Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#17


__ADS_3

Aaron mendengar suara ketukan pintu dari luar ruangannya. 'Tok! Tok! Tok!'


"Aaron, apa kamu ada didalam?"


Bersamaan dengan suara ketukan pintu, Naura sedikit berteriak dari luar.


Saat ini, Aaron sedang dalam suana hati yang buruk. Emosinya juga sedang memuncak. "Pergi!" Aaron membentak Naura.


Naura terdiam dan terpaku sejenak ketika mendengar suara Aaron. Dia kemudian berbalik dan pergi.


Sesaat kemudian, suasana hati Aaron sudah tentang kembali. Dia mendengar suara ketukan pintu lagi lalu munculnya Ivan yang masuk kedalam dengan membawa setumpuk dokumen ditangannya.


"Apa Naura sudah pulang?" Tanya Aaron pada Ivan.


"Nyonya Muda sudah pulang beberapa menit yang lalu. Sepertinya barusan dia mencarimu kesini." Jawab Ivan sambil meletakkan dokumen-dokumen yang dibawanya diatas meja kerja Aaron.


Aarun terpaku sejenak. Tadi memang dia mendengar ada suara ketukan pintu bersamaan dengan suata perempuan yang memanggilnya.


Dirumahnya ini, satu-satunya wanita yang tinggal hanya Naura.


Jadi dia kemari mencariku? Apa dia mencariku ingin minta bantuan tentang masalah diinternet itu?


Aaron terlihat sedikit menyunggungkan senyumnya lalu menyandarkan punggungnya kebelakang. "Kamu panggil dia kemari!" Titahnya pada Ivan.


Ivan segera keluar dengan cepat dan datang kembali bersama Naura.


Naura melihat Aaron masih sama seperti sebelumnya. Duduk dikursi membelakanginya. Masih tidak mau melihat wajahnya yang jelek dan tidak menarik.


"Ada apa kamu mencariku?" Tanya Aaron membuat Naura terpaku sejenak. Bukankah seharusnya dia yang menanyakan itu kepadanya?


Tadi Naura memang datang kemari mancarinya, tapi Aaron menyuruhnya pergi lalu dia pergi. Dan sekarang, dia memanggilnya kemari untuk bertanya ada apa menacarinya.


Naura juga tidak ingin berbelit-belit dan ingin langsung berterus terang kepadanya. "Aku ingin pindah dan tinggal diluar."


Tidak mendapat tanggapan dari Aaron. Naura menghela nafasnya dan menghembuskannya pelan. "Aku ingin mencari pekerjaan. Kalau tinggal disini, aku akan merasa kesulitan untuk berangkat kerja." Lanjutnya.


"Oh."


Hanya itu tanggapan dari Aaron.


Naura terdiam. Apa maksud dari kata "oh" dari Aaron? Dia mengijinkannya atau tidak?


Aaron hanya teringat dengan perkataan Naura waktu itu. Gadis jelek ini pernah mengatakan tidak keberatan dengan kondisi tubuhnya yang tidak bisa ........


Dan sekarang, Naura mengatakan ingin pindah tinggal diluar?

__ADS_1


Jangan mimpi!


Naura tidak lagi mendengar tanggapan dari Aaron. Di ingin bertanya lagi. "Aaron, kamu....


"Kamu pikir rumahku ini pasar? Bisa keluar masuk dengan sembarangan?" Aaron memotong ucapan Naura dengan marah.


Kini suasana hati Aaron menjadi tidak baik.


Naura tidak mengerti mengapa Aaron bisa marah? Kalau tidak boleh pindah juga tidak apa-apa.


Dia berpikir kalau pertanyaan yang diajukannya barusan mungkin membuat Aaron tersinggung.


Orang seperti Aaron yang memiliki kelemahan, mungkin sangat sensitif dan mudah tersinggung. Jadi, Naura berusaha mengerti dia.


"Baiklah, tidak apa-apa. Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Naura dengan suara terdengar lembut dan ini pertama kalinya Aaron mendengar suara dia yang lembut seperti ini membuat raut wajahnya berubah.


"Keluar!" Tegas Aaron.


Naura menghela nafasnya kembali lalu pergi keluar. Dia merasa kalau tempramen Aaron ini benar-benar buruk.


Setelah Naura keluar, Aaron memutar kursinya kembali dan melempar dokumen yang dipegangnya ke atas meja.


Ivan juga merasa kalau beberapa hari ini, Tuan Mudanya menjadi mudah sekali marah tanpa sebab.


"Benar Tuan Muda." Jawab Ivan.


