujuan Bayu Ardinata mencarinya.


"Aku sudah pensiun lama, ayah Aaron juga sudah berumur 50 tahun, sudah tidak seenerjik dulu. Dengar-dengar, di luar Aaron bersama dengan temannya mendirikan perusahaan, kamu tahu kan?"


Sampai di sini, Naura tentu mengerti maksud dari ucapan Bayu Ardinata memiliki kekayaan ron mendirikan AD Entertainment Group, selama ini terus bekerja di AD Entertainment, tidak pernah pergi mengurus Perusahaan Ardinata.


Bayu Ardinata mengungkit ayah Aaron yang sudah tidak seenerjik dulu, maksudnya jelas. Dia ingin agar Aaron kembali bekerja di Perusahaan Ardinata.


Bayu Ardinata tidak mengerti, Naura juga menjawab dengan ambigu. "Tahu sedikit, tidak terlalu paham."


Bayu Ardinata tertawa, dan kembali berkata. "Cepat atau lambat, Perusahaan Ardinata akan diserahkan ke Aaron. Bisnis kecilnya di luar, sudah saatnya untuk dilepas. Menurutmu iya atau tidak?"


AD Entertainment sebagai perusahaan industri hiburan terbesar di dalam negeri, bagi Bayu Ardinata hanya bisnis kecil?


Dikatakan seperti ini juga tidak terlalu berlebihan.


Apalagi Perusahaan Ardinata adalah perusahaan milik keluarga kaya yang terkenal dan terpandang. Aset dan kekayaan yang dikumpulkan selama beberapa generasi, tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan AD Entertainment milik Aaron.


"Urusan pekerjaan Aaron, aku tidak terlalu jelas." Mata Naura melihat ke bawah, tampak rendah hati.


Tujuan Bayu Ardinata datang hari ini, sepertinya ingin meminta Naura untuk membujuk Aaron agar mau kembali mengurus Perusahaan Ardinata.


Tapi, kenapa tanpa alasan meminta dia untuk membujuk Aaron?


Kalau Bayu Ardinata sampai mencari Naura, itu menunjukkan kalau Aaron tidak ingin kembali ke Perusahaan Ardinata.


Dia tentu saja tidak akan dengan mudah di hadapan Bayu Ardinata mengaku apa-apa.

__ADS_1


Mendengar ucapan Naura, senyum di wajah Bayu Ardinata menghilang. Dia menyipitkan matanya menatap Naura, aura kemarahan tiba-tiba muncul.


Naura merasakan ada aura yang menakutkan keluar dari tubuh Bayu Ardinata, membuat sekujur tubuhnya menegang.


Tapi Naura belum berubah pikiran.


Mereka berdua saling bertatapan selama sekian lama, tiba-tiba Bayu Ardinata tertawa terbahak-bahak. "Selera bocah jelek itu ternyata bagus juga!"


Naura meregangkan kepalan tangannya, tangannya berkeringat. Dia tidak setenang ekspresinya, di dalam hati sebenarnya dia sangat ketakutan.


Bayu Ardinata dan Fadhil Affandi tidak sama. Dia benar-benar seseorang yang pernah melihat banyak hal besar, melewati banyak masalah besar, saat masih muda mudah bergaul. Sekarang usianya sudah tua, meskipun sudah pensiun, tapi auranya masih kuat.


Ini mungkin, yang membuat keluarga Ardinata istimewa.


Mereka memiliki kekayaan dan status yang membuat orang lain iri. Kepercayaan diri dan pengaruh tentu saja lebih daripada kebanyakan orang. Ini terukir di dalam tulang, orang lain tidak bisa mempelajari.


"Kalau begitu aku langsung saja, aku ingin Aaron kembali mengurus perusahaan Ardinata. Yang lalu, aku sudah membahas hal ini dengannya, tapi dia menolak. Kamu bantu aku membujuk dia, anggap kakek meminta tolong padamu." Nada bicara Bayu Ardinata tiba-tiba berubah menjadi sangat tulus, kali ini Naura tidak bisa menolak.


"Aku bisa bantu kakek membicarakan hal ini dengan Aaron. Tapi bahkan kakek yang bicara, dia tidak mau dengar, takutnya..."


