Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#30


__ADS_3

Dilantai bawah.


Aaron sedang asik memainkan game dari ponselnya. Ivan berdiri dibelakangnya sedang menerima telepon dari Christian.


Suara Christian terdengar sangat jelas karena Ivan menyalakan loudspeakernya. "Saat aku kembali dari makan siang bersama Tuan Mudamu itu, para sutradara langsung memberontak. Kamu katakan pada Tuan Mudamu, kalau dia tidak juga datang ke perusahaan, maka aku akan benar-benar lompat dari atap gedung perusahaan!"


Ivan melirik kearah Aaron yang sedang asik bermain game. "Tuan Muda sedang sibuk." Ucap Ivan terdengar sangat tenang.


Christian tentu saja tidak percaya. Dia mendengus kesal. "Sibuk sibuk! Sibuk apa dia?! Aku alihkan ke panggilan video, cepat kamu buka biar aku bisa melihatnya!"


"Biarkan saja." Ucap Aaron tanpa mengalihkan pandangannya pada layar poselnya.


Ivan pun merasa heran lalu menyeringai. Apa Tuan Muda sengaja ingin membuat Tuan Christian marah? Batin Ivan kemudian membuka panggilan videonya dan membuka kamera belakang.


Seketika Christian terkejut sekaligus semakin marah ketika melihat Aaron yang ternyata sedang duduk santai sambil bermain game di ponselnya. "Kamu sungguh keterlaluan! Aku hampir terbunuh oleh orang-orang kantor. Tapi kamu, bisa-bisanya kamu terlihat sangat santai bermain game dirumah?!"


Aaron tidak menghiraukan kemarahan Christian kepadanya. Dia melirik melihat Nura sedang berjalan menuruni tangga lalu memberi kode dengan menatap Ivan.


Ivan yang mengerti, tanpa bertanya dia menyudahi teleponnya. "Tuan Christian, aku tutup dulu teleponnya ya?"


Christian juga baru saja tidak sengaja melihat bayangan Naura sedang berjalan menuruni tangga. Dia yang penasaran hubungan Aaron dengan Naura memberi ancaman pada Ivan. "Kalau kamu berani menutup teleponnya, aku akan lompat!"


Ivan juga yakin kalaupun dia menutup panggilannya, Christian tidak akan benar-benar melompat dan mati. Tapi, kali ini Ivan tidak menutup panggilannya. Membiarkan panggilannya tetap tersambung.


Saat berjalan dikoridor lantai dua menuju tangga, Naura sudah melihat 'Samuel' duduk diruang tamu. Saat dia sudah turun kelantai bawah, dia baru melihat ada Ivan.


Ivan terlihat sedang mengetik sesuatu di ponselnya dan sepertinya tidak ingin diganggu.


Naura pun berjalan dengan santai melewatinya menghampiri 'Samuel'.

__ADS_1


Naura duduk disofa seberang berhadapan dengan 'Samuel'. "Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu."


Aaron mengangkat pandangannya dan menatapnya sekilas Naura lalu menunduk lagi melanjutkan gamenya. "Tanya apa?"


"Apa kamu berteman baik dengan Christian Raymond?" Tanya Naura dengan hati-hati.


Gerakan jari tangan Aaron terhenti saat mendengar pertanyaan Naura. Karena gerakannya terhenti, hero yang dipakai dalam gamenya terbunuh oleh hero lawan. Kemudian dengan gerakan santai melempar ponselnya kesamping dan tersenyum menatap Naura. "Kenapa? Kamu naksir dia?"


Naura mengerutkan alisnya. "Bisa tidak sih, kamu bicara yang baik?!" Ucap Naura dengan marah.


Aaron menyandarkan punggungnya, meluruskan kedua tangannya dan meletakkannya disandaran sofa. Duduk dengan posisi santai. "Duduk dulu disampingku."


"Kalau tidak mau bicara ya sudah!" Ucap Naura sambil berdiri kemudian beranjak pergi.


Baru tiga langkah berjalan, Naura mendengar suara 'Samuel' bicara. "Akhir-akhir ini, kamu sedang mencari pekerjaan. Kamu ingin membicarakan tentang interview kerja kan?"