"Berarti, pekerjaan dia membuat film?" Tanya Aaron lagi dan Ivan hanya menganggukkan kepalanya sambil memikirkan sesuatu.


Aaron pun menyunggingkan senyumannya.


Semua orang mengira Aaron laki-laki yang jelek, impoten dan tidak berguna.Tapi tidak ada yang tau selama ini Aaron adalah bos besar dan pemilik perusahan AD Entertainment.


Selama kurang lebih sembilan tahun ini, AD Entertainment menjadi pimpinan didunia entertainment.


Banyak orang yang ingin bekerja di AD Entertainment. Kalau memang Naura ingin bekerja dan berniat menjadi seorang sutradara film terkenal, dia pasti akan memasukkan lamaran kerjanya ke AD Entertainment.


Memikirkan itu, Ivan menjadi mengerti maksud pertanyaan dari Tuan Mudanya. "Tuan Muda, aku akan pergi untuk mengurusnya."


...


Naura sudah mengirim lamaran kerjanya kesemua perusahaan entertainment dikota ini. Tapi, dia sengaja tidak mengirim lamaran kerjanya di AD Entertainment.


Alasan kenapa Naura tidak mengirimkan lamaran kerjanya ke AD Entertainment, karena perusahaan tersebut lawan dari perusahaan tempat Evelyn bekerja. Naura juga berpikir pasti tidak akan diterima jika mengirim lamaran kerja ke AD Entertainment.


Sebelum ada panggilan interview kerja, Naura harus membereskan lebih dahulu berita yang dibuat oleh Marsha.

__ADS_1


Setelah berpikir sejenak, dia menelpon Marsha.


"Ada apa lagi kamu menelponku? Cepat katakan!" Ucap Marsha begitu menerima panggilan telepon dari Naura.


"Kak, kamu jangan marah ya, jangan sakiti ibu. Aku yang salah. Kita bertemu saja sebentar untuk bicara." Ucap Naura dengan suara yang dibuat-buat seolah dia sedang menangis.


"Kamu memintaku untuk bertemu dan aku mau menemuimu? Kamu pikir kamu itu siapa?" Ucap Marsha terdengar sangat sombong.


"Aku mohon sama kamu kak." Ucap Naura dengan pelan.


"Kamu bilang apa? Aku tidak mendengar. Lebih keras lagi!"


"Aku mohon sama kakak." Naura mengeraskan suaranya.


"Baiklah."


Setelah mendengar jawaban dari Marsha, Marsha pun langsung menutup teleponnya. Naura meletakkan ponselnya dan tatapannya menjadi dingin.


Sekarang kamu mungkin merasa bangga. Tapi dalam waktu singkat, aku pastikan kamu tidak akan bisa bangga lagi.


Berita tentang Naura yang merebut jodoh Marsha, sampai sekarang masih ramai diperbincangkan.


Evelyn tidak hanya memberikan nomor kontak seorang selebgram saja, dia juga memberikan nomor kontak beberapa wartawan kepada Naura.


Sebelum Naura pergi, dia mengirim pesan yang berisi alamat dan waktu kesalah satu kontak wartawan, kemudian pergi.


Ketika dia pergi keluar, Ivan melihatnya lalu dia masuk kedalam ruang kerja Aaron, memberitahunya. "Tuan Muda, baru saja Nyonya Muda pergi keluar."


Aaron mengangkat pandangannya dan menatap Ivan dengan tatapan dingin seolah berkata, "Memangnya apa urusannya denganku?"


Meskipun sudah terbiasa dengan tatapan dingin Aaron, Ivan masih merasa sedikit takut.


"Aku rasa, Nyonya Muda pergi keluar pasti ada hubungannya dengan Marsha." Ucap Ivan yang merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan Naura terhadap Marsha dan dia yakin kalau Aaron juga merasa penasaran seperti dirinya.


Tapi ternyata, tanggapan Aaron hanya, "Oh."


Ivan pun terdiam merasa bingung. Apa dia sudah salah menebak?


Dan beberapa saat kemudian, Aaron bangkit berdiri meraih jaketnya lalu pergi. "Sudah lama tidak bertemu kakak sepupu, aku mau keluar ajak dia makan." Ucapnya sambil berlalu pergi.


Ivan masih terdiam hanya menatap bingung Aaron karena seingat dia, kakak sepupu Aaron masih di luar negeri dan belum kembali.


"Apa Tuan Muda tidak bisa mencari alasan yang lebih masuk akal lagi?" Gumam Ivan sambil menggelengkan kepalanya. Tapi Meskipun alasan Aaron tidak masuk akal, Ivan juga tidak akan berani membantahnya.


...__________...

__ADS_1


__ADS_2