
Evelyn akhir-akhir ini tidak menerima job, dan dia bisa meluangkan waktu untuk beristirahat di rumah.
Naura sepulang kerja, begitu keluar dari gedung perusahaan Affandi, dia melihat mobil Evelyn warna merah terang yang mencolok, cocok dengan karakter Evelyn yang antusias seperti api.
Naura melihat sekeliling, setelah memastikan tidak ada paparazzi, dia baru berjalan menuju mobil Evelyn.
Dia membuka pintu mobil dan duduk di bagian samping kemudi. "Kenapa tidak menelponku dulu? Kamu berhenti didepan pintu keluar perusahaan Affandi, jika ada paparazzi yang mengambil fotomu, apa yang harus aku lakukan?"
Berkat keluarga Affandi, Naura sekarang menjadi setengah selebriti. Tapi imagenya tidak terlalu positif. Jika dia difoto dengan Evelyn, dia pasti akan menjadi bahan pembicaraan oleh media massa yang tidak berniat baik.
Karier Evelyn di industri hiburan sedang berada dalam periode yang sedang menanjak, dan itu akan berpengaruh buruk padanya.
Evelyn melepas kaca mata hitam yang dipakainya dan sepasang matanya yang merah mengejutkan Naura.
"Ada apa? Apa yang terjadi?"
"Perusahaan tempatku berkerja menjualku ke perusahaan AD Entertainment!" Evelyn berkata dengan kesal. "Diberi sedikit uang saja sudah langsung berlutut dengan perusahaan yang jelek itu!"
Alasan mengapa Evelyn bekerja sama dengan perusahaan pialang ini karena perusahaan pialang ini dan AD Entertainment adalah musuh bebuyutan.
Namun, Evelyn tidak menyangka kalau perusahaan tempatnya bekerja akan sangat tidak tau malu. Pihak mereka menerima uang dari perusahaan AD Entertainment tanpa malu dan menyerahkan Evelyn langsung ke AD Entertainment.
Naura juga sedikit terkejut. "Masih ada hal seperti itu??"
"Aku sekarang ingin membunuh Christian! Tolong kamu bantu aku memegangi pisaunya!" Ekspresi wajah Evelyn sangat ganas, dia bicara sambil mengendarai mobilnya.
Naura: "……"
Jika Evelyn sedang marah besar, dia memang suka bicara sembarangan.
Namun, dia menyadari arah mobil ternyata memang mengarah ke perusahaan AD Entertainment.
Naura menoleh dan menatapnya. Dia menyadari bahwa Evelyn masih sangat marah. "Ev, apa kamu benar-benar ingin pergi ke AD Entertainment?"
"Iya!" Evelyn tersenyum jahat. Senyumannya terlihat seperti penjahat wanita di film.
"Tidak bisakah kamu bicarakan dengan baik jika ada masalah?"
"Aku memang ingin pergi mencarinya dan berbicara dengannya!"
Penampilan Evelyn tidak tampak seperti ingin mencari Christian untuk berbicara dengan baik-baik, melainkan sangat jelas terlihat kalau dia ingin mengajak berkelahi.
Naura akhirnya gagal menghentikan Evelyn.
Evelyn memarkirkan mobilnya dengan baik, lalu keluar dan membanting pintunya dengan keras. Kemudian dia berjalan menuju gedung megah perusahaan AD Entertainment.
Namun, sebelum dia masuk, dia dihentikan oleh penjaga keamanan. "Maaf Nona, siapa yang kamu cari?"
"Untuk apa kamu mempedulikan siapa yang ingin aku cari?!" Evelyn sedang sangat marah, dia mendorong penjaga keamanan dan ingin berjalan masuk.
Sementara, penjaga keamanan yang ada disamping tiba-tiba datang. Dia melihat Evelyn sejenak, lalu melihat ponselnya lagi. "Maaf Nona, kamu tidak boleh masuk."
