Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#70


__ADS_3

Saat datang ke ruangan kantor Fajar Affandi, hanya ada Fajar seorang. Marsha kemarin wajahnya ditampar sampai bengkak seperti kepala babi dan hari ini dia pasti tidak berangkat ke kantor.


Fajar menatap Naura dengan tatapan tidak suka. "Apa hubungan kamu dengan 'Samuel'?"


Naura tersenyum sinis dan menjawab dengan acuh. "Tidak ada hubungan apa-apa."


"Tidak ada hubungan apa-apa apanya?! Terus apa ini?!" Fajar melempar ponselnya ke atas meja hingga mengeluarkan bunyi "brak".


Di layar ponsel itu lagi-lagi terlihat foto dirinya dan 'Samuel'.


Naura membungkuk, meletakkan kedua tangannya dimeja. Wajahnya yang cantik terlihat cerah dan mempesona menatap ke arah Fajar. "Pertanyaan ini, seharusnya ayah tanyakan ke Marsha. Foto ini dia yang mengambil. Dia seharusnya lebih mengerti." Ucapnya dengan pelan.


Tadi saat berjalan menuju ruangan kantor Fajar, Naura terus berpikir. Selain Marsha yang berani mengambil gambar dan mengirimkannya ke media, tidak ada yang berani mengusik keluarga Ardinata.


Selain itu, tidak banyak orang yang mengenal dirinya dan 'Samuel'.


"Naura, sejak kapan kamu menjadi bodoh seperti ini? Kemarin jelas-jelas kakakmu sudah menderita demi kamu! Sekarang, kamu masih ingin menyalahkannya?" Fajar berdiri dengan marah.


Naura melangkah mundur. Dia melihat kilatan sorot dingin pada Fajar, dia makin tersenyum cerah. "Apa yang ayah katakan kemarin, bisa atau tidaknya aku membantu ayah, semua itu tergantung bagaimana ayah menangani ini."


Fajar kemarin mengatakan, meminta Naura membujuk Aaron Daffa untuk memberikan bantuan dana ke Perusahaan Affandi.


Awalnya Naura merasa ragu, apa dia ingin mencoba meminta bantuan ke Aaron? Tapi, perkataan Fajar, membuat dia merasa yakin.


Marsha pantas mendapatkan hukuman kemarin. Tapi sebaliknya, Fajar mengatakan kalau dia menerima itu karena Naura.


Padahal sudah jelas ada kesalah pahaman kenapa dia membolos dari pekerjaan. Fajar hanya mendengar dari satu pihak saja dan sama sekali tidak berniat untuk meminta maaf!


Naura pasti tidak akan membantu Fajar.


Tapi, ini adil!


Lihat saja! Siapa yang lebih dulu bermain dan siapa yang akan lebih dulu mati!


Walaupun didalam tubuhnya mengalir darah yang sama dengan mereka, tapi tidak ada ikatan emosional diantara mereka. Mereka juga tidak pernah saling mengkhawatirkan satu sama lain.


...


Sepanjang hari, saat Naura berjalan kemana dia melangkah, pasti ada saja orang yang membicarakan masalah ini.


Tapi, dia tidak mempedulikannya. Orang-orang itu ingin bertanya, tapi juga tidak berani bertanya kepadanya.


Pada saat pulang kerja, berita tentang dia dan 'Samuel' sudah dihapus. Tapi, masih banyak orang yang membahasnya di kolom komentar.


Evelyn-sahabat baiknya juga menelponnya.

__ADS_1


"Naura! Lain kali, kalau kamu masuk topik pencarian, bisa tidak kamu juga membawaku? Aku rasa, kamu semakin mencolok dan populer. Mungkin, beberapa kali lagi, kamu bisa debut!"


Sontak, Naura tertawa terbahak. "Ev, kamu kira aku mau masuk ke dalam topik pencarian?!"


Evelyn tiba-tiba menjadi serius. "Sebenarnya, aku sudah melihat foto itu. Meskipun para netizen mengatakan kalau foto itu palsu, aku yang seorang artis dan sudah syuting beberapa kali bisa langsung tau kalau itu bukanlah foto editan! Dari awal, aku sudah merasa kalau laki-laki yang bernama 'Samuel' itu pasti sudah merencanakan sesuatu! Apa kalian berdua benar-benar......?"


"Tidak! Tidak ada apa-apa!" Dengan cepat Naura mengelaknya. "Kamu cepat kembali lakukan pekerjaanmu! Aku mau pulang kerja dulu! Daaah."


Naura mematikan teleponnya lalu menghela nafas, merapikan barangnya kemudian pulang.


Begitu keluar dari gedung perusahaan, entah dari mana muncul segerombolan wartawan langsung mengepung Naura.


"Nyonya Naura Affandi, bagaimana pendapat anda tentang berita anda dan adik ipar anda, apakah itu benar?"


"Nyonya, anda selain berhubungan dengan adik ipar anda, apakah di luar masih ada pria lain?"


Naura masih terdiam. "......" Ada kepalamu!


Hal yang pertama kali dilakukan Naura adalah menutupi wajahnya.


Dia benar-benar merasa tidak menyangka akan dihalangi oleh banyak wartawan.