Bayu Adinata merasa puas, kemudian tersenyum, memotong ucapan Naura. "Tenang saja, masalah ini aku mengerti."


Datang dan pergi dengan tergesa-gesa, agak terburu-buru. Bisa terlihat saat kakek muda dulu adalah seorang yang berpendirian teguh, dan sifatnya ini menurun ke Aaron.


Setelah mengantar kakek Ardinata sampai ke depan, Aaron menelepon. "Sudah makan belum?"


"Baru mau makan." Mengobrol begitu lama dengan kakek Ardinata, tidak terasa sekarang sudah mendekati jam makan siang.


Aaron kembali bertanya. "Apa kakek sudah pergi?"


"Kamu tahu kakek akan datang?" Naura mengambil sumpit bersiap untuk makan, tapi saat mendengar ucapan dari Aaron, dia kembali meletakkan sumpitnya.


Aaron tertawa. "Kalau tidak, dia masih ada cara apa lagi?" Nada bicaranya ini, sangat arogan.


...


Naura tidak ada selera makan, makan sedikit langsung meletakkan sumpitnya dan berencana siang nanti baru makan lagi.


Tapi, begitu siang tiba, Aaron yang seharusnya berada di kantor tiba-tiba pulang.

__ADS_1


"Bukannya kamu pergi kerja?"


"Pergi kerja tidak terlalu penting kalau dibandingkan dengan kamu." Aaron menyeringai, tatapannya dalam dan terlihat sangat menakutkan. "Yang kamu ucapkan tadi pagi, aku masih ingat."


"..." Hehe.


Naura tidak menghiraukan Aaron, dia berjalan menuju ruang makan.


Bibi Mei seperti sudah tahu dari awal kalau Aaron akan pulang saat makan siang. Jadi dia menyiapkan lima sampai enam macam masakan. "Tadi Tuan besar datang, aku lupa memberitahu Nyonya Naura kalau tadi pagi saat Tuan Muda pergi, Tuan Muda berkata akan pulang untuk makan siang." Bibi Mei menjelaskan karena melihat ekspresi kebingungan di wajah Naura.


Naura membalikkan kepala melihat Aaron.


Aaron duduk di hadapannya, sambil berkata, "Setelah makan siang nanti, aku tidak kembali ke kantor. Sebagian pekerjaan sudah diselesaikan tadi pagi."


"Kamu bekerja seperti ini, apa Christian tidak keberatan?" Membicarakan Christian, Naura kembali teringat beberapa screenshot yang dikirim Evelyn kemarin.


Aaron berkata dengan wajah tanpa ekspresi. "Kalau keberatan lalu kenapa?"


Memang benar, Christian di depan Aaron sangat takut, meskipun keberatan juga tidak berani berbicara.


Naura mengerucutkan bibirnya, dan berpikir sejenak. "Christian, dia...juga menyukai perempuan kan?"


Aaron mengangkat pandangnya melihat dia, sambil mengerutkan alisnya bertanya, "Kenapa?"


"Di internet ada orang yang mengatakan dia dan Kairav..." Naura berbicara sampai di sini, kemudian suaranya terhenti. Ucapan selanjutnya biarkan Aaron yang memikirkan sendiri.


Sayangnya Aaron seorang laki-laki yang normal, sama sekali tidak mengerti ada maksud di balik ucapan Naura. "Ada apa antara dia dengan kak Kairav?"


Naura tersedak, mengambil ponselnya mau membuka internet menunjukkan ke Aaron beberapa komentar yang sedang ramai dibicarakan.


Tapi, saat dia menbuka internet, melihat topik #Pacar Misterius Kairav Robinson# berada di urutan paling atas.


Aaron kebetulan sedang mengambilkan Naura lauk, melihat ekspresi wajahnya aneh, dia pun bertanya. "Ada masalah apa?"


"Aku dan kakak ipar sepupu, masuk dalam topik urutan teratas lagi." Naura mengerutkan kening, meletakkan ponselnya di hadapan Aaron.


Aaron mengambil dan melihat, topik #Pacar Misterius Kairav Robinson# lagi-lagi terpampang foto Naura dan Kairav saat di bandara.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2