Evelyn mengangkat alisnya. "Tidak membiarkanku masuk?"
__ADS_1
Naura memiliki firasat buruk. Dia teringat, dulunya Evelyn adalah preman sekolah. Berkelahi adalah keahliannya. Dan sekarang ini, dia benar-benar terlihat ingin berkelahi.
Naura bergegas menarik Evelyn. "Ini di perusahaan, kamu jangan sembarangan bertindak."
Evelyn sangat jelas marah sampai tidak memikirkan apa-apa lagi. Dia menarik lengan bajunya hingga siku dan tidak peduli dengan penampilannya. "Pokoknya, sekarang ini aku sudah menjadi artis kontrak perusahaan AD Entertainment, bahkan jika aku berkelahi di sini, akhirnya bukannya perusahaan ini akan menurutiku?!"
Naura merasa kalau ucapan Evelyn memang masuk akal.
Selain itu, tindakan Christian juga sedikit salah.
Jadi, Naura memutuskan untuk berhenti menghalangi Evelyn.
Kemampuan Evelyn dalam berkelahi sangat bagus. Dengan segera, para penjaga keamanan langsung terjatuh ke bawah.
Sebaliknya, Naura yang berdiri disamping bisa melihatnya dengan jelas, bahwa para penjaga keamanan itu terlihat mengalah kepada Evelyn, seolah-olah takut melukainya.
Evelyn menepuk tangannya dengan ekspresi bangga. "Apakah sekarang kalian akan membiarkanku menemui Christian atau tidak?"
"Sudahlah, mereka hari ini tidak akan membiarkanmu bertemu dengan Christian." Sahut Naura lalu mengambil ponsel milik penjaga keamanan itu dari bawah dan menyerahkannya ke Evelyn.
Di layar ponsel itu menunjukkan obrolan grup chat.
Ada foto Evelyn di sana lalu tertulis kalimat dibawahnya,
["Atasan mengatakan, bahwa hari ini wanita ini akan datang untuk mencari Direktur Christian, tapi bagaimanapun tidak boleh membiarkannya naik, namun juga tidak boleh melukainya."]
Tidak diragukan lagi, perintah ini pasti dari Christian.
Christian sengaja membeli Evelyn dari perusahaan pialang sebelumnya, dia pasti sudah menduga bahwa Evelyn akan datang mencarinya, jadi dia dengan pintarnya memberikan perintah ini terlebih dahulu.
Namun, tidak tau kenapa dia malah ingin sekali tertawa.
Evelyn berkata dengan galak. "Dasar pecundang!!" Evelyn kemudian menarik Naura dan pergi.
Saat berjalan melewati lorong, Naura berkata kepadanya. "Christian mengenalmu dengan baik."
"Waktu kecil dulu, dia pernah memberiku air seni. Lalu bisakah dia tidak memahamiku?!" Evelyn berkata dengan kesal.
"Itu berarti, dia sangat memahamimu." Kata Naura sambil terkekeh geli.
Untungnya, hanya ketika berbicara dengannya, Evelyn baru begitu blak-blakan.
"Kami tinggal di kompleks yang sama ketika kami masih kecil. Hubungan antara kedua keluarga kami juga cukup baik. Tetapi kemudian terjadi beberapa hal....." Ekspresi wajah Evelyn menjadi muram, dan dia tidak bicara lagi.
Naura juga tidak banyak bertanya. Dia tidak memiliki hobi mencari tau privasi orang.
Evelyn terlihat sangat riang dan tidak suka menyembunyikan masalah di dalam hatinya. Tetapi dia tidak pernah mengatakan tentang Christian kepada Naura. Mungkin karena itu terlalu berat, jadi dia sulit untuk mengatakannya.
……
Evelyn mengajak Naura ke sebuah Bar.
Pemilik Bar ini adalah orang yang juga dari industri hiburan. Sebagian besar tamu yang datang ke sini adalah artis dan kerahasiaannya dijaga dengan sangat baik.
