Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#75


__ADS_3

Saat jam pulang kerja, Ivan sudah lama menunggu di depan sampai semua karyawan Perusahaan Affandi keluar, dia masih belum melihat Naura.


Ivan sudah beberapa kali menelpon Naura, tapi teleponnya tidak diangkat dan Ivan merasa ada yang aneh.


Ivan kemudian ingin menelpon Aaron. Baru mau menelpon, Aaron sudah lebih dulu menelponnya untuk menanyakan keadaan.


"Kenapa kamu masih belum kembali?" Tanya Aaron terdengar begitu dingin.


"Belum Tuan Muda. Aku juga sudah beberapa kali mencoba menelpon Nyonya tapi tidak diangkat. Aku curiga kalau Nyonya sudah pulang lebih dulu, kalau tidak......" Pasti ada masalah.


Tiga kata terakhir hanya berani diucapkan Ivan di dalam hati saja.


"Lalu kenapa kamu masih belum mencarinya?!" Terdengar suara Aaron yang seperti sedang menahan kemarahan.


"Baik Tuan Muda." Jawab Ivan kemudian menutup sambungan teleponnya.


Aaron mengambil jaketnya dan pergi keluar.


Setelah keluar menggunakan mobilnya yang telah terparkir di garasinya, Aaron tampak sedang berpikir.


Saat Merlin datang mencarinya, pasti dia memberi tekanan kepada Naura.


Meskipun Naura terlihat sangat dingin dan galak, Tapi sebenarnya, Naura hanya seperti harimau yang terbuat dari kertas.


Kemungkinan ada masalah sangat kecil, tapi kemungkinan dia tersakiti lebih besar.


Seketika, Aaron tersadar dari lamunannya saat tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Dia menundukkan kepala melihat Christian sedang menelponnya.


"Ada apa?" Tanya Aaron dengan dingin.


"Sepertinya suasana hatimu sedang jelek sakali. Apa kamu habis menelan bara api?"


Aaron malas mendengar celoteh Christian. Dia langsung menutup teleponnya.


Christian menatap ponselnya setelah panggilannya diputus begitu saja oleh Aaron. Dia kemudian duduk di tempat yang tidak jauh dari tempat Naura duduk dan memotretnya. Christian mengirim foto itu ke Aaron.


Kamu mematikan telepon dariku?


Baru saja mengirim foto, Aaron langsung menelponnya.


Dengan segera, Christian mengangkat panggilannya dan langsung mendengar suara dingin dari sebenrant telepon.


"Alamat?!"


"Apa seperti ini sikapmu saat ingin meminta tolong?" Akhirnya Christian mendapat kesempatan untuk mempersulit Aaron dengan cara tidak mau cepat-cepat memberitahunya.


"Baiklah. Masih ada lowongan di Afrika untuk ekspansi bisnis."

__ADS_1


"Sialan!" Christian dengan kesal memaki Aaron dan dia pun langsung memberitau alamat dimana dirinya berada bersama Naura saat ini.


Setiap kali Aaron mengancam Christian, setiap kali juga Aaron berhasil mengancam Christian.😆


Karena dulu Aaron pernah melakukannya. Dulu, Christian pernah melakukan kesalahan besar dan langsung dikirim ke Afrika oleh Aaron.


Apa yang diucapkan oleh Aaron, tidak hanya dia katakan dibibir saja. Sejak awal, apa yang diucapkan oleh Aaron, pasti akan dilakukan.


...


Di dalam Club.


Setelah Naura meneguk cocktail yang ada digelasnya hingga tak tersisa satu tetespun, Naura kembali memesan beberapa gelas cocktail .


Naura kuat minum dan tidak mudah mabuk. Dalam keadaan normal merupakan hal yang baik. Tapi, saat ini Naura datang sendirian ke Club dan ingin minum sampai mabuk.


Naura terlihat sangat cantik dan dia datang sendirian. Didepannya ada beberapa gelas berisi cocktail . Terlihat kalau suasana hatinya sedang tidak baik.


Ada banyak laki-laki yang diam-diam menatap kearahnya dan terlihat berbahaya.


Akhirnya ada dua orang laki-laki yang menghampirinya.


"Hallo cantik? Kamu sendirian?"


Naura mengangkat wajahnya, sekilas melihat mereka memakai jas terlihat seperti orang kaya yang berkelas.


Dalam pikiran kedua lelaki itu tidak ada penolakan berarti diam-diam mengiyakan.


Kedua lelaki itu pun mengerti maksud Naura. Mereka segera duduk disampingnya.


Naura sudah melepas mantel panjangnya. Dia memakai sweater berwarna hitam yang pas dengannya dan terlihat lekukan tubuhnya yang indah. Membuat orang yang melihatnya merasa tertarik.


Kedua lelaki yang duduk disampingnya terus menatapnya.


"Nona cantik, apa artinya kamu minum sendirian? Ayo, kita minum bersama."


