Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#36


__ADS_3

Pipi Marsha menjadi merah dan bengkak. Dia tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan Naura terhadapnya. Tatapan Marsha menatap Naura dengan takut.


Setelah menampar Marsha, Naura tersenyum hangat. "Aku hanya mengembalikan beberapa saja tamparan darimu. Kamu masih berencana ingin menggunakan ibuku untuk mengancam aku? Itu terserah kamu. Bahkan kalau kamu membunuhnya sekalipun, aku sudah tidak peduli."


Meskipun Naura mengatakan ini pada Marsha, dia tau kalau Marsha tidak mungkin berbuat sekejam itu terhadap Merlin-ibunya.


Kalau memang Naura sangat kejam, setelah dipaksa menikah dengan Aaron Daffa, sudah pasti dia akan membalas dendam kepada mereka. Tapi, Naura tidak tega kalau harus berbuat kejam seperti itu. Kalau bukan karena mereka telah memanfaatkan dia dan berusaha mencelakakan dia, Naura benar-benar tidak akan pernah berpikir untuk membalas dendam ke mereka.


"Lain kali, bersikaplah yang baik sedikit kepadaku. Maka semuanya akan aman dan hidup juga akan terasa tentram." Ucap Naura dengan suara lembut kemudian melepaskan cengkramannya di rambut Marsha lalu dia berdiri, berbalik dan pergi keluar.


Jantung Marsha berdegup cepat dan nafasnya tidak teratur. Dia perlahan berdiri. Wajahnya tampak memar dengan sorot mata yang penuh kebencian menjadi terlihat mengerikan. "Awas kamu Naura! Apa yang telah kamu lakukan kepadaku ini, aku akan membalasnya dengan lebih kejam lagi!" Gumamnya dengan menggerakkan giginya.


...


Entah mengapa setelah memperlakukan Marsha seperti itu, hati Naura merasa tidak bahagia.


Bagaimanapun juga, Marsha adalah kakak kandungnya. Didalam tubuhnya mengalir darah yang sama dengannya. Tapi yang jelas, mereka hanya bisa menjadi musuh.


Naura sedang dalam kondisi yang tidak baik. Interview sore ini pun menjadi tidak lancar.


Dalam perjalanan pulang, Naura mendapat telepon dari sahabatnya. Evelyn. Dia segera mengangkatnya. "Ya Ev, ada apa?"


"Naura, apa kamu mendapat panggilan interview dari perusahaan AD Entertainment Group?" Tanya Evelyn.


"Bagaimana kamu bisa tau?" Tanya balik Naura dengan heran.


Mengingat kalau Evelyn mengenal Christian, tidak mungkin juga kalau Christian yang memberitahunya kan?


Christian adalah CEO perusahaan AD Entertainment Group. Mana mungkin dia akan mengurusi hal sepele seperti ini.


"Kamu tidak perlu tau aku tau dari mana atau dari siapa! Ada perusahaan terbesar yang memberimu undangan interview kerja, kenapa kamu tidak pergi untuk interview? Apa kamu benar-benar sangat bodoh?!" Seru Evelyn terdengar begitu kesal.

__ADS_1


"Bukankah waktu itu, kamu juga menolak menandatangani kontrak dengan perusahaan itu? Makanya aku tidak mau pergi kesana." Ucap Naura.


"Naura dengar aku! Aku melakukan itu karena aku tidak terbiasa kalau harus melihat Christian disana! Kamu itu bukan musuh dia! Kenapa kamu tidak pergi interview kesana?!" Ucap Evelyn dengan menggebu.


Saat Naura ingin bicara, dia mendengar ada suara dari belakang Evelyn memanggil manggil Evelyn.


"Naura, aku tidak bisa bicara lagi denganmu sekarang. Aku harus pergi bersiap untuk menghadiri acara perjamuan malam ini. Sudah dulu ya!" Evelyn langsung menutup teleponnya tanpa menunggu Naura berbicara.


Naura kini merasa sedikit tertekan. Sebelumnya, dia mengatakan kepada 'Samuel' tidak ingin pergi interview ke perusahaan AD Entertainment Group.


Tidak disangka kalau dia akan menjilat ludahnya sendiri.


Saat kuliah, Naura memilih jurusan perfilman. Dan setengah dari alasannya itu adalah karena Evelyn.