__ADS_1
Evelyn membooking sebuah ruangan dan minum dengan Naura sambil memaki Christian.
Kemampuan Naura meminum bir, dilatih oleh Evelyn. Kemampuan mereka minum hampir sama. Tetapi karena Naura tau suasana hati Evelyn sedang tidak baik, Evelyn pasti akan minum banyak. Jadi, Naura hanya minum sedikit dan tetap terjaga karena Naura ingin mengantarkan Evelyn pulang nanti.
Setelah mereka minum sampai setengah, pintu ruangan tiba-tiba dibuka dari luar.
Seorang wanita berpakaian anggun berdiri dipintu ruangan, matanya tertuju pada Evelyn. Dia mengangkat alisnya dan tersenyum. "Ternyata benar Evelyn Cathleen. Tadi aku mendengar ada orang yang mengatakan kalau dia melihatmu, tapi aku tidak percaya. Tidak disangka ternyata benar kamu."
Wanita itu berbicara sambil berjalan menuju mereka berdua.
Begitu wanita itu berjalan mendekat, Naura merasa bahwa wanita ini tampak akrab.
Dia pikir, Evelyn mengenalnya. Jadi dia mendorong editing pundak Evelyn.
Evelyn pada saat ini sudah setengah mabuk. Dia menyipitkan matanya dan melihat ke wanita itu. Beberapa waktu kemudian, dia baru bicara. "Siapa kamu?"
Wanita itu tampaknya tidak menyangka Evelyn tidak mengenalinya. Seketika wajahnya menjadi muram dan mendengus kesal. "Aku Clara Patricia!"
Clara Patricia?
Naura mengingatnya. Dia sering melihat nama itu di pencarian panas, di feed berita hiburan di browser. Dia juga sering melihat Clara Patricia, bintan yang sedang panas baru-baru ini.
Namun, perbedaan antara orang asli dan foto cukup besar.
Evelyn berpikir sejenak, sepertinya akhirnya dia mengingat ada orang dengan nama itu. Dia kemudian mengangguk. "Oh, maaf. Make-up mu hari ini terlalu tebal, aku jadi tidak mengenalimu."
Ekspresi Clara terlihat sedikit lebih baik.
Pada saat berikutnya, Evelyn berkata lagi. "Kamu tidak sama dengan yang aku lihat waktu itu. Apa kamu memotong tulang rahangmu?"
Ketika Clara mendengar perkataannya, dia menyentuh wajahnya sendiri dengan syok. Tatapan matanya menjadi sangat galak seolah ingin menggigit Evelyn.
Naura menyadari bahwa Clara Patricia datang dengan niat yang tidak baik. Dia melangkah maju dan memblokir didepan Evelyn. "Maaf, dia sudah minum terlalu banyak."
Clara menyipitkan mata dan menatapnya. "Siapa kamu?"
Begitu Naura hendak bicara, tiba-tiba ada sekelompok orang masuk dari luar.
"Kak Clara, ternyata kamu disini. Kami mencarimu kemana-mana."
Clara menoleh dan tersenyum dengan manis. "Coba kalian tebak, siapa yang aku temui ini?"
Sekelompok orang itu masuk.
"Wuih, bukankah ini Evelyn Cathleen?" Seru seorang pria yang berada didepan.
Naura sedikit mengernyit. Clara ini jelas datang untuk mencari masalah.
"Kita semua adalah teman, duduk dan minum bersama, kamu tidak keberatan kan, Evelyn?" Clara menatap Evelyn dengan senyuman yang bahagia, tanpa menyembunyikan keinginan balas dendamnya.
Evelyn pernah merebut perannya.
Peran yang dia dapatkan dengan susah payah, dengan mengandalkan atasannya, direbut oleh Evelyn begitu saja!
__ADS_1
...__________...