Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#77


__ADS_3

Naura melihat kearah 'Samuel' dan raut wajahnya menjadi serius. "Aku tidak akan turun! Banyak orang yang mau mengganggumu, kamu jangan takut!, Aku akan memberimu kekuatan!"


Sejak saat keributan dimulai, Christian yang diam-diam menghampiri mereka dan mendengar Naura bicara seperti itu, dengan tidak ramah Christian langsung terbahak.


Biasanya, Aaron yang mengganggu orang lain. Mana ada orang yang bisa mengganggunya?


Selesai bicara, Naura kembali menatap ke arah sekelompok orang-orang itu lagi. "Kalian mendengar apa yang aku katakan kan?! Masih tidak mau panggil kakek?!"


Ketika sekelompok orang-orang itu diprovokasi oleh seorang wanita, mereka tidak bisa hanya diam saja. Mereka mulai bangkit dan ingin melawan.


Tapi, tepat saat itu Ivan datang dengan membawa para bodyguard. Dalam beberapa detik, mereka sudah langsung bisa menyelesaikan masalah itu.


Ivan kemudian berjalan ke hadapan Aaron. "Tuan Muda, mau diapakan mereka?" Tanya Ivan dengan hormat.


Aaron menatap ke arah Naura yang masih berdiri ditempatnya sambil membawa sebotol bir. Di matanya terlihat sorot mata yang jahil. "Buat mereka berlutut dan mengakui kesalahannya ke dia!" Ucapnya pada Ivan.


"Hah?" Ivan mengira kalau dirinya salah mendengar.


Kemudian, didalam Club malam terlihat pemandangan yang seperti ini?


Sekelompok orang-orang itu berlutut dilantai dengan menghadap ke Naura dan mengakui kesalahannya mereka. "Kakek, aku mengaku salah." Ucap mereka.


...


Dalam perjalanan pulang, Ivan yang menyetir. Aaron duduk dikursi belakang sambil memeluk Naura yang tertidur.


Ivan beberapa kali melirik ke belakang melihat situasi melalui jaca spion didepannya. Dengan jelas dia melihat Tuan Mudanya sendiri yang sedang mendekap Nyonya Muda seperti bayi.


Meskipun Ivan tidak dapat melihat ekspresi Tuan Mudanya, tapi dari kehangatan suasana didalam mobil, bisa diketahui kalau suasana hati Tuan Mudanya sekarang ini sedang baik.


Ivan tidak tau apa yang terjadi di Club tadi sampai bisa membuat perasaan Tuan Muda menjadi sangat baik?


Mobil akhirnya sampai didepan rumah.


Aaron menggendong Naura keluar dari mobil. Saat naik ke atas, dia berhenti didepan pintu kamar Naura, kemudian berbalik dan membawanya ke kamarnya sendiri.


Keributan yang terjadi di Club tadi benar-benar hebat. Sekarang Naura tertidur dan dia jadi terlihat lebih penurut.

__ADS_1


Aaron terbayang saat Naura berteriak sambil membawa botol bir, terlihat seperti berandalan kecil. Dia tidak tau istrinya ini belajar dari siapa?


Naura tidur dengan sangat tenang. Hidungnya kembang kempis dan bibirnya yang cerah terbuka sedikit, terlihat sangat menarik.


Aaron membungkuk, menatapnya beberapa saat. Dia merasa tidak bisa menahannya untuk tidak menciumnya. Akhirnya, Aaron mencium bibirnya.


Setelah mencium, dia masih bilang "Bau sekali." Dengan suara serak.


Aaron kemudian menyalakan penghangat ruangan, memakaikan selimut, berbalik dan pergi.


...


Keesokan harinya, Naura terbangun. Dia merasakan dunianya berputar-putar.


Dia menutup matanya lagi. Setelah beberapa saat, dia membuka matanya lagi baru merasa membaik.


Naura duduk bersandar di tempat tidur dengan tatapan kosong menatap ruangan yang familiar. Dia beranjak turun dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi.


Dalam benaknya bertanya-tanya. Bagaimana dia bisa berada disini?