Seketika Naura menghentikan langkahnya merasa terkejut lalu menoleh kearah 'Samuel'. "Dari mana kamu tau?"


Meskipun raut wajah 'Samuel' tidak berubah, tapi Naura bisa melihat tatapan 'Samuel' seperti sedang menghinanya.


Naura menunjukkan senyuman yang dipaksakan. "Aku tidak ingin pergi interview kesana." Ucap Naura kemudian berbalik dan pergi naik ke lantai dua tanpa menoleh lagi.


Aaron menyipitkan matanya menatap kepergian Naura masih dengan posisi duduk yang sama hanya raut wajahnya sudah berubah.


Gadis jelek itu berani sekali menentang Aaron Daffa.


Ivan yang masih berdiri disana merasa tegang sendiri. Dia tau kalau Tuan Mudanya sedang marah saat ini. Ivan menunduk mematikan sambungan teleponnya, tapi dia baru sadar kalau ternyata Christian sudah menutup sambungan teleponnya entah sejak kapan.


Ponsel Aaron berdering. Sang pemilik langsung mengambil ponselnya, melihat Christian memanggil. Dia langsung menerimanya. "Kalau kamu mau lompat dari atap gedung, langsung lompat saja! Tidak perlu beri tau aku!"

__ADS_1


Tak disangka, Christian malah terbahak menertawakan Aaron. "Hahaha! Aku membatu istrimu untuk bisa masuk dengan mudah, tapi istrimu malah menolaknya. Kamu pasti sangat marah kan sekarang? Hahahaha! Aku merasa sangat senang melihatmu marah..hahahaha!" Christian terus terbahak menertawakan Aaron.


Wajah Aaron semakin muram mendengar Christian. "Aku juga tidak akan ke perusahaan sampai istriku mau bekerja AD Entertainment Group."


Seketika Christian langsung terdiam dan menelan ludahnya. "A..Aaron, aku salah! Kamu jangan begitu! Aku... "


Aaron langsung menutup sambungan teleponnya tidak menghiraukan ucapan Christian yang saat ini mungkin sedang merutuki dirinya sendiri.


...


Di kediaman keluarga Affandi, Marsha sedang duduk disofa kamarnya memainkan ponselnya. Dia sengaja membuat video pernyataan Naura menjadi trending topik paling atas dengan membayar media. Dia juga membayar sekelompok warganet untuk memaki Naura.


Marsha masih terus berpikir kalau video yang tersebar diinternet itu pasti ada hubungannya dengan Naura.


Tidak perlu ditanya lagi bagaimana perasaan Marsha melihat komentar-komentar dari netizen yang terus memaki Naura. Sudah pasti dia merasa sangat senang.


"Mau direkam dan disebarkan oleh wartawan, lalu kenapa? Itu hanya video adu mulut saja. Lagi pula, Naura sudah mengakui kalau dia yang membuat onar." Gumam Marsha lalu menghela nafasnya merasa puas. "Orang jelek itu ingin bertarung denganku?" Lanjutnya sambil mendekus sinis. "Yang benar saja!" Imbuhnya dengan bangga.


Marsha beranjak meletakkan ponselnya diatas nakas samping tempat tidurnya lalu membaringkan tubuhnya. Malam ini, dia benar-benar merasa puas untuk tidur.


Baru saja memejamkan matanya, ponselnya berdering membuatnya kembali membuka matanya dan meraih ponselnya. Ada temannya yang menghubunginya. Dia pun mengangkat telepon dari temannya itu.


"Marsya! Apa kamu sudah melihat berita di internet malam ini?" Tanya Temannya.


"Ya, aku baru saja melihatnya. Kenapa?" Tanya Marsya sambil menguap merasa malas karena sudah mengantuk.


"Apa kamu tidak tau? Aku baru saja melihat ada yang memposting foto dab video tentang kamu dan sudah masuk ke trending topic paling atas! Kenapa bisa begitu? Apa kamu pernah menyinggung seseorang?"


Mendengar itu, seketika Marsha bangun duduk tampak terkejut. Hatinya merasakan firasat yang tidak baik.

__ADS_1


Dia meremas rambutnya dengan kesal kemudian membuka internet ingin melihat foto dan video tentang dirinya yang tersebar diinternet.


...__________...


__ADS_2