Rencananya sih, kalau Evelyn menjadi sutradara film, Naura yang akan menulis naskah untuk peran Evelyn dalam filmnya.


Tapi sekarang, perusahaan tempat Evelyn bekerja adalah saingan perusahaan AD Entertainment Group. Dan anggap saja kalau dilain waktu dia menulis naskah yang baik untuk bekerja sama dengan Evelyn, itu juga tidak akan mudah.


Sejujurnya, Naura sendiri juga ingin sekali pergi ke perusahaan itu untuk interview. Setidaknya, hal ini jangan sampai diketahui oleh 'Samuel' kalau dia pergi interview ke perusahaan AD Entertainment Group.


...


Sesampainya didepan pintu gerbang rumah Aaron. Naura turun dari taksi. Dia melihat ada mobil hitam melaju dengan pelan dan berhenti didepan pintu gerbang.


Mobil yang dilihat Naura adalah mobil sport mewah berwarna hitam keluaran terbaru. Dan sudah dipastikan kalau harga mobil itu setinggi langit.


Naura kemudian tersadar dari lamunannya saat melihat seseorang turun dari mobil mewah didepannya. Dia mengerjapkan matanya ketika melihat bahwa 'Samuel' yang turun dari mobil itu berjalan mendekat dan tersenyum kepadanya. "Hai kakak ipar sepupu."


Ivan ikut turun dari mobil, mendengar sebutan Tuan Mudanya terhadap Nyonya Muda, membuatnya langsung merasa sakit kepala.


"Iya." Naura hanya sekilas membalas sapaan 'Samuel' dan langsung berjalan masuk ke halaman rumah kemudian masuk kedalam rumah. Sama sekali tidak berniat untuk berlama-lama dengan laki-laki ini.

__ADS_1


Tapi, yang membuat Naura heran. Kenapa 'Samuel' selalu terlihat lebih sering pergi bersama Ivan?


Dia pun tidak terlalu memsungkin diri memikirkan itu. Karena mengetahui kalau Aaron Daffa ada dirumah, Naura ingin memamsak untuk makan malam.


Selesai memasak, seperti biasa Naura memisahkan masakan untuk Aaron dan meminta Ivan mengantarnya.


Setelah itu Naura makan malam sendirian dengan tenang tanpa peduli dengan keberadaan 'Samuel' yang juga berada di rumah ini.


Selesai makan malam, Naura kembali kekamarnya dan membuka akun sosial medianya.


Tiba-tiba dia melihat ada postingan yang sedang viral malam ini.


"Ada teman yang memberiku undangan untuk perjamuan malam ini. Saat datang, aku pikir hanya acara perjamuan biasa. Tapi, tidak disangka ternyata perkumpulan para gengster yang sangat kacau balau..."


Dibawah postingan itu ada video. Naura segera membuka video itu. Dia tampak terkejut saat melihat seperti ada bayangan Evelyn sekilas didalam video tersebut. Kalau bukan teman yang begitu dekat dengannya, sudah pasti tidak akan mengenalinya.


Naura menjadi teringat saat Evelyn menelponnya tadi. Dia memberitahu ingin menghadiri acara perjamuan malam ini.


Naura pun segera menelpon Evelyn, tapi Evelyn tidak juga mengangkat teleponnya.


Naura tidak bisa hanya duduk diam saja mengetahui berita ini. Dia beranjak mengambil tasnya kemudian pergi keluar.


Sesampainya Naura ke tempat perjamuan, dia berusaha menyelundup masuk kedalam. Suasanan perjamuan didalam ruangan memang terlihat sangat aneh.


Setelah masuk kedalam ruangan perjamuan, dia masih tidak menemukan Evelyn didalam.


Naura merasa panik dan tiba-tiba merasakan pergelangan tangannya ditarik oleh seseorang. Saat dia menoleh kebelakang dan melihat, pergelangan tangan yang satunya juga ditarik oleh seseorang lagi. Belum sempat dia menoleh, dagunya ditahan dan orang itu mencekoki minuman beralkohol kedalam mulut Naura.


Setelah segelas minuman beralkohol masuk kedalam tubuh Naura dengan paksa, pandangan mata Naura menjadi kabur. Seluruh tubuhnya menjadi tidak bertenaga. Kakinya tidak sanggup berdiri untuk menopang tubuhnya sendiri.


Dia pun dibawa oleh dua orang keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


...__________...


__ADS_2