Dia ingat 'Samuel' datang ke Club mencarinya lalu bersama dua orang laki-laki minum bir. Kejadian setelahnya........dia tidak ingat!


Sebelumnya, Naura hanya pernah minum dengan Evelyn. Kata Evelyn, sikapnya saat dia mabuk sangat berbeda dengan sikapnya biasanya.


Karena itu dia merasa tidak yakin dan juga tidak tau kemarin malam dia melakukan sesuatu ke 'Samuel' atau tidak.


Naura berjalan ke ruang tengah. Dia juga tidak melihat bayangan 'Samuel' disana, dia pun bisa sedikit merasa tenang.


"Kakak ipar, pagi!"


Tiba-tiba Naura dikejutkan dengan suara 'Samuel'. Jantungnya berdegup sangat kencang.


Naura berbalik dan melihat 'Samuel' berjalan keluar dari arah dapur dengan membawa cangkir.


Naura tersenyum paksa. "Hehe, pagi."


Aaron berjalan mendekat. "Semalam tidurmu nyenyak?" Tanya Aaron sambil melihat raut wajah Naura yang terlihat bagus.

__ADS_1


"Lumayan..." Jawab Naura dengan jujur.


"He." Aaron tersenyum dingin dan berjalan melewatinya.


Naura mengikutinya dibelakang. "Kemarin, kamu menemaniku minum.......terimakasih." Ucap Naura sambil memperhatikan perubahan raut wajah 'Samuel'.


Naura benar-benar tidak bisa ingat apa yang dia lakukan terakhir kali kemarin malam.


Aaron menoleh dan melihat Naura. Raur wajah Naura yang terlihat datar, dia langsung mengerti kalau Naura benar-benar tidak ingat apa yang terjadi kemarin malam.


Aaron berkedip dan bicara dengan maksud tersembunyi. "Lain kali jangan sembarangan minum sendirian. Untung ada aku yang menjemputmu. Kalau orang lain.......?"


Ekspresi Aaron menjadi gelisah membuat Naura terdiam.


Naura masih bertanya-tanya dalam hati. Sebenarnya apa yang telah dia lakukan kemarin malam?


Tapi, 'Samuel' terlihat tidak ingin mengatakan lebih banyak lagi. Naura bisa menebak pasti terjadi hal yang tidak baik. Dia pun tidak berani bertanya lagi. Bagaimana kalau yang dia lakukan merupakan hal yang membuatnya canggung?


Aaron merasa puas melihat raut wajah Naura yang terlihat kaget. Dia membawa secangkir kopinya naik ke atas.


Wanita ini biasa terlihat lemah lembut dan tenang. Tidak disangka setelah minum dan mabuk, dia bisa membuat keributan.


Kalau saja malam tadi Aaron tidak ada disampingnya, siapa yang membereskan kekacauannya?


Naura kemarin hanya merasa sedih, Evelyn-sahabatnya sedang syuting film di luar kota. Naura tidak ingin mengganggunya dengan perasaan buruknya.


Selain menenangkan diri dengan minum, sepertinya tidak ada cara lain yang bisa membuat perasaannya membaik.


Sekarang sudah menenangkan diri, merasa kalau dirinya tidak begitu berguna.


Sepertinya, Merlin juga tidak merasa menyesal ke Naura. Hanya Naura yang merasakan sedih.


Naura bisa membedakan perasaan benci dan cinta.


Dulu Naura sangat menuruti Merlin. Tidak berharap lebih dari Merlin untuk mendapatkan cinta dan kasih sayangnya. Naura sudah mengerti, karena itu dia sama sekali tidak berharap banyak mendapatkan hal yang tak mungkin di dapatkannya.


Tapi, dia dan Marsha sudah dewasa. Marsha pasti tidak akan mudah menyerah. Dan kebetulan masalah ini terbawa sampai hari ini. Dia juga tidak akan mudah menyerah.

__ADS_1


Mereka telah memanfaatkan Naura dan tanpa hati nurani, mereka mengambil keuntungan darinya.


...__________...


__ADS_2