Naura bisa menebak apa yang ada dipikiran dua lelaki ini. Dia tersenyum dan menyetujuinya. "Baiklah, kita minum sambil bermain."


Mereka semakin mendekat dan tersenyum. "Main apa?"


Naura memiringkan kepalanya sambil menopang dagu menatap dia. Terlihat elegan dan begitu menawan juga sedikit polos. "Main dadu."


Kedua lelaki itu saling menatap kemudian tertawa penuh percaya diri. "Boleh!"


Yang ada dalam pikiran kedua lelaki itu kalau Naura kalah di permainan dadu ini, Naura akan mabuk dan gantian mereka yang akan mempermainkannya.


Sebelumnya, kedua lelaki itu memesan banyak bir. Awalnya, mereka begitu percaya diri, tapi setelah bermain beberapa ronde, mereka sadar kalau bir yang ada didepan Naura sama sekali belum terminum. Sebaliknya, malah mereka yang sudah menghabiskan beberapa botol bir hingga perut mereka terasa penuh dengan bir dan mabuk. Bahkan mereka sudah tidak bisa mendengar dengan jelas ucapan orang.


Naura tersenyum polos. "Kalian kuat minum ya?" Tanyanya sambil menuang bir ke gelas mereka.

__ADS_1


Sementara itu, Christian yang duduk ditempat lain yang tidak jauh dari meja Naura, saat melihat ada dua lelaki mendekati Naura dan berbicara dengannya, dia ingin menghampirinya. Tapi, setelah melihat kalau Naura tidak mengalami masalah dengan kedua lelaki itu, Christian mengurungkan niatnya untuk menghampiri Naura. Hanya terus mengawasinya saja dari mejanya.


Melihat kedua lelaki itu sudah lelah minum, gelas yang ada dihadapannya masih belum disentuh. Dia yang melihatnya ingin menghampiri Naura untuk ikut bermain dengannya.


Tapi, kebetulan ada keributan di pintu masuk.


Sontak, Christian melihat kearah sana dan melihat Aaron berjalan ke arahnya.


Tubuh Aaron yang begitu tinggi, emosinya yang begitu besar, dia sangat mudah untuk dikenali saat berjalan di kerumunan banyak orang.


Lampu yang ada didalam Club remang-remang. Dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah Aaron. Tapi, dia bisa merasakan kalau suasana hati teman baiknya ini sedang tidak baik.


Christian merasakan ada yang gawat, dia ingin buru-buru membawa Naura pergi dan mencoba untuk membereskannya.


Tapi, langkahnya kalah cepat dengan Aaron.


Cepat sekali Aaron sudah datang dan langsung melihat Naura sedang bermain dadu dengan gembira bersama laki-laki lain.


Aaron bisa melihat senyuman di wajah cantik Naura yang sedang duduk bersama dengan dua laki-laki lain bermain dadu dan minum bir, terlihat senang.


Naura duduk memunggungi pintu. Karena itu dia tidak melihat Aaron datang. Hanya saja saat Aaron mendekatinya, Naura bisa merasakan aura yang biasa dia rasakan semakin mendekat ke arahnya. Dia tidak bisa tidak menoleh ke belakang.


Saat Naura menoleh, saat itu juga Aaron sudah berdiri dibelakangnya membuat Naura terkejut. "Kamu kenapa ada disini?"


Dua laki-laki yang duduk disamping Naura sudah setengah manuk, mereka melihat ada laki-laki lain yang datang mendekat, langsung bertanya kepadanya. "Siapa dia?"


Naura membalikkan kepala melihat mereka dengan serius. "Dia adik ipar sepupu. Tampan ya, banyak wanita yang mengejarnya."


Wajah Aaron terlihat begitu marah. Dia melihat ada botol bir kosong didepan Naura dan menebak berapa botol bir yang sudah di minum Naura.


Setelah bicara, Naura meraih tangan 'Samuel' menariknya untuk duduk. "Cepat duduk!"


"Pulang!" Raut wajah Aaron terlihat begitu dingin, menandakan kalau dia sedang sangat marah.


"Aku tidak mau pulang! Tidak punya rumah!" Jawab Naura kemudian meminum bir yang ada didepannya lagi.


Wajah ang tadinya terlihat tertawa, kini berubah menjadi penuh rasa kecewa.


Dari kecil, Naura tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Dulu dia bermimpi bisa menikah dengan seseorang yang mau hidup bersama dengannya, membangun keluarga kecil yang bahagia. Tapi, dia malah dipaksa menikah dengan Aaron Daffa demi Marsha.


Keluarga apa yang dia punya?


Dia tidak punya keluarga!


Mendengar ucapan Naura, Aaron terdiam sejenak dan menatapnya. Tidak mencoba untuk mengucapkan apapun untuk menenangkannya, hanya duduk diam disampingnya. "Kalau mau minum, aku temani!"


Suara 'Samuel' masih seperti biasanya, tapi ditelinga Naura terdengar lebih merdu dari biasanya.


...__________...

__ADS_1


__ADS_2