Naura memakai masker saat kekacauan itu terjadi lalu mengangkat pandangannya dengan wajah dingin. "Masalah rumor itu, tidak ada yang bisa aku katakan! Aku bukan seorang artis maupun public figure! Aku tidak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan kalian!"


Ada wartawan yang memperhatikan maksud dari ucapan Naura. "Nyonya, barusan anda mengatakan 'anda bukan seorang artis ataupun public figure', apa setelah ini anda berencana ingin menjadi seorang public figure?"


"Sebelumnya, saat anda masuk ke topik utama pencarian, hanya untuk mencari sensasi saja?"


Nuara terdiam. "......"


Dia dikelilingi oleh wartawan, benar-benar tidak bisa keluar.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. Sekelompok penjaga keamanan datang untuk mengusir para wartawan itu.


Sebelum Naura tau apa yang terjadi, Lucky tiba-tiba muncul memegang pergelangan tangannya dan membawanya menuju ke parkiran.


Ketika Naura mengingat kalau tangan Lucky juga pernah menyentuh Marsha, Naura merasa jijik. Dia langsung menghentakkan tangan Lucky dengan kuat.


Lucky terpaku sejenak. "Naura, para wartawan itu bisa mengejarmu kapan saja. Ayo masuk ke mobil dulu, aku akan mengantarmu." Ucapnya dengan lembut dan penuh kesabaran.


Naura merasa ragu, tapi dia tidak ada pilihan lagi dan mengikuti Lucky masuk kedalam mobilnya.


Naura tidak bisa meremehkan kekuatan para wartawan itu. Lebih baik, dia meninggalkan tempat ini dulu.


Setelah Lucky melajukan mobilnya meninggalkan area perusahaan Affandi, Naura melihat kebelakang, para wartawan sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


"Tolong berhenti disini, aku mau turun. Terimakasih banyak atas bantuannya hari ini." Ucap Naura.


Lucky hanya diam. Dia menepikan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan. Naura mengulurkan tangan, membuka pintu mobil. Mencoba beberapa kali dan baru sadar kalau pintu mobil tidak bisa dibuka.


Naura menoleh melihat kearah Lucky. "Pintu mobilnya terkunci."


Lucky juga melihat kearah Naura. Tatapannya terlihat aneh. "Naura, kamu akan lebih aman kalau memilih aku daripada memilih adik sepupu Aaron Daffa."


Naura terdiam. Hatinya penuh dengan tanda tanya. "?????"


Maksud ucapan Lucky barusan, apa seperti yang sedang Naura pikirkan?


Melihat Naura terdiam tidak memotong ucapannya, Lucky semakin merasa percaya diri. "Bukankah kita berdua saling mencintai? Kalau kita menjalin sebuah hubungan, pasti kita akan bahagia. Yang terpenting, aku tidak akan membiarkan orang lain tau dengan hubungan kita berdua."


"Aku dan kamu, menjalin hubungan?" Naura menunjuk dirinya sendiri dan juga Lucky.


Lucky menganggukkan kepala, menunjukkan sebuah senyuman yang menurut dirinya sendiri sangat menawan lalu mengulurkan tangannya ingin mengusap wajah Naura. "Kamu pasti lelah menjaga Aaron Daffa orang yang tidak berguna itu. Aku juga bisa mengerti masalahmu dengan adik sepupunya itu. Aku tidak menyalahkanmu."


Apa katanya barusan? Naura sangat lelah?


Ucapan Lucky terdengar sangat bijaksana. Maksud dia adalah Naura menjaga Aaron seorang yang impoten itu, tidak tahan karena merasa kesepian lalu menjalin hubungan dengan adik sepupu Aaron!


Dirinya sendiri yang picik! Selamanya akan menganggap orang lain juga sama piciknya!


Naura menghindarkan kepalanya dari tangan Lucky dengan ekspresi jijik. "Maksud kamu, kamu mau aku mengkhianati Aaron Daffa dan selingkuh dengan kamu?!"


Berita di internet, Lucky juga sudah melihatnya.


Lucky merasa kalau Naura tidak bisa menahan rasa kesepiannya hingga berselingkuh dengan adik sepupu Aaron Daffa. Naura juga menyukainya. Kalau dirinya berinisiatif mencari Naura, pasti tidak akan ragu-ragu membuang adik sepupu Aaron Daffa dan memilih menjalin hubungan dengan dirinya.


Lucky tidak mempedulikan Naura yang menghindari tangannya, dia semakin ingin menggodanya. "Dari awal, Aaron Daffa tidak cocok dengan kamu. Kita berdua sudah saling mencintai."


"Siapa juga yang saling mencintai dengan kamu?! Yang mencintai kamu itu Marsha! Cepat buka pintunya, atau aku akan lapor polisi?!" Naura menempelkan tubuhnya ke pintu mobil sambil terus menatap Lucky dengan penuh waspada.


...__________...


Hallo kakak-kakak semuanya! 😍


Author mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas semangatnya ya 🙏🥰


Semoga kakak-kakak semua selalu diberikan kesehatan 🤲😇


Mohon beri semangat dan dukungannya juga di karya baruku, di Chat Story yang berjudul :


Terjerat "Pernikahan Kontrak" dengan 'Sang Idola'

__ADS_1


Semoga kakak-kakak semua menyukai karya-karya baruku ya, sekali lagi terimakasih banyak. 🙏🥰❤️❤️❤️


__ADS_2